Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 37


__ADS_3

Seperti biasa Ayah akan narik ojek sampai larut malam. Terlebih lagi hari ini dia hanya mendapatkan penumpang yang sedikit. Jadi dia tidak akan berani pulang jika hanya membawa uang sedikit. Namun, saat berkeliling untuk mencari penumpang. Ayah tidak sengaja bertemu dengan segerombolan brandal yang sedang nongkrong di jalanan sepi.


Geng motor Drak, adalah geng motor yang suka membuat onar di tepi jalan. Bahkan mereka sering menganggu para pengguna jalan dengan memalak dan juga mencuri barang mereka. Melihat Ayah yang mengendarai sepeda motornya seorang diri, mereka langsung menjadikan Ayah sebagia mangsa mereka. Mereka tidak perduli melihat usia Ayah yang jauh lebih tua dari mereka.


"Hai! mau ke mana kau?" tanya salah satu dari mereka menghentikan sepeda motor Ayah.


"Maaf, Nak! saya hanya mau lewat," ucap Ayah sopan.


"Jika mau lewat, bayar dulu. Berikan semua yang yang ada di tasmu,"


"Maaf, Nak! saya tidak punya uang. Saya baru dapat penumpang sedikit hari ini. Saya harus membawa uang untuk istri saya, Nak. Mohon kasihani saya ya,"


"Alah! jangan jual nasibmu di sini. Karena itu tidak ada artinya untuk kami. Berikan uangmu atau kau tidak akan bisa pergi dari sini," ucap mereka tanpa belas kasihan sedikitpun.


"Lama banget sih lo! tinggal rampas saja," ucap ketua geng motor itu langsung merampas tas Ayah.


"Nak! jangan, Nak," ucap Ayah penuh permohonan.


"Woi! berhenti," ucap Axelle menatap tajam para brandal itu.


"Wah! yang di cari-cari akhirnya datang juga," ucap ketua geng motor itu menatap Axelle sambil tersenyum sinis.


Ketua geng motor itu adalah salah satu lawan Axelle saat balapan liar. Melihat Axelle mengalahkannya membuat ketua geng motor itu tidak terima. Dia selalu mencari kesempatan untuk membalaskan kekalahannya. Hingga akhirnya Axelle datang sendiri kepadanya.

__ADS_1


Melihat Axelle datang Ayah langsung berlari mendekatinya untuk meminta pertolongan. Ayah dapat melihat jika Axelle adalah orang baik yang bisa menolongnya dari para brandal itu. Melihat wajah Ayah yang pucat ketakutan Axelle langsung menatal para brandal itu dengan geram.


Memang dia juga brandal yang suka bikin keributan. Akan tetapi dia tidak pernah merugikan orang, apa lagi sampai mengambil hak orang lain seperti para geng motor itu lakukan. Bahkan dia sangat benci kepada orang yang suka berbuat semena-mena kepada orang lain.


"Dasa banci! beraninya cuman orang lemah," ucap Axelle tersenyum sinis sambil menatap remeh ketua geng motor itu.


"Bangsat lo!" ucap ketua geng motor itu penuh amarah lalu berlari ke arah Axelle.


Dia langsung menyerang Axelle dengan membabi buta. Axelle yang ahli bela diri mencoba untuk mengelak dan membalasnya. Bahkan Axelle beberapa kali berhasil melayangkan tinjunya. Melihat ketua mereka yang kewalahan menghadapi Axelle, para brandal itu langsung mengeroyok Axelle. Hingga pertarungan tidak seimbang itu akhirnya terjadi.


Awalnya Axelle bisa menghadapi mereka dengan mudah. Namun, melihat lawannya begitu banyak dan dia hanya seorang diri, akhirnya Axelle menjadi kehabisan tenaga. Namun, dia terus berusaha untuk mempertahankan diri.


Bugh...


Melihat Axelle yang telah di hajar oleh para brandal itu hingga babak belur, Ayah langsung berteriak meminta pertolongan. Kebetulan Dirga dan teman-temannya melintas disana dan melihat Axelle yang sudah babak belur. Dengan cepat mereka menghentikan motor mereka dan menolong Axelle.


"Woii! sialan. Habis lo," teriak Birma menghajar para brandal itu bersama Pran dan Dirga.


Walaupun jumlah mereka masih kalah jauh, tapi Birma dan lainnya tidak ada rasa gentar sama sekali. Mereka menghajar para brandal itu secara habis-habisan. Tentu saja mereka tidak terima sahabat mereka di kroyok secara tidak adil seperti itu. Melihat Axelle yang sudah tergeletak di tanah, Ayah langsung berlari untuk menolongnya dan menjauhkannya dari mereka.


Hingga akhirnya Ayah melihat beberapa warga yang melintas di sana, dengan cepat Ayah meminta pertolongan agar perkelahian itu cepat di hentikan. Melihat para warga yang datang para brandal itu langsung memilih untuk melarikan diri. Memang warga sudah sangat merasa resah dengan kelakukan mereka. Bahkan sudah sangat banyak warga yang telah menjadi korban kejahatan mereka.


"Awas lo! masalah kita belum selesai," ucap ketua geng motor itu menatap Dirga, Birma dan Pran tajam.

__ADS_1


"Lo pikir kami takut sama lo. Lihat saja, lo akan menyesal kerana telah berani menyakiti sahabat kami," ucap Pran menantang ketua geng motor itu.


"Lo gak papa, Xel?" tanya Birma mendekati Axelle.


"Gue gak papa kok! gue mau pulang," ucap Axelle memegang kepalanya yang terasa sempoyongan.


"Lo jangan pulang sendiri. Biar kami yang mengantar lo," ucap Pran mencoba membantu Axelle.


"Den! Terima kasih ya. Karena aden telah mau menolong bapak. Aden tidak apa-apa 'kan?" tanya Ayah menghawatirkan keadaan Axelle.


"Bapak tidak perlu kawatir seperti itu. Luka ini hanya luka kecil, jadi aku tidak akan apa-apa. Lebih baik bapak pulang saja. Jangan lagi keluar malam-malam seperti ini. Karena di malam hari seperti ini para brandal itu suka keluyuran mencari korban," ucap Axelle santai.


"Sudah! ayo antar aku pulang. Alissa pasti sudah menungguku," ucap Axelle naik ke atas motor Birma.


"Alissa!" gumam Ayah mendengar Axelle menyebut nama Alissa.


"Alissa putriku!"


Bersambung....


rekomendasi karya teman👇


__ADS_1


__ADS_2