
Seminggu berlalu, Cheryl yang sudah terbiasa dengan kehadiran Kenzo slalu saja bertanya pada Amanda kemana Kenzo. Amanda hanya mengatakan jika Kenzo sedang bekerja ke luar negri. Namun hal itu membuat Cheryl semakin penasaran karena Kenzo bahkan tidak menghubunginya sama sekali.
"Ma, nanti kalau Papa pulang, Aku mau lihatin gambal ini ke Papa." Kata Cheryl menunjukan gambar sebuah keluarga dimana ada seorang ayah, ibu dan juga dirinya.
Amanda hanya diam dan menanggapi dengan senyuman tipis, sebisa mungkin jika Cheryl menanyakan soal Kenzo, Amanda slalu mengalihkannya.
"Ma, kata bu gulu, akhil pekan depan ada hali ayah, aku pentas dan katanya ayahnya nanti lihatin aku, Ma. Papa datang gak ya Ma?"
Amanda menghela nafasnya, "Cheryl, Uncle Ken itu bukan Papa Cheryl, kembali panggil Uncle saja ya. Dan karna Uncle Ken bukan Papa Cheryl, jadi Uncle tidak akan datang di hari Ayah nanti." Kata Amanda memberi penjelasan.
Cherlyl menggeleng gelengkan kepalanya, "Papa Ken itu Papaku, Ma." Ujar Cheryl dengan hidung yang mulai memerah.
Amanda memegang kedua bahu Cheryl mencoba memberinya sebuah pengertian. "Cheryl dengarkan Mama, Uncle Ken bukan Papa Cheryl. Uncle Ken hanya orang lain yang menolong Cheryl."
Cheryl akhirnya menangis mendengar kata kata Amanda. "Mama jahat, Papa Ken itu Papaku." Kata Cheryl dengan keras kepala.
"Cheryl, sebelum Uncle Ken ada, Cheryl tidak seperti ini. Uncle Ken hanya orang lain, Cheryl harus mengerti itu." Amanda pun menangis karena sulit sekali memberi pengertian pada Putrinya itu.
Cheryl melepaskan tangan Amanda yang berada di bahunya, "Mama jahat." Cheryl berlari menuju kamarnya dan menangis.
Sementara itu, Kenzo menyibukan dirinya sendiri dalam pekerjaan. Kenzo tetap membayar pengasuh untuk menjaga Chery. Kenzo juga tetap memantau Cheryl, dan bahkan jika Kenzo merindukan Cheryl, Kenzo akan datang ke sekolah dan melihatnya hanya dari jauh saja.
Kenzo memijat pelipisnya, sudah tiga hari ini ia sibuk dan belum bisa melihat Cheryl kembali. Kenzo mengernyit heran saat melihat gps yang terpasang di sepatu Cheryl tidak memperlihatkan adanya pergerakan selama berhari hari. Dalam pikirannya apa mungkin Cheryl membeli sepatu baru hingga tak memakai semua sepatunya yang sudah terpasang gps.
Kenzo pun mencoba menghubungi pengasuh Cheryl, namun sayang nomernya sudah tidak aktif. Kenzo segera menyuruh mata mata untuk mencari informasi, Kenzo takut terjadi sesuatu pada Cheryl dan penculikan dulu terjadi lagi.
Amanda tengah panik karena sudah tiga hari ini Cheryl mengalami demam tinggi. Meski sudah diberi obat penurun panas, namun turunnya hanya sesaat kemudian demam tinggi lagi. Amanda segera membawa Cheryl ke rumah sakit tempatnya bekerja. Sebagai seorang dokter. Ia tau jika Cheryl harus mendapatkan pertolongan medis yang lain.
Cheryl mendapatkan pertolongan dengan segera. Hasil tes darah membuktikan jika Cheryl positif typhus dan harus di rawat di rumah sakit.
"Pa.. Papaaa." Cheryl selalu saja mengigau memanggil Kenzo.
"Cheryl, ada Mama, Sayang." Amanda menangis, begitu besarnya peran Kenzo di hidup Cheryl. Amanda bingung apa yang harus di lakukannya, haruskah Amanda menyerah kemudian membiarkan Kenzo dekat kembali dengan Cheryl?
Meski Cheryl sedang sakit, Amanda tetap harus bekerja di poli gigi anak dan Cheryl akan di jaga oleh Imah, pengasuhnya.
__ADS_1
Amanda tetap menjalankan tugasnya dengan baik, selesai praktik di poli, Amanda kembali ke ruang perawatan Cheryl. Namun karena berjalan sambil melamun, membuat Amanda menabrak seseorang.
Bughh..
"Maaf." Ucap Amanda sambil memegang bahunya.
"Anda tidak apa apa, dok?" Tanya seorang wanita yang masih cantik di usia nya yang tidak lagi muda.
"Tidak apa apa Nyonya. Maaf saya tidak sengaja." Jawab Amanda.
"Mama..." Suara panggilan itu membuat Amanda dan wanita itu menoleh ke arah sumber suara.
"Lho, Amanda..." Ternyata Ayesha yang datang bersama Audrey karena sedang menghadiri galang amal di rumah sakit khusus anak anak ini.
Amanda hanya tersenyum. "Aku duluan ya Ayesha."
"Amanda, apa kau ada praktik di poli?" Tanya Ayesha.
Amanda menggelengkan kepalanya. "Aku baru saja selesai dan bersiap akan pulang."
"Dokter Amanda, putri anda mengalami kejang." Kata seorang suster yang datang berlari menghampiri Amanda.
"Panggil dokter Vino." Kata Amanda pada suster itu kemudian Amanda melihat ke arah Ayesha. "Maaf Ayesha, aku duluan." Amanda segera meninggalkan Ayesha yang sedang bersama Audrey.
"Kamu mengenalnya, Ay?" Tanya Audrey.
"Ma, maaf aku harus mengikuti Amanda." Kata Ayesha dan Audrey pun mengangguk juga ikut mengikuti Ayesha.
Dilihatnya Amanda yang masuk ke dalam ruang perawatan dan dilihatnya juga dokter yang sedang memberi tindakan pada Cheryl yang sedang kejang.
"Ya Tuhan." Kata Ayesha.
Ayesha membantu menenangkan Amanda yang terlihat menangis. Hingga Cheryl kembali tenang dan kini kembali tertidur.
"Sejak kapan Cheryl sakit?" Tanya Amanda.
__ADS_1
"Tiga hari yang lalu demam, dan baru semalam aku membawanya kesini setelah demamnya tidak kunjung turun." Jawab Amanda.
Audrey menatap wajah Cheryl yang tampak tidak asing olehnya, dan hal itu terlihat oleh Ayesha.
"Kenzo harus tau." Kata Ayesha pada Amanda.
Amanda menggelengkan kepalanya. "Jangan beri tahu Ken. Kami tidak ada hubungan apa apa dengan Ken."
Ayesha menggigit bibirnya sendiri. Ingin rasanya ia mengatakan tentang kebenaran jika Kenzo adalah Ayah biologis Cheryl, namun Ayesha tidak memiliki hak karna yang harus mengatakan hal ini adalah Kenzo sendiri. Ayesha juga takut mengatakannya karena di ruangan ini ada Audrey juga.
Setelah di rasa tenang, akhirnya Ayesha memilih pulang karena dilihatnya sang mama mertua yang terlihat lelah.
Namun Audrey bukan lelah, melainkan ia memendam sesuatu yang ia rasa semua adalah benar. Ayesha mengantar Audrey hingga ke kamarnya, namun saat Ayesha akan meninggalkannya, Audrey memanggilnya.
"Ay.."
"Iya, Ma.."
"Apa anak kecil tadi itu Putrinya Kenzo?" Tanya Audrey yang membuat Ayesha diam seribu bahasa.
"Wajahnya mirip dengan Keysha, tetapi matanya, itu mata Kenzo. Mama yakin itu mata Kenzo. Apa Kenzo diam diam menghamili wanita lain dan tidak bertanggung jawab, Ay?" Tanya Audrey.
"Ma..."
"Ceritakan pada Mama, Ay. Apa yang Mama tidak tau? Apa putra Mama menyakiti wanita lain, Ay?"
"Tidak seperti itu, Ma."
Ayesha menenangkan Audrey dan segera menghubungi Kenzo dan Kevin untuk segera pulang ke rumah. Karena Ayesha tidak ingin Audrey tau dari dirinya. Biarlah Kenzo yang menjelaskan semuanya pada Mama nya. Ayesha menenangkan Audrey tanpa menceritakannya. Ayesha hanya mengatakan pada Audrey jika Kenzo lah yang nanti akan mengatakan semuanya.
Kenzo dan Kevin datang bersamaan, Ayesha yang sudsh menunggunya di teras rumah pun segera memberitahu apa yang terjadi. Dari Cheryl yang di rawat di rumah sakit hingga Audrey yang mencurigai jika Cheryl adalah anak Kenzo.
Kenzo menghela nafas, kali ini ia harus membuka semuanya di depan keluarganya kemudian mengakuinya pada Amanda. Kenzo tidak bisa lagi menjadi seorang pengecut dan harus berani mengatakan semua kebenarannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏