Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 69


__ADS_3

Axelle dan Alissa makan di kantin bersama para sahabat mereka. Akan tetapi Axelle lebih memilih untuk mengumbar keromantisannya dengan menyuapi Alissa dengan begitu mesranya. Seakan kantin itu adalah milik mereka berdua, sedangkan yang lainnya hanya patung banginya.


Melihat kelakuan Axelle, ketiga sahabatnya itu hanya bisa menatapnya kesal. Jujur saja sebagai jomblo mereka merasa sedang di kacangin oleh Axelle. Beda dengan Mika, yang hanya bisa memanyunkan bibirnya kesal melihat Birma yang tidak peka. Sangat berbeda dengan Axelle yang selalu bersikap romantis kepada Alissa, Birma malah selalu mengacuhkannya dan menganggapnya seperti patung bergerak.


"Apa kalian tidak puas bermesraan di rumah? sampai-sampai di kantin juga harus mengumbar kemesraan," ucap Pran ketus.


"Iri! bilang bos," ucap Axelle terkekeh kecil tanpa merasa dosa sedikitpun.


"Sayang! kau tidak boleh seperti itu," ucap Alissa menatap kesal Axelle.


"He.. he.., maaf, Sayang," ucap Axelle terkekeh kecil lalu kembali menyantap makanannya.


Melihat kelakuan suaminya itu, Alissa hanya bisa mengeleng kecil. Kelakuan suaminya itu memang selalu membuatnya ingin menjewer telinganya. Namun, tiba-tiba dia melihat ponselnya yang berbunyi. Alissa langsung mengerutkan keningnya binggung ketika melihat nomor yang tidak di kenal mengirimkan sebuah video kepadanya. Tidak mau berpikir panjang, Alissa langsung membuka pesan itu dan melihat vidio yang di kirimkan orang yang tidak di kenal itu.


Brak!


Tubuh Alissa langsung terasa lemas, air matanya bercucuran deras. Bahkan tangannya bergetar dengan sangat hebat, sehingga ponsel yang dia pegang langsung terjatuh ke lantai. Melihat itu, Axelle langsung menatap Alissa dengan penuh kebingungan. Bukan hanya Axelle, Birma dan yang lainnya juga langsung menghentikan makan mereka dan berdiri mendekati Alissa.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Axelle langsung memeluk Alissa.

__ADS_1


Pran dengan cepat mengambil ponsel Alissa dan melihat apa penyebab Alissa bisa tiba-tiba seperti itu. Dia membuka ponsel Alissa dan melihat vidio seorang pria paru baya yang sedang di pukuli oleh sekelompok pria. Tubuh pria tua itu nampak sangat lemah, bahkan darah segar keluaran dari beberapa bagian tubuhnya. Wajahnya nampak babak belur karena pukulan yang di berikan sekelompok pria itu.


Bahkan di bawah vidio itu tertulis dengan jelas. "Datanglah kepadaku! serahkan tubuhmu maka, Ayahmu akan bebas. Jika tidak setelah Ayahmu, suamimu akan mendapatkan hal yang sama,"


"Ayah!" teriak Alissa menangis histeris memeluk Alissa.


Hati putri mana yang tidak hancur ketika melihat Ayah-nya di perlakukan seperti binatang. Bahkan seekor binatang pun tidak pantas di perlakukan seperti itu. Memang dia sangat membenci Ayah, tatapi tidak bisa di pungkiri hatinya juga sangat hancur setelah mengetahui Ayah-nya di siksa seperti itu.


"Ada apa, Sayang?" tanya Axelle kebingungan sambil berusaha memeluk Alissa.


"Xel! coba kau lihat ini," ucap Pran memberikan ponsel Alissa kepada Axelle.


"Ayo kita pulang," ucap Axelle langsung membawa Alissa kedalam gendongannya.


Dia berjalan keluar dari kampus sambil menggendong Alissa. Wajahnya terlihat sangat menyeramkan dan di penuhi dengan amarah. Melihat raut wajah Axelle yang sangat menyeramkan semua orang yang mereka lewati hanya diam tidak berkutik. Bukan hanya mahasiswa/i, akan tetapi para dosen juga tidak berani menegur Axelle.


Namun, terlihat seorang wanita yang malah tersenyum sinis melihat keadaan Axelle. Melihat Axelle yang sedang sangat marah dan Alissa yang seperti orang ketakuan di dalam gendongannya, Indah dapat menebak jika Axelle dan Alissa sedang mendapat masalah. Tentu saja dia merasa sangat senang melihat itu, karena sebelum dia bertindak pun sepertinya Axelle sudah mendapatkan masalah yang begitu besar.


"Aku memang tidak tau apa masalahmu. Tapi jujur aku merasa sangat senang melihatnya. Lihat saja, kau akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi setelah ini," ucap Indah tersenyum sinis sambil menatap Axelle dan Alissa dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


"Bukan sahabatku yang akan mendapatkan masalah setelah ini. Tapi dirimu," ucap Mika dengan berani sambil menatap tajam wanita yang paling menjijikkan di depannya.


Mendengar ucapan Mika, Indah langsung menatap Mika dan Birma yang sedang berdiri di sampingnya. Awalnya Mika dan Birma ingin meminta izin kepada dosen yang akan mengajar mereka setelah ini. Namun, secara segaja mereka melihat Indah yang menatap sahabat mereka dengan tatapan penuh kebencian.


Tentu saja mereka tidak terima dengan tatapan Indah kepada sahabat mereka. Apalagi mendengar ucapan Indah yang sangat menjijikkan itu. Jika bukan memikirkan dia adalah dosen mereka, sudah di pastikan Mika akan merobek mulutnya itu.


"Kau!" ucap Indah menatap tajam Mika.


"Apa! kau mau menantang ku? apa kau mau semua orang tau jika dirimu adalah seorang pelakor? pelakor yang telah menghancurkan keluarga mahasiswanya sendiri," ucap Mika tersenyum sinis sambil menatap tajam Indah.


Mendengar ancaman Mika, Indah hanya bisa diam berkutik. Dia mengepalkan tanganya geram sambil menatap Mika dengan tatapan penuh amarah. Ingin sekali rasanya dia menyompel mulut Mika, tetapi dia mengingat jika ini adalah kampus. Jadi dia tidak boleh merusak nama baiknya sebagai dosen di sini.


"Kau ingatnya wanita iblis! jika kau berani macam-macam kepada sahabat kami, maka kau akan berurusan dengan kami juga," ucap Mika membalas tatapan tajam Indah.


"Jadi wanita kok murahan banget, Sih. Rela jadi pelakor hanya demi uang. Aku punya tu satu kambing bandot, apa kau mau melayaninya? aku akan memberikan tips yang sangat besar untukmu," ucap Mika tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Mika, Birma hanya bisa menahan tawanya. Masa ia, Indah yang seorang dosen cantik di suruh melayani kambing bandot. Sedangkan Indah hanya bisa mengepalkan tangannya geram lalu pergi meninggalkan Birma dan Mika dengan penuh kekesalan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2