
Indah menjelaskan pelajaran di depan kelas sambil melirik Alissa yang sedang mendengarkan penjelasannya. Dia merasa khawatir jika Alissa sampai membuka mulut tentang hubungannya dengan keluarga Axelle. Jika sampai itu terjadi, sudah di pastikan nama baiknya di kampus akan tercemar. Terlebih lagi dia tau jika di kampus banyak fans panatik Axelle yang bertebaran. Sudah pasti mereka akan membulinya karena telah menjadi perusak kebahagiaan keluarga Axelle.
"Alissa! saya tunggu kau di ruangan saya," ucap Indah menatap tajam Alissa setelah mata pelajaran selesai.
Mendengar ucapan Indah, semua orang yang berada di kelas itu langsung menatap Alissa. Mereka berpikir ada masalah apa Alissa dengan Indah. Terlebih lagi melihat tatapan Indah yang begitu tajam. Sehingga mereka langsung bepikir yang tidak-tidak tentang Alissa.
"Ada apa ibu jutek itu memanggilmu? apa kau ada masalah dengannya?" tanya Mika penasaran.
Indah memang dosen yang terkenal sombong dan galak. Bahkan banyak mahasiswa yang tidak menyukainya. Bukan hanya mahasiswa, sesama dosen saja banyak yang tidak menyukai Indah. Bukan hanya sombong dan angkuh, bahkan indah selalu pamer akan barang-barang mewah pemberian Nando kepadanya.
"Tidak tau! mungkin ada masalah penting," ucap Alissa sambil membereskan mejanya.
"Aku pergi menemuinya sebentar. Jika Axelle mencariku, katakan saja aku ada pekerjaan sebentar," ucap Alissa bangkit dari duduknya.
"Baiklah!" ucap Mika tersenyum hangat.
Alissa langsung pergi ke ruangan Indah untuk menemuinya. Selama di perjalanan Alissa terus meremas tangannya. Dia berpikir kenapa tiba-tiba Indah menyuruhnya untuk datang ke ruangannya. Alissa berharap jika Indah hanya ingin berbincang-bincang saja dengannya. Sesampainya di depan ruangan Indah, Alissa berlahan membuang napasnya kasar. Dia mencoba menyiapkan mentalnya jika sampai Indah bicara yang tidak-tidak kepadanya.
"Permisi, Buk!" ucap Alissa mengetuk pintu.
"Masuk!"
__ADS_1
Mendengar perintah Indah, Alissa langsung membuka pintu. Dia melihat Indah sedang duduk di kursinya sambil menatap datar Alissa. Dari tatapan Indah, Alissa dapat menebak jika suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Maaf! ada perlu apa ibu menyuruh saya datang ke mari?" tanya Alissa sopan.
"Duduklah! aku ingin bicara sebentar denganmu," ucap Indah mempersilahkan.
Alissa hanya mengangguk kecil lalu duduk di depan Indah. Alissa melihat ada beberapa map yang tertuliskan nama Axelle di sana. Dari situ Alissa yakin jika Indah menyuruhnya datang untuk membicarakan masalah Axelle. Terlebih lagi Alissa tau jika Indah adalah salah satu dosen yang mengajar di kelas Axelle.
"Kau lihat ini. Ini adalah daftar nilai Axelle. Nilainya memang cukup bagus, hanya saja begitu banyak tugas yang tidak dia selesaikan," ucap Indah memberikan map itu kepada Alissa.
Alissa mengambil map itu lalu melihat daftar nilai Axelle dengan teliti. Melihat nilai Axelle yang cukup baik, Alissa berlahan tersenyum bahagia. Walaupun termasuk dalam brandal kampus, akan tetapi Axelle memiliki otak yang sangat pintar. Sebagai seorang istri, tentu saja Alissa merasa bangga dengan prestasi suaminya itu.
"Aku akan mengatakan agar dia menyelesaikan tugas yang belum dia selesaikan," ucap Alissa menatap lekat Indah.
Mendengar ucapan Alissa, Indah langsung tersenyum sinis. Jika dia mau tanpa Axelle selesaikan tugas yang dia berikan, dia bisa memberikan nilai yang baik untuk Axelle. Namun, bukan Indah namanya jika tidak bisa memanfaatkan suatu keadaan demi kepentingannya sendiri.
"Aku tidak perlu tugasnya. Yang aku perlukan adalah dirimu," ucap Indah tersenyum sinis.
"Maksudnya?"
"Kau jangan pura-pura polos. Aku tau kau tau apa yang aku maksud," ucap Indah bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati Alissa.
__ADS_1
"Kau tau sendiri jika di kampus ini aku termasuk salah satu dosen terbaik. Bahkan banyak dosen di sini yang merasa iri kepadaku. Tapi asal kau tau, di kampus ini tidak ada yang tau jika aku ini adalah istri simpanan mertuamu itu," ucap Indah menatap tajam Alissa.
"Aku tau! jika mereka tau pasti namamu akan tercap buruk di kampus ini," ucap Alissa membalas tatapan Indah.
"Tapi kau tidak perlu mengancamku dengan mengatas namakan suamiku. Karena aku tidak punya waktu untuk mengurus kehidupanmu. Tapi aku yakin kau tidak akan bisa menyembunyikan bangkai terlalu lama. Tanpa aku membuka mulut pun suatu saat nanti kebusukanmu akan terbongkar dengan sendirinya. Kita tingal lihat saja kapan waktunya," ucap Alissa dengan berani.
Mendengar ucapan Alissa, Indah langsung terkejut. Ternyata Alissa tidak sepolos yang dia lihat. Walaupun terlihat pendiam dan tidak banyak tingkah, akan tetapi Alissa memiliki keberanian yang sangat tinggi. Bahkan Indah dapat melihat jika tidak ada sedikitpun terpancar rasa takut di mata Alissa.
"Kau mengancamku! baiklah, akan ku pastikan suamimu akan membusuk di kampus ini," ucap Indah geram.
"Aku tidak mengancammu. Kau saja yang berperasaan," ucap Alissa tersenyum sinis.
"Aku tau seperti apa suamiku. Jadi aku tidak akan pernah takut denganmu. Jika kau mau bermain denganku, silahkan saja. Aku ikuti permainanmu dengan baik," ucap Alissa kembali.
"Kau akan menyesal karena berani menentangku,"
"Tapi sayang aku tidak pernah menyesalinya," ucap Alissa tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Indah.
Saat membuka pintu, Alissa melihat Axelle yang sudah berdiri di depan pintu. Melihat Axelle yang sudah berada di sana, Alissa langsung membulatkan matanya terkejut lalu menatap Indah. Indah hanya diam mematung melihat kedatangan Axelle. Sedangkan Axelle hanya diam sambil menatap tajam Indah lalu membawa Alissa pergi dari sana.
Bersambung.......
__ADS_1