
Kenzo mengajak Cheryl juga Amanda untuk masuk ke dalam kamar pribadinya yang kini menjadi kamar miliknya.
"Aku tidul disini sama Papa?" Tanya Cheryl yang masin berada di dalam gendongan Kenzo.
"Tentu saja, bahkan Mama juga tidur bersama kita." Jawab Kenzo lalu mendudukan Cheryl di atas tempat tidur.
Cheryl bertepuk tangan tanda bergembira. "Holeeee."
"Kau senang, Princess?"
Cheryl mengangguk. "Aku senang sekali, akhilnya aku tinggal sama Mama dan Papa."
Kenzo mengecup kening Cheryl, "Ya, selamanya kita akan terus bersama."
"Barang barang kami masih di apartement, Ken." Sahut Amanda.
"Sudah dipindahkan oleh orang orang suruhanku. Kamu tak perlu pusingkan hal itu." balas Kenzo.
"Ayo istirahat, selama satu minggu kamu pasti lelah berada di rumah sakit." Ucap Kenzo lagi dengan lembut sambil mengusap pipi Amanda
"Kamu juga pasti lelah." Balas Amanda dengan membalas senyuman Kenzo.
"Lelahku hilang saat kamu memberiku kesempatan terakhir dan mau menikah denganku untuk membuat keluarga yang sempurna demi putri kita, Cheryl." Kenzo menatap lembut mata Amanda yang kini sudah resmi menjadi istrinya. "Aku janji akan menjaga kepercayaanmu." Imbuhnya lagi.
"Papaa.." Panggil Cheryl seketika membuat Kenzo menyadari jika diantara Kenzo dan Amanda ada malaikat kecil yang sedari tadi memperhatikannya.
"Iya, Sayang..."
"Ayo tidul, aku ngantuk." Ajak Cheryl membuat Kenzo tergelak.
"Oke." Jawab Kenzo singkat lalu segera berbaring memeluk Cheryl dan Amanda pun mengikutinya.
"Papa dan Mama peluk aku ya." Pinta Cheryl dan membuat Amanda merasa tidak enak karena canggung.
Namun Kenzo segera menarik tangan Amanda untuk saling mendekap dan di tengah tengah mereka ada Cheryl yang tersenyum bahagia dan tangan Cheryl bertumpu diatas tangan Kenzo dan Amanda.
Sementara itu, Saudara kembar Kenzo, yakni Kevin sedang merasa aneh dengan perubahan fisik Ayesha. Kevin baru saja menyelesaikan mandi panasnya bersama Ayesha. Tidak biasanya Ayesha mengajak Kevin bercinta duluan bahkan itu di dalam kamar mandi.
"Lebih besar." Gumam Kevin saat melihat telapak tangannya sendiri dan pikirannya mengingat kejadian panas di kamar mandi tadi, yaitu saat memegang kedua gunung kembar Ayesha yang terlihat membesar dari biasanya. "Dia juga jadi ag*resif sekali." Gumamnya lagi.
Tiba tiba saja Ayesha memeluk Kevin dari belakang membuat Kevin tersadar dari lamunannya.
"Sayang...." Panggil Kevin.
"Ngelamunin apa sih?" Tanya Ayesha curiga.
Kevin membalikan tubuhnya menghadap Ayesha lalu mencubit pipinya gemas. "Apasih? Curiganya kamu tuh ngegemesin tau gak."
"Ya gimana gak curiga, dari tadi ngelamun aja, kayak lagi mikirin cewek." Ayesha memberengut kesal.
__ADS_1
Kevin melihat Ayesha lebih sensitif dari sebelumnya. "Cewek yang aku pikirin tuh kamu."
"Emang mikirin aku apa?"
Kevin terlihat berpikir. "Hmm, pokonya aku mikirin kamu. Isi kepalaku kamu semua isinya. Jangan mikir macem macem lagi pokonya ya."
Ayesha tersenyum dan mengangguk, ia percaya jika suaminya tidak akan sama seperti mantan suaminya dulu, yakni mengkhianati cintanya Ayesha.
Menjelang makan malam, Cheryl begitu dekat dengan Ayesha. Bahkan Cheryl juga dekat dengan Keysha.
"R..."
"EL...." Kata Cheryl mengucap huruf R yang di tirukan oleh Ayesha.
"ER, Cheryl."
"Aku tidak bisa, Mommy. Aku bisanya bilang EL."
Semua yang ada di ruangan itupun tertawa.
"Kalau Cheryl bisa bilang huruf R, Nanti Aunty Key belikan eskrim yang banyak." Sahut Keysha.
"No Aunty, Kata Mama, esklim bisa bikin gigiku lusak."
"Kan Mama Cheryl dokter gigi, bisa ngobatin gigi Cheryl kalau rusak."
"Kata Mama, sebelum gigi lusak, halus di lawat dengan baik." Jawab Cheryl.
"Rasa."
"Lasa."
"Marah."
"Malah."
"Cheryl."
"Cheil."
"Sudah, Key. Jangan isengin terus anakku yang cantik ini." Kata Ayesha mencium gemas pipi Cheryl.
"Abisnya Cheryl lucu sih, Ay. Rasanya aku juga ingin punya yang seperti Cheryl." Balas Keysha.
"Nikah dulu, baru punya." Sahut Kaisar.
"Emh Papa kodein aku mulu, untuk perempuan nikah tuh gak gampang, Pa. Harus benar benar dapat yang sesuai kriteria." Jawab Keysha.
"Memang kriteria kamu seperti apa, Key?" Tanya Audrey.
__ADS_1
"Seperti Papa, sangat menyayangi dan mencintai Mama." Balas Keysha membuat Kaisar dan Audrey tersenyum.
Mereka lanjut makan malam bersama, untuk pertama kalinya Amanda ikut makan malam bersama keluarga Kenzo yang terasa hangat dan slalu ramai ini.
"Ay, makanmu tumben banyak sekali." Cibir Kenzo.
"Jangan ganggu istriku, Ken. Biar istriku makan banyak karena setiap malam Ay butuh tenaga ekstra." Sahut Kevin.
"Kev, jaga bicaramu. Sekarang ada anak kecil di meja makan ini." Kata Audrey.
"Maaf Ma, Kev lupa." Jawabnya Kevin.
Ayesha hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja karna melihat tingkat kemesuman Kevin yang selalu saja tidak tau tempat.
Berbeda dengan kondisi Ratna, mantan mertua Ayesha. Ia mengeluhkan sempitnya kontrakan Rama dan makanan seadanya. Bahkan Ratna harus terbiasa memakai pakaian daster murah yang ia beli di pasar karena pakaiannya sudah pada lusuh.
"Ram, kamu kapan sih kerja enak lagi di kantoran?" Tanya Ratna dengan ketus.
Rama yang sedang menghi*sap rokoknya pun hanya diam dan enggan menjawab. Rama sudah lelah dengan sikap sang Ibu yang tidak pernah berubah.
"Ram.. Jawab Ibu."
Rama mematikan puntung rokonya ke dalam asbak. "Kalau Rama kerja enak lagi, emang ibu mau ngapain? Mau menguasai lagi uang hasil jerih payah Rama?"
"Tentu saja. Ibu ini ibu kamu. Ibu berhak atas uang kamu."
"Dengar ya Bu, kalau nanti Mba Mira sudah sembuh, Ibu tinggal kembali sama Mba Mira, Rama mau fokus sama hidup Rama, Rama tetap akan membiayai Ibu, tapi seperlunya tidak untuk semua uang Rama di kuasai Ibu." Jawab Rama dengan tegas.
"Mana bisa begitu." Kata Ratna dengan tak terima.
"Ibu harus berubah, tidak bisa seenaknya sama Rama, Rama juga ingin menikah dan mempunyai anak."
"Kamu kalau mau menikah, rebut aja si Ayesha dari suaminya, kita bisa hidup enak, kamu bisa punya jabatan penting di kantor keluarganya Ayesha nanti." Balas Ratna.
Rama hanya menggeleng gelengkan kepalanya. "Kenapa di pikiran Ibu hanya ada uang, rumah tangga Rama hancur karena Ibu."
"Enak saja kamu, kalau dulu kamu gak selingkuh, si Ayesha juga masih disini jadi istri kamu. Lagian kamu ini bodoh sekali, punya istri kaya bukannya bilang pada Ibu, Ibu pasti gak akan kasar sama Ayesha."
Ratna meninggalkan Rama yang masih duduk di kursi teras kontrakannya itu, Rama pun mengingat kembali kehidupannya yang dulu, mempunyai istri yang penurut, baik hati, mendukungnya, namun Rama malah mengkhianatinya.
Rama menggusar rambutnya kebelakang, ia bisa melihat bagaimana bahagianya Ayesha saat ini. Diam diam Rama slalu memperhatikan Ayesha dari jauh, Ayesha yang kembali berubah menjadi seorang putri dari keluarga ternama, bahkan kini menjadi istri dari seorang pengusaha muda bersama Kevin King Wiguna.
"Bagaimana bisa aku merebut Ayesha kembali, sementara aku hanya seorang ojeg online yang tidak ada apa apanya di banding suaminya yang pemilik King Corp." Gumam Rama sambil menyalakan rokoknya kembali, menyesapnya dan menyemburkan asapnya ke udara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bab ini sudah di terbitkan olehku kemarin sore, tapi gak tau kenapa Review nya lama sekali sampai aku cek pagi tadi belum terbit. Maaf ya Readers 🙏
Nanti sore aku Up 1 bab lagi.
__ADS_1
Makasih untuk yang sudah berbaik hati memberiku vote kemarin senin.
Bab ini aku persembahkan untuk kalian semua yang slalu mendukung karyaku, memberikan like, vote, hadiah dan komentar komentar yang sering aku baca dan membuatku semangat.