
Malam itu keluarga Wiguna menikmati makan malam bersama dengan suasana hangat. Kenzo tidak ingin memakan nasi agar terhindar dari rasa mual, Kenzo memakan mashed potato sebagai pengganti nasi dan hal itu berhasil.
"Papa makan itu sepelti anak bayi." Kata Cheryl sambil terkikik.
"Papa hanya bisa makan ini, Sayang." Balas Kenzo.
"Papamu sedang latihan jika nanti memiliki adik bayi dan sekarang mencoba makanannya." Sahut Keysha.
"Aku akan benar benar memblokir kartu kreditmu, Key." Ancam Kenzo dengan tatapan mata tajam.
Cheryl memegang kedua pipinya, "Papa akan memiliki bayi? Aku akan memiliki adik?"
"Ya semoga saja kamu segera memiliki adik, Cheryl. Jika tidak juga tidak apa apa, bukankah Mommy Ay juga akan memberi Cheryl empat bayi sekaligus?" Sahut Kaisar menengahi.
Cheryl mengangguk, "Ya, aku akan memiliki adik empat bayi." Balas Cheryl sambil menunjukan ke empat jarinya.
Keesokan harinya, Kenzo tidak bekerja karena tubuhnya masih merasa lemas, Kenzo hanya ingin merebahkan tubuhnya di kasur dan malas untuk beraktifitas. Begitupun Amanda, hari rabu ini Amanda libur dan tidak ada jam praktik.
Cheryl berangkat sekolah bersama Kevin yang sekalian akan mengantar Ayesha ke rumah orang tuanya, Amanda bersyukur begitu banyak yang memperhatikan Cheryl dalam hal apapun. Bahkan Amanda bisa melihat jika Kevin dan Ayesha juga menyayangi Cheryl seperti anaknya sendiri meski mereka akan memiliki anak mereka sendiri.
Amanda turun untuk membaca buku di taman belakang dan membiarkan Kenzo untuk beristirahat di kamar.
"Amanda." Panggil Audrey saat Amanda turun dari tangga rumah.
"Iya, Ma..."
"Apa Kenzo baik baik saja?"
"Ken sedang tidur, Ma. Aku ingin menghirup udara segar di taman belakang." Balas Amanda.
__ADS_1
"Ayo Mama temani, Mama juga ingin meminum teh herbal di sana." Kata Audrey lalu menggandeng lengan Amanda menuju taman belakang.
Amanda mengikutinya, di perlakukan hangat seperti itu membuat Amanda merasa terharu karena ini adalah impiannya, memiliki dan merasakan kasih sayang seorang ibu.
Amanda tidak jadi membaca buku dan lebih memilih berbincang ringan dengan Audrey. Audrey bahkan menjadi pendengar yang baik saat Amanda menceritakan kisah hidupnya di panti sampai mendapatkan bea siswa kedokteran di london hingga melahirkan dan membesarkan Cheryl.
Audrey bisa melihat Amanda yang begitu merindukan kasih sayang dan kehangatan dari sebuah keluarga, bahkan Audrey tidak menyangka jika Amanda tidak pernah menyesali adanya Cheryl di kehidupannya meski saat itu Amanda tidak tau pria mana yang menodainya, Amanda tetap menganggap jika Cheryl adalah anugrah dari Tuhan dan menerimanya di kehidupannya tanpa terbesit ingin mengugurkannya.
Amanda tidak menyangka jika berbicara dengan Audrey begitu membuatnya nyaman, Audrey sosok wanita yang benar benar mempunyai sifat keibuan, mengayomi bahkan slalu berlaku adil kepada anak dan menantunya. Meskipun Kenzo adalah putranya dan Amanda adalah menantunya, tak membuat Audrey membela Kenzo jika Kenzo memang benar salah.
Tanpa sadar Amanda mengusap perutnya sendiri dan hal itu terlihat oleh Audrey. Audrey ingin menanyakannya namun ia takut membuat Amanda tidak nyaman. Audrey pun mengajak bicara Amanda perihal pernikahannya dengan Kenzo dan soal resepsi pernikahan yang hingga kini belum di gelar karena Amanda menolaknya dengan alasan malu karena pernikahan ini terjadi karena insiden meski keluarga Wiguna sudah menutupinya dan merekayasanya.
"Amanda, begini Nak. Karena kamu menolak resepsi yang akan kami buat untuk pernikahanmu dan Kenzo, Mama dan Papa berencana akan membuatkanmu klinik dokter gigi sebagai hadiah pernikahan dari kami." Kata Audrey hati hati.
Amanda diam mendengarkan hingga mertuanya selesai berbicara.
"Ma.. Terimakasih karena Mama dan Papa begitu perhatian padaku. Tapi aku belum kepikiran untuk memiliki klinik sendiri dalam waktu dekat karena suatu hal."
Audrey menggenggam tangan Amanda dan berkata, "Ada apa? Apa ada yang ingin kau katakan pada Mama, Amanda?"
Amanda menggigit bibir bawahnya, dalam pikirannya, haruskah ia mengatakannya pada sang Mama mertua.
"Jika kamu mempercayai Mama, Mama bisa menjaga rahasiamu, katakan pada Mama." Kata Audrey lagi.
"Ma..." Amanda menjeda kalimatnya sejenak. "Sebenarnya aku sedang mengandung kembali adiknya Cheryl, anak Kenzo." Kata Amanda pada akhirnya.
Audrey tersenyum, Audrey merasa lega karena ternyata hubungan Kenzo dan Amanda berjalan semestinya layaknya suami istri.
"Ken tidak mengetahui hal ini?" Tanya Audrey yang di angguki oleh Amanda.
__ADS_1
"Sebenarnya, Ken bukan sakit, Ma. Ken sedang mengalami kehamilan simpatik dimana aku yang hamil dan Ken yang mengalami masa ngidam dan mualnya." Amanda menghela nafas sejenak, "Aku baru mengetahui hal ini kemarin, menurut Mama aku harus bagaimana?"
Audrey menepuk nepuk pelan punggung tangan Amanda. "Biarkan saja Ken menjalani hukumannya dulu. Mungkin ini karma untuknya." Ucap Audrey sedikit tertawa. "Mama akan membantumu merahasiakan ini."
Amanda tersenyum, tidak menyangka jika Audrey mendukungnya.
"Kapan kamu berencana memberitahunya?" Tanya Audrey.
"Aku belum tau, Ma. Bisa cepat bisa juga nanti." Jawab Amanda.
"Amanda..." Panggil Audrey dan Amanda menatap wajah mertuanya itu.
"Apa kau sudah mencintai Ken?" Tanya Audrey hati hati.
Amanda tersenyum tipis, "Aku bingung, Ma." Jawab Amanda. "Aku merasa nyaman berada di dekat Ken. Aku juga merasa bahagia mendapatkan keluarga yang baik dan begitu hangat juga sangat menerimaku dan juga menyayangi Cheryl." Ungkap Amanda. "Jika di bilang mencintai, mungkin aku sudah mencintai Ken saat aku menyerahkan tubuhku kembali pada Ken, hanya saja aku masih menepisnya karena suatu hal yang aku sendiri pun tidak mengerti, Ma." Jelas Amanda.
Audrey mengangguk, "Mama mengerti hal itu. Itu adalah rasa marah karena Ken pernah mencampakanmu meski Ken sendiri tidak berniat seperti itu. Benar?"
"Ya, mungkin Mama benar." Balas Amanda. "Sebenarnya aku sudah menyukai Ken sebelum tau jika Ken adalah Ayah kandung Cheryl, melihat Ken yang menyelamatkan Cheryl dan begitu perhatian sebelum tau jika Cheryl adalah putrinya, membuatku begitu terharu, hanya saja rasa suka itu menjadi rasa benci karena menganggap Ken pria tidak bertanggung jawab." Kata Amanda lagi.
Tanpa Amanda dan Audrey sadari, Kenzo mendengar semuanya, Kenzo yang terbangun dari tidurnya dan begitu haus lalu turun ke dapur untuk mengambil air, terpancing untuk mendengarkan obrolan antara Mama dan istrinya itu. Kenzo tersenyum, tidak menyangka jika ia akan secepat ini mendapatkan anak kembali, Kenzo juga merasa bahagia karena mendengar jika Amanda sudah mencintainya meski Amanda tidak mengatakannya secara langsung.
Kenzo segera kembali ke kamar dan pura pura tidak mengetahui soal apapun, Kenzo akan semakin berusaha mengobati sisa luka hati Amanda dengan memberikan Amanda banyak cinta hingga Amanda melupakan sakit hatinya pada Kenzo di masa lalu. Kenzo pun rela mengalami rasa mual dan lemas di masa kehamilan simpatik ini asalkan Amanda dan calon bayinya sehat.
Tidak berselang lama, Amanda pun kembali ke kamar dan melihat Kenzo tengah duduk di sofa sambil menonton televisi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini mau 1 Bab atau 2 Bab?
__ADS_1
Komentar ramai, kita lanjut 1 Bab lagi ya teman teman 😁