
Kenzo berjalan menuju ruangan praktik Amanda, sudah sepuluh menit jam praktik Amanda selesai dan Kenzo memutuskan untuk langsung menjemputnya di ruangan.
"Sayang..." Panggil Kenzo yang membuka pintu begitu saja tanpa mengetuknya.
Amanda yang tengah berdiskusi dengan perawat yang menjadi asistennya menoleh seketika ke arah pintu.
"Sory, ku kira kau sudah selesai." Kata Kenzo.
Amanda berdiri dan menyerahkan rekam medis milik pasien pasiennya pada susternya itu, "Besok kita lanjutkan lagi." Ucapnya dan suster itu segera keluar dari ruangan Amanda.
Amanda merapihkan isi tasnya dan membuka jas putihnya, Kenzo tersenyum melihat sang istri yang terlihat keren dengan jas putih yang menandakan jika Amanda adalah seorang dokter.
"Kenapa tidak menungguku di parkiran?" Tanya Amanda sambil berjalan melewati Kenzo dan Kenzo mengikutinya.
"Tidak sabar bertemu denganmu dan aku suka melihatmu memakai jas dokter itu." Jawab Kenzo dengan random yang kini berjalan sejajar dengan Amanda.
"Kau seperti Cheryl, Ken. Cheryl sering mengatakan padaku jika Cheryl senang melihatku memakai jas putih."
Kenzo mengangguk, "Karena Cheryl dan aku adalah satu hal yang tidak ada bedanya. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."
"Ya. Asal jangan yang jelek jeleknya juga turun ke Cheryl." Balas Amanda.
Kenzo meraih tangan Amanda untuk di genggamnya. "Aku akan menjadi figur ayah yang baik untuk putri kita, Sayang."
"Ken, lepas!! Ini rumah sakit." Ucap Amanda.
"Biar saja, biar mereka tau jika aku ini suamimu."
"Mereka belum ada yang tau jika aku sudah menikah, Ken. Mereka slalu melihatku dengan tatapan merendahkan." Kata Amanda.
Kenzo menghentikan langkahnya lalu menatap wajah Amanda. "Statusmu akan segera ku publikasikan. Dokter Vino pemilik rumah sakit adalah teman Mamaku, Mama pasti sudah mengatakannya pada dokter Vino. Dan siapa saja yang berani menggunjingkanmu akan berhadapan denganku, aku akan menghancurkan karir nya." Tegas Kenzo.
Amanda hanya diam, tak menyangka jika Kenzo memiliki kekuasaan sebesar ini. Kenzo kembali menarik tangan Amanda untuk menuju mobilnya, membukakan pintu mobil untuk Amanda dan menutupnya perlahan kemudian Kenzo mengitari mobil untuk duduk di kursi kemudinya.
"Aku akan membuatkanmu klinik saja, kamu tetap bisa mengatur waktu kerjamu." Kata Kenzo sambil menjalankan mobilnya.
"Itu terlalu mahal, Ken." Balas Amanda.
"Hei.. Sayang, suamimu ini punya uang yang banyak, bahkan aku mampu membuatkanmu sebuah rumah sakit."
Amanda hanya diam, tidak menyangka jika kekayaan Kenzo tidak ternilai. Amanda benar benar menjadi istri seorang pria yang kaya raya.
Cheryl berlari ke arah Amanda saat Kenzo dan Amanda kembali pulang ke rumah. Amanda yang baru pertama kali tidak tidur bersama Cheryl membuat Amanda cemas.
__ADS_1
Amanda menggendong Cheryl dan menciumi wajahnya, membuat Cheryl kegelian dan tertawa.
"Papa juga ingin mencium Cheryl." Kata Kenzo lalu memeluk Amanda yang sedang menggendong Cheryl dari belakang dan wajahnya ikut menciumi wajah Cheryl.
"No, Papa. Geli Pa." Kata Cheryl dengan riang.
Tanpa sadar Amandapun terbawa suasana, Amanda ikut tertawa saat pipi Kenzo mengenai pipinya, lalu Kenzo pun dengan sengaja mencium pipi Amanda di hadapan Cheryl.
"Ish kamu iseng aja." Kata Amanda pada Kenzo.
"Holee Papa cium Mama." Cheryl bersorak gembira.
"Cheryl suka?" Tanya Kenzo dan seketika membuat Cheryl mengangguk.
"Aku suka Papa cium Mama juga." Jawab Cheryl membuat Kenzo segera meraih Cheryl ke dalam gendongannya.
"Anak Papa pinter sekali sih." Kenzo mencium gemas pipi Cheryl.
Kenzo membawa Cheryl masuk dan Amanda mengikutinya. Hanya ada Keysha di dalam rumah sementara Audrey gantian menemani Ayesha di rumah sakit.
"Key, terimakasih ya." Kata Amanda karena mengetahui jika semalam Cheryl tidur bersama Keysha.
"Santai saja, Amanda. Kita ini kan sudah jadi saudara. Cheryl juga keponakanku." Balas Keysha membuat hati Amanda menghangat, begitu banyak yang meyayangi Cheryl dan di keluarga King Wiguna, Cheryl tidak kekurangan kasih sayang.
"Loh, kenapa di kamar Aunty Key, kan ada Mama." Sahut Amanda.
"Aku mau di kamal onty Key, kata Onty Key, kalau Papa sama Mama tidul berldua, itu sedang membuat adik bayi untuk Aku." Jawab Cheryl membuat Amanda dan Kenzo membolakan matanya.
Kenzo menatap tajam pada saudari kembarnya itu. "Jangan ajarkan Cheryl yang tidak tidak, Key."
Keysha hanya mengerdikan bahunya saja, "Itu jawaban random, Ken."
Kenzo menghela nafasnya.
"Pa, apa adik bayinya sudah jadi?" Tanya Cheryl dengan mata berbinar.
Kenzo yang di tanya seperti itupun menjadi gelagapan, namun Amanda yang sudah terbiasa dengan situasi ini segera mengambil alih Cheryl.
"Cheryl, membuat adik bayi itu tidak instan, dan jika Tuhan belum mengijinkan, maka tidak akan ada adik bayi." Ucap Amanda.
"Jadi halus minta sama Tuhan ya, Ma?" Tanya Cheryl dengan polosnya.
Amanda mengangguk. "Iya, jadi kalau mau adik bayi, Cheryl harus banyak berdoa minta sama Tuhan. Oke?"
__ADS_1
Cheryl pun mengangguk, Kenzo menghela nafas leganya, Kenzo juga melihat sisi keibuan yang di perlihatkan oleh Amanda saat menghadapi Cheryl, membuat Kenzo semakin saja mencintai Amanda.
Amanda membawa Cheryl ke dalam kamar. Amanda tidak mempermasalahkan apa yang di perbuat oleh Keysha. Dan Keysha pun sudah meminta maaf karna mengajarkan hal yang tidak tidak pada Cheryl.
"Cheryl tunggu dulu di sini ya, Mama mau mandi dulu." Kata Amanda dan Cheryl mengangguk sambil menonton televisi di dalam kamar Kenzo.
Tidak lama kemudian, Kenzo masuk ke dalam kamarnya. "Mama mana, Ryl?" Tanya Kenzo.
"Sedang mandi, Pa. Papa mau mandi juga?" Tanya Cheryl.
"Kan di kamar mandi ada Mama." Jawab Kenzo yang kini duduk di dekat Cheryl.
"Aku juga suka mandi beldua sama Mama, kenapa Papa tidak?" Tanya Cheryl yang belum mengerti hal apapun.
Kenzo meneguk salivanya dengan kasar, ia kembali terbayang kejadian semalam dan tadi pagi saat di hotel bersama Amanda.
"Memangnya Cheryl tidak apa apa nonton sendiri?" Tanya Kenzo.
"Tidak apa apa, Pa. Cepat Papa mandi dulu. Bau tau. Pa." Kata Cheryl membuat Kenzo bagai mendapat durian runtuh.
Kenzo tidak menyianyiakan kesempatan. Ia segera berjalan cepat menuju walk in closet dan kamar mandi. Kenzo membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu, dilihatnya Amanda yang berada di bawah guyuran shower dengan tubuh basah yang menambah keseksiannya. Kenzo segera menanggalkan pakaiannya dan bergabung bersama Amanda, Amanda terkesiap ketika tangan Kenzo meremmass dua buah gunungnya dengan tiba tiba.
"Ken.." Pekik Amanda namun Kenzo hanya cuek saja.
"Ken, diluar ada Cheryl."
"Cheryl yang menyuruhku mandi, ayo sayang kita lakukan sebentar saja."
"Lakukan apa?"
"Membuat adik untuk Cheryl."
"Ken, tadi pagi sudah."
"Disini bekum, Sayang. Dia ingin lagi." Kata Kenzo lalu membalikan tubuh Amanda ke hadapannya, menarik pinggangnya, mencium Amanda dan Amanda membalasnya.
Mereka melakukan dengan cepat, meski awalnya Amanda menolak, namun sentuhan Kenzo membuat Amanda tidak bisa menolaknya. Kenzo merasa senang karena kini mempunyai tempat untuk menyalurkan hasratnya.
"Akhh Amanda Sayang, I love you." Erang Kenzo dan mereka kembali melanjutkan mandinya karena Cheryl sudah menunggunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuh kan kalo lihat banyak yang komentarmah aku juga jadi semangat Up lagi nya 🤭🤭
__ADS_1
Satu Bab lagi ya, tapi tunggu Vote dan komentarnya banyak dulu 🤭🤭