Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 59


__ADS_3

"Apa! tidak mungkin," ucap Nando menghentikan langkahnya sambil menatap datar Indah.


Mendengar ucapan Nando, Indah langsung tersenyum sinis sambil menatap Nando dengan tatapan penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika kata-kata yang sangat menyakitkan itu keluar dari mulut Nando.


"Kenapa? apa kau tidak percaya? ini buktinya," ucap Indah mengambil amplop yang dia simpan di laci lalu melemparkannya tepat di wajah Nando.


"Kau baca saja sendiri," ucap Indah menitikkan air matanya lalu duduk di sudut ranjang sambil menangis kesegukan.


Nando memungut amplop yang tergeletak di lantai itu lalu membuka isinya. Dia menatap kertas itu dan membacanya dengan teliti. Di sana dengan jelas tertulis jika Indah sedang mengandung selama tiga minggu. Berulang kali dia membaca surat itu dan hasilnya tetap saja. Dia perlahan membuang napasnya kasar sambil meremas kertas yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Aku akan bertanggung jawab akan bayi dalam kandunganmu. Aku akan memenuhi semua kebutuhannya, dan memberikan pasilitas yang baik untuknya. Tapi kau harus pergi dari kehidupanku," ucap Nando menatap tajam Indah.


"Apa aku dan anakku akan mendapatkan hal seperti Mirna dan kedua putramu?" tanya Indah.


"Maaf! kau tidak akan bisa mendapatkan hak yang sama seperti mereka. Karena Mirna telah menemaniku sejak lama dan dia adalah istri sahku. Beda dengan dirimu," ucap Nando dengan tegas.


"Apa! kalau begitu aku akan mengugurkan kandunganku," ucap Indah mengancam.


Melihat tatapan Nando yang begitu menakutkan, Indah hanya diam tidak berkutik. Dia tidak menyangka jika dia akan dicampakkan seperti ini. Namun, dia tidak akan tinggal diam. Dia tidak terima di perlakuan seperti ini. Dia menatap Nando dengan tatapan penuh amarah. Dia bersumpah akan menghancurkan kehidupan Nando dan juga keluarganya.

__ADS_1


"Jika kau mau hidup dengan aman, maka bertingkah lah seperti yang sebelumnya. Seperti saat kita belum saling kenal. Anggap saja hubungan kita selama ini tidak ada, dan bangunlah hidupmu kembali dari awal. Sampai jumpa," ucap Nando tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Indah.


Saat keluar dari apartemen Indah, Nando langsung membuang napasnya lega. Dia merasa beban hidupnya telah berkurang satu karena telah mengakhiri hubungannya dengan Indah. Dia berharap Indah tidak akan berbuat lebih jauh lagi, karena itu juga demi kebaikannya sendiri. Sekarang dia tinggal memperbaiki hubungannya dengan Axelle saja. Namun, itulah yang akan paling sulit untuk Nando, akan tetapi dia akan mengeluarkan seluruh tingkat kesabarannya untuk mendapatkan maaf dari putranya itu.


Sedangkan Indah terus menatap kosong ke arah pintu. Dia masih belum bisa mencerna kejadian tadi. Dia tidak percaya jika hidupnya akan hancur dalam sekejab. Dia telah kehilangan kesempatannya untuk menjadi nyonya besar keluarga Arvinado. Impian yang selalu dia mimpikan sejak dulu telah hancur dalam seketika.


"Aku tidak terima! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Kau lihat saja, aku akan menghancurkan seluruh keluargamu," teriak Indah frustasi.


Rencana yang dia siapkan dengan matang-matang ternyata gagal total. Dia kira dengan pura-pura hamil, Nando tidak akan meninggalkannya dan mendapatkan haknya sebagai istri kedua Nando. Namun, dia salah, ternyata Nando tidak memperdulikan nya sama sekali. Bahkan dia tidak memperdulikan perkataannya yang mengatakan jika dia sedang mengandung.

__ADS_1


Dia meluapkan emosinya dengan melemparkan semua benda yang ada di dekatnya. Dia mengacak-acak kamarnya sambil menangis frustasi. Sehingga membuat keadaan kamarnya menjadi sangat berantakan. Setelah lelah meluapkan semua emosinya, Indah perlahan duduk meringkuk sambil menangis terisak. Semua usahanya telah sia-sia dan dia harus menerima takdirnya sebagai istri simpanan, yang di tinggalkan saat tidak di perlukan lagi.


Bersambung....


__ADS_2