
Amanda tetap tidak memberikan jawaban. Rasanya ia sendiri masih asing dengan semua yang Amanda rasa. Rasa marah itu ada, namun rasa ingin memaafkan lebih mendominan, tetapi Amanda slalu menepisnya.
Amanda masih merasa seperti barang yang hanya sekali pakai lalu di buang, meski Kevin sudah membantu Kenzo untuk menjelaskan semuanya saat memberikan Amanda surat hasil test DNA itu. Bahkan Amanda juga melihat keseriusan di mata Kenzo untuk memperbaiki diri dan memulai semuanya dari awal.
Kenzo tidak ingin memaksa, Kenzo memberikan waktu pada Amanda untuk berpikir. Bagi Kenzo kini yang terpenting adalah kesembuhan Cheryl dan mental Amanda. Kenzo tetap slalu menunggu maaf dari Amanda.
Hari berganti, kondisi Cheryl semakin membaik. Kenzo bahkan mengajukan cuti demi untuk menemani kesembuhan putrinya. Amanda juga masih belum membicarakan hal apapun tentang kelanjutan hubungan mereka.
Audrey dan Kaisar memutuskan untuk menjenguk Cheryl karena Kenzo belum memberi jawaban kepastian. Membuat Audrey dan Kaisar harus turun tangan sendiri untuk meyakinkan Amanda.
Kenzo, Amanda dan Cheryl melihat ke arah pintu yang terbuka, Kenzo terkejut melihat kedatangan ayah dan ibunya.
"Mama.. Papa..." Gumam Kenzo.
Kaisar dan Audrey langsung melihat wajah Cheryl yang masih polos dan menggemaskan itu, seketika membuat Kaisar mendekat ke arah Cheryl.
"Ayo Opa gendong." Kata Kaisar yang terpesona melihat wajah cantik Cheryl.
Cheryl menggelengkan kepalanya.
"Ini Opa, Sayang. Opanya Cheryl." Ujar Kaisar.
"Koq Opa gak ada lambut putihnya?" Tanya Cheryl membuat Kaisar tertawa. Kaisar memang terlihat masih muda, bahkan rambutnya masih hitam di usianya yang baru menginjak kepala lima.
"Cheryl tidak boleh seperti itu." Ucap Amanda. "Ayo minta maaf." kata Amanda lagi dengan lembut.
"Tidak apa Amanda." Sahut Audrey tersenyum. "Cheryl pasti masih aneh sama Opa dan Oma."
Cheryl menatap wajah Kenzo. Kenzo mengusap kepala Cheryl. "Opa dan Oma itu orang tua Papa, jadi mereka ini Opa dan Oma nya Cheryl, bukan orang jahat." jawab Kenzo yang mengerti jika Cheryl tengah di landa bingung.
Cheryl pun akhirnya mau di gendong oleh Kaisar. Kaisar tak henti hentinya menatap takjub pada gadis kecil yang ternyata adalah cucunya sendiri.
Cheryl pun terlihat nyaman bersama Kaisar hingga lama kelamaan tertidur di dalam gendongan Kaisar. Audrey tersenyum melihat kehangatan yang terjalin antara Kakek dan cucunya itu.
__ADS_1
Kenzo membantu Kaisar untuk menidurkan Cheryl di atas brankar kembali. Setelah itu mereka duduk di sofa untuk mengajak bicara Amanda dan juga Kenzo tentang kelanjutan hubungan mereka.
Amanda hanya tertunduk tidak berani menatap wajah Audrey dan seolah memalingkan wajahnya dari Kenzo.
"Amanda...." Panggil Audrey dengan begitu lembut.
Audrey meraih tangan Amanda kemudian menggenggamnya. "Maaf, Amanda.. Mama ingin mengatakan beribu maaf padamu atas kesalahan putra Mama yang begitu banyak merugikanmu."
Kata kata Audrey mampu membuat Amanda mengangkat wajahnya dan menatap wajah Audrey yang teduh itu.
"Mama tidak tau, bagaimana Mama harus menebus kesalahan Putra Mama padamu, Mama rasa apa yang di perbuat oleh Kenzo adalah hal yang paling tidak termaafkan." Kata Audrey lalu menjeda sejenak kalimatnya. "Mama merasa malu dengan apa yang Kenzo lakukan padamu, Mama juga malu jika saat ini memintamu untuk memaafkan Kenzo." Audrey menangis karena merasa bersalah pada Amanda. "Mama gagal mendidik Kenzo agar jadi pria baik dan bertanggung jawab." Lirih Audrey.
"Tetapi Mama mohon padamu, Maafkanlah Kenzo, berilah kesempatan pada Kenzo untuk menebus kesalahannya, biarkanlah Kenzo bertanggung jawab, baik itu sebagai ayah untuk Cheryl, dan juga bertanggung jawab padamu untuk menikahimu." Audrey semakin menangis. "Terimalah Kenzo, Amanda. Mama akan menjamin jika Kenzo tidak akan pernah menyakitimu, Mama mohon buatlah keluarga yang sempurna untuk Cheryl, menikahlah dengan Kenzo dan ikutlah masuk ke dalam keluarga kami."
Amanda pun ikut menangis, ia tidak tau harus berkata apa, selama ini Amanda berpikir jika keluarga Kenzo adalah keluarga kaya yang sombong. Namun ternyata semua terpatahkan oleh sikap Audrey yang rela memohon pada Amanda untuk memberi kesempatan pada Kenzo.
"Mau ya." Pinta Audrey dan Amanda mengangguk seketika.
Kenzo memejamkan matanya tanda ia merasa lega, mulai detik ini Kenzo akan bersungguh sungguh mengabdikan dirinya pada Amanda dan juga putri mereka, Cheryl.
Kaisar dan Audrey pulang untuk menyelesaikan urusan pernikahan Kenzo dan Amanda. Kini, di dalam ruang perawatan Cheryl, hanya tinggal Kenzo dan Amanda, sementara Cheryl masih tertidur.
Kenzo mendekat ke arah Amanda, meskipun Amanda sudah menerima lamaran Audrey untuk Kenzo, namun Kenzo harus tetap meminta maaf kembali dan meyakinkan Amanda lagi.
Kenzo meraih tangan Amanda, membawanya ke dadanya. "Maafkan aku." Kata Kenzo dengan lirih. "Kamu mau kan jadi istri aku?" Tanya Kenzo penuh harap.
"Bukankah aku sudah mengatakan iya pada Mamamu?" Tanya Amanda balik.
"Itu jawabanmu pada Mama, aku juga butuh jawabanmu untukku langsung." Balas Kenzo.
"Kamu percis seperti Cheryl, pandai menjawab dan tidak terima jawaban yang menurutnya tidak masuk akal." Kata Amanda.
Kenzo tersenyum. "Itulah the real Queen Wiguna."
__ADS_1
"Queen Wiguna?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk. "Setelah surat pernikahan kita turun, aku akan mengurus nama Cheryl menjadi Cheryl Queen Wiguna, biar semua orang tau, Cheryl adalah anak dari King Wiguna." Jawabnya bangga.
Amanda hanya tersenyum tipis.
"Lalu apa jawabanmu?" Tanya Kenzo kembali pada pertanyaan sebelumnya.
Amanda menatap wajah Kenzo. "Jika kita menikah, kamu mau menungguku?" Tanya Amanda ambigu namun Kenzo mengerti.
Kenzo mengangguk, "Aku akan menunggumu sampai kamu bisa mencintaiku. Tapi kita tetap menikah dulu, ya?"
Amanda mengangguk. "Iya."
Kenzo mengecup genggaman tangan Amanda. "Terimakasih, aku janji seumur hidupku akan slalu menjadikanmu dan Cheryl adalah prioritasku."
Amanda mengangguk.
Keesokan harinya, mereka menikah secara catatan sipil. Dengan kekuatan uang dan kekuasaan, pihak catatan sipil tidak ada yang berani mengungkapkan hal ini pada Media.
Pernikahan itu hanya di saksikan oleh keluarga Wiguna termasuk Ayesha sebagai istri dari Kevin.
Dan bertepatan dengan hari ini juga, Cheryl bisa keluar dan dinyatakan sembuh oleh dokter anak yang menanganinya. Tentu saja hal itu di sambut baik oleh keluarga Wiguna. Audrey bahkan Keysha terus saja menempel pada Cheryl.
Ayesha mengusap perutnya, ia berharap agar cepat bisa diberi momongan selucu Cheryl yang dapat membuat keluarga Wiguna bahagia.
Audrey melihat hal itu dan segera menggenggam tangan Ayesha sambil tersenyum. "Mama slalu berdoa, kamu mendapatkan kebahagiaan yang kamu inginkan. Jangan merasa insecure, tetaplah jadi diri sendiri karena kamu istimewa, kamu tetap menantu yang Mama banggakan."
Mendengar hal itu, Ayesha segera memeluk Audrey, "Buatku Mama adalah salah satu kebahagiaan untukku. Terimakasih. Ma."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mumpung senin, aku boleh minta vote nya gak?
__ADS_1
Nanti Aku Up 1 bab lagi kalau Vote nya naik ya 😁🙏
Terimakasih teman teman Readers 🤗