Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 51


__ADS_3

"Argh! Kak Birma. Semakin lama kau semakin tampan saja," ucap Mika bersorak ria ketika melihat Birma sedang duduk santai dengan teman-temanya di kantin.


Melihat sikap Mika yang selalu heboh jika di dekatnya, Birma hanya mampu membuang napasnya kasar. Ingin sekali dia mengatakan jika dia tidak mempunyai perasaan sedikitpun kepada Mika. Namun, ntah mengapa mulutnya selalu saja terkunci rapat jika sudah berhadapan dengan Mika. Dia tidak bisa mengatakan sepatah katapun jika sudah melihat senyuman bahagia yang terpancar di wajah Mika.


"Kak Axelle di mana?" tanya Alissa tidak melihat keberadaan Axelle di sana.


"Hai, Sayang! kau mencariku?" ucap Axelle langsung merangkul Alissa dari belakang dan mencium lembut wajah Alissa.


Melihat aksi Axelle yang mengumbar kemesraan secara terang-terangan. Semua yang ada di sana langsung berdehem sambil menatap Axelle kesal. Sedangkan Mika langsung memanyunkan bibirnya kesal lalu duduk di samping Birma.


"Jika kalian mau bermesraan pergi saja ke hotel sana. Jangan membuat suasana di sini semakin memanas," ucap Pran menatap kesal Axelle.


"Kalian benar juga!" ucap Axelle langsung membawa Alissa ke dalam gendongannya.


"Kak!" ucap Alissa terkejut melihat aksi Axelle.


"Aku menginginkannya. Ayo kita ke hotel sekarang," ucap Axelle tidak memperdulikan para sahabatnya lalu membawa Alissa pergi.


Melihat kelakuan Axelle yang tidak tau malu, Birma, Dirga dan Pran langsung membulatkan matanya menatap kepergian Axelle. Mereka langsung menelan ludah mereka kasar dan saling melempar tatapan. Sedangkan Mika hanya mampu diam sambil menyembunyikan wajah memerahnya.


"Udaranya sangat panas," ucap Pran meminum minumannya.


"Kenapa wajahmu memerah? apa kau juga menginginkannya?" tanya Birma menatap wajah Mika yang memerah.


Burrrr....


Pran langsung menyemburkan minuman yang ada di mulutnya mendengar ucapan Birma.


"Kenapa nasib kita sangat malang ya. Punya sahabat yang tidak punya akhlak seperti mereka," ucap Dirga mengusap wajahnya kasar sambil menepuk punggung Pran.


Sedangkan Mika hanya bisa menunduk malu sambil menyembunyikan wajahnya. Dia langsung bangkit dari duduknya dan mencoba melangkahkan kakinya. Namun, saat Mika baru melangkah Birma langsung mengengam tangannya. Sehingga membuat jantung Mika ingin meledak saat itu juga.


"Kau mau ke mana?" tanya Birma menatap lekat wajah Mika.


"A.. aku mau ke toilet, Kak. Sesak pipis," ucap Mika gugup lalu melepaskan genganam Birma.


Setelah Birma melepaskan tangannya, Mika langsung melangkahkan kakinya dengan terburu-buru. Biasanya Birma selalu diam dan acuh padanya. Namun, sekali bicara Birma langsung membuat jantung Mika ingin meledak saat itu juga. Mika tidak menyangka ternyata Bisma sangatlah mesum. Mika langsung pergi menuju toilet sambil berusaha mengatur detak jantungnya.

__ADS_1


"Lo kesambet setan apa, Bir? Sampai-sampai lo bisa bertanya seperti tadi kepada Mika." ucap Pran menatap aneh Birma.


"Tidak ada! gue lihat wajahnya memerah. Gue kira dia sedang menginginkan sesuatu," ucap Birma dengan polosnya.


"Lo memang aneh!" ucap Dirga mengelengkan kepalanya lalu bangkit dari duduknya. Dia berlahan melangkahkan kakinya meninggalkan kedua sahabatnya itu.


"Aneh apanya? memang salah gue bertanya?" tanya Birma tidak mengerti dengan maksud Dirga.


"Lo tidak perlu sok polos seperti itu," ucap Pran terkekeh kecil lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Birma.


"Kalian memang aneh!" ucap Birma kebingungan sendiri lalu melangkahkan kakinya mengikuti kedua sahabatnya itu.


...----------------...


Axelle terus menggendong Alissa menuju parkiran kampus. Alissa hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Axelle. Dia merasa malu melihat tatapan orang-orang yang mereka lewati. Sedangkan Axelle memilih terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan tatapan para mahasiswa yang mereka lewati.


Sesampainya di parkiran, Axelle langsung menurunkan tubuh Alissa. Alissa langsung saja meluapkan kekesalannya kepada suaminya yang tidak tau aturan itu. Dia mencubit perut Axelle, sehingga membuat Axelle meringis kesakitan, walaupun hanya pura-pura.


"Aw! sakit sayang. Kenapa kau mencubitku?" tanya Axelle sambil memengang perutnya yang terkena jurus kepiting sang istri.


"Kenapa kakak bilang? Apa kakak jika telah membuatku malu tadi. Ini mulut asal ceblos saja," ucap Alissa menyentil mulut Axelle.


Mendengar ucapan Axelle, bukannya membuat hati Alissa menjadi lebih baik, akan tetapi membuat Alissa semakin jengkel saja.


"Kakak!" pekik Alissa lalu melayangkan pukulan-pukulan kecilnya.


Namun, kali ini Axelle langsung singap. Dia menghindari pukulan Alissa lalu berlari menjauhinya. Alissa yang terlanjur geram langsung mengejar Alissa sehingga acara kejar- kejaran romantis terjadi di parkiran itu.


"Kakak! sini kau," pekik Alissa sambil terus mengejar Axelle.


"Ha... ha.... Tidak mau," ucap Axelle terkekeh kecil sambil terus berlari menghindari Alissa.


"Baiklah! jika kakak tidak mau berhenti aku tidak akan kasih jatah malam kakak selama seminggu," ancam Alissa sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan.


"Apa!" gumam Axelle membulatkan matanya terkejut mendengar ancaman Alissa.


"Aku berhenti. Kau mau apakan aku terserah. Tapi jangan kau hukum aku seperti itu. Aku pasti gila, Sayang," ucap Axelle berusaha membujuk Alissa.

__ADS_1


"Maaf! aku sudah tidak mood memberi hukuman kepada kakak," ucap Alissa menyandarkan tubuhnya di motor Axelle sambil memanyunkan bibirnya kesal.


"Sayang! aku minta maaf. Kau jangan ngambek lagi ya, plisss," ucap Axelle berusaha membujuk Alissa.


"Tidak!"


"Sayang!"


"Sudah pergi saja sana!"


"Tidak! aku maunya samamu," ucap Axelle terus saja merengek seperti anak kecil.


"Baiklah! aku memaafkanmu. Tapi aku lapar. Aku mau makan di cafe tempatmu bekerja sambil mendengarkanmu bernyanyi,"


"Ok! tapi setelah itu," ucap Axelle tersenyum nakal sambil menatap genit tubuh Alissa.


"Tidak!"


"Ok! nanti malam ya,"


"Baiklah!"


"Beneran?"


"Jika tidak malas," ucap Alissa ketus lalu naik ke motor Axelle.


"Yah!" ucap Axelle memayunkan bibirnya.


"Jangan manyun seperti itu. Nanti bibirnya makin panjang," ucap Alissa kesal.


"Ayo bawa motornya. Atau aku tinggal nih," ancam Alissa sambil menghidupkan motor Axelle.


"Eh! ia. Jadi istri galak amat sih," ucap Axelle membuang napasnya kesal lalu naik ke motornya.


Alissa langsung memeluk Axelle dari belakang seperti tidak ada masalah sama sekali. Melihat itu, Axelle langsung tersenyum lalu mengemudikan motornya keluar dari perkarangan kampus. Sehingga mereka tidak menyadari jika mereka sedang di perhatikan oleh segerombolan pria yang menyaksikan kemesraan mereka sejak tadi.


"Akhirnya kita menemukan kelemahannya juga," ucap pria yang bersetatus bos mereka sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2