
Setelah selesai persalinan, Alissa dan bayinya di pindahkan ke ruang inap. Kedua orang tua Axelle, berserta para sahabatnya langsung memenuhi ruangan itu. Mereka menatap bayi mungil yang sedang tertidur itu dengan tatapan penuh kebahagiaan. Akhirnya penantian mereka selama ini telah tiba, di mana penerus keluarga Arvinando telah terlahir ke dunia ini.
Beda dengan para sahabat dan juga kedua orang tuanya yang sedang bergantian mengendong putranya. Axelle malah memilih duduk di samping bangsal Alissa sambil terus mengenggam tangan mungil Alissa. Dia menatap istrinya itu dengan tatapan penuh haru. Bayangan rasa sakit yang di alami istrinya saat berjuang melahirkan buah cinta mereka terus terbayang dalam pikirannya.
"Mana keponakanku? pasti dia sangat tampan sepertiku," ucap Askara memasuki ruang rawat Alissa.
"Memang dia sama sepertimu," ucap Axelle kesal sambil memegang matanya yang masih terasa perih karenan bugeman Alissa.
Melihat mata adiknya yang membiru, Askara langsung berjalan mendekati adiknya itu. Dia menatap mata Axelle sambil berpikir apa yang telah terjadi. Perasaan tadi Axelle hanya menemani Alissa untuk melahirkan. Namun, kenapa tiba-tiba matanya bisa membiru seperti itu? Apakah tadi ada kerusuhan sehingga membuat adiknya itu harus berkelahi dan mendapatkan tato biru di matanya.
"Kenapa matamu bisa seperti itu? apa ada yang berani mencari masalah denganmu? katakan kepada kakak siapa orangnya," tentu saja Askara tidak terima adiknya di hajar hingga babak belur seperti itu.
"Kau yakin ingin membalasnya?" tanya Nando terkekeh kecil.
"Tentu saja! siapa yang berani menyakiti adikku?" ucap Askara membuang napasnya kasar.
"Ini orangnya! lalu kau mau apa?" tanya Birma menunjukkan bayi yang ada di dalam gendongan Mirna.
__ADS_1
Mendengar ucapan Birma, Askara langsung menatap bayi itu dengan penuh kebingungan. Dia masih belum mengerti apa yang telah terjadi. Namun, yang pasti di dalam pikirannya tidak mungkin bayi munggil itu bisa membuat mata adiknya itu sampai biru seperti itu. Dia mencoba menatap Mirna untuk meminta penjelasan. Sadar dengan tatapan putranya itu, Mirna langsung membuang napasnya kasar lalu bersiap untuk menjelaskan semuanya kepada Askara.
"Tadi Alissa sangat sulit untuk melahirkan. Bayinya tidak mau keluar, bahkan dokter hampir melakukan tindakan oprasi. Tapi di saat Alissa memukul Axelle, bayinya langsung lahir dengan selamat," ucap Mirna sambil menatap gemas cucunya itu.
"Apa!" ucap Askara menatap Axelle dan bayi itu secara bergantian.
"Sudahlah! kau tidak perlu terkejut seperti itu. Yang penting Alissa bisa melahirkan dengan selamat. Lihatlah keponakanmu, dia sangat lucu 'kan?" tanya Nando sambil mencium gemas wajah gembul cucunya itu.
"Lucu sih lucu! tapi dia membuat hidupku menjadi tidak lucu," ucap Axelle kesal sambil terus mengoceh sendiri.
...----------------...
Di saat keluarga Arvinando di penuhi sejuta kebahagiaan karena kelahiran penerus mereka. Malah keadaan sebaliknya yang datang menimpa seorang wanita yang pernah mengusik kebahagiaan keluarga itu. Setelah di campakkan oleh Nando, hidup Indah menjauh sangat kacau. Hidupnya menjadi berantakan dan semua fasilitas yang telah di berikan Nando telah habis semuanya.
Dia juga telah di pecat dari kampus, karena telah melakukan keributan dengan salah satu mahasiswi. Bukan hanya kepada mahasiswinya, tetapi Indah juga pernah menyerang sesama dosennya karena menyindirnya secara terang-terangan. Memang keluarga Arvinando tidak pernah mengatakan siapa tentang kebusukannya yang telah pernah menjadi istri simpan Nando.
Namun, sebaik-baik apapun kita menyembunyikan bangkai, pasti suatu saat akan tercium juga. Ada seseorang yang mendengar percakapan Askara dan Indah, saat Askara mengurus masalah cuti Alissa dan menyebarluaskannya di sosial media. Sehingga semua orang langsung tau bagaimana sifat asli Indah. Dia rela menjadi istri simpanan untuk papa dari kekasihnya sendiri, hanya demi uang.
__ADS_1
"Kau itu hanyalah wanita sampah. Kau tidak pantas untuk di hargai. Wanita sepertimu hanya mementingkan uang, tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Aku menyesal karena pernah mencintai wanita hina seperti dirimu. Kau hanya wanita yang rela mengumbar tubuhmu untuk dijajah para pria hidung belang, hanya untuk memenuhi gaya hidupmu. Jangankan untuk kembali kepadamu, menatap wajahmu saja aku tidak akan pernah sudi," ucap Askara tanpa mau menatap wajah Indah.
Indah telah melakukan kesalahan besar, dia menghianati Askara hanya demi mendapatkan harta dari papanya. Namun, yang dia dapatkan sekarang malah penderitaan. Hidupnya hancur, semua yang dia miliki telah sirna. Bahkan sekarang untuk makan saja dia sangat kesulitan untuk mendapatkannya. Tidak ada lagi yang percaya kepadanya, bahkan tidak ada seorangpun yang mau membantunya.
Sikapnya yang dulu sangat sombong dan angkuh membuat semua orang enggan untuk berdekatan dengannya. Sekarang dia hidup sendiri tanpa ada orang yang bisa dia minta pertolongan. Sehingga membuatnya menjadi frustasi dan hilang akal.
"Aku sangat hina! aku tidak pantas untuk hidup," gumam Indah terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dia tidak tau harus pergi ke mana, apartementnya telah dia jual. Hanya mobilnya yang dia miliki saat ini. Bahkan sudah beberapa hari ini di tidur di mobil, dan menahan lapar karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
Brakkk.....
Arghhh....
Karena pikirannya yang tidak fokus, mobil yang Indah kendarai hilang kendali dan masuk ke jurang. Terlihat mobil mewah itu terguling-guling bersama wanita yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya mobil itu meledak dan membakar Indah yang ada di dalamnya.
Bersambung......
__ADS_1