Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 95


__ADS_3

Sakha menyiapkan makan malam yang sudah di pesannya itu, menyajikannya dalam piring dan membawanya ke dalam kamar. Keysha tersenyum melihat Sakha yang begitu perhatian padanya.


"Baby, ayo makan dulu." Kata Sakha kemudian Sakha mulai menyendokan nasi dan menyuapkannya pada Keysha.


"Kha, aku bisa makan sendiri." Ucap Keysha.


"Gak apa apa Baby, aku pengen suapin kamu." Balasnya dengan sangat manis.


Sakha menyuapi Keysha dengan sepenuh hatinya, membuat Keysha merasa begitu di cintai oleh Sakha.


"Besok aku akan kembali masuk ke kantor." Ucap Sakha dan keysha mendengarkannya.


"Rasanya aku tidak rela jika nanti Vivian dekat dekat denganmu." Kata Keysha sambil mencebik.


"Nanti akan ku buat Vivian sibuk di luar kantor."


"Bisa begitu?" Tanya Keysha.


"Tentu saja bisa." Sakha menghela nafasnya sejenak. "Tapi kamu juga jangan dekat dekat dengan anak admin gudang itu ya, aku gak suka."


"Mas Rama maksudmu?"


"Mesra sekali memanggilnya dengan panggilan Mas, sementara ke aku cuma Kha Kha Kha."


Keysha tersenyum lalu mencubit gemas kedua pipi Sakha. "Iya Sayang. Aku akan jaga jarak dengan semua pria. Demi kamu." Keysha diam sejenak kemudian berkata, "Lagi pula ternyata dia pria breng*sek."


Sakha mengernyitkan dahinya. "Apa dia pernah berbuat macam macam padamu?"


Keysha menggelengkan kepalanya. "Bukan padaku, Kha. Tapi dia itu ternyata mantan suaminya Ayesha, istri Kevin."


"Jadi...?" Tanya Sakha menggantung.


Keysha menganggukan kepalanya lagi. "Ayesha itu temanku dan Kenzo sewaktu di sekolah dulu, dan Ayesha itu mantan pacarnya Kevin di sekolah. Lalu Ayesha menikah muda dengan pria itu." Keysha pun menceritakan detailnya hingga Ayesha berpisah dari Rama kemudian bertemu dengan Kevin dan mereka menikah."


"kalau gitu jodoh sama mantan dong judulnya?" Sakha tertawa.


Keysha pun ikut tertawa, "Kenzo juga, jodoh saman mantan. Cuma kalau Kenzo itu mantan One night stand." Keysha menghela nafas, "Untungnya Ken ketemu lagi sama Amanda, kebayang kalau tidak, kasian sekali Amanda dan Cheryl."


Sakha menganggukan kepalanya, "Mereka jodoh sama mantan, kalau kita?" Tanya Sakha.


"Aku juga jodoh sama mantan. Mantan calon adik ipar." Keysha tertawa lagi.


"Ishh kamu yaaa." Ucap Sakha sambil ikut tertawa. "Ini takdir ya Baby."


"Ya, dan aku kini mengerti, kenapa Tuhan mengambil Kak Zein." Keysha menatap mata Sakha dengan dalam. "Tuhan menyiapkanmu sebagai jodohku sebagai obat dari rasa kehilangan itu."


Berbincang ringan seperti ini membuat hubungan antara Keysha dan Sakha semakin intim, Sakha pun suka sekali dengan cara Keysha yakni mengajaknya berbincang ringan sebelum mereka tidur.


Keesokan harinya, Sakha bangun terlebih dahulu. Sakha membuatkan kopi creamer karena Keysha begitu menyukai kopi. Sakha juga membuatkan sarapan untuk Keysha berupa sandwich dan cream soup.


Selesai membuat sarapan, Sakha membangunkan Keysha dengan perlahan sambil menciumi wajah Keysha.

__ADS_1


"Baby..."


Keysha terlihat tak terusik, Sakha pun kembali membangunkannya. "Baby, Sayang."


"Hem...."


"Sudah jam sembilan, Sayang. Ayo bangun." Kata Sakha membuat Keysha perlahan membuka matanya dan menggeliatkan tubuhnya.


"Kok gak bangunin aku sih Sayang?" Tanya Keysha dan Sakha bahagia hanya karena Keysha memanggilnya Sayang.


"Ini bangunin kamu."


"Tapi udah telat, aku harusnya buatin kamu sarapan."


Sakha mengusap lembut kepala Keysha, "Aku udah buatin kamu sarapan, ayo mandi dan sarapan bersamaku."


Keysha mengangguk, namun tak lama Keysha di buat tertawa saat Sakha mengangkat tubuhnya ala bridal. "Kha nanti jatuh.."


"Koq manggilnya Kha lagi, hem??"


Keysha semakin tertawa, "Sayang aku takut jatuh."


Sakha membawa Keysha ke dalam kamar mandi. "Ayo mandi, jangan sampai telat sarapan biar gak kena asam lambung."


Keysha mencium pipi Sakha. "Makasih perhatiannya."


Sakha menunggu Keysha di meja makan, Sakha terus saja mengulas senyum karena cintanya terbalaskan. Bahkan dulu Sakha tidak pernah berani membayangkan jika hidup menikah dan bahagia seperti ini, apa lagi dengan wanita yang di cintai oleh Kakaknya sendiri.


"Aku masak sendiri lho." Kata Sakha.


"Kamu pria tetapi bisa masak, hebat sekali."


"Dulu saat di Rusia, aku hidup dengan mandiri. Dari membersihkan rumah, mencuci pakaian, hingga memasak, aku bisa." Sakha tersenyum saat menceritakan masa lalunya.


Keysha menggenggam satu tangan Sakha. "Nanti aku yang mengurusmu."


Sakha melihat wajah cantik Keysha. "Terimakasih."


Siangnya Sakha mengantar Keysha pulang kerumah orang tuanya karena tidak mungkin Keysha bekerja karena sudah terlambat, apa lagi Keysha masih pegawai biasa. Sementara itu Sakha kembali ke perusahaannya untuk melihat pekerjaannya.


Ayesha menghampiri Keysha di kamarnya dan mengintrogasinya. "Semalam kamu tidak pulang."


"Kan apartement Sakha juga rumah tempatku pulang, Ay." Jawab Keysha sesantai mungkin.


"Ishh kamu bucin sekarang." Cibir Ayesha.


Keysha tertawa, "Jatuh cinta itu indah ya, Ay."


Ayesha yang kini duduk bersandar di atas tempat tidur Keysha pun ikut senang mendengar curahan hati saudari iparnya itu.


"Key, apa kau dan Sakha sudah...." ayesha menggantung kalimatnya.

__ADS_1


Namun Keysha segera mengangguk. "Karena itu semalam aku tidak pulang, Ay." Keysha menghela nafasnya sejenak. "Aku merasa nyaman di dekat Sakha, Sakha selalu lembut memperlakukanku, tidak mengaturku, dan sepertinya aku sudah mencintainya."


"Ya." Kata Ayesha, "Kamu memang harus mencintai suamimu, dan dukung suami mu dalah hal apapun, Key."


"Sepertimu yang selalu mendukung Kev?" Tanya Keysha dan mereka berdua tersenyum.


Sementara itu di Kha-Fashion. Sakha baru saja tiba dan berjalan masuk ke dalam ruangannya. Vivian yang melihatnya, tanpa rasa malu mengejar Sakha yang terlihat mengabaikannya.


"Kha, tunggu Kha." Kata Vivian lalu memaksa masuk ke dalam ruangan Sakha.


"Kha..."


"Apa kau tidak ada kerjaan? Atau pekerjaanmu kurang? Ku dengan dari Toni kau slalu wara wiri kesana kemari dan mengabaikan pekerjaanmu." Ketus sakha tanpa melihat ke arah Vivian.


"Aku bosan Kha, dan aku merindukanmu."


"Jika bosan, ajukan surat resign mu ke HRD." ucap Sakha dengan tegas.


"Aku punya saham disini."


"Sahammu disini tidak berarti kamu harus bekerja disini, duduk manis saja di rumah dan menunggu penghasilanmu setiap bulannya."


Vivian mengepalkan kedua tangannya. "Kha, berterimakasihlah pada orang tuaku dengan menikahiku."


Sakha berdiri dari duduknya dan menggebrak meja. "Berterimakasih dalam hal apa?"


"Setidaknya kamu mewarisi kekayaan Abimana."


Sakha tersenyum sinis, "Dulu kau tidak bisa mendapatkan Kak Zein dan sekarang merayuku, asal kau tau jika aku akan menyumbangkan seluruh harta Abimana ke yayasan amal dan tidak mengambilnya sedikitpun."


"Mana bisa seperti itu, Kha!!"


"Tentu saja bisa, aku pewarisnya dan aku bisa melakukan apapun pada warisanku termasuk menyumbangkannya."


"Jangan buat pengorbanan keluargaku sia sia Kha." Teriak Vivian.


"Memang apa yang keluargamu perbuat, pengorbanan seperti apa?"


Vivian bungkam, ia menghentakan kakinya dan akan melangkah keluar.


Sakha menghela nafas lalu memijat pangkal hidungnya.


"Tuan." Panggil Toni.


"Buat Vivian sibuk dengan pekerjaan, jika tidak dilakukan, segera beri SP dan pecat saja." Titah Sakha.


"Baik Tuan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuhh jarang jarang kan aku Crazy Up di waktu weekend.

__ADS_1


Senin aku tamatin ya Novel ini, please siapkan vote untukku ya.


__ADS_2