
Hari hari berikutnya, Keysha melihat Sakha yang menjadi jauh darinya. Bahkan Sakha seperti tidak mengenal Keysha dan hanya berkomunikasi sebatas pekerjaan. Sakha juga menjadikan Vivian sebagai personal asistennya juga.
Hati Keysha bergemuruh, tiba tiba saja Keysha merasa sedih dan begitu mengingat Zein. "Ternyata tidak ada yang lebih baik dari Kak Zein." Gumam Keysha.
Hari haripun Keysha pun semakin dekat dengan Rama, Keysha merasa nyaman berbicara dengan Rama sebagai seorang teman. Bahkan mereka sering menghabiskan waktu makan siang bersama di kafetaria kantor. Hanya saja, Keysha slalu menolak jika Rama ingin mengantarnya pulang karena Keysha tidak ingin ada yang tau jika dirinya seorang anak konglomerat.
Keysha yang awalnya risih berdekatan dengan Rama karena seorang duda, kini seolah terbiasa dan bisa menjadi teman yang baik.
Hari ini untuk pertama kalinya, Rama menerima gaji pertamanya. Gaji yang lumayan menurutnya itu sebagian ia tabung dan sebagian ia pakai untuk biaya sehari hari. Bahkan hingga kini Ratna masih belum mengetahui jika Rama sudah bekerja di kantoran, dan Rama sendiri masih menjatah uang untuk sang ibu agar tidak boros dan lebih bisa menghargai uang meski setiap hari mendengar keluhan Ratna yang slalu saja merasa kurang dan jauh dari kata bersyukur.
Hari ini, Kevin dan Ayesha akan memeriksakan kondisi kandungan Ayesha. Mereka merasa senang karena ke empat janinnya berjenis dua laki laki dan dua perempuan. Ayesha merasa bahagia karena bisa memiliki empat anak sekaligus dalam satu waktu.
"Ada baby girl nya, Kev." Seru Ayesha saat mereka berada di sebuah restoran.
"Kau bahagia, Sayang?" Tanya Kevin.
Ayesha mengangguk. "Terimakasih, Kev. Aku sungguh bahagia sekali." Ucap Ayesha.
"Ya, kau harus selalu bahagia agar anak anak kita juga bahagia di dalam perutmu."
"Tapi berat badanku naik drastis, aku takut kamu berpaling." Lirih Ayesha.
"Hei, aku bukan pria tidak bertanggung jawab. Aku akan selalu setia padamu karena jika kamu gendut pun itu karena ulahku. Apa lagi ada empat bayi di perutmu."
Ayesha tersenyum, "Aku percaya." Ucapnya.
Selesai makan siang, mereka kembali pulang ke rumah, namun Ayesha ingin mampir di mini market karena sudah janji akan membawakan coklat untuk Cheryl. Kevin pun ikut turun menemani meski Ayesha sudah melarangnya.
Ayesha mengernyitkan dahinya saat melihat seorang wanita dengan penampilan lusuh duduk di dekat parkiran dengan sebuah mangkuk plastik kecil tempat orang lain memberi uang.
Wanita itu hanya diam saja sambil memeluk kedua lututnya dengan tatapan kosong. Ayesha membekap mulutnya sendiri lalu bergumam. "Mbak Mira."
Kevin pun melihat Ayesha yang tampak terkejut dan melihat pengemis itu. "Sayang, ada apa?" Tanya Kevin penuh rasa khawatir.
"Kev, dia Mbak Mira." Kata Ayesha. "Dia mantan Kakak iparku dulu."
__ADS_1
Kevin pun mengerti, "Ya sudah tinggalkan dia."
"Tapi kenapa kondisinya seperti itu, Kev?"
Brakk..
Seorang pria menendang botol minum kemasan di dekat Mira.
"Sudah siang begini baru dapat segini, hah?" Sentak pria itu yang ternyata Hendri suami Mira sendiri. Hendri mengeluarkan Mira dari rumah sakit jiwa karena enggan membiayai lagi pengobatannya. Lalu Hendri menjadikan Mira pengemis untuk menghasilkan uang. Hendri pun beralasan pada Ratna dan Rama jika Mira ia bawa ke luar kota untuk pengobatan.
Mira menutup telinganya seolah ketakutan. "Ya Tuhan, Kev. Bantu dia." Kata Ayesha.
"Sudahlah Ay, jangan ikut campur."
"Aku bukan ingin ikut campur, ini hanya rasa kemanusiaan, Kev." Ucap Ayesha membuat Kevin akhirnya mau mengikuti kemauan Ayesha.
"Hentikan!!" Sentak Kevin.
"Mau apa anda?" Tanya Hendri tak gentar.
"Saya bisa melaporkan anda atas tindakan kriminal." Gertak Kevin.
"Dia itu Mba Mira, saya kenal dia, suaminya bukan anda, tapi Mas Tino." Sahut Ayesha.
Hendri tertawa, "Dia ini sudah cerai sama si Tino, dan ibunya Mira yang menjual mira sendiri ke saya untuuk jadi istri dan sekarang kena gangguan jiwa."
Ayesha merasa geram. "Kev panggil polisi. Dia berbahaya." Kata Ayesha membuat Hendri ketakutan.
"Kalian mau apa?"
"Lepaskan Mbak Mira." Jawab Ayesha.
"Baiklah, ambil saja wanita gila itu." Kata Hendri lalu segera meninggalkan area parkir mini market karena enggan kasus Mira terbuka dan dirinya masuk penjara.
Ayesha ingin mendekat ke arah Mira namun di cegah oleh Kevin. "Ay, jangan. Kita tidak tau dia berbahaya atau tidak. Ingat bayi bayi kita." Ucap Kevin.
__ADS_1
Ayesha pun mengusap perutnya dan mengikuti kemauan Kevin demi kebaikan Ayesha. "Panggilkan petugas yang bisa menangani Mbak Mira, Kev. Aku mohon."
Kevin mengangguk kemudian menyuruh asistennya segera mengurus Mira. Mira di bawa kembali ke rumah sakit jiwa dan ternyata rumah sakit itu dulu yang pernah merawat Mira.
Kevin dan Ayesha mencari tau tentang apa yang terjadi pada Mira dan pihak rumah sakit memberi tahu kenapa Mira sampai seperti ini karena perbuatan suaminya yang menjadikan Mira taruhan dan di tiduri secara bergilir oleh teman teman suaminya yang ternyata Hendri.
Ayesha yang tidak tega pun meminta pengobatan terbaik untuk Mira. Hati Ayesha terenyuh saat mendengar teriakan Mira yang berteriak meminta maaf pada Ayesha secara tidak sadar. Ayesha yakin jika Mira pastilah sudah menyesali perbuatannya di masa lalu dan sudah menerima karmanya.
Kevin membawa Ayesha pulang dan menenangkannya.
"Aku ingin Mbak Mira sembuh, Kev. Aku yakin Mbak Mira sudah menyesali semuanya."
"Kamu memaafkannya?"
Ayesha mengangguk. "Aku sudah lama memaafkannya, karena itu aku hidup dengan bahagia karena tidak menyimpan dendam setelah aku bertemu denganmu."
Kevin semakin mencintai Ayesha, Ayesha mempunyai hati yang lembut dan Kevin tidak menyesal menjadikan Ayesha istrinya.
Kevin menceritakan pada Kenzo tentang hal yang terjadi, bahkan Kevin dan Kenzo mendatangi Andrew yang tak lain kakaknya Ayesha untuk memikirkan solusi karena Ayesha tetap ingin membantu pengobatan Mira.
Kevin dan Kenzo begitu terkejut saat mendengar cerita tentang keluarga mantan suami Ayesha itu dari Andrew. Andrew pun meminta ijin pada Kevin untuk mengirimkan beberapa bodyguard untuk menjaga Ayesha dari jauh karena takut sesuatu terjadi pada Ayesha, apalagi Andrew tau jika sikap mantan mertua Ayesha masih belum berubah seolah tidak kapok menjadi orang yang kejam.
"Lebih baik Ayesha jangan terlalu sering keluar rumah, aku hanya takut jika mantan mertuanya masih menyimpan dendam pada Ayesha." Kata Andrew.
Kenzo pun mendukung saran dari Andrew, "Ya, rumah tetap yang teraman untuk Ayesha saat ini."
"Baiklah, aku akan memberi pengertian pada Ayesha." Kata Kevin.
"Bersikap tegaslah sedikit pada Ayesha, Kev." Ucap Andrew. "Demi kebaikan Ayesha." Imbuhnya lagi.
"Ya, akan kulakukan semuanya untuk keselamatan Ayesha dan juga anak anakku."
Sementara itu, Ayesha masih terlihat memikirkan Mira, Ayesha tak menyangka jika Mira menjalani hidup dengan begitu miris.
"Kenapa Ibu begitu kejam? Ku kira Ibu hanya kejam padaku yang menantunya saja, ternyata dengan anak kandungnya sendiripun Ibu tetap bisa kejam sampai menjualnya." Ayesha bergidik ngeri memikirkan hal itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏