Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 62


__ADS_3

Nando menatap Ayah yang duduk menunduk di depannya. Dia tidak menyangka jika ada papa yang jauh lebih kejam darinya. Ayah yang seharusnya melindungi putrinya ternyata malah membawa putrinya ke lobang penderitaan yang sangat menyakitkan. Setelah Alissa masuk ke istananya, Nando memang secara diam-diam menyelidiki tentang jati diri Alissa.


Ketika mengetahui tentang kehidupan Alissa, Nando langsung merasa kasihan kepadanya. Dia tidak menyangka gadis malang itu ternyata selama ini memiliki kisah yang sangat menyedihkan. Ayah yang melihat tatapan Nando hanya diam menunduk tidak berani menatap wajah besannya itu. Dia tau dia salah, jadi dia memang pantas mendapatkan hukuman atas semua perbuatannya selama ini.


"Untuk apa kau datang ke mari? apa kau ingin mengusik hidup menantuku lagi?" tanya Nando menatap tajam Ayah.


Mendengar ucapan Nando, Ayah langsung menatapnya sambil menitipkan air matanya. Apakah dia sangat jahat, sehingga besannya itu bisa berkata seperti itu kepadanya.


"Tidak! saya tidak ingin mengusik kehidupan Alissa lagi. Saya hanya ingin meminta bantuan kepada Tuan, untuk melindungi Alissa," ucap Ayah menatap Nando dengan penuh permohonan.


Mendengar ucapan Ayah, Nando langsung tersenyum sinis.


"Tanpa kau minta pun, aku akan selalu melindungi menantuku. Kau tidak perlu khawatir seperti itu. Karena di sampingnya ada pria sejati yang sangat mencintainya. Aku yakin, putraku akan selalu menjaga dan melindungi putrimu dengan baik. Kau tidak perlu merasa cemas seperti itu," ucap Nando.


"Tapi bahaya bisa mengincarnya kapanpun, Tuan. Jika wanita itu telah berani menginjakkan kakinya di istanamu ini, aku yakin dia akan bisa berbuat lebih nekat di luar sana," ucap Ayah menatap lekat Nando.


"Seorang wanita datang ke sini?" tanya Nando mengerutkan keningnya bingung.


"Ia, Tuan! saya tidak sengaja mendengar pembicaraan para pengawalmu yang berjaga di depan," ucap Ayah jujur.

__ADS_1


"Cek ruang CCTV" ucap Nando tegas lalu berjalan menuju ruang CCTV yang ada di mensionnya.


Mendengar perintah Nando, para pengawal yang ada di sana langsung berjalan menuju ruang CCTV. Dia tidak mau jika sampai terjadi sesuatu kepada Alissa. Karena baginya kedatangan Alissa ke keluarga mereka adalah suatu kebahagiaan terbesar untuknya. Karena kehadiran Alissa dia menjadi sadar jika sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis akan lebih berharga dari segalanya.


Ayah hanya diam sambil melangkah kakinya mengikuti mereka. Melihat mension keluarga Arvinando yang sangat luas dan magah, Ayah langsung merasa bahagia. Dia merasa bahagia karena akhirnya Alissa mendapatkan kebahagiaan atas penderitaan yang dia alami selama ini.


...----------------...


Askara terus tersenyum bahagia melihat Alissa yang sedang di periksa oleh dokter kandungan. Beda dengan Axelle, dia terus mengengam tangan Alissa dengan penuh kecemasan. Dia menatap Alissa dengan penuh kecemasan. Melihat kebucinan Axelle, dokter yang sedang memeriksa keadaan Alissa hanya bisa tersenyum kecil. Walaupun masih sangat muda, akan tetapi Axelle terlihat sangat bertanggung jawab.


"Kenapa Tuan sangat cemas seperti itu? nyonya baik-baik saja," ucap Dokter menatap Axelle yang terus meneteskan air matanya melihat wajah pucat Alissa.


"Bagaimana aku tidak cemas, Dok. Istriku sedang sakit, dan aku tau ini semua karenaku," ucap Axelle Axelle menatap kesal Dokter itu.


"Bagaimana keadaanya, Dok?" ucap Aksara sambil menatap Alissa.


"Nyonya muda tidak apa-apa. Hanya saja di kehamilannya yang masih muda dia akan sering mengalami hal ini. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Saya sudah mencatat resep obat dan vitamin untuknya. Tuan tinggal ambil saja di apotik rumah sakit ini," ucap Dokter itu tersenyum sambil memberikan resep obat untuk Alissa.


"Apa, Dok? jadi istri saya sedang hamil?" tanya Axelle mencerna ucapan Dokter itu.

__ADS_1


"Ia, Tuan! Nyonya muda sedang mengandung. Umur kehamilannya masih sekitar dua minggu, jadi Tuan harus bisa menjaganya dengan baik. Di usia kehamilannya yang masih sangat muda Nyonya memerlukan istirahat yang cukup, dan jangan terlalu banyak beraktivitas dulu," jelas Dokter.


"Jadi sebentar lagi aku akan menjadi Ayah?" tanya Axelle dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar pertanyaan Axelle, Dokter itu langsung mengangguk kecil. Melihat itu Axelle langsung memeluk Alissa dengan penuh ke kebahagiaan. Dia menciumi wajah Alissa dan mengelus perut datarnya dengan lembut.


"Terima kasih, Sayang. Kau telah memberikan hadiah yang sangat istimewa untukku," ucap Axelle mengelus perut Alissa dan mencium keningnya dengan lembut.


Melihat kebahagiaan Axelle, Askara langsung mengunakan kesempatan ini. Dia tidak mau membuang kesempatan emas yang ada di depannya. Dengan kesempatan ini, Askara akan bisa memaksa Axelle untuk menerima bantuan dari papanya. Walaupun dia tidak memberitahu jika kartu itu dari Nando, akan tetapi suatu saat nanti dia akan mengatakannya dengan pelan-pelan kepada Axelle. Karena untuk saat ini yang terpenting Axelle telah menerima uang untuk modal usahanya itu.


"Sesuai perjanjian kita, jika kau bahagia maka kau harus menerima ini. Jadi kau gunakanlah uang yang ada di dalamnya dengan baik. Gunakan uang membuat bengkel otomotifmu sendiri. Ingat! aku tidak mau jika keponakanku sampai kekuarangan apapun," ucap Askara memberikan kartu itu kepada Axelle.


"Ambil saja, Sayang. Lagi pula kau bisa mengembalikannya lagi di saat kau sudah sukses nanti. Aku yakin kau pasti bisa mengembangkan bengkelmu dengan cepat. Karena kau adalah suamiku yang paling hebat," ucap Alissa menatap Axelle dengan penuh keyakinan.


"Baiklah! aku setuju dengan ucapan Alissa. Aku akan menerima uang ini. Tapi jika aku sudah sukses nantinya, aku akan mengembalikan uang ini kepada kakak," ucap Axelle sependapat dengan Alissa.


"Baiklah! terserah kau saja," ucap Askara tersenyum.


"Seperti yang kakak janjikan, Kakak akan memberikan hadiah untukmu. Jadi, kakak berniat ingin meresmikan hubungan kalian," ucap Askara mengingat jika Axelle dan Alissa masih menikah siri.

__ADS_1


"Setelah kesehatanmu sudah pulih, maka kita akan melakukan resepsi pernikahan untuk kalian. Lagi pula sudah waktunya kita mengumumkan pernikahan kalian," ucap Askara tersenyum.


Bersambung.......


__ADS_2