
"Aunty Key cantik sekali sepelti plincess." Kata Cheryl yang melihat Keysha memakai gaun indah berwarna putih, meski simple namun terlihat begitu elegan.
"Kamu juga akan secantik ini jika nanti menikah." Ucap Keysha pada Keponakannya itu.
"Jangan mengatakan soal pernikahan pada putriku, Key. Aku tidak siap melepas putriku menikah walaupun hanya sekedar membayangkannya." Sahut Kenzo membuat Keysha memutar malas bola matanya.
Sakha tengah berbincang bersama Kevin. "Ideku bagus, bukan?" Tanya Kevin pada Sakha.
"Terimakasih, saudara ipar." Balas Sakha sambil mengangkat gelas berisikan minuman ringan.
Kenzo menghampiri Kevin dan juga Sakha, "Tim harun sudah bergerak." Sahut Kenzo.
"Thanks, Ken." Balas Sakha.
"Ya, kami melakukan hal ini karena Key, karena kami tidak ingin pernikahan ini terus di rahasiakan." Ucap Kenzo yang sedari dulu sangat dekat dengan Keysha.
"Aku juga sama, Ken. Aku juga begitu ingin mempublikasi pernikahanku dengan Key."
"Tenang saja, Ken. Aku yakin Sakha Abimana adalah orang yang tepat untuk saudari kita." Sahut Kevin dan Kenzo percaya akan hal itu, apa lagi Kevin sudah menyelidiki semua tentang Sakha dan tidak ada hal negatif yang mengenai dirinya.
Untuk pertama kalinya, Sakha tidur di rumah keluarga Wiguna. Setelah pernikahan ini Sakha akan tinggal bersama Keysha sementara waktu hingga Sakha bisa membeli sebuah rumah untuk Keysha, karena selama ini Sakha hanya tinggal di penthouse dan Sakha enggan menggunakan rumah keluarga Abimana karena terlalu banyak luka bagi Sakha di rumah itu terkecuali kenangan baiknya bersama Zein dulu.
"Kau masih pusing, Sayang?" Tanya Sakha membuat Keysha sedikit bahagia dengan panggilan sayangnya itu.
"Sedikit." Jawab Keysha.
"Kalau begitu bersihkan dulu tubuhmu, baru minum obatmu." Ucap Sakha penuh perhatian.
Keysha mengangguk dan segera ke dalam walk in closet untuk mengambil pakaian tidur dan membersihkan diri.
Sakha melepas jas, dasi dan kemejanya hingga menyisakan kaos oblongnya saja. Sakha melihat ke sekeliling kamar Keysha yang tidak terlihat girly. Kamar seorang wanita yang terlihat rapih dengan konsep classic natural.
"Kha, aku sudah selesai." Kata Keysha sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah itu.
"Harusnya kau jangan dulu keramas jika masih pusing." Sakha mencubit hidung Keysha.
"Aku tidak betah jika rambutku lengket." Jawab Keysha.
Sakha hanya tersenyum, masih tidak menyangka jika wanita di hadapannya ini adalah istrinya sendiri.
"Aku sudah menyiapkan obatmu di atas nakas, minumlah obatmu."
"Thanks Kha.."
"Jangan berterimakasih padaku. Aku suamimu dan bertanggung jawab akan kesehatanmu. Dan kamu harus terbiasa akan hal itu." Kata Sakha membuat hati Keysha menghangat.
__ADS_1
Sakha bergegas membersihkan diri, kemudian setelah berpakaian, Sakha menghampiri Keysha ke atas tempat tidur. "Bolehkan aku tidur disini?" Tanya Sakha.
"Bukankah kamu itu suamiku?" Tanya Keysha balik dan Sakha pun tersenyum.
Sakha segera naik ke atas tempat tidur dan masuk kedalam salimut yang sama dengan Keysha. Sakha membawa Keysha ke dalam dekapannya dan Keysha tak menolaknya.
"Kha, apa besok kamu akan masuk kembali keperushaan?" Tanya Keysha.
Sakha mengusap lembut rambut Keysha, "Mungkin seminggu lagi, Vivian taunya aku sedang ke paris mengerjakan urusan fashion bersama agency model disana." Ucap Sakha.
"Ck, kita seperti sedang berselingkuh saja." Decak Keysha dan Sakha tertawa pelan.
"Sebentar lagi, Sayang. Hanya tinggal sebentar lagi sampai bukti yang terkumpul itu kuat." Ucap Sakha menenangkan.
Mereka sama sama diam, hingga Keysha berkata. "Jika aku sudah sembuh, aku masuk kerja seperti biasa ya, Kha."
"Kamu masih mau bekerja?" Tanya Sakha meyakinkan.
"Bukankah perusahaan itu nanti akan jadi milikku, Kha? Tentu saja aku harus bekerja agar bisa membesarkan Kha-Fashion."
"Ya, aku sudah menyuruh Toni mengurus semuanya, dan akan di legalkan setelah semua terungkap." Sakha menghela nafasnya sejenak. "Kita akan membesarkan perusahaan yang akan menjadi milikmu."
Tanpa sadar Keysha mengeratkan pelukannya. "Terimakasih, Kha."
"Dan aku minta satu hal padamu, jauhi Vivian, jika Vivian mencari gara gara denganmu biarkan saja." Kata Sakha karena cemas.
Tokk.. Tokkk.. Tokk.
Suara pintu kamar diketuk dari luar dan Sakha yang akan membukanya.
Dilihatnya seorang gadis kecil dengan piyama sutra berwarna pink tengah memeluk boneka hello kitty nya. Sakha berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan wajah yang tak lain adalah Cheryl.
"Hai gadis kecil." Sapa Sakha.
"Hai Uncle, bolehkah aku menginap disini? Aku kangen sama Onty Key." Ucap Cheryl dengan wajah polosnya.
Sakha tersenyum, "Masuklah."
"Telimakasih Uncle." Ucap Cheryl kemudian mencium pipi Sakha dan berlari ke tempat Keysha.
"Onty....." Cheryl naik begitu saja ke atas tempat tidur.
"Belum tidur?" Tanya Keysha sambil merapihkan poni Cheryl.
Cheryl menggelengkan kepalanya. "Aku ingin tidul sama Onty Key."
__ADS_1
Sakha pun menghampiri Cheryl. "Ayo kita tidur bertiga, Girls." Ajak Sakha yang menyukai pesona Cheryl.
Cheryl melihat bingung karena Sakha tidur bersama dengan Key, karena biasanya Key tidur sendirian.
"Cheryl, Uncle Kha sekarang suami Aunty, jadi kami tidur bersama." Ucap Keysha yang mengetahui kebingungan Cheryl.
"Jadi aku udah ga bisa tidul sama Onty lagi, ya?"
"Siapa bilang?" Sahut Sakha. "Cheryl tetap bisa tidur bersama kami. Kita bisa tidur bertiga."
"Sepelti Mama dan Papa? Sepelti Daddy Kev dan Mommy Ay juga?" Tanya Cheryl.
Keysha mengangguk.
"Kalau begitu, Cheryl harus memanggil Uncle dengan panggilan Papi, dan Onty dengan panggilan Mami, bagaimana?" Tanya Sakha.
"Ih Kha apaan sih?" Sahut Keysha.
"Ini latihan Sayang, sebelum akhirnya kita punya anak sendiri." Jawab Sakha yang slalu membayangkan memiliki keluarga kecilnya sendiri. Dan mendengar hal itu membuat perasaan Keysha menghangat.
Cheryl mengangguk. "Ayo tidul, aku mengantuk."
Sakha tertawa. Mereka tidur bertiga dengan posisi Cheryl di dekat Keysha dan Keysha berada di tengah tengah karena Cheryl enggan dekat dengan Sakha karena masih merasa asing.
Sakha begitu senang bisa menikah dan kini tidur bersama Keysha meski ada Cheryl di dekat Keysha. Sesekali Sakha mencium puncak kepala Keysha dan Keysha merasa nyaman di buatnya.
Sementara itu di kamar Kenzo,
"Ken, aku tidak enak jika Cheryl tidur bersama Sakha. Ini malam pengantin mereka." Kata Amanda saat selesai bercinta bersama Kenzo.
"Tidak apa, Honey. Lagi pula Key masih sakit, Sakha tidak akan tega mengajak Key bercinta." Jawab Kenzo sambil menelusuri bahu polos Amanda.
"Ken, Ishhh.."
"Lagi, Sayang.. Mumpung tidak ada Cheryl." Rayu Kenzo.
"Ya ampun Ken, belum setengah jam kita selesai." Amanda tertawa karena Kenzo seperti menggilai tubuhnya.
"Kamu seperti morfin, membuatku ketagihan."
"Kalau begitu kamu harus di rehabilitasi." Amanda tertawa.
"Bu dokter bisa aja." Kenzo menggigit kecil telinga Amanda.
Mereka kembali melakukan percintaan, Amanda pun kini sudah tidak ragu lagi menunjukkan sisi liarnya di hadapan Kenzo, membuat Kenzo slalu merasa tidak cukup jika hanya sekali bercinta dengan Amanda.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haisshh siapa yang menikah siapa yang bercinta 😁