
Alissa duduk bersantai mengerjakan tugasnya sambil menatap Bryan yang sedang bermain dengan Mirna. Kini usia Bryan sudah menginjak tujuh bulan, jadi dia sudah bisa merangkak. Sehingga membuat Mirna semakin senang bermain dengan cucunya itu. Di tambah lagi dengan kelakuan Bryan yang selalu mengoceh tidak jelas, membuat tawa Mirna selalu lepas melihat tingkah lucu cucunya itu. Alissa juga sudah mulai masuk kuliah dengan teratur, dan sebentar lagi akan lulus.
"Sayang!" teriak Axelle berlari ke arah Alissa lalu memeluk istrinya itu sambil tersenyum bahagia.
Bahkan dia memciumi seluruh wajah Alissa tanpa memperdulikan sang mama yang sedang memperhatikannya. Tentu saja hal itu membuat Alissa tidak nyaman, dia merasa malu di lihat mama mertuanya itu.
"Sayang! ada mama lho," ucap Alissa mendorong tubuh suaminya itu.
"Eh! ada mama," ucap Axelle cengengesan lalu menatap ke arah Mirna yang sedang menatapnya.
"Ada apa? kenapa kakak sepertinya sangat senang," ucap Alissa menatap suaminya itu.
"Aku sangat senang, Sayang! akhirnya perusahaan kita bisa maju pesat. Bahkan dalam satu tahun perusahaan kita sudah mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Aku tidak menyangka jika aku bisa sesukses ini dalam waktu satu tahun," ucap Axelle kembali memeluk istrinya itu sambil menangis haru.
Dia tidak menyangka jika usahanya selama ini tidak sia-sia. Dia akhirnya bisa sukses dengan begitu cepat. Memang setelah menikah rezekinya terus mengalir dengan deras, begitu juga dengan semangatnya. Dia akhirnya bisa mengejutkan keinginannya untuk membuka perusahaan otomotif.
Bahkan dalam satu tahun, perusahaannya langsung naik daun. Awalnya dia hanya membangun bengkel dari uang pemberiannya Askara. Namun, lama kelamaan bengkelnya berkembang pesat. Bahkan Kini menjadi perusahaan otomotif yang hampir menandingi perusahaan papanya.
"Alhamdulillah! kakak memang hebat," ucap Alissa membalas pelukan suaminya itu sambil menangis bahagia.
Mendengar kesuksesan putranya, Mirna hanya bisa diam sambil menitikkan air matanya. Putra yang dulu selalu dia rendahkan kini menjadi pria sukses di usianya yang masih sangat muda. Bahkan dia bisa sukses dengan usahanya sendiri. Walaupun Askara yang telah memberikan modal awal untuk Axelle. Akan tetapi sesuai dengan janji Axelle, Dia akan mengembalikan uang itu saat dia sudah sukses nantinya.
Benar saja, setelah dia menjalankan bengelnya dalam waktu enam bulan, dia telah bisa mengembalikan uang yang di berikan Askara. Memang Axelle tidak memakai semua uang itu, dia lebih memilih untuk mengunakan uang tabungannya. Sehingga dia hanya mengembalikan uang yang dia pakai saja.
"Selamat ya, Nak! kau memang pria hebat. Kau pantas untuk mendapatkan semua ini," ucap Mirna menatap putranya itu dengan tatapan penuh kebangaan.
__ADS_1
"Terima kasih, Ma! ini juga berkat doa mama," ucap Axelle tersenyum lalu memeluk mamanya itu.
"Bryan putra Deddy! mereka begitu tega membiarkanmu bermain sendiri," ucap Askara langsung membawa Bryan kedalam gendongannya.
Mendengar ucapan Askara, Mirna langsung sadar jika dia telah melupakan cucunya itu. Karena terlalu bahagia dia sampai melupakan cucunya sendiri.
"Maafkan oma, Sayang! Oma telah melupakanmu," ucap Mirna menghampiri cucunya itu.
"Selamat atas kesuksesanmu, Nak!" ucap Nando memeluk Axelle.
"Terima kasih, Pa! ini juga karena dukungan kalian semua," ucap Axelle membalas pelukan Nando.
"Karena kau sudah sukses! papa punya hadiah untukmu," ucap Nando merogoh saku celananya.
"Bulan madu?" tanya Alissa menatap Bryan yang ada di gendongan Askara.
"Kalian tidak perlu khawatir! Bryan akan aman bersamaku. Aku dan mama akan merawatnya saat kalian bulan madu," ucap Askara tersenyum sambil mencium wajah gembul Bryan.
"Asalkan pulang nanti kalian membawa kabar bahagia," ucap Askara tersenyum nakal lalu membawa Bryan menuju kamarnya.
...----------------...
Akhirnya bulan madu Axelle dan Alissa telah tiba. Nando menyiapkan semuanya dengan begitu baik. Dia telah menyuruh orang untuk menciptakan suasana yang begitu romantis saat Axelle dan Alissa melangsungkan bulan madu. Mulai dari kamar yang begitu indah yang mengarah ke pantai, sehingga mereka bisa menyaksikan keindahan pantai dan juga pemandangan matahari terbenam.
Bahkan Nando juga menyiapkan dinner romantis agar Axelle dan Alissa bisa menikmati suasana bulan madunya yang begitu indah. Alissa dan Axelle yang melihat setiap kejutan yang mereka temui dengan perasaan bahagia. Walaupun mereka harus meninggalkan Bryan, tetapi Askara selalu mengirimkan foto ataupun video kegiatan Bryan kepada mereka. Sehingga mereka tidak perlu khawatir akan keadaan Bryan. Karena Askara telah merawat Bryan dengan sangat baik.
__ADS_1
"Sayang! aku tidak pernah membayangkan jika akhirnya kisah kita akan berakhir bahagia. Setelah semua kisah yang kita lewati, aku jadi percaya jika setiap masalah itu pasti ada hikmahnya," ucap Axelle sambil menatap ke arah matahari yang mulai terbenam.
"Kakak benar! setiap ujian yang datang menghampiri kita akan membuat kita semakin kuat. Memang setiap takdir itu ada tujuannya masing-masing. Allah telah membuat takdir kita yang menyedihkan di awal, tetapi dia telah menyiapkan kebahagiaan di akhir cerita kita. Intinya kita tidak boleh mengeluh dengan setiap takdir yang di berikan kepada kita. Kita cukup jalani dan belajar dari takdir itu, agar kita semakin kuat untuk menerima takdir berikutnya. Karena ketetapan Allah itu yang paling tepat untuk kita," ucap Alissa tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Kau benar, Sayang! aku merasa sangat beruntung karena Allah telah memberikan wanita seperti dirimu untuk menjadi pendampingku,"
"Aku juga merasa sangat beruntung karena memiliki suami seperti kakak!" ucap Alissa tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan penuh kebangaan.
Setiap manusia memang telah di ciptakan untuk berpasang-pasangan. Hanya kita saja yang menentukan bagaimana kisah kita dengan pasangan kita masing-masing. Jika kita ingin bahagia, maka hargailah perasaan pasangan kita. Karena setiap hubungan tidak akan bisa berakhir bahagia jika kita hanya ingin menang sendiri.
Berusaha mengintropeksi diri dan belajar dari kesalahan masa lalu, adalah kunci dari kesuksesan dan juga kebahagiaan dari setiap hubungan. Hargailah pasangan kita, dan tegurlah dia dengan kelembutan jika dia melakukan kesalahan. Jangan biarkan emosi dan juga keegoisan menguasai dirimu. Sehingga membuat hubunganmu dengan pasanganmu semakin memburuk, dan akan berdampak buruk dengan keadaan rumahmu.
Karena rumah adalah tempat untuk pulang, tempat untuk melepaskan semua kelelahan saat beraktivitas di luar. Jadi jadikanlah rumahmu seperti surga, agar keluargamu bisa bahagia saat berada di dalamnya. Jangan jadikan rumahmu seperti neraka, karena akan hanya menciptakan dampak buruk kepada setiap penghuninya.
Tamat.....
Hai semua 👋👋👋
Terimakasih telah mengikuti kisah Axelle dan Alissa sampai saat ini ya. Semoga kalian merasa senang. Jika ada kesalahan dalam ucapan author minta maaf sebesar-besarnya.
Kalian bisa mengambil hikmah atas setiap ketikan jari author, tapi yang baiknya saja. Sekali lagi Author ucapan banyak Terima kasih atas dukungan kalian semua😘😘😘
Untuk kisah Deddy Askara akan di buat kisahnya sendiri ya. Penasaran 'kan seperti apa jodoh Deddy Askara nantinya? Tapi sabar dulu ya🙈🙈.
Terima kasih banyak semuanya. Jangan lupa ikuti kisah yang lainnya juga👋👋👋.
__ADS_1