
"Alissa!" pekik Mika langsung berlari memeluk Alissa yang sedang duduk bersandar di atas ranjangnya.
Mika dan ketiga sahabat Axelle segaja datang ke mension keluarga Arvinando untuk menjeguk Alissa. Mereka ingin memberikan selamat kepada Alissa dan Axelle atas kehadiran calon bayi mereka di rahim Alissa.
"Selamat ya, Bro! ternyata sebentar lagi Lo akan menjadi papa muda," ucap Birma langsung memeluk Axelle.
"Terima kasih! Kalian sudah repot-repot datang ke sini," ucap Axelle memeluk satu persatu sahabatnya itu.
"Aku dengar kalau orang lagi ngidam itu suka makan mangga muda. Makanya aku bawakan mangga muda yang banyak untukmu," ucap Mika memberikan mangga muda yang sengaja dia petik sendiri dari belakang rumahnya untuk Alissa.
"Terima kasih! kau memang sahabatku yang paling pengertian," ucap Alissa menerima mangga pemberian Mika.
"Sini biar aku yang bukain," ucap Mika mengambil satu mangga itu dan mengupasnya untuk Alissa.
"Kau kapan masuk kuliah? besok kita sudah ujian semester lho," ucap Mika.
"Besok aku sudah mulai masuk kampus kok. Lagian aku tidak mau mengulang lagi karena tidak ikut ujian," ucap Alissa sambil memakan mangga muda yang sudah di potong-potong oleh Mika.
"Apa! tidak. Kau tidak boleh kuliah besok," ucap Axelle tegas.
"Kenapa?" tanya Alissa mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Apa kata dokter? kau tidak boleh terlalu banyak beraktivitas," ucap Axelle.
"Aku tidak banyak beraktivitas. Palingan di kampus juga hanya duduk untuk belajar. Jadi tidak ada aktivitas yang terlalu berat. Lagian di kampus juga ada kau dan Mika. Jadi apa yang kau khawatirkan?" tanya Alissa menatap lekat Axelle.
"Alissa benar! aku akan menjaganya selama di kampus. Jadi kau tidak perlu khawatir," ucap Mika setuju.
"Ia! biarkan saja Alissa kuliah besok. Lagian kita juga ada disana. Jadi kau tidak perlu khawatir seperti itu," ucap Pran sependapat dengan Mika.
"Boleh ya sayang. Aku janji tidak akan nakal. Aku akan menuruti semua yang kau perintahkan. Asalkan aku besok bisa masuk kuliah. Besok ujian, jika aku tidak ikut ujian aku tidak akan lulus semester ini. Masa aku harus mengulang satu semester lagi," ucap Alissa penuh permohonan.
Melihat wajah memelas Alissa, Axelle langsung merasa kasihan kepada Alissa. Namun, ntah kenapa dia memiliki suatu firasat buruk. Dia takut jika terjadi sesuatu kepada Alissa. Tiba-tiba dia merasa cemas tidak menentu, akan tetapi dia tidak tau apa yang sedang dia cemaskan.
"Baiklah! tapi kau tidak boleh jauh-jauh dari Mika," ucap Axelle membuang napasnya kasar sambil menatap lekat Alissa.
"Memang nasip di dunia ini cuman di anggap ngontrak," ucap Pran dan Dirga menatap kesal Axelle dan Alissa.
"Ha.. ha... makanya buruan cari jodoh. Apa gak bosan jomblo terus," ucap Axelle tanpa dosa lalu membalas ciuman Alissa di depan para sahabatnya.
"Kak Birman! udaranya panas," ucap Mika dengan manja sambil merangkul mesra lengan Birma.
"Gila lo!" ucap Birma menjitak pelan kening Mika sehingga Mika langsung memanyunkan bibirnya kesal.
__ADS_1
Cuppp....
Birma langsung melahap bibir manyun Mika sehingga membuat semua orang yang ada di sana langsung membulatkan matanya terkejut. Sedangkan Mika hanya bisa menyentuh bibirnya sambil menatap Birma dengan tatapan penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika ciuman pertamanya telah di curi secara diam-diam oleh Birma.
"Kakak telah mencuri ciuman pertamaku. Jadi kakak harus bertanggung jawab," ucap Mika menatap tajam Birma.
...----------------...
"Alissa hamil. Sebentar lagi kita akan mempunyai cucu," ucap Nando menghampiri Mirna yang sedang duduk bersandar di atas ranjangnya.
"Benarkah? bagaimana keadaannya? apa dia baik-baik saja?" tanya Mirna tersenyum bahagia.
Setelah mengetahui semua kisah hidup Alissa, Mirna langsung merasa kasihan kepada menantunya itu. Dia tidak menyangka jika ternyata Alissa memiliki kisah hidup yang sangat menyedihkan. Karena dia lihat Alissa selalu terlihat bahagia di depannya. Bahkan dia tidak pernah melihat ada raut wajah kesedihan di wajah Alissa. Alissa memang wanita yang kuat dan juga penyabar, jadi wajar saja kini dia diperlakukan seperti ratu oleh Axelle.
"Aku dengar dari Askara dia baik-baik saja. Hanya saja dia butuh banyak istirahat dan menerima asupan yang bergizi," ucap Nando duduk di samping Mirna dan mengenggam tangan Mirna dengan erat.
Melihat gengaman tangan Nando, Mirna langsung menatapnya penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika Nando sedang mengengam tangannya. Karena selama ini mereka tidak pernah lagi melakukan sentuhan fisik.
"Aku minta maaf kerena pernah mengoreskan luka di hatimu. Aku akan mencoba untuk menebus semua kesalahanku, dan belajar menjadi kepala keluarga yang baik untukmu dan kedua putra kita," ucap Nando menatap lekat wajah Mirna.
"Mari kita tutup lembaran lama kita, dan mari kita buka lembaran baru secara bersama-sama. Kita akan membangun keluarga kita dari awal lagi. Kita lupakan semua kenagan buruk di masa lalu, dan jadikan itu semua menjadi pelajaran untuk kita agar bisa menjadi yang lebih baik lagi. Jangan pernah lagi kita menoleh ke belakang, karena kita sekarang fokus untuk melangkah kedepan," ucap Nando membelai lembut wajah Mirna dan mencium keningnya dengan lembut.
__ADS_1
Mendengar ucapan Nando, Mirna langsung meneteskan air mata kebahagiaannya. Dia memeluk Nando dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Mirna menangis kesegukan di pelukan Nando dan menumpahka semua kesedihan yang dia pendam seorang diri selama ini.
Bersambung......