Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 45


__ADS_3

Keesokan harinya, Ayesha bangun dan tidak mendapati Kevin di sampingnya. Ayesha tau kebiasaan Kevin yang slalu bangun pagi dan berolah raga meski hanya berlari di atas treadmill nya saja. Ayesha segera membersihkan diri dan memakai bathtrub karena ia bingung harus memakai pakaian apa untuk pulang nanti.


Kevin kembali ke kamarnya dan melihat Ayesha yang sudah terlihat lebih segar dan wangi.


"Kev, aku harus pakai pakaian apa?" Tanya Ayesha.


Kevin mendekat ke arah Ayesha dan menarik pinggangnya agar mau menempel dengan dirinya, Kevin juga mengecup sekilas bibir Ayesha.


"Kamu lupa ya pernah tingga di sini? Pakaianmu masih ada di lemari di kamarmu dulu, dan satu bulan sekali selalu aku laundry agar tetap bersih." Kata Kevin membuat Ayesha mengernyit heran.


"Masih ada?"


Kevin mengangguk.


Ayesha memukul pelan dada bidang Kevin, "Kenapa tidak bilang dari semalam, aku tidak perlu pakai pakaianmu semalam."


Kevin tertawa. "Malah harusnya aku membiarkanmu tidak memakai sehelai benangpun."


"Ishh, mesummm" Kata Ayesha lalu meninggalkan kamar Kevin untuk menuju kamarnya yang dulu.


Benar saja, pakaian itu masih tersusun rapih dan wangi, Kevin benar benar menjaga milik Ayesha dulu. Ayesha segera berpakain dan merias dirinya dengan make up yang ia bawa di tasnya.


Ayesha segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun ternyata Kevin sudah menyiapkan semuanya dan Ayesha hanya tinggal duduk manis saja menikmatinya.


Kevin menyusul Ayesha ke meja makan dan mencium puncak kepala Ayesha sebelum Kevin duduk di samping Ayesha. Perhatian kecil itu membuat Ayesha merasa begitu di perhatikan dan jantung Ayesha selalu berdebar dengan kencang.


Selesai sarapan bersama, mereka kembali ke pulang kota untuk mengantar Ayesha pulang. Namun Ayesha begitu terkejut saat melihat rumahnya sudah di dekorasi dengan serba putih speerti akan di gelar sebuah acara di kediaman kedua orang tuanya.


"Daddy bikin acara apa?" Tanya Ayesha yang terdengar oleh Kevin.


"Ayo masuk dan cari tau." Kata Kevin dengan santainya.


Ayesha masuk dan Tanisha menyambutnya. "Ay.."


"Mom, ada apa ini?" Tanya Ayesha.


"Kamu akan di lamar."


Mendengar hal itu Ayesha terkejut. "Dilamar siapa, Mom? Ayesha tidak mau." Ucapnya dengan panik.


"Kenapa Mommy menerima lamaran pria lain tanpa seijin Ayesha? Ayesha gak mau Mom."


Andrew datang menghampiri Ayesha lalu merangkul pundak Ayesha. "Ada apa?" Tanya nya.

__ADS_1


"Kak, Mommy dan Daddy menjodohkan aku dengan pria lain tanpa seijinku, aku tidak mau, Kak. Tolong bantu aku." Pinta Ayesha.


"Mommy dan Daddy tidak menjodohkanmu, hanya saja ada keluarga dari seorang pria yang katanya akan melamarmu hari ini, Ay."


"Tapi aku tidak mau, Kak." Kata Ayesha dengan keras kepala.


"Kau pulang bersama siapa?" Tanya Andrew yang membuat Ayesha baru mengingat kembali keberadaan Kevin, Ayesha melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan keberadaan Kevin, Ayesha bahkan berlari ke luar teras untuk mencari mobil Kevin namun tidak menemukannya.


"Kevin kemana? Kevin pasti kecewa karena tau aku akan di lamar pria lain." Gumam Ayesha yang semakin panik.


Ayesha ingin meninggalkan rumah orang tuanya dan menyusul Kevin namun Egi menahannya.


"Bang, lepas." Kata Ayesha memberontak.


"Maaf Nona, saya hanya mengikuti perintah Tuan Andrew."


"Tapi aku harus menyusul Kevin, Bang." Pinta Ayesha.


"Maaf Nona, saya hanya ingin mengingatkan Nona, jangan mengulangi kesalahan Nona yang dulu, meninggalkan keluarga Nona hanya karena seorang pria." Kata Egi memperingatkan, membuat Ayesha terdiam dan tidak memberontak lagi.


Andrew menghampiri Ayesha dan membawanya ke kamar, Andrew juga berusaha mengajak bicara Ayesha dengan baik baik.


"Ay..."


"Lamaran ini bukan perjodohan. Daddy dan Mommy tidak akan memaksamu. Mereka hanya menerima niat baik satu keluarga yang begitu ingin melamarmu, namun keputusan tetap ada di tanganmu, mau kau tolak atau kau terima itu adalah keputusanmu dan kami tidak akan ikut campur."


Ayesha menatap wajah Andrew. "Boleh jika aku menolaknya?"


Andrew mengangguk. "Itu hak mu."


"Lalu bagaimana jika Daddy malu dan keluarga pria itu malu?"


"Mereka tidak akan malu karena tidak ada wartawan yang meliput."


Ayesha diam dan berpikir. Ia ingin sekali mengatakan jika dirinya dan Kevin menjalin kasih, namun Ayesha ingin menyelesaikan dulu masalah yang diluar dugaannya ini.


Ayesha dengan terpaksa mengikuti apa kata Andrew, ia memakai gaun yang sudah di siapkan oleh Tanisha dan di rias begitu cantik oleh MUA ternama.


Ayesha mengirimkan sebuah pesan untuk Kevin.


"Kev, jangan marah, aku bisa jelaskan semuanya nanti."


Namun pesan dari Ayesha hanya dibaca saja oleh Kevin dan Kevin tak kunjung membalasnya.

__ADS_1


Ayesha berpikir jika Kevin tengah marah padanya, jika nanti acara lamaran ini sudah selesai dan Ayesha menolaknya, Ayesha akan langsung pergi ke rumah Kevin, bila perlu kembali ke apartement Kevin meski jauh akan Ayesha datangi.


Andrew masuk kembali ke kamar Ayesha, dan di lihatnya sang adik yang tengah gelisah.


"Ayo kita turun, keluarga yang akan melamarmu sudah tiba di bawah." Ajak Andrew.


"Aku tidak enak jika menolaknya, Kak. Apa tidak bisa diwakilkan oleh Kakak saja?"


Andrew menggelengkan kepalanya, "Kamu yang di lamar, harus kamu juga yang memberikannya jawaban."


Ayesha hanya bisa pasrah, mau tidak mau Ayesha harus menghadapi ini. Sedari tadi Ayesha pun mencoba menghubungi Kevin namun Kevin tidak menjawabnya, Ayesha juga mengubungi Kenzo untuk memintanya bantuan namun Kenzo juga seolah hilang di telan bumi.


"Ayo, Ay. Tidak enak membiarkan mereka menunggu lama." Ajak Andrew.


Ayesha dengan langkah berat mengikuti Andrew.


"Senyum dong, jangan di tekuk gitu wajahnya. Kayak mau di nikahin paksa aja." Ledek Andrew.


"Kan sama aja, ini mau di lamar paksa." Balas Ayesha sekenanya.


"Kan bisa di tolak, gak memaksa." Ucap Andrew dan Ayesha hanya mencebik.


Andrew dan Ayesha jalan beriringan menuruni anak tangga. Entah mengapa Ayesha merasa gugup padahal ia akan menolak lamaran dari keluarga yang Ayesha sendiri tidak mengenalnya.


Ayesha berjalan menuju taman belakang yang sudah di hias sedemikian rupanya, bertabur bunga mawar putih kesukaan Ayesha dan warna putih juga abu mendominan dekorasinya, perpaduan dua warna favorit Ayesha dan seseorang yang akan melamarnya.


"Rasanya aku ingin kabur saja, Kak." Kata Ayesha.


"Kabur kemana? Jika kamu kabur kamu akan menyesal, Ay."


"Iya, aku tau." Jawab Ayesha.


"Bersikaplah baik nanti. Setidaknya jika nanti kamu menolaknya, berilah kesan yang baik dan tidak mempermalukan Daddy."


"Tapi Daddy tidak akan marah kan, Kak?"


Andrew mengerdikan bahunya, "Daddy sih tidak akan marah, tapi jika Kakak menjadi kamu, Kakak sih tidak akan menolak lamaranya."


"Aku penasaran, pria mana yang mau sama wanita janda sepertiku. Datang melamar dadakan seperti tahu bulat." Kata Ayesha namun sedetik kemudian Ayesha menghentikan langkahnya saat ia melihat banyak orang dan di antaranya adalah.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf beberapa hari ini aku hanya bisa Up 1 Bab ya, posisiku lagi jaga Ibu di rumah sakit, tapi besok lebaran aku juga tetap Up koq walaupun 1 Bab.

__ADS_1


__ADS_2