
Audrey terkejut melihat kedatangan Keysha dengan pakaian yang berlumuran darah dan tangan Keysha yang di perban. Kaisar segera menanyai Sakha yang sudah mengantar Keysha pulang seolah mengintrogasinya.
"Bagaimana bisa ini terjadi pada putriku?" Tanya Kaisar.
"Maaf Tuan Kai." Jawab Sakha kemudian menceritakan detail kejadiannya.
"Oh my god, Key. Bukankah Kenzo sudah memberi supir pribadi, mengapa tidak menurut?" Omel Kaisar pada putri semata wayangnya itu.
"Ini hanya luka kecil, Pa. Lagi pula aku seorang karyawan biasa, masa iya aku harus memakai supir pribadi." Jawab Keysha dengan random.
"Berhenti dari pekerjaanmu jika tidak mau menurut apa kata Papa, Key." Sahut Kevin yang baru saja tiba di rumah.
Keysha hanya mencebik.
"Hai tuan Rysakha. Apa kabar?" Sapa Kevin sambil mengulurkan tangannya, Kevin mengenal Sakha sebagai sesama pengusaha muda yang baru saja terjun di dunia perbisnisan.
"Hai Tuan Kev. Lebih baik panggil aku dengan Sakha saja." Balas Sakha.
"Kalau begitu panggil aku dengan Kevin saja, kita seumuran." Ucap Kevin dan Sakha mengangguk setuju.
"Kalian saling mengenal?" Tanya Audrey.
"Tuan Sakha baru saja mengakuisisi perusahaan fashion tempat Keysha bekerja dan dalam satu tahun terakhir ini perusahaan itu berkembang di tangan Sakha." Kata Kevin memuji.
"Jadi kau...." Keysha tak melanjutkan ucapannya.
"Dia adalah bosmu, Key." Jawab Kevin dan membuat Keysha semakin speechless.
Keluarga Wiguna akhirnya mengenal siapa Sakha dan mereka juga baru mengetahui jika Sakha adalah adik beda ibu dari Zein yang mereka ketahui adalah orang terdekat Keysha.
Karena rasa terimakasihnya telah menolong Keysha, Kaisar mengundang Sakha untuk makan malam bersama dan tentu saja Sakha tak menolaknya.
Kevin segera ke kamarnya untuk menemui istrinya yang akhir akhir ini lebih senang menghabiskan waktu dengan bermalas malasan di atas tempat tidur. Entah karena efek kehamilannya membuat Ayesha lebih senang berada di atas tempat tidur. Beruntung Ayesha memiliki suami dan mertua yang begitu pengertian.
"Kev, aku ingin makan kwetiau siram seafood." Kata Ayesha sambil mengusap perutnya.
Kevin mendekat dan mencium kening Ayesha dan kemudian mencium perut Ayesha. "Anak anak Daddy pasti yang mintanya ya?" Tanya Kevin membuat Ayesha tersenyum.
"Mau take away atau kita pergi makan di luar?" Tanya Kevin pada Ayesha.
"Chef di rumah Daddyku saja yang masak, aku kangen sekali dengan masakan chef di rumahku." Jawab Ayesha.
"Kita ke rumah Daddy? Mau menginap sekalian?"
__ADS_1
Ayesha menggelengkan kepalanya. "Suruh supir di rumah Daddy mengantar kesini saja. Aku malas bangun."
Kevin tersenyum, lalu mengambil ponselnya dan menelpon Adrian Kakaknya Ayesha untuk memberitahu pesan dari Ayesha.
Sementara itu, Kenzo pulang terlambat karena banyaknya pekerjaan, ia masuk ke kamar dan hanya melihat Amanda yang sedang menonton televisi. Amanda melihat kedatangan Kenzo yang terlihat kacau dengan jas yang hanya di tenteng oleh tangannya, dasi yang sudah longgar dan lengan kemeja yang sudah di gulung hingga siku.
Kenzo mendekat ke arah Amanda dan mencium puncak kepalanya, "Dimana Cheryl?"
"Tidur bersama Key." Jawab Amanda, "Biar aku siapkan air hangat untukmu." Ucap Amanda namun Kenzo mencegahnya.
"Tidak perlu, aku akan mandi air hangat langsung dari shower saja." Tolak Kenzo.
"Apa kau ingi makan malam? Jika iya akan ku hangatkan." Kata Amanda mencoba menjadi istri yang baik untuk Kenzo.
"Tidak, perutku sedikit mual, tapi jika tidak merepotkan tolong buatkanku jeruk madu saja." Pinta Kenzo.
"Baiklah, aku akan membuatkannya." Balas Amanda.
Amanda menyiapkan pakaian ganti untuk Kenzo. Ini pertama kalinya Amanda melakukan hal itu setelah beberapa bulan menikah dengan Kenzo. Setelahnya Amanda segera turun ke dapur untuk membuatkan Kenzo minuman yang dimintanya.
Bahkan Amanda membuatkannya sendiri dan menolak saat para pekerja di dapur menawarinya bantuan.
"Sayang, kau sedang apa?" Tanya Audrey yang kebetulan akan mengambil air mineral untuk dikamarnya.
"Ah anak itu, pasti telat makan karena banyaknya pekerjaan." Gumam Audrey yang terdengar oleh Amanda.
"Apa Ken slalu seperti itu, Ma?" Tanya Amanda.
Audrey mengangguk, "Semenjak Kevin mengambil keputusan untuk keluar dari WG Group dan membuka King Corp sendiri, pekerjaan Ken menjadi berlipat ganda, Kondisi fisik Ken tidak sekuat Kevin, bahkan sewaktu kecil dulu, Ken lebih sering sakit dari pada Kevin dan juga Key."
Amanda hanya mendengarkan cerita mertuanya itu.
Audrey menepuk pundak Amanda. "Maaf jika Ken merepotkanmu." Kata Audrey tak enak.
"Tidak, Ma. Bukankah ini sudah kewajibanku sebagai istri Ken, untuk merawat Ken disaat Ken sakit?" Tanya Amanda dan Audrey mengangguk.
"Mama harap kalian selalu bersama, membesarkan Cheryl hingga besar, Cheryl butuh keluarga yang utuh dan harmonis. Mama slalu mendoakan keluarga kalian agar selalu bahagia." Kata Audrey dengan tulus.
Sementara itu, Kenzo mengernyit heran saat melihat pakaiannya sudah tersedia di atas sofa di dalam walk in closet. Kenzo tersenyum dan segera memakai pakaiannya. Kenzo juga menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya namun seketika membuatnya merasa mual saat menghirup aroma parfum favoritnya sendiri.
Kenzo berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang belum terisi apapun. Amanda yang baru saja masuk mendengar samar samar suara Kenzo dan segera menyusul Kenzo setelah menaruh gelas diatas meja.
Amanda memijat tengkuk Kenzo dan Kenzo sedikit menolaknya. "Keluarlah Amanda."
__ADS_1
"Kau sakit, Ken?" Tanya Amanda sambil tetap memijat tengkuk Kenzo.
"Asam lambungku sedikit naik, keluarlah, aku tidak apa apa." Kata Kenzo namun Amanda tetap berada di dekat Kenzo.
Setelah Kenzo membersihkan area mulutnya, Amanda membawa Kenzo untuk duduk bersandar di atas tempat tidur dan memberikan Kenzo air jeruk madu hangat.
"Habiskan, Ken." Kata Amanda yang melihat Kenzo hanya meminumnya sedikit saja. "Itu aku yang membuatnya." Kata Amanda lagi.
"Nanti akan aku habiskan. Terimakasih, Sayang." Ucap Kenzo dengan lembut.
Setelah menghabiskan jeruk madu hangat itu, Kenzo menarik Amanda untuk tidur bersama. "Ken, nanti ada Cheryl." Ucap Amanda.
"Aku nyaman seperti ini, Amanda. Rasa mualku hilang." Ucap Kenzo.
Amanda pun membiarkan Kenzo memeluknya, bahkan Amanda mengusap lengan kekar Kenzo yang melingkar di perutnya hingga membuat Kenzo tertidur nyenyak.
menjelang pagi, Kenzo terbangun dan berlari ke arah kamar mandi, lagi lagi Kenzo kembali memuntahkan isi perutnya yang belum terisi apapun, Amanda pun menyusulnya dan membantu Kenzo.
"Ken, kita ke dokter saja yuk." Ajak Amanda.
"Bukankan kamu juga seorang dokter, Amanda?"
"Tapi kan kamu harus di periksa oleh dokter ahli dalam. Aku hanya seorang dokter gigi." Ucap Amanda.
Kenzo tersenyum lalu merangkul Amanda untuk berjalan kembali ke dalam kamar. "Kamu perhatian sekali padaku."
"Karna kamu Papanya Cheryl." Balas Amanda.
"Ku kira, kamu sudah mencintaiku." Ucap Kenzo dengan nada tak bersemangat.
"Apa itu penting?" Tanya Amanda.
Kenzo terdiam lalu duduk di sofa. "Penting sekali." Ucapnya lalu menjeda kalimatnya sejenak. "Aku merasa menjadi pria yang beruntung karena dicintai oleh putriku sendiri, dan aku akan jadi pria yang begitu bahagia jika ternyata istriku, ibu dari putriku juga mencintaiku." Ucapnya mengeluarkan isi hatinya.
Amanda tidak berkata apapun, namun sedetik kemudian, Amanda menyambar bibir Kenzo dan menciumnya, Kenzo sebagai pria, meski tak siappun segera membalasnya dan mengangkat Amanda keatas pangkuannya.
Mereka berciuman dengan dalam, hinga Amanda melepaskannya dan menatap kedua mata Kenzo.
"I love you, Ken." Ucap Amanda dalam hati, hanya dalam hati dan Amanda tidak mampu mengeluarkan suaranya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makasih untuk kalian yang kemarin memberiku Vote dan hadiah. 🤩
__ADS_1
Makasih tak terhingga untuk semua dukungannya 🤗🤗