Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 94


__ADS_3

"Bolehkah, Key?" Tanya Sakha ambigu.


Keysha yang juga wanita dewasa pun mengerti akan hal itu, tidak Keysha pungkiri jika Keysha pun menginginkan lebih. Soal perasaan, mungkin Keysha sudah mencintai Sakha namun belum berani mengatakannya.


Keysha yang bagai terhipnotis dengan tatapan lembut Sakha, mengangguk seketika. Namun entah mengapa Sakha menggelengkan kepalanya, membuat Keysha merasa heran.


"Kenapa?" Tanya Keysha


"Aku takut kamu sakit lagi, kamu baru saja sembuh."


"Tapi aku juga ingin mencobanya." Ucap Keysha dengan Jujur.


"Really?"


Keysha mengangguk. "Kita sudah resmi menjadi suami istri."


Sakha menatap dalam mata Keysha, sejak pertama kali melihat Keysha, Sakha memang sudah jatuh hati pada Keysha, terlebih apa kata Zein membuat Sakha tidak bisa mengabaikan Keysha.


Sakha kembali mencium bibir Keysha, Keysha pun membalas bahkan Keysha menarik kerah baju Sakha hingga posisi Sakha berada di atas Keysha. Tangan Sakha pun memberanikan diri membuka satu persatu kancing kemeja Keysha hingga terbuka sempurna. Tangan Sakha menyelinap masuk ke dalam pembungkus dua gunung kembar dan mulai merrem*mas salah satunya.


Bibir Sakha mulai menelusuri leher jenjang Keysha, membuat Keysha menggelinjang saat Sakha menyentuh titik titik sensitif Keysha.


"Heummm Khaaaa..."


Sakha semakin tak terkendali saat mendengar suara merdu Keysha yang menyebut namanya, membuat Sakha semakin panas dan bergairah. Sakha melepas pakaian yang melekat di tubuh Keysha, hingga memperlihatkan tubuh mulus nan putih bagai susu.


"Kamu indah sekali, Baby..." Lirih Sakha kemudian mencium gemas pipi Keysha.


"Milikmu." Ucap Keysha membuat Sakha meraskaan kebahagiaan.


Sakha pun melepas tshirt yang sedang dipakainya dan melemparnya secara asal. Tubuh atas mereka sudah sama sama sama polos dan kulit mereka saling bersentuhan. Sakha asik bermain di dua gunung kembar Keysha, menyesapnya silih berganti.


Perlahan ciuman Sakha turun ke bawah, bermain sebentar di area perut sambil mencoba menurunkan rok dan segitiga pengaman milik Keysha. Ciuman Sakha pun semakin turun kebawah, tanpa ragu meraup bagian inti Keysha dan memainkannya dengan lidahnya. Keysha semakin menggelinjang, Keysha pun menjepit kepala Sakha denga kedua pa*ha nya, tak lama kemudian keluar aliran hangat, Keysha mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Nafas Keysha terengah engah, Sakha segera membuka pakainnya yang tersisa dan kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Keysha, melihat wajah Keysha yang terlihat sayu dan seksi membuat Sakha berhenti sejenak menikmati pemandangan indah di matanya.


"Kamu cantik, betapa beruntungnya aku mendapatkanmu sebagai istriku." Ucap Sakha membuat Keysha membuka kelopak matanya.


"Kha...."


"Hem...." Sakha merapihkan rambut Keysha yang sedikit berantakan.


"Sepertinya aku sudah mencintaimu." Kata Keysha membuat Sakha tersenyum lebar.


Sakha mengecup kening Keysha dengan sayang, kemudian kembali mencium bibir Keysha dengan lembut. Keysha pun membalas ciuman itu.

__ADS_1


"Aku mulai ya." Kata Sakha setelah melepaskan pagutannya.


"Aku takut, Kha."


"Kenapa?"


"Katanya sakit."


Sakha tersenyum, "Beri tahu aku jika aku menyakiti, ini juga pengalaman pertamaku. Aku juga takut menyakitimu."


Keysha mengangguk, ia merasa bersyukur karena mendapatkan pria baik seperti Sakha, bahkan Sakha tidak seperti kedua saudara kembar Keysha yang suka bermain wanita sebelum menikah dulu.


Sakha menciumi leher jenjang Keysha dan Keysha menengadahkan kepalanya membuat Sakha leluasa menciuminya, Sakha bagai mabuk kepayang mencium aroma tubuh wangi Keysha yang membuatnya menjadi candu.


Sakha pun perlahan memasukan pusakanya ke bagian inti Keysha, membuat Keysha seketika mencengkram erat pinggang Sakha.


"Maaf, Sayang..." Ucap Sakha.


Keysha mengangguk dan tersenyum. Kemudian Sakha memulainya kembali dan Keysha refleks menggigit bahu Sakha. Namun Sakha tidak keberatan akan hal itu. Sakha dapat merasakan aliran hangat yang keluar ke dua kalinya dari bagian inti Keysha.


"Maaf." Kata Sakha sekali lagi sambil merapihkan anak rambut Keysha. "Sakit sekali, ya?" Tanya Sakha penuh khawatir.


Keysha mengangguk.


Sakha menciumi wajah Keysha bertubi tubi, kemudian dengan perlahan Sakha memulai permainannya, meski masih sama sama kaku, Sakha dapat melakukannya dengan baik.


Perlahan rasa sakit itu berganti menjadi rasa nikmat, suara desya*han dan erangan silih bersahutan menggema di dalam kamar Sakha yang sudah menjadi kamar mereka berdua.


Sakha segera menyudahi permainannya mengingat hal itu adalah pengalaman pertama bagi Keysha, ia tidak ingin membuat Keysha merasa tak nyaman meski Keysha sudah membuatnya menjadi candu.


Nafas mereka saling memburu, perlahan Sakha melepaskan penyatuannya dan pindah ke samping Keysha, tangan Sakha terulur mengusap keringat di wajah cantik Keysha.


"Baby.... I love you." Bisik Sakha dan membuat Keysha sedikit tersenyum.


"Aku mau mandi, Kha."


Sakha mengangguk, Keysha menurunkan kakinya dan merasakan sakit di bagian intinya.


"Awsshhh..." Rintih Keysha membuat Sakha segera turun.


"Sakit ya?"


Keysha menggigit bibir bawahnya, "Perih, Kha. Sepertinya aku tidak bisa berjalan." Ucap Keysha.


"Aku gendong ya." Kata Sakha lalu tanpa menunggu setuju, Sakha menggendong Keysha ala bridal.

__ADS_1


Sakha dan Keysha sama sama berendam air hangat untuk merileksasikan tubuhnya setelah mereka memadu kasih.


Sakha terus saja menciumi bahu mulus Keysha yang terpampang nyata di hadapannya karena Keysha menggelung rambutnya tinggi dan posisi Keysha yang membelakangi Sakha.


"Khaa, geli..." Kata Keysha sambil menggoyangkan bahunya.


"Biar kamu lupa sama rasa sakitnya." Ucap Sakha.


"Udah lupa koq, kan tadi udah ganti jadi rasa enak." Jawab Keysha dengan random.


Sakha tertawa, "Kamu gemesin banget."


"Iya dong, kan istri kamu." Ucapnya lagi membuat Sakha mengeratkan pelukannya.


Keysha pun tanpa ragu bersandar di pelukan Sakha.


"Kha..."


"Hemm..."


"Aku ingin hubungan kita segera di publikasi, bagaimana menurutmu?" Tanya Keysha.


"Ya, aku juga begitu ingin, Baby." Sakha menjeda kalimatnya sejenak. "Jika dalam satu bulan ini, kasus Kak Zein tidak ada kemajuan, aku akan mempublikasinya, aku juga tidak ingin merahasiakan ini, apa lagi di kantor." Ucap Sakha.


Keysha merasa bahagia karena Sakha mempunyai pikiran yang sama dengannya, yakni sama sama ingin mempublikasikan hubungannya.


Sakha membantu Keysha membersihkan tubuhnya, setelah itu mereka menyelesaikan ritual mandinya.


Keysha melihat isi lemari dan pakaian yang sudah di siapkan oleh Sakha. "Kha baju tidurnya kok piyama semua?" Tanya Keysha.


Sakha menghampiri Keysha yang masih memakai bethtrub nya dan memeluknya dari belakang. "Aku menyuruh orang membelikan pakaian untukmu, tapi tidak berani yang terbuka, takut kamu marah."


Hati Keysha terenyuh, Sakha merupakan pria sopan sama seperti Zein dulu yang tidak pernah berani macam macam pada Keysha.


"Besok besok kamu bisa membelikanku lingerie, Kha." Kata Keysha lalu berbalik menghadap Sakha dan menggantungkan tangannya di leher Sakha.


Sakha menggesekkan hidungnya ke hidung Keysha. "Aku masih tidak percaya jika kamu menjadi milikku."


"Tapi kenyataannya kamu sudah memilikiku luar dalam." Kata Keysha membuat Sakha terus saja tersenyum.


Keysha memutuskan memakai kaos tshirt milik Sakha yang kebesaran di tubuhnya sementara itu Sakha memesankan makanan untuk mereka berdua. Keysha pun mengabari Kaisar soal dirinya yang tidak pulang dan menginap di penthouse milik Sakha. Kaisar pun mengijinkan karena kini, Keysha sudah resmi menjadi istri Sakha dan Sakha berhak akan diri Keysha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam minggu aku kasih yang hot.

__ADS_1


Jangan lupa ramein komentarnya yaa 😄😄


Gak terlalu hot sih, karena takut gak lulus review.


__ADS_2