Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 94


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu. Kini Axelle telah lulus kuliah, dan fokus untuk mengembangkan bengkelnya. Karena kehamilan Alissa yang sudah menunggu lahiran, Axelle hanya datang ke bengkel untuk memantau keadaan bengkel saja. Dia lebih menghabiskan waktunya untuk menemani Alissa.


Di saat kandungannya yang sudah membesar, Axelle selalu menyuruhnya untuk melakukan olahraga secara rutin. Agar Alissa bisa melahirkan dengan mudah. Seperti pagi ini, dia sengaja mengajak Alissa untuk jalan pagi. Dengan keadaan perutnya yang sudah membesar, di tambah lagi dengan tubuhnya yang semakin membulat. Membuat Alissa semakin sulit untuk berjalan. Namun, Axelle terus memaksanya karena tidak mau istrinya itu kesulitan saat melahirkan nantinya.


"Sayang! aku lelah. Kita berhenti dulu ya," ucap Alissa sudah kelelahan.


"Baiklah! kita duduk di situ ya," ucap Axelle menuntun Alissa menuju kursi yang ada di taman itu.


Alissa melangkahkan kakinya dengan berlahan menuju kursi itu. Axelle dengan lembut mendudukkan Alissa, lalu mengelap keringat istrinya itu mengunakan handuk yang dia letakkan di lehernya. Jujur melihat keadaan istrinya, Axelle merasa sangat bersalah. Apalagi mengingat jadwal persalinan Alissa yang tinggal menunggu hari. Membuat Axelle semakin cemas akan keadaan istrinya saat melahirkan nantinya.


"Maafkan aku ya, Sayang," ucap Axelle menatap haru Alissa.


"Maaf! untuk apa?" tanya Alissa mengerutkan keningnya binggung.


"Maaf! karena aku kau harus kesulitan seperti ini. Lihat, karena perut dan tubuhmu yang semakin membesar. Kau jadi kesulitan untuk bergerak," ucap Axelle menatap tubuh Alissa yang semakin membulat.


Ditambah lagi dengan perutnya yang sudah membesar. Membuat Alissa menjadi kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya.


"Kenapa kakak harus meminta maaf? seharusnya aku berterima kasih kepadamu. Karenamu aku bisa merasakan nikmatnya sebagai wanita. Bahkan kakak juga selalu membantuku. Justru karena kehamilanku kakak menjadi selalu berada di sampingku," ucap Alissa tersenyum sambil mencubit gemas wajah Axelle.


"Kau bisa saja," ucap Axelle mengacak-acak rambut Alissa lalu membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha Alissa sebagai bantal.


Dia menatap lekat perut bucit Alissa sambil menciuminya dengan lembut, dan mengelusnya dengan lembut. Merasakan sentuhan Axelle, bayi yang ada di dalam perut Alissa langsung bergerak. Sehingga perut Alissa menunjukkan tonjolan sana sini. Melihat gerakan bayinya yang sangat aktif, Axelle hanya terkekeh kecil sambil menatap wajah istrinya itu.


"Kau sedang apa di dalam, Sayang? sedang main bola ya? jangan terlalu lasak di dalam ya. Kasihan mama. Nanti kalau kau sudah keluar, baru kau bisa bergerak sesuka hatimu. Nanti papa akan mengajakmu main bola setiap harinya," ucap Axelle berbicara dengan bayi yang ada di kandungan Alissa sambil tersenyum kecil.


"Sayang! kenapa pinggangku terasa sakit?" ucap Alissa memegang pinggangnya yang terasa sakit.


Mendengar ucapan Alissa, Axelle langsung bangkit. Dia berusaha untuk tenang dan membawa tubuh Alissa kedalam gendongannya. Belakangan ini pinggang Alissa memang sering sakit. Namun, kali ini sakitnya berbeda dari yang sebelumnya. Dia merasakan sakit yang semakin kuat.

__ADS_1


"Kau tenang ya, Sayang. Kita pulang ya," ucap Axelle melangkahkan kakinya sambil mengendong Alissa menuju mension.


Axelle dan Alissa memang jalan pagi di sekitaran taman yang ada di perkarangan mension. Jadi Axelle tidak perlu jauh-jauh mengendong Alissa. Saat memasuki mension, Nando dan Mirna yang sedang sarapan bersama langsung panik ketika melihat raut wajah Alissa yang sedang menahan sakit di dalam gendongan Axelle.


"Axelle! Alissa kenapa?" tanya Mirna berlari kecil mendekati Axelle.


"Tidak tau, Ma! katanya pinggangnya sakit," ucap Axelle membaringkan tubuh Alissa di sofa.


Mendengar ucapan Axelle, Mirna langsung mendekati menantunya itu. Dia melihat air ketuban Alissa yang sudah pecah dan mengalir di membasahi sofa.


"Alissa mau melahirkan! cepat siapkan mobil," perintah Mirna kepada Nando.


"Ayo cepat! gendong istrimu," ucap Nando langsung bergerak cepat menuju garasi mobil.


Dia dengan cepat mengeluarkan mobil dan bersiap untuk membawa Alissa ke rumah sakit. Sedangkan Axelle langsung membawa Alissa kedalam gendongannya kembali. Dia menatap wajah istrinya dengan persaan sangat cemas. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang di rasakan istrinya saat ini.


"Ia, Ma!" ucap Axelle mendudukkan Alissa do kursi belakang.


Dia langsung duduk di samping Alissa sambil memijit kecil pinggang istrinya itu. Sedangkan Mirna langsung duduk di samping Nando sambil terus menatap ke araha Alissa. Dengan cepat Nando melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Kebetulan mereka berangkat di saat jam berangkat ke kantor. Sehingga jalanan di penuhi dengan kendaraan, dan mengakibatkan sedikit kemacetan.


Tin... tin.....


"Minggir! menantuku mau melahirkan," teriak Nando mengeluarkan kepalanya dari kaca jendela mobilnya.


Mendengar teriakan Nando, semua orang yang ada di depannya berlahan menepikan mobil mereka dan memberikan jalan kepada Nando. Dengan cepat, Nando kembali melajukan mobilnya sambil membunyikan kelakuannya agar pengendara di depan memberikan jalan kepada mereka.


"Kak! Sakit," ucap Alissa menitikkan air matanya karena perutnya yang semakin sakit.


"Kau sabar ya, Sayang! sebentar lagi kita akan sampai," ucap Mirna mencoba menenangkan Alissa.

__ADS_1


Sebagai seorang ibu yang telah melahirkan dua putra, dia tau persis bagaimana rasa sakit yang Alissa rasakan saat ini.


"Kau yang kuat ya, Sayang. Demi bayi kita," ucap Axelle ikut menitikkan air matanya melihat Alissa yang kesakitan.


"Ayo cepat, Pa!" ucap Mirna menatap kesal Nando.


"Ia, Ma! jalanannya begitu macat. Jadi papa sulit untuk mengemudikan mobil ini," ucap Nando sambil terus membunyikan klaksonnya, dengan harapan mobil yang ada di depan mereka mau memberikan jalan untuk mereka.


Melihat mobil yang di depan mereka tidak mau mengalah, Mirna langsung emosi. Dia turun dari mobil dengan raut wajah penuh amarah yang siap menerkam setiap orang yang ada di depannya. Dengan langkah cepat, dia mendekati mobil yang berada di depan mereka.


Tokk... tok....


Melihat seorang wanita yang mengetuk mobilnya. Seorang pria yang sedang bersantai di dalam mobil sambil mendengarkan musik langsung membuka kaca mobilnya.


Bughh....


Tanpa basa-basi, Mirna langsung melajangkan bugemnya ke wajah pria itu. Sehingga pria itu langsung meringgis kesakitan lalu turun dari mobilnya.


"Kau ini gila ya," teriak pria itu menatap Mirna dengan tatapan penuh amarah.


"Aku memang gila! lalu kau mau apa? cepat singkirkan mobilmu atau aku akan membakarnya saat ini juga," ucap Mirna penuh amarah sambil menghidupkan korek api yang ada di tangannya.


"Singkirkan semua mobil kalian! atau aku akan membakar mobil kalian satu persatu," teriak Mirna menatap para pengendara yang tidak mau mengalah.


Dor.....


"Singkirkan mobil kalian! atau aku akan membunuh kalian saat ini juga,"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2