Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 84


__ADS_3

Keysha merasa aneh karena seharian tidak melihat Sakha di perusahaan. Hanya ada Toni yang sering bolak balik menghandel seluruh pekerjaan Sakha. Sedari pulang dari makan siang kemarin, Keysha melihat Sakha yang buru buru pergi dan hingga kini bahkan tidak melihatnya kembali.


"Kemana Sakha ya?" Gumam Keysha.


Karena pekerjaan Keysha sedang sibuk untuk mengejar naik produksi, Keysha tidak sempat menanyakan pada Toni kemana Sakha. Hingga di dekat lift, Keysha berpapasan dengan Vivian dan Vivian sengaja menabrak bahu Keysha, membuat Keysha yang sedang membawa banyak berkas jatuh berhamburan.


"Kau..." Kata Keysha kemudian mendorong bahu Vivian dan membuat Vivian mundur satu langkah.


Keysha berjongkok membereskan berkas berkas yang terjatuh tadi.


"Dasar pembawa sial, dulu Kak Zein kau celakai. Sekarang Sakha juga mau kamu celakai." Desis Vivian.


Keysha berdiri dan menatap tajam Vivian. "Apa maksudmu?"


Vivian melihat sinis ke arah Keysha, "Sakha masuk rumah sakit karena alerginya kambuh. Dan itu semua karenamu."


"Jangan asal bicara, aku tidak melakukan hal apapun pada Pak Sakha."


"Oh ya? Mengajak Sakha makan di restoran seafood padahal Sakha dari dulu alergi seafood." Ungkap Vivian membuat Keysha membeku.


"Jika aku menjadi kau, aku akan mengundurkan diri dan menjauhi Sakha, jangan sampai kejadian pada Kak Zein menimpa Sakha juga."


"Kak Zein meninggal bukan karenaku, harus berapa kali aku katakan."


"Tetapi tetap saja karena ulahmu, andai dulu kamu dulu tidak melarang Kak Zein untuk menemuiku, pasti Kak Zein masih tetap baik baik saja."


"Lalu membiarkan Kak Zein masuk perangkapmu?" Keysha tersenyum sinis, "Karena aku tau kau sengaja menyuruh Kak Zein datang ke villa itu untuk menjebak Kak Zein, kan?"


"Tapi setidaknya Kak Zein akan tetap hidup, Key." Balas Vivian.


"Nona Key, anda tidak apa apa?" Tiba tiba saja Toni menghampiri Keysha yang sedang di intimidasi oleh Vivian.


"Aku tidak apa apa, Pak Toni. Menghadapi bakteri seperti Vivian sangat mudah untukku." Ucap Keysha seolah meremehkan Vivian.


Vivian yang kesalpun meninggalkan Keysha lalu Keysha menghadap ke arah Toni.


"Dimana Pak Sakha?" Tanya Keysha to the point.


Toni diam tidak menjawab.


"Apa di rawat di rumah sakit? Beritahu aku." Kata Keysha dengan suara sedikit meninggi.


"Tuan Sakha di rawat di rumah sakit karena alergi, Nona." Jawab Toni pada akhirnya.

__ADS_1


Keysha hanya diam namun setelah itu Keysha melangkah masuk ke dalam lift untuk naik ke ruangannya dan memutuskan untuk tak memikirkan Sakha.


Toni pun bingung dengan sikap Keysha namun ia tak berani bersikap karena menghormati Keysha sebagai wanita yang di sukai oleh Tuan nya itu.


**


Di hari ke tiga, Kenzo tengah bersiap untuk pulang bersama Amanda. Tak hentinya Kenzo terus mengulas senyum karena kini Amanda slalu membalas kata cintanya. Bahkan saat tidur, Amanda slalu memeluk Kenzo seolah nyaman berada di dalam dekapannya.


Kenzo merasa aneh dengan dirinya, setelah bercinta dengan Amanda, rasa mual yang menderanya hilang begitu saja. Bahkan kini Kenzo sudah bisa makan nasi seperti biasa.


"Sudah tidak mual?" Tanya Amanda sambil memberikan secangkir teh hangat pada Kenzo.


Kenzo menerimanya lalu satu tangannya menarik pinggang Amanda. "Ternyata bercinta denganmu adalah obatnya." Ucap Kenzo.


"Berarti harus sehari tiga kali, seperti meminum obat juga?" Tanya Amanda mungkin terdengar seperti menyindir.


Kenzo tertawa, "Boleh, tapi aku tidak akan tega karena ada adiknya Cheryl."


"Hemm.. Kamu manis sekali seperti Cheryl." Ucap Amanda kemudian berjinjit mencium pipi Kenzo.


Selesai makan siang, mereka kembali pulang ke ibu kota, Kenzo menyempatkan diri untuk membawa Amanda ke sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Amanda.


"Kamu gak cerita dulu sama aku." Kata Amanda sambil melihat rumah sakit masih dari dalam mobilnya.


Amanda pun mengangguk, Amanda mencoba menerima semua yang di lakukan oleh Kenzo sebagai bentuk perhatian dari Kenzo.


Kenzo bahkan sudah mendaftarkan Amanda sebagai passien VIP sehingga Amanda langsung masuk ke dalam ruangan untuk di periksa.


"Bagaimana, Dok?" Tanya Kenzo yang merasa antusias melihat layar yang menunjukan kondisi rahim Amanda.


Dokter Naya tersenyum, "Janinnya kembar."


Kenzo menghela nafasnya, "Kembar dua kah dok?"


Dokter Naya menggerakan alat USG nya di atas perut Amanda. "Hanya ada dua titik, kembar dua."


Amanda tersenyum mendengar apa kata dokter yang memberitahu jika dirinya mengandung janin kembar.


"Apa semuanya sehat, dok?" Tanya Kenzo yang slalu saja bertanya.


Dokter Naya mengangguk. "Semuanya sehat, detak jantungnya bagus, usia kehamilannya sudah sembilan minggu, tensi ibunya juga bagus, semoga sehat sampai lahiran nanti ya."


Kenzo mengangguk.

__ADS_1


Selesai dari memriksakan kandungan Amanda, Kenzo dan Amanda akhirnya kembali pulang kerumah. Cheryl berlari ke arah Kenzo dan Kenzo langsung menangkapnya.


"Papa..."


"Kakak Cheryl nakal tidak?" Tanya Kenzo.


"Tidak, Pa."


"Good, Papa dan Mama bawa mainan untuk Kakak Cheryl." Ucap Kenzo sambil menunjukan paperbag yang di bawanya.


"Wahhh Mainan." Seru Cheryl. "Makasih Papa, makasih Mama." Ucapnya riang.


"Ayo kita ke kamar." Ajak Kenzo sambil menggendong Cheryl dan tangan satunya menggandeng tangan Amanda sementara paperbag nya Amanda yang membawakannya.


Cheryl yang kritis pun mulai bertanya mengapa Kenzo memanggilnya dengan panggilan Kakak, Kenzo pun dengan senang hati menjelaskan jika Cheryl akan mempunyai adik sendiri, bahkan dua adik sekaligus.


"Jadi adikku nanti ada enam ya Pa?" Tanya Cheryl sambil menunjukan jari jarinya yang menunjukan jumlah enam.


Kenzo mengangguk. "Adik Cheryl dari Daddy Kev ada empat dan adik Cheryl dari Papa ada dua."


Cheryl bertepuk tangan gembira. "Holeee, aku punya bayak adik, lumah Oma nanti lamai sekali."


Kenzo tersenyum sambil mengusap kepala Cheryl. "Kakak Cheryl harus sayang sama adik adik ya."


"Iya dong Pa, Aku mau sayang sama adik adikku semuanya."


Amanda tersenyum melihat sikap dewasa Kenzo pada putri mereka, Amanda berharap jika Kenzo slalu bersikap hangat seperti ini dan tidak pernah berselingkuh dan menelantarkan Amanda juga anak anaknya nanti. Amanda ingin memberikan keluarga yang utuh pada Cheryl dan adik adiknya kelak, dan berharap mereka tidak merasakan yang Amanda rasakan dulu, yakni tidak merasakan kasih sayang kedua orang tua dan terbuang di panti asuhan.


"Mama sini, tidul berlsamaku juga Papa." Kata Cheryl membuat Amanda sadar dari lamunannya.


Amanda mendekat ke arah tempat tidur dan tidur dengan posisi Cheryl berada di tengah tengah mereka.


"Kau bahagia, honey?" Tanya Kenzo.


Amanda mengangguk. "Jangan rusak kebahagiaan ini, Ken." Pintanya dengan tatapan sendu.


"Tidak akan pernah, aku bersumpah di depan Cheryl akan menjadi sosok suami dan Papa yang terbaik untuk kalian."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Coba bantu bikin nama buat anak anaknya Kev-Ay dan Ken-Amanda. Siapa tau aku pakai namanya disini 😁


Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2