
Alissa melirik jam dinding yang menempel di dinding kamarnya. Jam sudah menunjuk ke pukul dua belas malam. Namun, Alissa belum melohat tanda-tanda kepulangan Axelle. Tidak biasanya Axelle seperti itu, biasanya paling lama pukul sebelas malam dia sudah pulang. Bahkan dia tidak memberi kabar apapun sehingga membuat Alissa menjadi cemas.
"Kak Axelle mana ya? kenapa dia belum pulang juga?" gumam Alissa mondar-mandir di dalam kamarnya.
Hingga akhirnya dia mendengar suara motor memasuki perkarangan mension. Dengan cepat Alissa melihat ke balkon kamar dan melihat Bisma dan yang lainnya memasuki mension.
"Kak Bisma! kenapa mereka mengantarkan Kak Axelle. Apa mungkin," gumam Alissa langsung berlari kecil keluar dari kamarnya.
Sedangkan Nando yang baru pulang melihat Axelle yang di popong oleh Bisma dan Dirga. Melihat itu dia langsung menduga jika Axelle habis melakukan tawuran.
"Dasar anak kurang ajar! sudah menikah, tapi kelakuannya masih sama saja," ucap Nando menatap kesal Axelle.
"Paman itu punya hati nurani tidak, Sih? anaknya sedang terluka, bukannya di tolongin malah di omelin gak jelas," ucap Pran menatap kesal Nando.
"Kau juga sama! sama orang tua tidak ada sopan-sopannya. Pantas saja Axelle menjadi brandal seperti ini. Habisnya teman-temannya juga sama," ucap Nando menyalahkan para sahabat Axelle.
"Axelle! kau kenapa?" tanya Aksara panik melihat keadaan adiknya.
"Ada apa ini? malam-malam bikin ribut. Ganggu orang tidur saja," ucap Mirna kesal mendengar keributan di buat suaminya itu.
Bahkan dia tidak menghiraukan keadaan Axelle yang babak belur. Dia tidak menanyakan ataupun mau tau tentang kejadian yang sebenarnya. Dia hanya mementingkan jam tidurnya dan tidak perduli dengan keadaan putranya itu.
__ADS_1
"Kau lagi! jadi mama bukannya mengatur putranya dengan baik. Malah enak-enakan tidur dan main ponsel," ucap Nando menatap Mirna kesal.
"Kak! kakak kenapa?" ucap Alissa panik melihat keadaan Axelle yang babak belur.
Dia langsung memeluk tubuh Axelle sambil meneteskan air matanya. Dia melihat wajah Axelle yang di penuhi luka lebam dengan penuh kesedihan. Dia langsung menatap Birma, Pran dan Dirga untuk meminta penjelasan.
"Axelle di keroyok oleh geng motor, Al," ucap Birma.
"Dia di keroyok ketika ingin membantu seorang orang tua yang di palak mereka," ucap Pran menjelaskan.
"Ayo masuk! kita obatin lukanya di dalam," ucap Alissa.
"Baik!" ucap Bisma dan Dirga membawa Axelle memasuki ruang utama.
"Suami buat ulah saja di urusin. Jadi istri bodoh amat," ucap Mirna menatap sinis Alissa.
"Suami yang mengurus suaminya itu bukan istri bodoh. Tapi itu adalah kewajibannya sebagai istri," ucap Alissa tanpa menatap ke arah Mirna.
"Suami pembuat onar saja di bela. Katakan apa yang sudah di berikan suamimu kepadamu?" ucap Mirna tidak terima dengan ucapan Alissa yang secara tidak langsung memojokkan nya.
"Suamiku memang bukan pengusaha ternama. Dia hanya mahasiswa biasa yang sedang bekerja keras untuk memberi nafkah untukku. Tapi aku bangga kepadanya. Karena dia mampu memberi nafkah untukku dari kerja kerasanya sendiri. Bukan mengharapkan harta warisan. Karena uang hasil kerja keras itu jauh lebih berharga," ucap Alissa dengan berani.
__ADS_1
Jujur saja, sebagian seorang istri dia tidak Terima jika suaminya terus di rendahkan. Walaupun dia tau jika dia tidak pantas untuk ikut campur dengan masalah keluarga suaminya. Terlebih lagi, mengingat mereka masih tingga satu rumah dengan mertuanya yang tidak punya hati itu.
Mendengar ucapan Alissa, Nando langsung merasa sangat tersentuh. Dia tidak menyangka jika Alissa bisa seberani itu. Apalagi melihat cara bicara Alissa yang terlihat santai tanpa tersulut emosi sedikitpun. Sangat berbeda dengan Mirna yang langsung emosi mendengar ucapan Alissa. Apalagi melihat semua orang yang seperti sedang menertawakannya.
"Kau menantangku?" tanya Mirna menatap tajam Mirna.
"Tidak! aku sama sekali tidak menantang mama. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya," ucap Alissa santai.
"Sayang! sudah," ucap Axelle menenangkan Alissa.
"Apa yang di katakan Alissa benar. Axelle adalah suami yang bertanggung jawab. Jadi wajar saja jika dia menghormatinya. Lagian menghormati suami adalah kewajiban seorang istri. Begitu juga sebaliknya. Karena hubungan pernikahan itu bukan hanya mengucapkan janji suci dan tinggal bersama. Tapi juga harus saling menghormati satu sama lain. Saling menasehati bukan saling menyalahkan," ucap Askara membela Alissa.
"Kalian pulanglah! pasti orang tua kalian sedang mencari kalian. Biar Axelle aku yang mengantarkannya ke kamar," ucap Askara.
"Baik, Kak! kalau begitu kami pamit dulu," ucap Birma dan yang lainnya pamit undur diri.
Setelah melihat Birma dan yang lainnya keluar dari pintu utama, Askara langsung membawa Axelle menunju ke kamarnya. Nando hanya menatap kedua putranya dan juga Alissa dengan tatapan kosong. Dia mencoba meresapi ucapan Askara dan Alissa yang sangat menohok hatinya. Dia mencoba berpikir kenapa Axelle menjadi suka memberontak dan membuat ulah. Padahal sewaktu kecil Axelle adalah anak yang sangat penurut dan juga pendiam.
Bersambung....
rekomendasi karya teman๐๐
__ADS_1