Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 87


__ADS_3

Setelah Kevin dan Kenzo dari rumah Andrew, mereka kembali pulang dan Kevin segera menemui Ayesha di dalam kamarnya. Ayesha masih belum tertidur karena menunggu Kevin pulang.


"Sayang, kamu belum tidur?" Tanya Kevin pada istrinya itu.


"Aku nungguin kamu, kamu dari mana sih sama Ken?"


"Oh, aku tadi sama Ken ada urusan sebentar." Jawab Kevin lalu membawa Ayesha duduk di atas sofa.


"Ada yang ingin aku katakan padamu soal mantan kakak iparmu." Ucap Kevin dan terlihat serius.


"Ada apa?"


Kevin menghela nafasnya sejenak, ia sedikit berhati hati untuk mengatakan kekhawatirannya pada Ayesha.


"Ada apa, By?" Tanya Ayesha.


Kevin mencium tangan Ayesha yang sedari tadi di genggamnya. Kemudian menatap wajah Ayesha yang slalu menanangkan untuk Kevin.


"Aku takut..." Kata Kevin dengan jujur.


"Takut apa?"


"Takut terjadi sesuatu padamu dan anak anak kita." Ucap Kevin lagi mengeluarkan isi hatinya. "Kamu pernah bercerita padaku jika mantan kakak iparmu pernah mencelakaimu sampai kamu kehilangan bayimu dulu. Dan sekarang aku takut hal itu terulang."


Ayesha tau kemana arah pembicaraan Kevin, Ayesha juga merasakan hal yang sama. Meski sudah memaafkan namun bayang bayang pernah disakiti dulu juga masih ada.


"Kamu ingin aku seperti apa? mau aku bagaimana?" Tanya Ayesha dengan lembut.


"Jangan keluar rumah tanpa siapapun, jangan juga menemui mantan kakak iparmu, aku janji akan menanggung biaya pengobatannya, tapi tolong setidaknya nurut sama aku sampai anak anak kita lahir." Kata Kenzo dan Ayesha pun mengerti.


Ayesha menangkup kedua pipi Kenzo, "Iya, aku akan nurutin apa kata kamu. Aku tidak akan menemuinya sampai aku melahirkan anak anak kita ke dunia. Dan aku juga tidak akan keluar rumah jika itu sendirian."


Kevin menghela nafas leganya. "Kamu memang istri yang baik dan penurut, aku semakin mencintaimu."


"Dan aku tau kamu melakukan semua ini karena mencintaiku, aku bisa merasakannya, Kev." Ayesha mengecup sekilas bibir Kevin.


**


Kenzo masuk ke dalam kamarnya dan melihat Amanda yang masih menonton televisi di atas sofa sementara Cheryl sudah terlelap di atas tempat tidur. Kenzo mendekat ke arah Amanda dan mencium puncak kepalanya lalu mengusap perutnya Amanda.


"Sudah selesai?" Tanya Amanda yang mengetahui jika Kenzo pergi mengantar Kevin menemui Andrew kakaknya Ayesha.


"Sudah." Jawabnya.

__ADS_1


Kenzo pun menceritakan tentang kehidupan pilu Ayesha di masa lalu dan membuat Amanda tak menyangka jika di masa lalu Ayesha begitu tersakiti oleh keluarga mantan suaminya.


"Kasihan sekali, Ayesha." Kata Amanda.


"Ya, setiap orang punya masalahnya sendiri sendiri. Dan aku harap Ayesha dan Kevin slalu bahagia." Ucap Kenzo. "Aku juga berharap rumah tangga kita selalu bahagia dan jauh dari masalah."


Amanda pun ingin mengatakan sesuatu pada Kenzo.


"Ken, aku berencana ingin resign sementara di rumah sakit dokter Gerald." Ucap Amanda.


Kenzo mendengarkan apa yang ingin Amanda ucapkan, Kenzo merasa senang karena kini Amanda mau sharing soal apapun padanya.


"Kenapa?" Tanya Kenzo ingin tau.


"Aku selalu merasa tubuhku lebih cepat lelah, dan aku juga ingin fokus pada anak anak kita nanti. Pada Cheryl dan twins. Selama ini aku cukup kehilangan waktu mengurus Cheryl karena harus bekerja, dan kini setelah ada kamu, bolehkan jika aku fokus pada anak anak kita saja? Aku tidak ingin mereka kurang kasih sayang seorang ibu meski mereka mendapatkan banyak cinta di rumah ini." Ungkap Amanda panjang lebar.


"Bagaimana dengan impianmu menjadi seorang dokter?" Tanya Kenzo.


"Aku akan menerima klinik dokter gigi yang akan kamu dan Mama berikan padaku, aku akan mengatur jadwal praktik saat anak anak kita sekolah nanti, dan saat mereka pulang, aku sudah di rumah." Jawab Amanda membuat Kenzo tersenyum bahagia.


Kenzo membawa Amanda ke dalam pelukannya. "Aku akan mendukung apapun yang kamu lakukan."


"Aku juga tidak ingin terlalu lelah karena takut mengabaikanmu, Ken." Ucap Amanda dan Kenzo langsung menghujaninya dengan banyak kecupan.


"Setelah aku yakin mencintaimu, prioritasku adalah Cheryl, kamu dan Twins." Kata Amanda lagi dan Kenzo semakin tersenyum bahagia.


"Ternyata kamu bisa sweet juga." Kenzo menyentuh hidung Amanda dengan hidungnya.


"Sweet sama Papa nya anak anakku gak apa apa kan?"


"Itu wajib, Sayang.." Kenzo mencium kening Amanda. "Ayo tidur." Ajak Kenzo.


"Tidak ingin bercinta dulu? Tidak ingin jenguk twins?" Tanya Amanda dengan pelan.


Kenzo tertawa, tidak menyangka jika kini Amanda lah yang mengajaknya bercinta terlebih dahulu.


"Kamu tidak ada keluhan hari ini?" Tanya Kenzo penuh perhatian.


"Tidak ada, aku menunggumu dari tadi karena ingin bercinta denganmu. Hormon kehamilanku kali ini selalu saja ingin bercinta denganmu." Ucap Amanda membuat Kenzo langsung mengangkat Amanda ala bridal.


"Ken, tapi ada Cheryl di tempat tidur." Ucap Amanda.


"Kita di walk in closet aja, ada sofa disana." Kata Kenzo sambil menaik turunkan halisnya.

__ADS_1


"Aku di atas ya, Ken."


"I'm yours, Baby."


**


Keysha masuk kembali bekerja, dan hari ini Keysha merasa tubuhnya tidak enak.


"Pasti karena tadi aku gak sarapan." Gumam Keysha sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.


"Key, bersiaplah. Siang ini kita meeting untuk persiapan naik produksi minggu depan." Kata Maria, atasannya.


"Iya Miss, saya sudah siapkan file nya dan copynya juga sudah saya persiapkan." Ucap Key karena tidak ingin kejadian bulan lalu terulang kembali.


Keysha mencoba ke kafetaria untuk sekedar minum teh hangat dan roti untuk mengisi perutnya.


"Key, belum jam istirahat udah kesini?" Tanya Rama.


"Eh iya, Mas. Tadi pagi aku gak sarapan dan siang ini aku ada meeting, jadi aku mau isi perut dulu dengan roti."


"Roti mana kenyang, Key. Lebih baik makan berat saja sekalian."


Keysha menggelengkan kepalanya, "Tidak keburu, Mas."


"Wajahmu pucat, Key. Apa meetingnya tidak bisa di gantikan?"


Keysha tersenyum. "Aku penanggung jawab dari tim ku, Mas. Aku yang harus persentasi."


"Kamu ini, pekerja keras juga." Puji Rama dan Keysha hanya tersenyum.


Dari jauh, sepasang mata memandang dengan tatapan tajam, Sakha tidak menyukai kedekatan Keysha dengan staff admin gudang itu. Sakha mengepalkan tangannya namun tidak bisa berbuat banyak. Salahnya sendiri yang akhir akhir ini mengacuhkan Keysha, namun bukan tanpa sebab, Sakha melakukan hal iti karena tidak ingin rencananya hancur, rencana membongkar siapa dalang di balik kematian Zein dalam kecelakaan itu.


Selama ini Sakha mencoba berakting di depan Vivian dengan percaya semua hasutannya tentang Keysha yang membawa sial pada keluarga Abimana. Padahal Sakha yakin jika Vivian tau kenapa Zein bisa sampai kecelakaan, apalagi Sakha baru mengetahui jika mobil yang dipakai Sakha telah di sabotase.


Itulah sebabnya Sakha menghindari Keysha agar rencananya berhasil, dan Sakha pun menjadikan Vivian sebagai personal asistennya agar lebih mudah menyelidiki apa yang terjadi. Sakha memasang alat penyadap di komputer yang dipakai Vivian dan berharap semua segera terungkap agar Sakha bisa kembali mengejar cintanya pada Keysha.


Namun kini Sakha seolah ragu karena mengacuhkan Keysha malah membuat Keysha semakin dekat dengan pria lain.


"Key, semoga kamu adalah jodohku. Jodoh dari Kak Zein untukku." Gumam Sakha lalu meninggalkan tempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku akan ngebut karena mau namatin novel ini. Dukung agar setiap hari aku bisa dobel Up terus ya, bila perlu Crazy Up untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2