
Kevin menerima sebuah telpon dari rumah sakit tempat dimana Mira di rawat. Kevin segera memberi tahu Kenzo dan mereka bergegas pergi setelah dari kantor polisi mengurus kasus Vivian. Sementara itu, Keysha menemani Sakha yang terlihat terpukul setelah kasus Zein terungkap.
Kevin dan Kenzo pergi dari Kha Fashion dan mereka sempat berpapasan dengan Rama di pintu loby. Kevin seolah cuek sementara Kenzo berinisiatif mengajak bicara Rama.
"Aku ingin bicara denganmu." Kata Kenzo membuat Rama tidak bisa berkata apapun.
"Ken, sudahlah." Kata Kevin seolah enggan berurusan dengan Rama.
"Dia harus tau, Kev." Kata Kenzo membuat Kevin memutar malas bola matanya.
"Aku tidak mengganggu Ayesha, kenapa kalian mencegatku?" Tanya Rama.
"Karena kau harus tau sesuatu tentang kakakmu."
Rama mengernyit, "Kakakku? Mbak Mira maksudmu?"
Kenzo mengangguk. "Ayesha menemukan Kakakmu sedang mengemis di mini market, dan pelakunya adalah suaminya sendiri."
"Tidak mungkin, Mbak Mira itu dibawa suaminya keluar kota untuk pengobatan alternatif." Kata Rama.
Kevin tertawa seolah mengejek. "Ternyata kau itu pria yang mudah di bodohi oleh orang lain, pantas saja mudah tergoda oleh wanita."
Rama mengepalkan tangannya, namun sikap pengecutnya membuatnya menahan amarah agar tidak di pecat dan mempunyai reputasi buruk di tempatnya bekerja saat ini.
"Ayesha meminta Kami memberikan pengobatan terbaik untuk Kakakmu dan kini kondisi Kakakmu sudah dinyatakan sembuh oleh dokter."
Rama terdiam.
"Ayesha meski dulu disakiti oleh keluargamu namun begitu memaafkan bahkan memberikan pengobatan terbaik untuk Kakakmu." Kata Kevin dengan bangga. "Terimakasih sudah menjadi pria breng*sek dan membuat Ayesha akhirnya menikah denganku." Kata Kevin kemudian melangkah pergi. "Ken aku tunggu kau di mobil."
Kenzo menghela nafas, "Mira ada di rumah sakit tempat asalnya di rawat. Minta ijinlah dan jemput kakakmu karena kami tidak bisa menampungnya." Kata Kenzo lalu meninggalkan Rama yang masih berdiri mematung.
Kevin dan Kenzo tiba di rumah sakit dan dokter mengatakan jika kondisi Mira sudah sembuh dan stabil, bahkan Mira bisa mengingat semuanya. Kevin dan Kenzo pun akan membawa kasus Mira ke polisi agar suaminya dapat di tahan dan tidak menjadi ancaman untuk Mira lagi.
Kevin dan Kenzo meminta kepada petugas agar bisa bertemu dengan Mira untuk memastikannya secara langsung tentang kondisi Mira.
Mereka mendatangi kamar perawatan Mira dan Mira terlihat bingung.
"Kau tidak mengenali kami?" Tanya Kenzo dan Mira menggelengkan kepalanya.
"Dia Kevin, dia suami Ayesha dan aku adalah saudaranya." Kata Kenzo mwlembuat Mira mengucapkan satu nama.
__ADS_1
"Ayesha" Gumam Mira.
"Ya, kau mengenal Ayesha?" Tanya Kenzo.
Mira menganggukan kepalanya, "Dimana Ayesha, aku ingin bertemu dengannya."
"Untuk apa?" Tanya Kenzo ingin tau.
"Aku ingin meminta maaf pada Ayesha, aku pernah berbuat jahat padanya, aku ingin meminta maaf padanya karena aku sudah mendapatkan karmaku. Aku takut jika tidak meminta maaf pada Ayesha maka aku akan terus mendapatkan karmaku. Aku mohon Tuan, pertemukan aku dengan Ayesha." Mira menangis dan menghiba pada Kenzo.
Akan ku atur pertemuanmu dengan Ayesha tapi nanti. Dan hari ini kau sudah bisa pulang dari rumah sakit, Rama akan menjemputmu." Ucap Kenzo namun Mira menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau." Ucap Mira. Aku tidak mau berhubungan dengan keluargaku lagi siapapun itu." Ucapnya dengan serius.
"Tapi kau mau kemana? Kau sudah dinyatakan sembuh."
Mira terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana jika aku membawamu ke panti sosial saja? Disana kau bisa berlatih dalam berbagai hal kegiatan positif." Kata Kenzo memberi saran.
"Apa mereka menerimaku? Apa mereka tidak takut pada mantan pasien rumah sakit jiwa sepertiku?"
Mira berpikir kemudian mengangguk, setidaknya itulah yang terbaik untuk dirinya saat ini. Mira tidak ingin bertemu Rama, karena dalam ingatan terakhirnya, Rama masih hidup bersama dengan selingkuhannya. Dan Mira juga tidak sudi lagi bertemu dengan Ratna karena menurutnya, Ratna lah penyebab semua ini. Mira ingin berubah menjadi orang yang lebih baik, Mira ingin mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dan menginap ikut tinggal dengan majikannya. Karena itulah Mira menyetujui jika Kenzo membawanya ke panti sosial dimana Mira bisa berlatih banyak hal dan mendapatkan kesempatan yang lebih baik lagi.
Kevin dan Kenzo memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Benar saja, rupanya Cheryl sudah menunggu Kenzo di teras rumah.
"Papa sama Daddy dali mana?" Tanya Cheryl yang kini di gendong oleh Kenzo.
"Tadi, Papa dan Daddy ada kerjaan bersama." Jawab Kenzo. "Dimana Mama?"
"Mama di kamal, tadi katanya Mama capek dan mau tidul." Jawab Cheryl membuat Kenzo menjadi cemas.
"Lihatlah dulu Amanda, kapan Amanda resign sementara dari rumah sakit?" Tanya Kevin.
"Minggu ini jadwal terakhirnya di rumah sakit."
Kevin mengangguk, "Mungkin bayi kalian ingin diperhatikan lebih olehmu, Ken. Jangan gila bekerja." Kata Kevin menasihati.
"Thanks untuk nasihatmu, Brother." Balas Kenzo.
Kenzo dan Cheryl segera ke kamar dan melihat Amanda yang sedang duduk di atas sofa sambil memijat kakinya sendiri.
__ADS_1
"Sayang..." Kenzo mendekat ke arah Amanda, mendudukan Cheryl di sofa lain dan segera meraih kaki Amanda untuk di letakkan di atas pangkuannya lalu memijatnya.
"Sakit?" Tanya Kenzo.
"Hanya pegal saja, Ken." Amanda memijat pelipisnya. "Aku sedikit pusing."
"Kita ke dokter ya?" Ajak Kenzo.
"Tadi aku sudah periksa ke dokter di rumah sakit, katanya karena aku mengandung bayi kembar dan mereka menyerap kalsium dariku dua kali lipat."
"Apa solusinya?" tanya Kenzo.
"Aku harus rutin minum susu, dan olah raga ringan." Jawabnya.
"Maaf..." Kata Kenzo.
"Untuk?"
"Aku takut mereka menyusahkanmu."
Amanda tersenyum. "Tentu saja tidak, aku bahagia mengandung mereka. Kamu juga begitu perhatian, dan Cheryl begitu antusias menyambut adik adiknya. Bukankah begitu, Kak Cheryl?" Tanya Amanda pada Cheryl.
"Ya, Mama. Aku senang akan memiliki adik kembal." Kata Cheryl dengan bahagianya.
Sementara itu, Kevin memberitahu Ayesha tentang apa yang terjadi pada Mira. Ayesha merasa senang karena Mira sudah kembali normal. Kevin juga menyampaikan niat Mira yang ingin bertemu dan meminta maaf langsung pada Ayesha. Namun Kevin sendiri merasa berat mengijinkannya.
Ayesha pun tak memaksa karena Ayesha tau kekhawatiran Kevin. Namun Kevin pun tidak ingin masalah ini berlarut larut dan agar tidak ada dendam di masa depan nanti.
"Bagaimana jika Mira kita udang saja kesini, jika di rumah ini, Mira tidak bisa berbuat nekat." Kata Kevin.
"Aku yakin jika Mbak Mira sudah berubah, By. Entah kenapa aku merasa Mbak Mira menyesali perbuatannya dulu padaku."
Kevin mengusap lembut kepala Ayesha. "Kamu memang berhati malaikat, betapa beruntungnya anak anakku nanti memiliki Mommy sepertimu."
"Jadi boleh?" Tanya Ayesha.
"Boleh tapi di rumah ini saja ya, dengan pengamanan ketat, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati." Ucap Kevin dan Ayesha tak menentangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 Bab lagi kalo aku gak mager ya 😁😁
__ADS_1