
Sudah seminggu berlalu. Namun, Niko belum bisa menyerahkan Alissa kepada kepala preman itu. Sehingga membuat kepala preman langsung murka dan ingin menghabisi Niko saat itu juga. Kepala preman langsung membawa seluruh anak buahnya dan mendatangi kontrakan Niko dan Tini. Melihat kepala preman yang datang bersama seluruh anak buahnya, Tini langsung pucat ketakutan.
Brakkk.....
Tanpa ada sepatah katapun, kepala preman itu langsung menendang pintu kontrakan yang tertutup rapat. Dia menatap tajam Tini yang duduk di sofa sambil menatapnya dengan ketakutan.
"Cari Niko sampai dapat," perintah kepala preman itu datar tanpa ekspresi.
"Baik, Bos!" ucap para preman mengangguk patuh lalu memeriksa seluruh isi kontrakan itu tanpa sisa.
"Bos! aku mohon beri kami waktu. Kami akan memberikan gadis itu secepatnya kepadamu," ucap Tini bersimpuh di kaki kepala preman itu.
Mendengar ucapan Tini, kepala preman itu langsung tersenyum sinis. Dia berjongkok di depan Tini lalu mencengkram wajah Tini. Sorotan matanya penuh dengan kebencian. Sebagai seorang orang yang berkuasa di daerah itu, kepala preman merasa sedang di permainkan. Dia sudah memberikan waktu yang sagat banyak untuk mereka, akan tetapi sampai sekarang dia belum bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Waktu kau bilang? kau saja sudah melewati waktu yang kuberikan kepadamu. Kau berjanji akan membawa gadis itu ke hadapanku selama dua hari. Tapi ini sudah seminggu," ucap kepala preman itu kesal lalu menepis kasar wajah Tini, sehingga Tini langsung jatuh ke lantai.
"Ini dia, Bos!" ucap para preman menyeret Niko dan melemparkannya ke depan bos mereka dengan kasar.
Melihat wajah Niko dan ibunya yang pucat, kepala preman itu langsung tersenyum sinis. Dia menatap Tini dan Niko dengan tatapan penuh amarah. Dia sudah berbaik hati memberikan waktu selama seminggu untuk kedua pengecut di depannya. Namun, mereka tetap saja tidak bisa membawa Alissa kepadanya.
__ADS_1
"Bunuh mereka!" perintah kepala preman itu tanpa bekas kasihan sedikitpun.
"Jangan, Bos! aku tidak bisa membawa Alissa kepadamu karena dia selalu di lindungi oleh keluarga Arvinando. Kau kenal Axelle dan teman-temannya. Dia adalah musuh dari putramu," ucap Niko mencoba menyelamatkan dirinya.
Selama ini dia memang selalu mengikuti Alissa secara diam-diam. Namun, dia tidak mempunyai celah untuk menculik Alissa karena penjagaan Alissa yang sangat ketat. Askara memang telah mengutus pengawal untuk menjaga Alissa, sehingga membuat Niko sangat kesulitan untuk mendekati Alissa. Apalagi menculiknya.
Geng motor Drak adalah musuh besar Axelle dan teman-temannya. Ketua geng motor itu adalah lawan Axelle saat melakukan balapan liar sebelum menikah dengan Alissa. Ketua geng motor itu yang telah menendang Axelle agar Axelle tidak bisa memenangkan pertandingan itu. Akan tetapi Axelle berhasil membalas perbuatannya dan mengalahkannya dalam pertandingan itu.
Karena selalu kalah dengan Axelle, Ketua geng motor itu langsung menanam kebencian kepada Axelle. Dia ingin sekali menjatuhkan Axelle, akan tetapi dia tidak bisa menemukan kelemahan Axelle dan teman-temannya. Hingga akhirnya dia mengikuti Axelle dan mengetahui jika kelemahan Axelle adalah Alissa istri yang sangat dia cintai. Dan Ketua geng motor itu adalah putra dari kepala preman itu.
"Jadi gadis cantik itu adalah menantu keluarga Arvinando. Jangan bilang yang telah memukulku malam itu adalah bocah ingusan itu?" tanya kepala preman itu mengingat kejadian malam itu.
"Benar! dia yang telah menyelinap masuk ke kamar bos. Dia membawa kabur Alissa dan langsung menikahinya," jelas Niko.
Sudah lama dia ingin menghancurkan kehidupan keluarga Arvinando, termasuk Axelle. Orang yang selalu mengalahkan putranya dalam balapan liar ataupun dalam hal yang lainnya. Bukan hanya itu, kepala preman itu juga merasa kesal kepada keluarga Arvinando karena sebagian dari tanah kekuasannya telah di rebut oleh keluarga Arvinando dan membangun perusahaannya di sana.
Karena Arvinando yang memiliki kekuasaan yang sangat jauh darinya, kepala preman itu tidak bisa untuk berbuat apa-apa. Hingga akhirnya dia mempunyai cara untuk menghancurkan keluarga Arvinando. Jika dia berhasil menculik Alissa, dia yakin hidup Axelle akan menjadi menderita.
"Kau bawa seluruh anggotaku untuk menculik gadis itu. Tapi aku tidak mau yang namanya kegagalan lagi," ucap kepala preman itu menatap tajam Niko.
__ADS_1
"Baiklah! aku akan segera membawa Alissa ke hadapanmu. Tapi semua hutang ku akan lunas 'kan?" tanya Niko sedikit memelankan suaranya.
"Kau tenang saja. Apa kau mau uang yang lebih lagi?" tanya Kepala preman itu tersenyum sinis.
Mendengar ucapan Kepala preman itu, Niko dan Tini langsung saling lempar tatapan. Jika mendengar yang namanya uang, kedua manusia serakah itu langsung merasa bahagia. Terlebih lagi sudah berapa hari Ayah meninggalkan mereka. Jadi mereka tidak lagi memiliki sumber uang untuk menyambung hidup mereka.
"Istri-istriku sedang merajuk, jadi aku tidak ada tempat untuk melepaskan hasratku. Aku lihat mamamu ini sangat mengoda, apa boleh aku memaikainya satu kali saja?" tanya kepala preman itu menatap Tini dengan tatapan penuh hasrat.
"Enak saja! aku tidak mau," ucap Tini tegas.
"Ma! ayolah. Hanya sekali saja, kita sedang membutuhkan uang," ucap Niko berusaha membujuk Tini.
"Tapi!" ucap Tini menatap pria tua itu dari atas sampai bawah.
"Kau tenang saja. Jika kau berhasil memuaskanku, maka aku akan memberikan tips yang besar untukmu," ucap kepala preman itu sambil mencolek wajah Tini.
"Ayo, Ma! apa mama lupa jika kita harus membayar kontrakan. Kita juga butuh uang untuk makan. Apa mama mau kita di usir dari kontrakan ini dan tinggal di kolong jembatan," tanya Niko terus membujuk Tini.
"Baiklah! tapi kau harus pakai pengaman," ucap Tini akhirnya mengalah.
__ADS_1
Memang kalau manusia serakah akan selalu melakukan segala hal asalkan mendapatkan uang. Bahkan dia rela menjual dirinya sendiri hanya demi uang.
Bersambung.....