Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 57


__ADS_3

Ayesha tengah memakaikan dasi di kerah leher Kevin dan Kevin terus menatap wajah cantik istrinya itu.


"Kamu cantik." Ucap Kevin lalu mencium pipi Ayesha.


"Ishh gombal terus."


Kevin tersenyum, "Kamu harus terbiasa dengerin gombalanku setiap hari."


"Aku bisa diabetes nanti."


Kevin tergelak lalu mengecup sekilas bibir Ayesha. Semenjak menikah, Ayesha memutuskan untuk menjadi istri sepenuhnya bagi Kevin dan tidak lagi bekerja di perusahaan orang tuanya. Baik Adrian maupun Andrew mengerti akan hal itu, terlebih mereka juga begitu percaya pada Kevin yang tidak akan pernah menyianyiakan Ayesha, putri kesayangan mereka.


"Jadi mengantar Kenzo mengambil hasil test DNA?" Tanya Ayesha.


Kevin mengangguk. "Jadi. Smoga hasilnya seperti apa yang di harapkan oleh Ken."


"Iya, aku juga berharap seperti itu." Kata Ayesha sambil merangkul lengan Kevin.


"Jadi pergi dengan Mama dan Key?" Tanya Kevin yang mengetahui jika siang ini Ayesha akan pergi bersama ibu dan saudari kembarnya.


"Sepertinya jadi."


Kevin memberikan kartu hitam tanpa limit untuk Ayesha. "Pakaialah sesukamu."


Ayesha menggelangkan kepalanya. "Kamu sedang merintis, Aku tidak boleh boros."


Kevin merasa terharu mendengar ucapan Ayesha, Ayesha slalu mendukungnya dalam hal apapun termasuk kerjaan yang ingin ia kembangkan sendiri, yakni King Corp yang sedang merintis untuk berkembang.


"Tugasku adalah mencukupi semua kebutuhanmu, dan aku akan makin bersemangat jika melihat istriku tercukupi." Kevin mencium lembut kening Ayesha.


"Kalau begitu aku akan menggunakannya sesuai kebutuhanku."


Kevin merangkul pundak Ayesha, "Aku beruntung sekali mendapatkan istri sepengertianmu."


Mereka turun melewati anak tangga sambil tersenyum bahagia, Kevin masih tetap merangkul pundak Ayesha sementara satu tangan Ayesha merangkul di pinggang belakang Kevin.


Melihat pemandangan sepasang pengantin baru yang slalu romantis itu, membuat Audrey tersenyum dan senyum Audrey terlihat oleh Kaisar.


"Kau bahagia, Honey?" Tanya Kaisar.


Audrey menoleh ke arah suaminya, "Aku bahagia sekali, Pa. Aku juga berharap Ken dan Key juga cepat menemukan pasangannya dan bahagia seperti Kev."


Kaisar mengangguk, "Mereka sudah dewasa, biar mereka mendapatkan jodohnya sendiri."


"Pagi, Ma, Pa." Sapa Kevin dan Ayesha lalu mencium pipi kedua orang tua mereka bergantian.


"Kau sudah mulai bekerja hari ini?" Tanya Kaisar pada putranya itu.


"Ya Pa, Ayesha memaksaku untuk masuk bekerja." Jawab Kevin lalu tersenyum manis ke arah Ayesha yang sedang duduk di sampingnya.


"Ayesha adalah mood boostermu, Kev." Sahut Audrey.

__ADS_1


"Mama betul sekali."


Ayesha hanya bisa tersipu malu. Di keluarga suaminya ia merasa bagai di keluarganya sendiri, ibu mertuanya begitu menyayanginya dan slalu menjadi teman bicara yang asik untuknya.


**


Hari ini Amanda libur dan menggunakan waktunya untuk membersihkan apartementnya.


"Ma, apa Papa Ken akan kesini?" Tanya Cheryl.


Amanda duduk di sebelah Cheryl. Sedari kemarin ia menunggu waktu untuk menanyakan hal ini pada Cheryl.


"Cheryl.."


"Iya Ma.."


Tangan Amanda mengusap rambut Cheryl dan merapihkannya ke belakang telinga Cheryl. "Kenapa Cheryl memanggil Uncle Ken dengan sebutan Papa?" Tanya Amanda hati hati.


"Papa Ken yang mintaku untuk panggil Papa ke Papa Ken."


"Kapan Papa Ken menyuruhnya?"


"Kemalin, waktu tulun dali mobil Papa Ken sebelum ketemu teman Papa Ken."


"Koq Mama gak tau?" Tanya Amanda dengan heran.


"Itu kalna Papa Ken yang bisik bisik ke telingaku, Ma."


"Ma, boleh kan aku panggil Papa ke Papa Ken?" Tanya Cheryl.


"Cheryl suka ya sama Papa Ken?"


Cheryl mengangguk. "Aku suka sama Papa Ken, Papa Ken bilang nanti Papa Ken akan jemput aku sekolah kalau Papa Ken gak sibuk, Ma."


Amanda hanya tersenyum mendengar hal itu, tidak mungkin Amanda melarang Cheryl, Amanda berpikir biarlah Cheryl memanggil Kenzo dengan panggilan Papa, jika nanti sudah mengerti pasti Cheryl akan tau sendiri jika Kenzo bukanlah Ayahnya.


Kevin menepati janjinya untuk menemani Kenzo mengambil hasil test DNA, mereka berjanjian langsung bertemu di rumah sakit.


Kenzo terlihat tidak tenang saat menunggu suster membawakan hasil test DNA itu. Tubuhnya terasa gerah meski suhu ruangan dokter terasa dingin, keningnya terus berkeringat menanti hasil test itu.


Seorang suster masuk membawakan hasil test DNA dan di berikannya pada dokter. Dokter itu memberikannya pada Kenzo.


"Silahkan di buka, Tuan Kenzo."


Dengan tangan gemetar Kenzo membukanya, Kenzo menahan nafasnya saat melihat hasilnya 99,99% Yang menyatakan jika Cheryl adalah putrinya, hasil dari hubungannya malam itu.


Kenzo menutup wajahnya dengan kertas itu dan membuat Kevin bertanya karena penasaran. "Apa hasilnya?"


Kenzo menurunkan tangannya dan melihat wajah Kevin. "Dia benar putriku, Kev."


Kevin pun terlihat menghela nafas leganya. Ia bersyukur karena ternyata apa yang di harapkan Kenzo terwujud dan kini Kenzo tinggal berjuang untuk merebut hati Amanda agar mau memaafkannya.

__ADS_1


Kenzo dan Kevin segera meninggalkan rumah dan mereka mampir di cafe untuk makan siang bersama sambil mengobrol rencana Kenzo selanjutnya.


"Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Kevin.


"Memenuhi semua kebutuhan putriku termasuk mengisi kekosongan sosok ayah untuknya."


"Hanya itu?"


Kenzo menggelengkan kepalanya, "Merebut hati ibunya juga."


"Benar dugaanku selama ini. Kau memang sudah menyukainya sejak kejadian malam itu kan?"


Kenzo mengangguk. "Dia wanita yang kuat, aku banyak bersalah padanya." Kenzo memijat pangkal hidungnya.


"Mama akan shock sekali jika tau sudah memiliki cucu sebesar Cheryl." Kata Kevin.


"Apa Mama akan menerimanya, Kev?"


"Tentu saja, Ibu kita ibu yang sangat baik dan penuh pengertian. Aku yakin Mama akan menerima Cheryl dan juga Amanda. Apa lagi Amanda membesarkan cucu Mama dengan begitu baik."


Kenzo tersenyum. "Aku ingin segera mengatakannya tapi aku ingin Amanda memaafkanku dulu."


"Ya, buatlah Amanda nyaman bersamamu dulu, Ken. Jika Amanda sudah merasa nyaman, pasti Amanda akan memaafkanmu."


"Aku akan mencari apartement yang cukup luas untuk Amanda juga Cheryl." Kata Kenzo.


"Kau bisa memakai apartementku jika membutuhkannya lebih cepat."


"Kau punya apartement, Kev?"


Kevin mengangguk. "Aku baru membelinya sebelum hari pernikahanku dengan Ayesha. Tapi sepertinya Ayesha lebih betah bersama Mama dan Key dirumah."


"Dimana apartementmu?"


"Di jalan YY."


"Dekat rumah sakit dokter Gerarld?" Tanya Kenzo yang diangguki oleh Kevin.


"Apartementmu akan ku beli saja, bisa aku tempati hari ini juga?"


Kevin mengeluarkan sebuah kartu akses apartemetnya. "ini kuncinya."


"Thanks Kev. Akan ku urus nanti pembayarannya."


"Santai saja, kau seperti dengan orang lain saja. Cheryl juga keponakanku." Balasnya tersenyum.


Selesai makan siang bersama, Kevin segera kembali ke perusahaannya sementara Kenzo mempir ke toko mainan dan membeli banyak boneka juga mainan untuk Cheryl. Kenzo memesan makanan ayam crispy untuk dibawakannya ke apartement Amanda. Ia akan mengajak Amanda bicara baik baik agar mau pindah ke apartement yang sudah di siapkannya, terlebih aksesnya sangat dekat dengan rumah sakit tempat Amanda bekerja dan Kevin juga akan mencarikan playgrup yang bagus untuk Cheryl.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu Bab tambahan khusus untuk teman teman readers yang slalu setia menunggu novelku, terutama yang kemarin memberi vote padaku, terimakasih untuk kalian semua 🥰

__ADS_1


__ADS_2