
"Suami Nyonya Ayesha." Panggil seorang suster dan Kevin segera menghampirinya diikuti oleh Kenzo.
"Silahkan Tuan menghadap dokter untuk penjelasan medis Nyonya Ayesha." Kata suster sambil membukakan pintu ruangan dokter.
Kevin dan Kenzo masuk dan duduk berhadapan dengan dokter yang memeriksa Ayesha.
"Tuan Kevin." Sapa dokter yang mengenal keluarga Kevin.
"Apa ada yang serius dengan istriku, dok?" Tanya Kevin dengan cemas.
Dokter itu menyerahkan hasil medis Ayesha dan Kevin segera membukanya.
"Apa ini maksudnya, dok?"
"Tidak ada yang perlu di cemaskan, Tuan Kevin. Selamat, istri anda positif hamil lima minggu dan ini titik titik nya." Kata dokter memberi tahu.
"Hamil?"
Dokter mengangguk, "Kondisi istri anda cukup lemah, dan mengingat riwayat sebelumnya istri anda yang pernah mengalami keguguran, saya sarankan untuk bedrest selama dua sampai tiga hari di rumah sakit, apa lagi istri anda mengandung lebih dari satu janin."
"Lebih dari satu?" Tanya Kevin dengan bingung.
Dokter mengangguk dan memperlihatkan hasil usg nya. "ini titik titiknya, kemungkinan istri anda mengandung bayi kembar."
"kembar, dok??"
"Lebih tepatnya empat bayi sekaligus." Jawab dokter membuat Kevin terlihat tak percaya.
"Empat?" Tanyanya tak percaya.
"Jaga istri anda, kehamilannya masih rentan, apa lagi ada empat bayi di dalam rahimnya."
Kevin mengangguk, "Lakukan apa saja yang terbaik untuk istriku, dok." Balas Kevin dengan wajah bahagianya.
"Selamat, Kev. Kau akan menjadi orang tua. Dan aku iri karena bayimu empat." Kata Kenzo sambil menepuk pundak saudara kembarnya itu dengan sedikit tertawa.
Kevin tersenyum bahagia, "Ay akan bahagia jika tau kabar ini."
Kenzo mengurus administrasi Ayesha dan mengabari keluarga besarnya, sementara itu Kevin menemani Ayesha di ruangan VVIP yang super nyaman itu.
"Maafkan aku, Ay.. Aku tidak bermaksud untuk....." Ucapan Kevin terpotong saat Ayesha menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kevin.
__ADS_1
"Kamu gak salah, aku saja yang terlalu sensitif, dan ternyata sensitifku karena perubahan hormon yang ternyata ada mereka perutku, anak anak kita, Kev." Lirih Ayesha.
Kevin meraih tangan Ayesha dan menggenggamnya lalu menciuminya. "Iya, ada anak anak kita di rahimmu, Sayang."
"Kau suka?" Tanya Ayesha.
Kevin mengangguk, "Ini kebahagiaan terbesar keduaku. Bahagia pertamaku adalah memilikimu, dan ini adalah kebahagiaanku yang ke dua."
Mendengar hal itu, Ayesha merasa terharu. Ayesha masih tidak menyangka jika Kevin mencintainya sebesar ini.
"Tuhan pernah mengambil satu bayiku dulu dan sekarang Tuhan menggantinya hingga empat kali lipat. Aku bahagia sekali, Kev." Ayesha meneteskan air matanya sambil mengusap perutnya.
Audrey dan Keysha datang menyusul ke rumah sakit setelah Kenzo memberitahunya tadi, merekapun membawa Cheryl karena Amanda sedang bekerja.
Audrey sangat bahagia karena mengetahui jika akan memiliki empat cucu lagi dari Kevin, ia senang karena rumahnya akan semakin ramai oleh suara anak anak kecil.
"Jaga kehamilanmu, Sayang." Kata Audrey pada menantunya itu.
"Iya, Ma. Terimakasih." Balas Ayesha yang merasa terharu dengan sikap Audrey yang slalu baik padanya.
Cheryl pun ikut bahagia karena akan memiliki empat adik meskipun itu adalah adik sepupunya nanti. Cheryl tidak mau lepas dari Ayesha dan terus saja menempel pada Ayesha, bahkan Cheryl mengabaikan Kenzo.
"Ayo Cheryl kita jemput Mama." Ajak Kenzo.
"Lalu Papa sama siapa?" Tanya Kenzo memelas.
"Papa punya adik bayi lagi saja sepelti Daddy Kev." Jawab Cheryl.
Keysha tertawa, "Itu kode keras untukmu, Ken. Cheryl ingin seorang adik untuknya."
"Diam, Key. Atau ku blokir kartu kreditmu." Balas Kenzo.
"Key benar, Ken. Cheryl ingin adik yang sesungguhnya, berusalah mendekati Amanda dan segera membuatkan adik untuk Cheryl, siapa tau kau mendapatkan kembar juga." Sahut Kevin meledek.
Kenzo hanya memutar malas bola matanya, baik Kevin maupun Keysha sangat tau jika Kenzo dan Amanda belum memulai hubungan ranjang mengingat Cheryl yang masih tidur bersama Kenzo dan Amanda.
Kenzo meninggalkan rumah sakit tempat Ayesha di rawat dan segera menuju rumah sakit tempat Amanda bekerja sebagai dokter gigi anak. Karna perkataan Kevin dan Keysha, membuat pikiran Kenzo menjadi terganggu, terlebih Kenzo juga pria dewasa yang membutuhkan hubungan ranjang karena itu adalah hal yang normal.
"Si*alan kau Kev, Key, berhasil membuat pikiranku terganggu." Umpat Kenzo saat selesai memarkirkan mobilnya di pelataran rumah sakit tempat Amanda bekerja.
Kenzo mengusap wajahnya kasar dan merasakan tubuhnya tidak nyaman. Ada sesuatu yang mendesak yang memintanya untuk di salurkan.
__ADS_1
Kenzo menghela nafasnya, "Tidak mungkin aku meminta hak ku pada Amanda, aku takut Amanda terpaksa dan membenciku, tapi aku juga tidak mungkin menyewa seorang wanita karena aku adalah pria beristri dan bukan lagi pria bebas." Gumam Kenzo.
Kenzo mencoba menenangkan dirinya sendiri meski menjadi tidak nyaman, ia segera turun dan menjemput Amanda ke ruang praktiknya karena Amanda mengatakan jika masih berada di ruang praktik meski sudah tidak ada pasien lagi.
Kenzo mengetuk pintu dan Amanda mempersilahkan kan nya masuk sambil membereskan rekam medis milik passien passien Amanda yang hari ini baru saja selesai di periksa.
"Sendirian? Cheryl kemana?" Tanya Amanda.
"Cheryl mengabaikanku hanya karena Ayesha dan Kevin akan memberinya seorang adik sepupu untuk Cheryl." Jawab Kenzo.
"Ayesha hamil?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk. "Ya, Ayesha hamil anak kembar empat dan karna kondisinya lemah jadi harus di rawat."
Amanda menganggukan kepalanya, namun matanya melihat ke arah Kenzo yang terlihat tidak nyaman, Kenzo yang sesekali mengusap pelipisnya dan terkadang memijat pangkal hidungnya.
"Kau sakit, Ken?" Tanya Amanda lalu berdiri dan memegang kening Kenzo.
Kenzo memejamkan matanya kala merasakan lembutnya kulit tangan Amanda di keningnya, membuat Kenzo semakin berdesir dan rasa itu seperti semakin ingin di salurkan.
Amanda melihat gelagat Kenzo yang tidak biasa, sebagai seorang dokter, meski Amanda hanya dokter gigi, namun Amanda tau apa yang tengah dirasakan oleh Kenzo.
Amanda yang belum siap pun hanya berpura pura biasa saja dan mengalihkan pembicaraan.
"Ayo kita jemput Cheryl, aku juga ingin menjenguk Ayesha." Kata Amanda lalu berjalan keluar terlebih dahulu.
Kenzo menghela mafas beratnya kemudian berjalan mengikuti Amanda.
Di perjalanan, Kenzo mendapatkan telpon dari sang Ayah yang mengabari jika Cheryl tengah di ajaknya berjalan jalan ke wahana salju di salah satu mall bersama Audrey, dan Kenzo diminta oleh sang Ayah untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan milik rekan kerja WG Group bersama Amanda.
"Amanda."
"Ya."
"Kita langsung pulang ke rumah, Cheryl di ajak oleh Papa dan Mama jalan jalan melihat salju di Mall XX, dan Papa memintaku untuk menghadiri salah satu undangan pesta ulang tahun perusahaan milik rekanan kerja perusahaan kami."
"Malam ini?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk, "Ya, dan Papa memintaku untuk membawamu ke pesta itu sebagai pendampingku." Jawab Kenzo, "Apa kau mau?"
Amanda berpikir sejenak kemudian menjawab, "Baiklah, aku akan menemanimu."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
2 Bab lagi Babang Ken bentar lagi buka puasa nih, itu juga kalau lulus review dari NT ya.