Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 38


__ADS_3

(Andrew, dibaca Endru)


"Jadi bagaimana?" Tanya Andrew dan akhirnya Kevin memberanikan diri menjawab rasa penasaran Andrew.


"Ndru, percayalah padaku dan beri waktu untukku sedikit lagi saja." Kata Kevin dengan tatapan serius.


Andrew mengerti, ia tidak bisa memaksa seseorang untuk segera mengetahui isi perasaannya.


Andrew mengantar Kevin menuju resepsionist untuk memberikannya id card sebagai tamu eksklusif tanpa harus membuat janji untuk bertemu dengan pimpinan tertinggi di perusahaan termasuk dengan Ayesha.


"Naiklah, Ayesha berada di lantai dua puluh, nanti disana akan ada yang mengantarmu ke ruangan Ayesha." Kata Andrew mencoba mengijinkan Kevin untuk bertemu dengan Ayesha.


"Terimakasih Ndru, terimakasih untuk kepercayaanmu." Balas Kevin kemudian segera meninggalkan Andrew untuk naik ke atas ruangan Ayesha.


Seorang asisten pribadi Ayesha mengantar Kevin ke ruangan Ayesha, dan Ayesah merasa cukup terkejut melihat kedatangan Kevin di kantornya.


"Kev, kau disini?" Tanya Ayesha yang berdiri dari duduknya dan menghampiri Kevin.


"Aku.. Aku ingin mengajakmu makan siang, Ay."


"Makan siang?" Tanya Ayesha tak percaya sambil melihat jam di pergelangan tangannya. "Ini sudah lewat jam makan siang."


"Perjalanan dari kantorku ke kantormu memakan waktu empat puluh menit, waktu makan siangku habis di jalan."


Ayesha menatap heran pada Kevin, entah apa yang ada di dalam pikiran Kevin hingga Kevin datang di jam kerja hanya untuk mengajaknya makan siang.


"Baiklah, Ayo kita makan siang." Jawab Ayesha yang membuat Kevin sedikit menyunggingkan senyumnya dan hal itupun terlihat sekali di mata Ayesha.


Ayesha mengambil tas nya dan mengikuti Kevin. Meski Ayesha sendiri sudah makan namun Ayesha tidak ingin mengecewakan Kevin yang sudah datang dari jauh.


Kevin mengajak Ayesha makan siang di sebuah cafe terdekat. Ayesha hanya memesan salad dan jus buah karena dirinya sudah makan siang sebelumnya. Sementara Kevin memesan makanan berat karena dirinya memang lapar dan belum makan sedari pagi.


"Aku berencana memindahkan kantor utamaku ke pusat kota." Kata Kevin di sela sela makannya.


"Memang kenapa di kantor yang sekarang?"


"Terlalu jauh darimu."


"Dariku?"

__ADS_1


Kevin terlihat gugup kemudian meralat ucapannya, "Maksudku terlalu jauh dari relasi relasiku di pusat kota, aku menghabiskan waktu di jalan jika bertemu dengan relasiku. Dan juga Mama selalu memintaku untuk kembali tinggal di rumah."


Ayesha mengangguk, "Kalian meski kembar bertiga, tetap saja kamu yang di tuakan diantara Kenzo dan Keysha, memang sudah seharusnya kamu tinggal bersama orang tuamu."


Kevin mengangguk. "Ya, sepertinya memamg harus seperti itu."


"Di sisi lain agar kamu dekat dengan calon tunanganmu juga." Ucap Ayesha dengan santai.


Uhukkk.. Uhukk.


Kevin tersedak makanannya sendiri dan Ayesha segera memberikannya air mineral.


"Pelan pelan, Kev." Kata Ayesha perhatian.


"Bisa tidak jika sedang bersamaku, jangan membicarakan hal lain."


"Memang kenapa?" Tanya Ayesha ingin tau.


Namun pertanyaan Ayesha membuat Kevin menjadi marah. "Sudahlah lupakan saja." Kata Kevin merasa kesal.


Ayesha hanya diam dan tidak menanggapinya. Ayesha hanya tidak mau menjadi orang ketiga di dalam hubungan Kevin dan Lady, Ayesha juga tidak ingin terlalu berekspektasi tinggi karena bagi Ayesha, Kevin dan dirinya bagai langit dan Bumi yang tidak mungkin akan bersama.


Selesai makan siang itu. Kevin kembali mengantar Ayesha ke kantornya. Namun sebelum turun, Ayesha memberanikan diri berbicara sesuatu.


"Ya?"


"Jangan temui aku lagi."


Kevin mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?"


"Tolong, Kev. Jangan temui aku lagi jika bukan sebagai seorang teman." Pinta Ayesha sungguh sungguh. "Aku tidak ingin calon tunanganmu berpikir yang tidak tidak dengan kita. Aku wanita, aku juga pernah tau rasanya di khianati, jangan jadikan aku sebagai orang ke tiga di hubungan kalian." Ujar Ayesha dan tersenyum. "Jadi dari sekarang, jangan temui aku lagi ya."


Kevin hanya diam. "Tapi Kenapa Kenzo bisa bebas bertemu denganmu, Ay?"


"Itu karena Kenzo dan aku berteman baik, Kev. Diantara kami tidak memiliki kenangan yang menyangkut perasaan, berbeda dengan kita. Aku hanya membatasi diriku saja."


"Itu tandanya kamu mencintaiku?"


"Cinta atau tidak itu tidak penting, karena aku sudah memutuskan untuk tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan pria manapun kecuali sebagai teman. Aku juga tidak ingin terlibat dalam hubungan dua orang yang sudah terjalin."

__ADS_1


"Aku sudah bilang, hubunganku dengannya hanya sebatas perjodohan." Tegas Kevin.


"Itu bukan urusanku, Kev." Balas Ayesha dengan cepat. "Aku hanya minta jangan libatkan aku di dalam urusanmu dengannya. Mari kita menjadi teman saja, meski kamu juga single, aku tetap pada pendirianku, tidak ingin menjalin hubungan dengan pria manapun."


Kevin hanya diam, mencoba mencerna semua apa yang sudah di ungkapkan oleh Ayesha.


"Terimakasih untuk makan siangnya." Kata Ayesha dan Ayesha mencoba turun dari mobil Kevin.


"Sedalam apa luka itu? Tidak bisakah jika aku mengobatinya?" Tanya Kevin dengan ambigu.


Ayesha tidak menjawab dan tetap turun dari mobil Kevin lalu bergegas masuk ke dalam perusahaannya.


Kevin masih terdiam melihat punggung Ayesha yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang dari pandangan Kevin. "Ay, sedalam apa luka itu?" Tanya Kevin lagi dalam hatinya.


Kevin memutuskan untuk mendatangi rumah sang Ibu, ia akan datang untuk mengunjungi orang tuanya meski sang ayah dipastikan sedang tidak ada karena masih bekerja.


"Kev..." Panggil Audrey saat melihat Putranya itu tiba di rumahnya.


Kevin berhambur memeluk Audrey, "Apa kabar, Ma?"


"Mama baik." Jawab Audrey sambil melerai pelukannya. "Tumben kesini."


Kevin tersenyum dan merangkul pundak Audrey sambil berjalan ke arah sofa di teras belakang rumahnya. "Kev kangen Mama."


Audrey tersenyum mendengar hal itu, memang diantara ketiga anak kembarnya, Kevinlah yang termanis, namun sikap Kevin berubah menjadi dingin saat cintanya bertepuk sebelah tangan dan di tentang banyak orang. Namun kini Audrey seperti menemukan putranya yang manis kembali.


Mereka duduk bersama di sofa sambil menikmati pemandangan taman yang terawat rapih oleh Audrey. Audrey menanyakan banyak hal pada Kevin, dari masalah pekerjaannya, tempat tinggal dan makanan yang di makan oleh Kevin.


"Ma, bisakah pertunanganku dengan Lady di batalkan saja?" Tanya Kevin yang langsung membuat Audrey menatap wajahnya dengan tatapan penuh tanya.


"Menikah itu satu kali seumur hidup, Ma. Kevin tidak ingin menyakiti hati Kevin sendiri juga hati Lady. Kevin tidak bisa mencintainya, Kevin tidak ingin berhubungan jauh dengannya, Ma. Bisakah jika hubungan ini di hentikan saja?" Pinta Kevin sungguh sungguh.


"Kev, Mama hanya takut kamu masih terbelunggu perasaanmu pada Lova dan mengganggu rumah tangga Lova bersama suaminya."


"Kev tidak senekat itu, Ma. Kev janji tidak senekat itu. Mama percayalah pada Kev."


"Dengan cara apa Mama harus percaya?" Tanya Audrey.


Kevin terdiam, ia ingin mengatakan jika dirinya mempunyai wanita yang ingin ia kejar. Namun Kevin belum bisa memastikannya karena status Ayesha yang Janda, apa sang Ibu mau menerima status Ayesha?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk karyaku, dengan meninggalkan jejak Like, Vote, Koment, Hadiah, dan rating ⭐5


__ADS_2