
"Jangan banyak tanya! ayo baringkan tubuhmu," ucap Mirna mendudukkan Udah di atas bangsal yang tersedia di dalam ruangan itu.
"Tidak! Aku mau ke toilet dulu," ucap Indah kembali berdiri.
"Sebelum periksa kau tidak boleh ke toilet. Ayo baringkan tubuhmu," ucap Mirna kembali mendudukkan Indah dan berusaha membaringkannya.
Melihat kelakuan Mirna, Axelle dan Alissa hanya terkekeh kecil. Sebenarnya Nando curiga jika Indah membohonginya soal kandungannya. Karena selama berhubungan badan dengan Indah, dia selalu memakai pengaman. Tentu saja dia tidak percaya dengan ucapan Indah, dia memang pria brengsek yang suka coblos sana-sini. Namun, dia bukanlah pria bodoh yang bisa di bohongi begitu saja.
Sedangkan Indah terus mencari cara agar dia bisa kabur dari sana. Begitu banyak cara yang dia pikirkan, tetapi Mirna tetap tidak membiarkannya untuk pergi. Jika sampai mereka tau jika dia hamil bohongan, sudah pasti dia akan menjadi bahan sindiran satu keluarga itu. Apalagi Alissa, walaupun terlihat polos dan pendiam, tetapi ternyata dengan sekali bicara dia bisa membuat Indah bungkam dalam seketika.
"Aku sudah sesak. Tolong izinkan aku ke toilet sebentar saja," ucap Indah penuh permohonan.
"Kenapa kau terlihat sangat takut seperti itu? apa jangan-jangan...," ucap Alissa menatap perut Indah.
"Apa maksudmu bicara seperti itu. Aku sedang kebelet pipis. Jadi aku tidak takut sama sekali," ucap Indah menatap kesal Alissa.
"Perasaan sedari tadi kau tidak apa-apa. Tapi kenapa saat mama menyuruh untuk memeriksa kandunganmu kau tiba-tiba kebelet pipis? Jadi aku curiga saja jika di kandunganmu itu tidak ada bayi, yang ada bayi bohongan," ucap Alissa tersenyum sinis.
"Kau jadi manusia tidak ada sopan-sopannya kalua bicara ya," ucap Indah menatap geram Alissa.
"Alissa! kau tidak boleh bicara seperti itu," ucap Nando pura-pura membela Indah.
"Maaf, Pa! Alissa cuman mengatakan apa yang ada di pikiran Alissa saja," ucap Alissa.
"Sudahlah! sekarang lebih baik kau tunjukkan saja jika kau beneran hamil," ucap Nando mengantikan posisi Mirna dan membaringkan tubuh Indah di atas bangsal.
"Ayo, Dok! periksa kandungannya. Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada calon bayiku," ucap Nando tersenyum sambil mengusap puncak kepala Indah.
__ADS_1
"Tapi, jika kau tidak hamil. Maka, jangan pernah lagi memperlihatkan wajahmu di depanku. Atau aku akan menyingkirkanmu dari muka bumi ini," ucap Nando menatap tajam Indah.
"Maksudmu apa, Mas?" tanya Indah terkejut melihat tatapan Nando yang tiba-tiba berubah.
"Cepat periksa kandungannya. Jika dia hamil, langsung saja lakukan tes DNA. Aku tidak punya waktu untuk melayani orang seperti dia," ucap Nando dengan tegas.
"Baik, Dok!" ucap Dokter itu mendekati Indah.
"Ok! aku tidak hamil. Aku berbohong agar kau tidak meningalkanku," ucap Indah penuh amarah lalu turun dari bangsalnya.
"Aku berbohong karena aku tidak bisa jauh darimu, Mas. Aku sangat mencintaimu, apa kurangnya aku, Mas? sehingga kau lebih memilih wanita tua itu di banding aku?" tanya Indah menatap Nando dengan mata berkaca-kaca.
Bukannya merasa kasihan, Nando malah terkekeh kecil mendengar ucapan Indah. Setelah semua yang telah dia lewati bersama Indah, dia sudah tau bagaimana sifat wanita ular di depannya itu. Indah sangat pandai bersilat lidah, jika ada produser yang sedang mencari artis untuk bermain film, maka dia sangat cocok untuk jadi pemeran utamanya. Karena ektingnya memang sangat bagus bahkan bisa membuat orang percaya begitu saja.
Namun, itu tidak berlaku lagi untuk Nando dan juga keluarganya. Mereka tau persis bagaimana Indah, dia mengatakan cinta kepada Nando. Tetapi Nando tau yang di cintai Indah itu adalah hartanya, bukan dirinya. Indah memang gila harta, bahkan dia rela menjadi istri simpanan agar dia mendapatkan semua fasilitas mewah dari Nando. Bahkan dia dengan tega mencampakkan Askara hanya karena ingin mendapatkan hidup yang mewah dari semua pemberian Nando.
"Lebih baik kau pergi dari kehidupanku. Jangan perlihatkan lagi wajahmu di depanku ataupun anak dan istriku, termasuk menantuku," ucap Nando menatap tajam Indah.
"Apa! kau mencampakkanku begitu saja. Setelah apa yang aku lakukan kepadamu?" tanya Indah menatap geram Nando.
"Memangnya apa yang telah kau lakukan untuk suamiku?" tanya Mirna membuka suara.
"Jangan pura-pura polos. Aku tau pasti kau tau apa saja yang telah aku lewati bersama suamimu," ucap Indah menatap tajam Mirna.
Mendengar ucapan Indah, Mirna hanya tersenyum sinis. Dia menatap penampilan Indah dari atas sampai bawah. Semua barang-barang branded yang menempel di tubuh Indah adalah barang yang dia beli dari uang pemberian Nando.
"Baiklah! apartemen mewah, pergiasan mewah, barang-barang branded, dan uang yang kau dapatkan tiap bulannya adalah pemberian dari suamiku. Jadi itu adalah bayaran untukmu karena telah melayani suamiku selama ini," ucap Mirna tersenyum sinis.
__ADS_1
"Dan satu lagi. Karena kau telah melayani suamiku dengan baik, maka aku memberikan tips untukmu. Terimalah sebagai ucapan terima kasihku karena kau mau membantu meringankan tugasku," ucap Mirna memberikan cek senilai seratus juta untuk Indah.
"Sekarang kau pergilah, dan bersikaplah seperti sebelum kau mengenal suamiku. Jika tidak! kau akan tau akibatnya," ucap Mirna menatap tajam Indah.
Mendengar ucapan Mirna, Indah hanya bisa mengepalkan tangannya geram. Dia menatap Mirna dan Nando secara bergantian lalu meningalkan ruangan itu dengan penuh kekesalan. Melihat itu, Axelle dan Alissa hanya saling lempar pandang dan tersenyum kecil. Alissa yakin, setelah ini Indah akan kembali mengusiknya dengan Axalle. Akan tetapi, Alissa sudah menyiapkan dirinya untuk mengahadapi wanita licik seperti Indah.
"Setelah ini kau berhati-hatilah! aku yakin wanita gila itu akan berbuat sesuatu, untuk mengusik kehidupan kita," bisik Axelle waspada.
"Aku tau! kau tenang saja, aku pasti bisa menjaga diriku dengan baik," ucap Alissa tersenyum.
"Bagaimana keadaan kandungan menantuku?" tanya Nando langsung mengalihkan pembicaraan.
"Kandungan nyonya muda baik-baik saja. Hanya saja dia belum boleh terlalu lelah, dan harus banyak istirahat. Karena usia kandungannya masih sangat muda dan masih sensitif," jelas dokter itu.
"Baiklah! Terima kasih. Selama kehamilan menantuku, aku percayakan semuanya kepadamu," ucap Nando tegas.
Sebagai kakek, dia akan memberikan semua yang terbaik untuk calon cucunya. Mulai dari dokter terbaik yang selalu mengontrol kandungan Alissa, Bahkan dia juga sudah menambah pelayan untuk mengurus semua keperluan Alissa. Dia tidak mau jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada menantu dan juga calon cucunya itu.
"Untuk yang tadi, kau tutuplah mulutmu. Anggap saja tidak terjadi apapun," ucap Nando dengan tegas.
"Baik, Tuan! ini resep obat dan juga vitamin untuk nyonya muda," ucap dokter itu memberikan resep obat dan juga vitamin yang telah dia tulis untuk Alissa.
"Baik! Terima kasih," ucap Nando menerima resep obat itu.
"Ayo kita pulang!" ucap Nando melingkar tangannya di pinggang Mirna lalu keluar dari ruangan itu.
Axelle dan Alissa langsung mengikuti Nando dan Mirna dari belakang. Mereka berjalan secara beriringan menelusuri koridor rumah sakit itu sambil berbincang-bincang kecil bersama. Bahkan Mirna dan Nando sudah membayangkan kebahagiaannya bersama cucunya nantinya. Mendengar hayalan kedua orang tuanya, Axelle hanya tersenyum kecil sambil menatap Alissa dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Bersambung.....