
Setelah di nyatakan pilih, akhirnya Alissa di izinkan untuk pulang. Di saat Mirna dan Mika membereskan barang-barang Alissa, Askara pergi ke ruang administrasi untuk membayar tagihan rumah sakit. Saat melewati ruang ICU, Askara melihat seorang Dokter yang berbicara dengan salah seorang suster.
Dari pembicaraan mereka, sepertinya mereka mengalami masalah untuk menangani pasien mereka. Karena sejak pasien itu masuk ke rumah sakit, tidak ada satupun keluarganya yang datang untuk menjenguknya. Bahkan pihak rumah sakit juga tidak tau dengan keluarga pasien, karena pasien adalah korban kecelakaan yang di bawa oleh pihak polisi ke rumah sakit itu.
Ntah mengapa tiba-tiba hati nurani Askara terdorong untuk mencari tau siapa pasien itu. Dia ingi mengetahui siapa pasien itu dan berniat untuk menolongnya. Perlahan Askara berjalan mendekati dokter itu, untuk menayangkan soal pasien yang mereka bicarakan.
"Maaf! saya tidak segaja mendengar pembicaraan kalian. Apa boleh aku melihat pasien itu?" tanya Askara dengan sopan.
"Tentu saja, Tuan! mungkin anda mengenal pasien kami," ucap Dokter itu mempersilahkan.
Setelah mendapatkan izin dari dokter, Askara langsung menganti pakaiannya dengan yang steril. Dia masuk ke ruangan ICU dengan perasaan yang tidak karuan. Sesampainya di dalam ruangan itu, mata Askara langsung membulat ketika melihat seorang wanita yang terbaring lemah di ruangan itu.
Terlihat luka bakar di beberapa bagian tubuhnya, sehingga membuat tubuh Askara langsung bergetar. Dia menatap wanita itu dengan tatapan penuh dengan rasa iba. Dia tidak menyangka jika wanita itu akan mengalami hal sestragis ini. Dia berjalan mendekati wanita itu dan melihat jika wanita itu sedang kesulitan untuk bernapas. Di berlahan duduk di samping ranjang wanita itu dan menatap tubuh wanita itu sambil menitikan air matanya.
"Jika kau mau pergi. Maka, pergilah dengan tenang. Kami semua sudah memaafkan semua kesalahanmu. Pergilah agar semua rasa sakitmu bisa menghilang. Kau tenang saja, kami akan melakukan pemakamanmu dengan layak. Pergilah, lupakan semua rasa sakitmu. Pergilah dengan tenang," bisik Askara di telinga Indah.
__ADS_1
Mendengar ucapan Askara, terlihat Indah meneteskan air matanya. Sepertinya dia telah mentesali semua perbuatannya dan ingin pergi dengan tenang. Setelah mendapatkan maaf dari Askara, terlihat Indah menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskan napasnya yang terakhir kalinya.
Tes...
dengan seketika air mata Askara langsung mengalir dengan sendirinya. Memang dia sangat membenci wanita yang ada di depannya itu. Namun, tidak bisa di pungkiri jika dia memiliki hati nurani yang kuat. Dia merasa sedih dengan cara meninggalnya Indah yang begitu tragis.
"Tolong kalian urus pemakamannya. Aku akan mengurus semua administrasi ya," ucap Askara menatap dokter yang menangani Indah.
"Baik, Tuan!" ucap Dokter itu langsung menutup mayat indah dan membawanya keluar untuk mengurus pemakamannya.
Setelah mengurus semua administrasi baik untuk perawatan Indah maupun Alissa, Askara kembali ke ruangan Alissa untuk melihat keponakan dan adik iparnya itu. Saat memasuki ruangan, Mirna langsung menatap putranya itu dengan tatapan penuh kebingungan. Dia melihat Askara yang seperti sedang habis menangis.
"Indah sudah meninggal, Ma!" ucap Askara menunduk sedih. Dia langsung menceritakan kejadian kematian Indah.
Degh....
__ADS_1
Jantung Mirna langsung berdetak kencang mendengar ucapan Askara. Memang dia sangat membenci wanita itu, tetapi sama seperti Askara. Dia juga masih perasaan dan merasa sedih atas kabar kematian mantan madunya itu. Dia tidak menyangka jika Indah akan pergi dengan secepat ini, bahkan dengan keadaan begitu tragis.
"Apa kau sudah mengurus pemakamannya?" tanya Indah.
"Sudah, Ma! aku sudah menyuruh pihak rumah sakit untuk melakukan pemakaman yang layak untuknya,"
"Kau undang anak yatim untuk mengirimkan doa untuknya. Ingat dia juga pernah menjadi bagian dari keluarga kita," ucap Indah menyeka air matanya.
"Doa? doa untuk siapa?" tanya Nando yang tiba-tiba datang bersama Axelle.
Axelle yang sudah merindukan anak dan istrinya langsung berjalan mendekati Alissa dan juga putra mereka. Dia langsung mencium lembut anak dan istrinya itu secara bergantian.
"Bukannya kita melakukan syukuran untuk putraku satu bulan lagi. Lalu untuk apa mama mengundang anak yatim untuk mengirim doa?" tanya Axelle menatap Mirna setelah selesai melepaskan kerinduannya kepada anak dan istrinya.
"Indah sudah meninggal. Jadi mama menyuruh Askara untuk mengundang anak yatim ke acara pemakamannya. Mama juga akan melakukan pengiriman doa untuknya selama tiga hari ini di panti asuhan," ucap Mirna menatap Axelle dan Nando.
__ADS_1
Mendengar ucapan istrinya itu, Nando langsung merasa terharu. Walaupun judes, tetapi istrinya itu ternyata memiliki hati yang sangat lembut. Walaupun semasa hidup Indah, dia selalu menyakiti hati Mirna. Akan tetapi Mirna masih mau melakukan semua itu untuk Indah. Memang saling memaafkan itu adalah hal yang paling indah. Sejahat apapun seseorang kepada kita, kita tidak perlu membalas semua perbuatannya. Lebih baik memaafkan dari pada membalas dendam. Karena dendam hanya akan membuat hidupmu semakin terluka dan tidak akan pernah merasa puas.
Bersambung.....