Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 82


__ADS_3

"Maaf Pak Sakha, saya membuat keributan." Kata Keysha namun di setiap kata katanya tidak terdengar nada penyesalan.


"Tidak apa Key, aku tau kamu hanya mempertahankan harga dirimu saja." Balas Sakha. "Yang tadi itu keren sekali." Sakha tersenyum dan Keysha mencebik.


"Keren apanya? Belum keren jika aku masih menggunakan kekuasaan keluargaku."


Sakha semakin kagum pada sosok Keysha, dimatanya Keysha wanita tangguh dan behitu hebat.


"Beri aku waktu dua hari, untuk menyelesaikan pekerjaanku tadi, Pak." Pinta Keysha memohon.


"Aku percaya padamu, Key. Selesaikan pekerjaanmu lalu berikan pada pihak produksi. Aku yakin pekerjaanmu sudah baik sekali tanpa harus kamu persentasikan padaku." Balas Sakha.


Keysha mengangguk paham, "Terimakasih sudah percaya padaku."


"Kalau begitu, temani aku makan siang, setidaknya kita bisa sambil membicarakan konsep tim mu sebelum naik produksi sebagai gambaranku." Ajak Sakha dan Keysha tidak menolaknya.


"Baiklah Pak."


"Key, panggil aku Sakha saja."


"Tapi ini kantor, Pak. Tidak enak di dengar karyawan lain."


"Baiklah, tapi selangkah keluar dari kantor, kamu harus memanggilku Sakha saja ya."


Keysha mengangguk, "Aku akan menunggu di loby." Kata Keysha yang di angguki oleh Sakha.


Keysha mengambil tas nya kemudian menunggu Sakha di depan loby, tak lama kemudian Sakha menyusul dan mereka masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan di depan loby.


Sakha mengemudikan mobilnya sendiri dan Keysha duduk percis di samping kemudi.


"Punya rekomendasi restoran terenak, Key?" Tanya Sakha pada Keysha.


"Bagaimana jika restoran seafood, sudah lama aku ingin makan seafood."


Sakha terdiam karena suatu hal, namun ia tidak ingin menolak restoran yang di rekomendasikan oleh Keysha apalagi Keysha begitu ingin memakannya. Sakha hanya mengangguk lalu menuju restoran yang di tunjukan oleh Keysha.


Mereka tiba di restoran seafood dan duduk berhadapan dengan terhalang meja. "Mau makan apa?" Tanya Sakha.


"Kerang mix asam manis, tapi banyakin kerang bambu nya ya, udang saus padang, cumi goreng tepung dan kangkung balacan." Ucap Keysha tanpa melihat buku menunya. "Oh ya, ikan bakar nya juga ya."

__ADS_1


Sakha hanya tersenyum melihat Keysha yang memesan berbagai menu tanpa melihat menunya, seperti sudah sangat hapal sekali isi menu di restoran itu.


"Kamu hapal sekali menu disini?" Tanya Sakha membuka obrolan.


Keysha mengangguk. "Dulu aku sering makan disini sama Kak Zein. Dan kerang bambu asam manis adalah makanan favorit Kak Zein."


Sakha tersenyum namun Keysha terlihat sendu.


"Maaf aku mengajakmu kesini." Lirih Keysha.


"Tidak apa. Aku jadi tau makanan favoritmu juga kan."


Setelah makanan datang, Keysha langsung makan dengan lahapnya. Sementara Sakha terlihat ragu ragu memakannya meski Sakha juga ikut memakannya sedikit.


Sakha hanya tersenyum melihat Keysha yang memakan seafood dengan begitu ahli. Sementara Keysha yang menyadari jika Sakha hanya makan sedikit, berpikir jika Sakha tidak biasa makan seafood seperti ini mengingat Sakha besar di luar negri.


Keysha pun menyelesaikan acara makannya dan kini mereka berbincang santai, "Aku sempat berpikir kamu menghindariku karena latar belakangku." Lirih Sakha dan membuat Keysha melihat ke arah Sakha.


"Tidak ada yang mau dekat denganku setelah tau jika aku adalah anak haram keluarga Abimana yang terpaksa kembali karenya hanya aku pewaris tunggal Abimana setelah Kak Zein meninggal." Kata Sakha lagi dan Keysha mendengarkannya sampai akhir.


"Maaf jika membuatmu tak nyaman, Key. Tapi bisakah kita menjadi teman?" Sakha menatap penuh harap pada Keysha.


Keysha mengangguk, "Ya, kita teman dan juga partner kerja." Jawabnya tanpa memberi harapan lebih.


**


Kenzo mengikuti mobil yang membawa Amanda menuju luar kota, setelah tiba di sebuah hotel, Amanda segera menghadiri seminar di hari pertamanya.


Amanda menyempatkan meminum vitamin untuk kandungannya lalu mengusap perutnya. "Bekerjasamalah dengan Mama ya, Nak. Seperti Kaka Cheryl dulu yang tidak rewel sama sekali jika diajak Mama bekerja." Gumamnya sambil tersenyum.


Sementara itu Kenzo langsung mendatangi resepsionist untuk meminta kunci cadangan, beruntung seminar itu di gelar di hotel rekanan WG grup dan membuat Kenzo dengan mudah mendapatkan kuncinya.


Kenzo masuk ke dalam kamar yang Amanda akan tempati nanti. "Ck, kamar nya kecil sekali." Kata Kenzo lalu Kenzo mengistirahatkan tubuhnya karena kembali merasakan mual.


Menjelang sore, Seminar di hari pertama selesai dan Amanda segera menuju kamarnya karena merasa lelah. Amanda masuk setelah pintu terbuka dan menutupnya, namun Amanda berteriak saat seseorang memeluknya dari belakang.


"Siapa kau, Tolong...." Teriak Amanda.


"Honey, ini aku, Suamimu." Kata Kenzo membuat Amanda mendelik lalu menghadap ke arah Kenzo.

__ADS_1


"Kamu, ngapain disini?" Tanya Amanda.


"Menyusulmu." Jawab Kenzo tanpa rasa bersalah.


"Koq bisa masuk?"


"Hotel ini masih rekanan WG Group, sayang. Dan suamimu ini adalah CEO WG Group."


Amanda menghembuskan nafas beratnya lalu melangkah masuk menuju tempat tidur. "Bukannya di rumah saja ngurus Cheryl."


"Cheryl sudah banyak yang mengurus, Sayang. Aku tidak ada yang mengurus." Jawab Kenzo dengan random.


Amanda menahan senyumnya, ternyata Kenzo pun sangat lucu jika sedang manja seperti ini, seolah tidak mau jauh dari Amanda dan Amanda tau ini karena kehamilan simpatiknya yang membuat Kenzo seperti ini.


Amanda duduk bersandar di atas tempat tidur dan memijat kakinya yang merasa pegal. Kenzo dengan segera meraih kaki Amanda lalu meletakannya di atas paha Kenzo dan memijatnya.


"Bu dokter pegel ya?" Tanya Kenzo sambil memijat pelan kaki Amanda.


Diperlakukan seperti itu membuat Amanda mengulum senyumnya, bahkan Kenzo bisa semanis Cheryl.


"Akhir akhir ini aku merasa lebih sering pegal di bagian kakiku." Kata Amanda.


"Kalau begitu kamu harus bilang padaku, aku akan membantumu memijat kakimu." Balas Kenzo dan Amanda tersenyum karenanya.


Mereka berbincang ringan hingga Amanda tertidur dan Kenzo membantu membenarkan posisi Amanda. Kenzo mengusap perut Amanda dan menciumnya seolah menyapa bayi yang berada di dalam perut Amanda.


"Bertumbuhlah dengan baik, Sayang. Tidak apa jika Papa harus bersusah payah merasakan mual ini asalkan kalian dan Mama sehat." Ucap Kenzo dengan lirih. Kenzo yakin jika Amanda mengandung bayi kembar, entah dari mana keyakinan itu namun Kenzo seolah sudah tau jika Amanda mengandung anak kembar.


Kenzo pun ikut tidur bersama Amanda, memeluknya dan menghirup aroma tubuh Amanda yang begitu menenangkan untuk Kenzo.


"I love you, Amanda. I love you so much." Gumam Kenzo sambil mencium puncak kepala Amanda dan mengeratkan pelukannya.


Amanda pun membalas pelukan itu, entah sadar atau tidak, tiba tiba saja Amanda pun bergumam, seolah membalas ungkapan hati Kenzo. "I love you too, Papa Cheryl." Membuat Kenzo membeku seketika lalu menarik sudut bibirnya tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiks Yang kasih vote dikit, aku tuh jadi gak semangat mau crazy Up..


Yang Komentar juga dikit nih, lanjut jangan ya? 🤔

__ADS_1


__ADS_2