
Kenzo dan Amanda pun bertukar nomer ponsel. Kenzo berjanji pada Cheryl akan mengajaknya ke taman bermain jika Amanda libur. Tentu saja Amanda merasa tak enak akan hal itu.
Kenzo juga mengantar Amanda hingga ke apartementnya meski Amanda tidak menawarinya untuk mampir. Setidaknya Kenzo sudah tau di mana Amanda tinggal dan juga tempat bekerjanya.
Setelah mengantar Amanda dan Cheryl ke apartemen nya, Kenzo segera mendatangi rumah sakit besar untuk mengajukan test DNA. Kenzo menyerahkan sampel rambut Cheryl juga rambut miliknya.
Tiga hari lagi, test DNA itu akan keluar hasilnya dan Kenzo harus bersabar untuk hal itu.
**
"Terus, Sayang.. Akhh kamu enak sekali." Racau Kevin yang sedang menikmati pergumulan panasnya bersama Ayesha di siang hari.
Ayesha yang polos kini seolah menunjukan sisi liarnya bersama Kevin. Bersama Kevin, Ayesha dapat mengeksplore dirinya dan begitu percaya diri saat melayani Kevin. Kevin tanpa malu mengajari Ayesha banyak hal hingga Ayesha menguasai beberapa gaya yang Kevin sukai dan tentu saja hal itu membuat hubungan mereka semakin harmonis.
Kevin membalikan Ayesha yang berada di atasnya dan menjadi dibawah kungkungannya saat merasakan milik Ayesha yang sudah semakin menjepit, menandakan jika Ayesha sudah mendapatkan pelepasannya untuk kesekian kalianya dan kini terlihat mulai melemah.
"Faster, By..." Ucap Ayesha.
"I'm yours, Baby..." Balas Kevin dan mempercepat gerakannya hingga Kevin pun mencapai pelepasannya lalu menyemburkan semuanya di dalam rahim Ayesha.
Nafas mereka saling tersengal dan mereka pun saling mengucapkan kata cinta sebagai tanda mengakhiri aktifitas panas mereka.
Tok.. Tok... Tok...
"Kev...."
"Sepertinya itu, Kenzo." Kata Ayesha.
"Mengganggu saja dia itu." Dengus Kevin.
Ayesha segera ke dalam kamar mandi dan Kevin memakai boxernya lalu membuka pintu.
Kenzo mengernyitkan dahinya saat melihat Kevin yang hanya memakai boxer dengan rambut acak acakan.
"Ini masih siang dan kau melakukannya?" Tanya Kenzo.
"Hei, kami pengantin baru dan wajar jika melakukan hal itu." Balas Kevin dengan random.
"Oh my God."
"Ada apa? Cepatlah, aku mau mandi bersama Ayesha."
Mendengar hal itu, Kenzo hanya mendelik.
"Cepat katakan." Kata Kevin.
__ADS_1
"Aku menemukannya, aku menemukan wanita itu, Kev."
"Kalau begitu, kejarlah. Aku mau mandi dulu bersama Ayesha. Lanjutkan ceritamu nanti." Ucap Kevin kemudian menutup pintu kamarnya.
Kenzo hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah absurd saudara kembarnya itu.
Kevin menyusul Ayesha setelah menutup pintu kamar. Ayesha melihat ke arah Kevin dan segera bergeser di dalam bathtub agar mendapatkan posisi favoritnya, yakni bersandar di dada bidang Kevin dan Kevin memeluk Ayesha dari belakang.
"Apa ada hal penting, By?"
Kevin mengangguk dan Ayesha merasakannya meski tidak melihatnya. "Ken menemukan wanita yang sudah lima tahun ini di carinya."
"Sepertinya wanita itu spesial sekali." Kata Ayesha.
"Ya, Kenzo tidak sengaja menidurinya dan sejak saat itu Kenzo terus mencarinya karena perasaan bersalah. Tapi menurutku bukan karena perasaan bersalah, melainkan karena Ken memang sudah jatuh cinta pada wanita itu." Jelas Kevin.
"Semoga Ken berjodoh dengan wanita itu." Ucap Ayesha yang di angguki oleh Kevin.
Saat malam merekapun makan malam bersama, dan selesai makan malam bersama, seperti biasa mereka saling bercengkrama di teras belakang rumah sambil menikmati udara malam dan beberapa cemilan.
"Jadi kau sudah menemukannya?" Tanya Kevin yang menghamipiri Kenzo saat Kenzo mengambil minuman di dapur.
"Dan aku sudah melakukan test DNA pada putri kecil yang aku yakini adalah maha karyaku, Kev." Jawab Kenzo.
"Kurasa seperti itu, dan kau tau Kev apa yang membuatku menyesal?"
"Apa?" Tanya Kevin.
"Ternyata dia anak yatim piatu dan berasal dari sebuah panti asuhan, dia tidak memiliki keluarga dan anakku hampir saja menjadi korban penculikan." Ucap Kenzo lalu menceritakan detailnya saat kejadian hari ini.
Kevin mendengarkannya dengan seksama. Kevin bisa menjadi pendengar yang baik saat Kenzo bercerita soal apapun itu. Terlebih rahasia besar Kenzo juga hanya Kevin yang mengetahuinya.
"Dia anak yatim piatu dan berasal dari panti asuhan. Tapi dia bisa berkuliah di luar negri?" Tanya Kevin yang merasa janggal.
"Sepertinya dia mendapat bea siswa, orang orangku sedang menyelidikinya mengapa saat itu ia bisa sampai ada di hotel club, perasaanku mengatakan, jika dia tengah di jebak oleh seseorang."
Kevin mengangguk karena jawaban itu memang paling masuk akal. "Kapan hasilnya keluar?"
"Lusa."
"Aku akan menemanimu saat hasilnya keluar."
"Thanks, Kev."
Kenzo memperlihatkan isi ponselnya pada Kevin yang terdapat foto foto Cheryl yang sengaja diambilnya saat Amanda tengah ke toilet tadi.
__ADS_1
"Dia mirip Key sewaktu kecil." Kata Kevin memperhatikan bahkan sampai mengzoom layar ponsel Kenzo.
"Benarkah?" Kenzo juga baru memperhatikannya. "Ya, mirip Key di bagian mata nya dan Mata Key mirip dengan mataku, bukan?"
Kevin mengangguk, "Tanpa test DNA pun aku yakin dia memang putrimu, Ken."
Sementara itu di apartement kecil yang Amanda sewa untuk menjadi tempat berteduh bersama putri kecilnya. Amanda mencoba mengingat ingat Kenzo. Baginya Kenzo tidak asing, seperti pernah bertemu namun entah dimana. Wangi parfum Kenzo seperti tak asing di indera pernciuman Amanda, namun Amanda masih belum bisa mengingatnya.
Keesokan harinya, Amanda tengah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Cheryl pun terpaksa harus ikut karena tidak memiliki lagi seorang pengasuh dan tidak mudah bagi Amanda untuk bisa memakai jasa pengasuh lagi.
Amanda dan Chery turun ke loby apartement dan menunggu di halte untuk menaiki bus. Amanda tidak memiliki kendaraan karena ia terlalu takut untuk membawa kendaraan sendiri.
"Amanda..." Kenzo memanggil Amanda yang tengah menunggu bus datang.
"Uncle Ken." Teriak Chery dengan bersemangat.
"Ayo naik." Ajak Kenzo dan Cheryl pun merengek pada Amanda untuk naik ke mobil Kenzo.
Amanda pun mengikutinya meski ia merasa canggung dan juga malu.
"Hai Princess." Sapa Kenzo dan tiba tiba saja Kenzo menyodorkan pipinya untuk di cium oleh Cheryl.
Cheryl tanpa ragu mencium pipi Kenzo. "Hai juga Uncle Ken." Sapa Cheryl.
"Tidurmu nyenyak?" Tanya Kenzo dan Cheryl mengangguk.
"Kau mau ke rumah sakit?" Tanya Kenzo pada Amanda.
Amanda mengangguk. "Aku ada parktek di poli."
"Biar aku yang menjaga Cheryl." Kata Kenzo.
"Tidak perlu. Cheryl bisa bermain di rumah sakit, disana ada playground, aku hanya praktik dua jam saja."
"Dua jam bagi anak seusia Cheryl itu lama, setidaknya jika bersamaku, Cheryl tidak bosan."
"Tidak usah, Ken. Aku tidak ingin Cheryl nanti bergantung padamu. Cheryl sangat peka, ia akan menganggap semua pria adalah ayahnya jika terlalu dekat dengannya." Jawab Amanda.
"Itu tidak masalah, Cheryl bisa menganggapku sebagai Papanya jika dia mau." Balas Kenzo yang membuat Amanda menatap ke arah Kenzo yang sedang fokus dengan kemudinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai teman teman Reader.. Mulai hari ini aku akan coba rajin Update seperti biasa, menyibukan diri kembali setelah satu minggu di selimuti duka.
Mumpung senin, aku minta jatah Vote nya ya, nanti sore aku coba Up lagi kalau Vote ku naik, karena dengan naiknya Vote dan banyaknya komentar membuatku semakin semangat dalam menulis 🤗
__ADS_1