Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 43


__ADS_3

"Siapa gadis yang kalian maksud? apa Alissa? Jangan-jangan Alissa menghilang karena kalian menjualnya kepada pria itu?" tanya Ayah dengan mata yang memerah menahan amarah.


Dia memang tau jika Tini dan Niko selalu menyiksa Alissa. Bahkan mereka juga menjadikan Alissa sebagai tulang punggung keluarga mereka. Namun, Ayah tidak menyangka jika Tini dan Niko sampai tega menjual Alissa. Apalagi untuk membayar utang Niko. Memang ibu dan anak itu tidak pantas di sebut sebagai manusia. Bahkan mereka jauh lebih kejam dari iblis yang tidak memiliki hati nurani.


"Ia Alissa lah! jadi siapa lagi? Mas kira kami mau menculik gadis di luar sana, untuk di jadikan istri oleh kepala preman itu," ucap Tini ketus tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Plakkk...


"Dasar kau!" teriak Ayah melayangkan satu tamparan nya kepada Tini.


"Dasar kau! beraninya kau menamparku," ucap Tini menatap tajam Ayah.


"Ma! sudah. Lebih baik kita bicarakan ini di dalam," ucap Niko mencoba menderai perkelahian kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


"Dia menpar ku! kenapa kau malah diam seperti ini. Dasar kau anak tidak berguna," ucap Tini menatap geram Niko yang hanya diam saja melihat perlakuan Ayah kepadanya.


"Ma! kau harus tenang. Ingat Ayah adalah alat emas kita untuk membujuk Alissa. Apa mama lupa jika Alissa sangat menyayangi Ayah. Aku yakin jika mengatasnamakan Ayah, kita akan bisa membawanya pergi secara diam-diam," bisik Niko mencoba menenangkan Tini.


"Anak ini benar juga. Jika sampai Ayah kenapa-napa bisa-bisa kami semakin sulit untuk berkomunikasi dengan Alissa," batin Tini mencoba menjernihkan pikirannya.


Jika sampai Ayah pergi dari rumah dan meninggalkan mereka. Bukan hanya membuat mereka semakin kesulitan untuk menemui Alissa. Namun, mereka juga akan kehilangan ladang uang mereka. Dulu Alissa yang memenuhi semua kebutuhan mereka, sekarang Alissa telah pergi dan tinggal menyisakan Ayah. Jika Ayah juga pergi, bisa-bisa mereka akan menjadi gembel karena tidak mempunyai mata pencarian.


"Maaf! lebih baik kita pikirkan jalan keluar dari masalah ini," ucap Tini berusaha mengontrol emosinya.


"Aku tidak setuju jika Alissa di jadikan alat pembayar utangmu," ucap Ayah tegas.


"Tidak! kami tidak mungkin melakukan itu. Kami hanya asal bicara saja. Jika aku memang ada niat untuk menyakiti Alissa, aku sudah pasti melakukannya sejak dulu. Lagi pula ada hal yang lebih penting dari ini. Aku sudah tau di mana Alissa. Apa Ayah tidak mau bertemu dengannya?"

__ADS_1


"Kau sudah menemukan Alissa. Di mana dia?"


"Ayah tenang saja. Aku akan mengantarkan Ayah ke rumah Alissa. Alissa sudah menikah, bahkan dia juga masih kuliah sampai sekarang,"


"Apa! jadi putriku sudah menikah? kenapa dia tidak memberitahuku? apa dia sangat membenciku?" gumam Ayah menitikkan air matanya.


Mendengar Alissa sudah menikah, perasaan Ayah menjadi campur aduk. Dia tidak tau harus merasa bahagia atau sedih. Memang dia merasa bahagia karena Alissa putrinya telah menemukan kebahagiaannya. Namun, dia juga merasa sedih karena Alissa sama sekali tidak memberitahunya. Bahkan Alissa sampai menghilang begitu saja tanpa ada kabar sama sekali.


Ayah merasa jika dia sangat menyakiti Alissa dengan sikapnya selama ini. Jadi wajar saja jika Alissa membencinya. Bukan hanya menjadi Ayah yang buruk untuk Alissa, akan tetapi Ayah juga telah menjadi suami yang sangat jahat untuk Almarhum ibu Alissa. Jika Alissa tau jika Ayah lah yang telah merencanakan kecelakaan ibunya, sudah di pastikan Alissa akan jauh lebih membenci Ayah dari saat ini.


"Ayah tidak perlu bersedih! mama akan bicara dengan Alissa," ucap Tini langsung memainkan topengnya.


"Ia! Niko yakin jika mama yang bicara dengan Alissa. Alissa akan mau mengerti. Mungkin dia akan mau menemui Ayah," ucap Niko.

__ADS_1


"Tidak! Ayah yang akan menemui Alissa secara langsung," ucap Ayah tegas lalu masuk ke dalam kamarnya.


Bersambung......


__ADS_2