Jodoh Sama Mantan

Jodoh Sama Mantan
BAB 101


__ADS_3

Sementara itu, untuk menghormati keluarga Wiguna, Sakha memutasi Rama untuk pindah ke perusahaan cabangnya. Sakha tidak bisa menghakimi seseorang dan lebih memberikannya sebuah pilihan.


Sakha pun mendiskusikan hal ini pada Keysha, dan Keysha mendukungnya. Keysha sangat tak menyangka jika Sakha memiliki hati yang begitu baik dan tidak mau menghakimi seseorang dengan memberhentikannya dari pekerjaan.


Sakha memanggil Rama keruangannya untuk mengajaknya bicara. Rama pun tiba dengan perasan tidak enak, ia sempat membayangkan jika Sakha akan memecatnya atas kejadian yang menimpa Ayesha yang dilakulan oleh Ibunya Rama sendiri


"Bapak memanggil saya?" Tanya Rama dengan hormat.


"Duduklah." Kata Sakha dengan formal dan Rama pun duduk di hadapan Sakha.


Sakha menghela nafas sejenak. "Bagini Ram, saya berencana akan memutasimu ke kantor cabang di luar kota."


Rama hanya diam mendengarkan apa yang di katakan oleh pemilik perusahaan itu.


"Saya tidak akan memecatmu karena kinerjamu selama tiga bulan ini cukup bagus. Tetapi saya juga harus menghargai keluarga mertua saya dimana saudari ipar saya ternyata adalah mantan istrimu." Ucap Sakha lagi dan Rama masih terdiam.


"Saya harap kamu bersedia, sungguh bukan maksud saya untuk tidak adil padamu."


"Saya mengerti, Pak." Jawab Rama. "Saya juga bersyukur Bapak tidak memecat Saya, saya akan menerimanya Pak, terimakasih karena Bapak bersikap adil seperti ini, menurut saya ini sangat adil untuk saya."


Sakha menganggukan kepalanya. "Kamu akan mendapat fasilitas mess, jika kinerjamu terus baik, kamu akan mendapatkan promosi jabatan sebagai manager karena kamu juga memiliki pengalaman di bidang hal itu."


Rama tidak dapat berkata kata, sungguh pemilik Kha-Fashion dalah orang yang sangat baik hati hingga mau memberikan kesempatan kepada orang yang tidak tau diri seperti Rama.


Rama pun dengan lapang dada menerimanya karena ia sendiri memang ingin pergi dari kota ini namun tidak ingin kehilangan pekerjaan. Dengan kesempatan yang Sakha berikan, Rama menerima dan akan bersungguh sungguh bekerja dengan baik.


Rama mengusap wajahnya, kesempatan kedua dalam berkarir tidak akan ia sia sia kan lagi. Rama akan bersungguh sungguh dan mengabdikan hidupnya untuk Kha-Fashion.


Sebelum berangkat ke luar kota, Rama menemui Ratna yang di vonis 20 tahun penjara, jika melihat usianya sangat tidak mungkin Ratna bisa menikmati udara bebas di sisa usianya. Sudah sangat di pastikan jika Ratna akan menghabiskan sisa umurnya di dalam penjara.


"Ram, tolong Ibu. Ibu mau keluar." Ratna menghiba pada Rama.


"Rama bisa apa, Bu? Rama tidak bisa apa apa."


"Terus untuk apa kamu kesini? Ibu gak butuh di jenguk, ibu maunya di jemput pulang."


"Maaf, Bu. Rama kesini untuk berpamitan karena akan di mutasi kerja ke luar kota." Ucap Rama hati hati.


"Apa?" Pekik Ratna. "Kamu sudah dapat kerja?"


"Bu, maaf. Rama janji akan menjenguk ibu tiga bulan sekali." Ucap Rama tanpa menjawab pertanyaan Ratna.


Jam besuk pun sudah habis, Rama harus kembali pulang dan hal itu membuat Ratna histeris. "Rama.. Anak durhaka kamu, ninggalin Ibu di neraka ini. Awas Kamu Ram, Kamu dan Mira tidak akan bahagia begitu saja."

__ADS_1


Rama memejamkan matanya dan menghela nafasnya, bahkan penjarapun tidak bisa merubah watak asli Ratna.


**


Kenzo tengah mengajak Amanda jalan pagi mengitari taman di dekat rumahnya sambil mendorong Cheryl yang menggunakan sepeda roga tiga. Satu tangan Kenzo menggenggam tangan Amanda.


Semenjak resign dari pekerjaannya sebagai dokter gigi anak, Amanda menjadi lebih manja pada Kenzo. Lebih sering meminta perhatian pada Kenzo dan tidak suka di abaikan oleh Kenzo.


Kenzo sendiri tidak keberatan akan hal itu, Kenzo memberi banyak perhatian dan cinta pada Amanda. Membuat Amanda bahagia dan tidak pernah marah pada Kenzo.


"Pa, aku lapal." Kata Cheryl saat melihat tukang bubur ayam di dekat taman.


"Nanti kita makan di rumah saja, Sayang. Lebih higienis."


"ih. Kenapa sih Pa halus selalu makan di lumah? Dulu aku sama Mama suka makan di mana aja." Ucap Cheryl dengan cemberut.


"Ken, jangan seperti itu. Selama yang jualannya bersih kenapa tidak kita makan." Kata Amanda.


Kenzo tidak bisa berkata lagi jika dua kesayangannya sudah kompak. Kenzo pun mengikuti Cheryl dan Amanda yang ingin makan bubur gerobakan di pinggir taman.


"Enak kan, Pa?" Tanya Cheryl.


Kenzo hanya mengangguk. Amanda tersenyum melihat Kenzo yang tidak pernah berkata tidak pada pada dirinya dan juga putrinya.


Cheryl pun berlari dan di tangkap oleh Kevin. "Anak Daddy, pagi pagi sudah menghilang." Kata Kevin pada Cheryl.


"Tadi aku makan bubul di taman, Dad."


"Oh ya? Koq Daddy tidak di bawakan?"


"Daddy tidak bilang." Jawab Cheryl dengan random.


Audrey dan Kaisar tersenyum melihat hal itu, mereka masih tak menyangka jika rumah mereka akan seramai ini, belum lagi jika nanti Amanda juga sudah melahirkan dan tidak menutup kemungkinan juga Keysha akan segera hamil lalu melahirkan juga.


Menjelang makan siang, Keysha datang bersama Sakha karena mereka akan makan siang bersama di rumah keluarga Wiguna. Audrey menyambut kedatangan putrinya yang hanya pulang dan menginap satu minggu sekali itu.


"Key, apa belum ada tanda tanda?" Tanya Audrey dan Keysha tau kemana arah pertanyaan sang ibu.


"Aku gak tau, Ma. Bulan lalu telat tapi negatif. Taunya hanya telat datang bulan saja. Bulan ini gak mau terlalu banyak berharap." Jawab Key.


"Kamu jangan terlalu lelah bekerja. Biarkan pekerjaan Sakha yang mengurus." Nasihat Audrey.


"Tapi aku bosan kalau tidak mengerjakan apapun, Ma. Lagi pula aku suka dengan pekerjaanku."

__ADS_1


Audrey hanya menghela nafas, ia sangat tau jika Keysha begitu keras kepala.


"Kau bisa tinggal disni bersama Sakha, rumah ini besar, Key."


"Tapi aku lebih suka tinggal di penthouse, Ma. Lebih dekat ke kantor. Dan aku suka itu." Jawab Keysha.


"Bukan karena dekat kantor, Ma. Tapi Key ingin berduaan dengan Sakha tanpa gangguan tuh, Ma." Sahut Amanda.


"Ishh Kamu." Keysha tertawa.


Amanda memeberikan obat berupa vitamin pada Keysha.


"Apa ini?" Tanya Keysha sambil melihat botol obat berisikan tablet itu.


"Vitamin kesuburan. Kamu harus mempersiapkan rahim dan tubuhmu dalam kondisi sehat." Ucap Amanda.


"Hemm iparku baik sekali." Keysha memeluk Amanda yang duduk di sampingnya.


"Bagaimana kandunganmu?" Tanya Keysha.


"Baik, mereka lebih sering bergerak di dalam sini."


"Sudah usg jenis kellamiinnya?" Tanya Kysha penasaran.


"Prediksi dokter sih satu cowok dan satu cewek."


"Wahh sepasang." Seru Keysha. "Amanda, menurutmu, apa aku harus memeriksakan kondisi rahimku?"


"Tidak ada salahnya memeriksakan kondisi kesehatanmu dan Sakha, tapi menurutku jangan dijadikan beban, tunggu saja keajaiban dari Tuhan, kalian belum satu tahun menikah." Jawab amanda.


"Ya, betul apa kata Amanda." Sahut Audrey. "Berusahalah dulu secara alami, jika satu tahun masih belum ada tanda tanda, baru periksa."


"Dan rutin minum vitamin yang kuberikan, semoga tidak sampai satu tahun kau dan Sakha sudah memiliki anak, Key."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 Bab lagi menjelang Tamat.


Please bantu Vote nya ya teman teman. 🥲


Belum Up kalau belum ramai komentarnya ya gaesss..


Pas mau tamat, pas dapet cover eksklusif dari NT.. Bahagianya akuu 🥹🥹🥹

__ADS_1



__ADS_2