Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 49


__ADS_3

Pagi hari, Kevin bangun lebih dulu dari Ayesha. Dilihatnya sang mantan yang kini sudah menjadi istrinya masih tertidur pulas di bawah satu selimut yang sama dengan Kevin dan bisa di pastikan tubuh mereka masih polos tanpa pakaian.


Kevin tersenyum, tangannya terulur mengusap pipi Ayesha, semalam Kevin berkali kali menggempur Ayesha, seolah belum puas, Kevin kembali menggempurnya menjelang pagi hingga berhenti saat melihat Ayesha yang sudah kelelahan.


Kevin merasa takjub dengan daya pikat Ayesha terhadap dirinya. Dulu Kevin tidak pernah seberhasrat seperti ini, Kevin hanya menyalurkan hasratnya sebatas pelampiasan. Tetapi bersama Ayesha, Kevin selalu ingin dan ingin lagi mengulang semuanya.


"Sayang..." Panggil Kevin dengan penuh kelembutan.


Ayesha masih memejamkan matanya, hanya pergerakan kecil namun masih tetap memejamkan matanya.


"Sayang..." Panggil Kevin lagi.


Perlahan Ayesha mengerjapkan kedua bola matanya, di lihatnya wajah tampan Kevin tengah menatapnya dengan tatapan hangat penuh cinta.


"Hubby..." Panggil Ayesha dengan suara parau. "Aku kesiangan ya?" Ayesha ingin bangun namun Kevin menahannya.


"Mau kemana?" Tanya Kevin.


"Mandi, menyiapkan air hangat untukmu, dan menyiapkan pakaian untukmu juga." Kata Ayesha.


Kevin tersenyum mendengar hal itu, baru semalam Ayesha menjadi istrinya, Kevin sudah di layani seperti itu.


"Jangan terbebani dengan tugasmu sebagai istri. Tugasmu memang harus melayaniku, tapi aku juga bisa mengerti kondisimu, kamu istriku, bukan pelayan seumur hidupku." Kata Kevin sambil mengecup sekilas ujung hidung Ayesha.


Mendengar hal itu, Ayesha merasa begitu terharu. Kevin benar benar memghujaninya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Mau mandi bersamaku?" Tanya Kevin dan Ayesha mengangguk cepat.


Kevin segera mengangkat tubuh Ayesha yang masih polos menuju kamar mandi dan mendudukannya di meja wastafel marmer.


Ayesha melihat pergerakan Kevin yang mengisi bathtub dengan air hangat. Dirinya merasa di jadikan ratu oleh suaminya sendiri, sesuatu yang berbanding terbalik saat dulu Ayesha masih bersama Rama.


Kevin kembali mendekat ke arah Ayesha yang sedari tadi masih terus menatapnya. "Ada apa? Hem.." Tanya nya dengan lembut.


"Harusnya aku yang melayanimu. Menyiapkan air untukmu." Kata Ayesha.


"Ay, rumah tangga itu kita yang menjalaninya, bukan kamu aja atau aku aja, tapi kita berdua, jadi siapapun yang menyiapkan ya kita sama sama, mengerti?" Ucap kevin dengan begitu lembut.

__ADS_1


Ayesha memeluk Kevin, ia masih tidak menyangka jika di bahagiakan seperti hal sederhana begini oleh Kevin. Kevin memeluk Ayesha dengan erat dan berulangkali mengucap puncak kepalanya.


"Ayo kita mandi, kita harus turun untuk sarapan." Ucap Kevin dan Ayesha mengangguk.


Mereka berendam di dalam satu bathtub dengan posisi Kevin memeluk Ayesha dari belakang.


"Kev, ini merah semua, bisa hilang tidak?" Tanya Ayesha yang melihat banyaknya bercak merah keunguan di area sekitar leher hingga dadanya.


Kevin semakin tau jika sebelumnya Ayesha pun tidak pernah mendapatkan hal seperti ini, dan hal itu memang benar adanya, dulu saat bersama Rama, Rama hanya sebatas bercinta dengan pemanasan yang biasa saja, tidak sampai menjelajahi bagian tubuh Ayesha yang lain. Sesudah bercintapun Rama tidur begitu saja tanpa memperdulikan apakah Ayesha sudah puas atau belum, jangankan mengucapkan terimakasih, mengecup keningnya Ayesha saja tidak pernah Rama lakukan sehabis mereka bercinta dulu.


Berbeda dengan Kevin, meski Kevin bermain dengan buas namun tidak menyakiti Ayesha, bahkan Kevin membiarkan Ayesha mendapatkan pelepasannya berkali kali dan hal itu terlihat dari wajah sayu Ayesha. Selesai bercintapun Kevin selalu menciumi seluruh wajah Ayesha dan berakhir ciuman di kening dan mengucapkan kata cinta. Kevin pun memeluk Ayesha saat Ayesha tidur hingga mereka bangun bersama.


"Kev..."


"Hemmm.."


"Terimakasih." Kata Ayesha dengan sendu.


Kevin semakin megeratkan pelukannya, ia tau jika Ayesha merasa terharu. Dengan segala perhatian Kevin padanya yang dulu tidak pernah Ayesha dapati sama sekali.


"Lupakan, Sayang.. Jangan di ingat lagi. Mulai dari semalam hingga kedepannya aku akan menciptakan kenangan manis untukmu. Katakan padaku jika ada yang mengganjal di hatimu dan jangan kamu rahasiakan sendiri."


"Me too, Sayang." Balas Kevin.


Selesai mandi bersama, Ayesha menyiapkan pakaian ganti untuk Kevin, dan Kevin tersenyum melihat Ayesha yang slalu ingin melayaninya, betapa bodohnya Rama menyianyiakan cinta Ayesha yang begitu tulus itu.


Kevin memperlakukan Ayesha layaknya seorang ratu, menggandeng tangan Ayesha menuju restoran hotel, menarik kursi untuk Ayesha duduki hingga mengambilkan makanan untuk Ayesha.


"Kita check out siang ini?" Tanya Ayesha.


"Iya, kita ke rumah Mama dulu ya. Mama mengirimiku pesan untuk membawamu ke rumah, katanya sudah menyiapkan makan siang spesial untuk menyambutmu." Kata Kevin.


Ayesha semakin tidak bisa berkata kata, bahkan kini ia mendapatkan mertua yang begitu menyayangi dan memperhatikannya, serta saudara ipar seperti Kenzo dan Keysha yang slalu baik padanya.


Kevin menggenggam tangan Ayesha, "Kamu gak apa apa kan kalau ke rumah Mamaku dulu?"


Ayesha tersenyum, "Iya gak apa apa."

__ADS_1


"Yakin gak apa apa? Aku gak mau maksa kamu." Kata Kevin lagi yang tau jika dulu Ayesha mendapatkan perlakuan buruk dari mantan mertuanya. Kevin hanya takut jika Ayesha masih trauma.


"Gak apa apa, Hubby. Aku bisa merasakan jika Mama juga menyayangiku." Ucap Ayesha membuat Kevin menghela nafas leganya.


"Aku kira kamu masih trauma."


"Mamamu seperti malaikat tak bersayap, rasanya traumaku hilang begitu saja, bahkan aku tidak merasa asing dengan Mama, seperti sudah kenal lama."


Kevin mengangguk, "Aku bisa pastikan semua keluargaku menerimamu, Sayang."


Selesai sarapan bersama, mereka akhirnya memutuskan check out dan pulang kerumah orang tua Kevin.


Benar saja, disana keluarga Kevin sudah menantinya bahkan menyambutnya. Audrey langsung memeluk Ayesha yang kini menjadi menantu pertamanya. Bahkan Audrey mengabaikan Kevin.


Audrey jalan di apit oleh Audrey dan Keysha, sementara Kevin berjalan di belakangnya.


"Menginap di sini kan?" Tanya Audrey. "Mama sudah menata ulang kamar Kevin agar tidak terlalu maskulin."


"Terimakasih, Ma. Aku dan Kevin akan tinggal disini dulu." Jawab Ayesha membuat Audrey merasa lega.


"Akhirnya aku ada temannya." Sahut Key yang terlihat senang.


"Ya rumah ini akhirnya ramai karna Kevin kembali tinggal disini bahkan bersama Ayesha." Sahut Kaisar yang kini ikut duduk bersama keluarganya di ruang tamu.


"Dimana Kenzo?" Tanya Kevin.


"Ken sedang melihat proyek pembangunan rumah sakit yang akan ia pegang." Jawab Kaisar. "Bagaimana perusahaanmu, Kev?"


"Kev sedang mencari tempat untuk memindahkan kantor utama ke pusat kota, Pa."


"Pakai saja gedung lama WG Group, tadinya gedung jtu akan di jual, kau bisa memakainya jika memang berniat memindahkan kantor utama ke pusat kota.'


Kevin tampak berpikir.


"Jangan terlalu banyak berpikir, perusahaanmu masih baru, kamu harus bisa menekan anggaran, setidaknya kamu bisa merenovasi sedikit gedung itu sesuai keinginanmu dari pada membuat gedung baru dengan banyak memakan waktu dan juga anggaran." Kata Kaisar menasehati putranya itu.


"Akan Kev pikirkan, Pa.." Jawabnya lalu melihat ke arah Ayesha yang slalu saja terlihat menenangkan untuk Kevin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vote ku kemarin naiknya cuma dikit, aku jadi gak semangat nulisnya, padahal aku berusaha nulis terus di tengah tengah kegiatanku jaga Ibu di rumah sakit 🥲


__ADS_2