
"Ken, kau sudah bangun?" Tanya Amanda lalu duduk di dekat Kenzo.
"Aku terbangun dan begitu haus." Ucapnya.
"Akan aku ambilkan air minum untukmu."
"Tidak usah, aku sudah minum tadi." Jawab Kenzo dengan cepat. "Kau tidak menjemput Cheryl?" Tanya Kenzo mengalihkan perhatian.
"Tadi aku mau menjemputnya, tapi Ayesha mengabariku jika dia yang mejemput Cheryl sekalian pulang kesini."
Kenzo mengangguk, "Cheryl begitu luar biasa, membuat seisi rumah ini begitu menyayanginya." Kata Kenzo dengan bangga.
"Ya, kau benar. Aku juga tidak menyangka jika kini Cheryl di hujani banyak kasih sayang." Balas Amanda.
Kenzo meraih tangan Amanda dan menggenggamnya. "Boleh aku bertanya padamu?"
Amanda menatap wajah Kenzo yang sedikit pucat. "Tanya saja."
"Kau bahagia?"
Amanda terdiam sejenak lalu mengangguk, "Ya, tidak aku pungkiri jika aku kini bahagia."
"Apa yang membuatmu bahagia? Katakan padaku, aku ingin tau." pinta Kenzo.
"Aku bahagia karena bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga, Cheryl juga mendapatkan kasih sayang seorang ayah juga dari Om, tante juga kakek dan neneknya." Jawab Amanda.
"Kau tidak menyebut namaku dalam kebahagiaanmu? Apa aku belum membuatmu bahagia?" Tanya Kenzo dengan serius.
Amanda melihat wajah Kenzo dan tatapan yang terlihat serius itu, Amanda memalingkan wajahnya dan tidak ingin menjawab pertanyaan Kenzo.
Kenzo tersenyum tipis, ternyata Amanda merupakan wanita yang sulit mengungkapkan perasaannya sendiri.
"Tidak perlu di jawab." Ucap Kenzo mencoba mengerti.
"Maaf, Ken.. Aku..."
"Aku mengerti, Amanda." Sahut Kenzo dengan cepat. "Tidak apa apa. Asal kamu dan Cheryl terus bersamaku." Jawab Kenzo yang membuat Amanda menjadi tak enak.
"Aku merasa nyaman denganmu, Ken." Kata Amanda dengan cepat. "Bersamamu membuatku terlindungi, dicintai, dan..." Amanda menjeda kalimatnya sejenak. "Diinginkan." imbuhnya lagi lalu menghela nafas sejenak. "Sebagai anak yang besar di lingkungan panti asuhan, dari kecil aku slalu merasa jika aku adalah anak yang tidak di inginkan oleh kedua orang tuaku, itulah sebabnya aku berada disana, atau aku adalah anak di luar pernikahan dari ayah yang tidak bertanggung jawab, karena itu mungkin ibuku membuangku kesana."
__ADS_1
"Karena itu kau tidak melakukan hal yang sama pada Cheryl?" Tanya Kenzo hati hati. Ini adalah pertama kalinya Amanda menceritakan kehidupan dimasa lalunya dan Kenzo pun tertarik untuk mendengarkannya.
Amanda mengangguk, "Aku tau rasanya di buang seperti apa, karena itu aku tidak melakukan hal yang sama pada Cheryl."
Kenzo merapatkan duduknya di dekat Amanda dan menggenggam tangannya. "Aku minta maaf, kejadian malam itu aku tidak bermaksud meninggalkanmu, aku sungguh mencari informasi tentangmu dan akan bertanggung jawab, aku kembali ke kamar dan tidak menemukanmu. Tolong jangan merasa jika aku juga tlah membuangmu." Kata Kenzo sambil menggenggam erat tangan Amanda di dada Kenzo.
"Aku tau, Ken. Kau sudah menjelaskannya berkali kali. Aku sudah memaafkanmu. Jangan di ungkit lagi." Balas Amanda.
"Aku hanya takut, Amanda. Aku takut kamu menganggapku sama seperti orang tuamu, tidak menginginkanmu." Kata Kenzo dengan sendu. "Malam itu, aku sudah jatuh cinta padamu. Wajahmu yang begitu menenangkan membuatku tidak bisa melupakanmu."
"Jadi karena itu kamu berhenti berpetualang?" Tanya Amanda.
Kenzo mengangguk, tangannya terulur mengusap pipi Amanda. "Aku hanya ingin kamu dan hanya kamu, itulah selama lima tahun terakhir setelah kejadian malam itu, aku terus mencarimu dan tidak ingin menikah selain denganmu. Dan Tuhan melihat kesungguhanku lalu mempertemukanku dengan Cheryl."
"Takdir memang aneh." Gumam Amanda yang terdengar oleh Kenzo.
"Setidaknya kini aku merasa diinginkan olehmu." Kata Amanda.
"Kau belum mengatakan isi hatimu padaku, Amanda." Sahut Kenzo.
"Karena kita belum bercinta lagi, Ken. Aku akan mengatakan apa yang aku rasa jika kita selesai bercinta."
"Kalau begitu ayo kita bercinta. Ini di rumah, di kamar kita, tidak ada Cheryl, tidak ada lagi alasan." Kata Kenzo mencoba merayu.
Kenzo menaikan satu halisnya, sebenarnya Kenzo pun tau jika di awal kehamilan tidak bisa bercinta karena akan membahayakan janin yang di kandung oleh Amanda, itulah yang dikatakan oleh Kevin pada Kenzo saat Ayesha mengandung di awal kehamilannya. Namun Kenzo pura pura tidak tau berharap jika Amanda mengatakan jika Amanda tengah mengandung kembali, buah cintanya dengan Kenzo.
"Kau sedang datang periode?" Tanya Kenzo pura pura.
"Tidak, hanya saja kondisi tubuhku sedang tidak fit." Jawab Amanda. "Kau juga sedang sakit, istirahatlah. Kita masih punya banyak waktu bercinta nanti."
"Aku bukan ingin bercinta, hanya saja ingin tau bagaimana perasaanmu padaku." Ungkap Kenzo.
"Bersabarlah." Balas Amanda kemudian Amanda menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo dan Kenzo mengusap kepala Amanda.
Kenzo yakin jika sebenarnya Amanda sudah mencintainya, namun Amanda masih belum mau mengungkapkannya, entah apa alasannya.
Hari berlalu, Keysha masih bekerja meski Vivian kadang slalu mengganggunya. Sakha masih terus berusaha mendekati Keysha dan mencoba meluluhkan hati Keysha.
"Dia sulit sekali di dekati, apa karena aku hanya anak haram keluarga Abimana?" Gumam Sakha dengan tersenyum getir.
__ADS_1
"Key bukan wanita yang tergila gila oleh harta, tapi bisa aja Key melihat pria dari bobot bebet bibitnya." Katanya lagi lalu menjadi tidak percaya diri.
"Wanita berkelas seperti Key, tidak akan mau berhubungan dengan anak haram sepertiku. Harusnya aku yang mati, bukan Kak Zein." Gumamnya sambil memejamkan matanya.
Sakha memutuskan untuk naik ke rooftop perusahaannya, ia mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
Sakha mengingat bagaimana dirinya dulu di perlakukan tidak adil oleh keluarga Abimana, hanya Zein saja yang slalu membela dan mengakuinya. Bahkan Sakha di ungsikan ke luar negri untuk menutupi aib keluarga Abimana, dan baru kembali setelah Zein meninggal dan Sakha mewarisi semuanya.
Keysha merasa aneh karena sudah beberapa hari ini ia tidak melihat Sakha menyapanya, hanya sesekali Keysha melihat Sakha di ruang meeting dan Sakha seolah tak melihat ke arah Keysha.
Keysha pun merasa tidak enak pada Sakha, Keysha seolah olah terang terangan menolak Sakha tanpa memberitahu alasannya. Padahal Sakha begitu gigih memperjuangkan keseriusannya pada Keysha. Keysha menganggap jika Sakha tengah di bebani oleh kata kata Zein sewaktu Zein terakhir kali bertemu dengan Sakha.
Keysha juga memang menghindari Sakha karena tidak ingin berurusan dengan Vivian, Keysha hanya malas harus mengulangi masalah yang sama dengan Vivian yakni ribut hanya karena seorang pria.
Keysha tengah menunggu ojeg online karena hari ini ia pulang lebih cepat, Keysha sengaja tidak menghubungi supir karena tidak ingin menungggu terlalu lama.
"Mba Key ya?" Tanya driver ojeg online berwarna hijau itu.
"Iya, Dengan Mas Rama?" Tanya Keysha dan Rama mengangguk.
"Sesuai aplikasi ya, Mba?" Tanya Rama sambil memberikan helm pada Keysha.
"Iya Mas." Jawab Keysha dengan ramah.
Namun saat melewati pos satpam, Rama melihat adanya lowongan pekerjaan di tempat Keysha bekerja dan Rama berhenti sejenak.
"Mbak sebentar ya, saya mau foto itu dulu." Kata Rama dan Keysha tidak keberatan akan hal itu.
"Mas lagi cari kerjaan?" Tanya Keysha yang memang supel dan mudah bergaul dengan siapapun.
"Iya Mba, sambil nyari sambil ngojeg." Jawab Rama sambil mengendarai motornya.
"Coba aja lamar, punya pengalaman pekerjaan?"
"Ada mba, cuma saya punya reputasi jelek di perusahaan saya dulu." Kata Rama memberi tahu, berharap jika Keysha bisa membantunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nah lho Nah lhooo..
__ADS_1
Mau sekarang carzy 1 Bab lagi tapi sabtu minggu Off, atau up nya untuk besok lagi, sabtu minggu Up 1 bab - 1 Bab?
Kalau senin jangan di tanya, pastinya Aku Crazy asal banyak yang kasih aku Vote 😁