
Kenzo hanya bersikap santai saja saat Amanda menatapnya tajam seperti itu seolah olah ia tak mengetahui jika Amanda merasa tidak nyaman dengan sikap Kenzo.
Kenzo memarkirkan kendaraannya di rumah sakit dan akan ikut turun bersama Amanda untuk menemani Cheryl.
"Aku bilang tidak usah, Ken."
"Amanda, aku sedang ada pekerjaan disini, meninjau proyek dan setelah itu aku free. Aku tetap akan menemani Cheryl."
Amanda hanya menghela nafasnya saja, Kenzo sangat keras kepala dan menghadapi Kenzo rasanya seperti menghadapi kekeras kepalaan Cheryl.
"Aku akan mengantar Chery dulu ke playground, dan jika nanti sudah selesai aku akan menjemputnya kembali." Ucap Kenzo tak ingin di bantah.
"Apa aku bisa mempercayaimu? Kita baru mengenal kemarin." Ujar Amanda.
"Tentu saja kau harus percaya padaku. Jika aku berniat jahat, mungkin kemarin aku yang akan menculik Cheryl dan tidak menyerahkan kasus ini pada kepolisian. Bahkan kepolisian tau reputasi keluargaku sangat baik, kau lihat sendiri bukan?"
Amanda hanya terdiam mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Kenzo.
"Kau tau nama keluargaku, kau tinggal mencari di internet pasti akan menemukan alamat rumah orang tuaku dan juga perusahaanku, kau sangat gampang mencariku karena kau sudah sedikit mengenalku." Kenzo terus saja meyakini Amanda yang terus saja terdiam.
"Ayolah, Amanda. Aku ingin menjadi temanmu. Aku jatuh cinta pada mata Cheryl yang begitu mirip dengan mata adikku sewaktu kecil dulu." Kenzo tak berhenti terus terusan meyakini Amanda.
"Kau punya adik?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk. "Aku kembar tiga dan aku yang ke dua. Adik kembarku perempuan satu satunya diantara aku dan saudara kembar Kakakku." Jelas Kenzo.
Amanda menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. "Baiklah, aku akan mempercayaimu." Ucap Amanda lalu mereka turun sama sama untuk masuk ke dalam rumah sakit.
"Princess tunggu." Panggil Kenzo lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
Amanda dan Cheryl pun menoleh. Amanda tidak menyangka jika Kenzo selalu memanggil putrinya dengan panggilan Princess.
"Pakai ini dulu." Ucap Kenzo sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya, kemudian Kenzo berlutut dengan satu lututnya di hadapan Cheryl dan memakaikan masker yang baru saja ia buka dari kemasannya.
"Di rumah sakit banyak virus, tubuhmu masih rentan, harus menjaganya dengan baik." Ucap Kenzo.
Ada perasaan asing yang menelusup ke dalam hati Amanda, entah mengapa hati Amanda merasa menghangat melihat Kenzo yang begitu perhatian pada putri semata wayangnya itu.
__ADS_1
"Telimakasih Uncle." Kata Cheryl dan Kenzo mengusap kepala Cheryl.
Kenzo berdiri lalu menggendong tubuh cheryl yang memang mungil, dan Cheryl seolah tak keberatan dengan hal itu bahkan Cheryl terlihat lebih bahagia lagi.
Bahkan dokter dokter di rumah sakit itu menyapa Kenzo, Amanda pun melihat jika pemilik rumah sakit juga menyapa Kenzo.
"Sepertinya dia bukan sembarang orang." Gumam Amanda.
Amanda meninggalkan Cheryl bersama Kenzo di playground rumah sakit. Tidak lama dari itu, Kenzo juga meninggalkan Cheryl sebentar untuk meninjau proyeknya yang sempat tertunda.
Selama dua jam lebih, Amanda berada di poli untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter gigi anak. Setelah jam praktiknya selesai, Amanda mencoba mencari tau soal Kenzo di internet.
"Ternyata benar, dia bukan anak sembarang orang. Kenzo adalah triplets dari Keluarga Wiguna dan mereka adalah salah satu konglomerat ternama di negara ini bahkan masuk ke dalam daftar konglomerat di Asia." Kata Amanda bermonolog.
"Aku harus menjauhkan Cheryl dari Kenzo, aku tidak ingin Cheryl bergantung pada Kenzo. Pasti Kenzo hanya sekedar mengasihani Cheryl. Cheryl pasti akan merasa sangat kehilangan jika Kenzo nanti tiba tiba saja menghilang." Amanda kembali bermonolog.
Amanda hanya tidak ingin putrinya menaruh harapan tinggi pada Kenzo, Cheryl terlalu haus akan kasih sayang seorang Ayah dan Amanda tidak ingin Cheryl terlalu berharap pada Kenzo.
"Uncle, lihatlah gambalku." Kata Cheryl menunjukan sebuah gambar pada Kenzo.
"Rumah siapa ini?" Tanya Kenzo.
"Lumahku dan Mama, kalau sudah besal, aku mau belikan Mama lumah yang besal, yang ada halamannya." Kata Cheryl berceloteh.
Kenzo tersenyum miris mendengar hal itu, Kenzo mengusap kepala Cheryl dengan lembut. Entah bagaimana kehidupan Amanda yang hamil, melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri dengan finansial yang mungkin saat itu serba kekurangan.
Amanda datang menghampiri Cheryl yang tengah bersama Kenzo. Amanda juga melihat keakraban yang terjalin antara Kenzo dan Cheryl.
"Sudah selesai?" Tanya Kenzo dengan begitu perhatian.
Amanda membeku di perhatikan seperti itu. Sebagai wanita dewasa, Amanda pun ingin deperhatikan dan diperlakukan lembut seperti ini. Banyak pria yang menatap nya seolah merendahkan hanya karena Amanda melahirkan seorang anak tanpa tau siapa Ayahnya, membuat para pria berpikir jika Amanda adalah wanita murahan yang bisa jatuh ke satu pelukan ke pelukan pria lainnya hingga tidak mengetahui siapa ayah dari anaknya itu. Padahal kenyataan sebenarnya tidak seperti itu, Amanda tidak sadar saat di tiduri seseorang dan membuatnya hamil tanpa tau siapa yang harus bertanggung jawab padanya.
"Hei...." Kenzo melambai lambaikan tangannya di depan wajah Amanda membuat Amanda terkesiap.
"Ah ya. Ayo." Kata Amanda menetralisir kegugupannya.
Kenzo membantu Cheryl merapihkan isi tas nya kemudian menggendongnya.
__ADS_1
"Kiss me, Ryl..." Kata Kenzo dan Cheryl mengecup pipi Kenzo lalu melingkarkan tangannya di leher Kenzo.
Amanda hanya bisa diam melihat kehangatan yang di berikan oleh Kenzo pada putrinya itu.
"Kita mau kemana, Uncle?" Tanya Cheryl.
"Kita akan ke restoran dulu. Aku ada pertemuan dengan klien Uncle sebentar ya." Jawab Kenzo.
"Ken, antar kami pulang saja, nanti kami malah mengganggu pekerjaanmu."
"Tidak, Amanda. Ini hanya pertemuan kecil dan hanya sebentar saja." Jawab Kenzo.
Jawaban Kenzo yang begitu lembut membuat Amanda bagaikan terhipnotis lalu menurut begitu saja. Kenzo pun menjalankan mobilnya ke sebuah restoran dan kembali menggendong Cheryl saat masuk ke dalam restoran.
"Ken.." Amanda terkesiap saat Kenzo juga menggenggam tangannya sementara Kenzo hanya memberikan senyumnya saja.
Hingga mereka tiba di sebuah meja yang terdapat seorang pria paruh baya dan wanita yang mungkin seumur dengan Kenzo.
Kenzo menarik kursi untuk di duduki oleh Amanda sementara dirinya duduk masih dengan memangku Cheryl.
"Apa kabar Tuan Willy?" Sapa Kenzo dan pria paruh baya bernama Willy itu hanya tersenyum.
"Apa ada masalah dengan kerjasama kita?" Tanya Kenzo yang memang terkenal enggan berbasa basi dan slalu bicara langsung ke permasalahan intinya.
"Ah, tidak ada tuan Kenzo. maksudku mengundangmu makan siang untuk ku perkenalkan dengan putri bungsuku, Riana." Jawab Willy.
Kenzo tampak tenang menghadapi situasi yang sebenarnya tidak ia sukai. "Apa kabar Nona Riana, senang berkenalan denganmu."
Riana tersipu malu malu, merasa impiannya terwujud berkenalan dengan seorang Kenzo King Wiguna, apa lagi jika dirinya sampai menjalin hubungan dengannya.
"Papa, aku haus." Ucap Cheryl membuat seluruh mata memandang ke arah Cheryl yang berwajah polos tapi tidak dengan Kenzo yang seolah tersenyum penuh kemenangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makasih untuk yang sudah memberikan vote hari ini untuk novelku ini.
Support dari kalian adalah semangat untukku, dobel Up hari ini khusus untuk kalian yang sudah baik hati dan slalu mendukung karyaku.
__ADS_1