Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 46


__ADS_3

Nando berdiam mematung di depan pintu kamar Alissa dan Axelle. Dia menatap pintu yang tertutup rapat itu dengan tatapan kosongnya. Dia mencoba mengetuk pintu dan berharap jika Axelle mau berbicara dengannya. Mendengar pintu kamarnya yang di ketuk, Axelle langsung berjalan menuju pintu dan mencoba membukanya.


Dengan seketika Axelle membulatkan matanya terkejut, ketika melihat Nando yang berdiri di depannya pintu kamarnya. Dia menatap Nando binggung, dia merasa heran kenapa tiba-tiba Nando datang menemuinya. Padahal selama ini Nando selalu sibuk dengan urusannya. Bahkan ketika Axelle datang menghampirinya, Nando malah tidak pernah memperdulikannya karena beralasan sibuk.


"Ada apa?" tanya Axelle dingin.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Nando menatap Axelle dengan lekat.


"Bukankah papa sedang sibuk. Jika papa bicara denganku aka membuang waktu papa yang berharga. Lagi pula bagi papa waktu itu adalah uang 'kan?" ucap Axelle sedikit menyindir.


Mendengar sindiran Axelle, Nando hanya mampu membuang napasnya kasar. Dia melirik ke arah kamar Axelle dan melihat Alissa sedang menatap mereka. Melihat kejadian tadi, Nando dapat melihat jika Axelle sangat menyayangi Alissa. Sudah di pastikan Axelle akan membuat apapun untuk membuat Alissa bahagia. Dia langsung berpikir untuk mendekati Alissa terlebih dulu agar bisa dekat dengan Axelle. Karena jika dia mendekati Axelle secara langsung, sudah pasti dia hanya akan mendapat sindiran pedas dari Axelle.


"Ini uangmu! kau ambillah. Kau pasti membutuhkannya untuk memberi nafkah untuk istrimu," ucap Nando memberikan uang yang telah dia kumpulkan tadi.

__ADS_1


"Tidak perlu! aku masih sanggup mencari uang lagi untuk istriku. Lebih baik papa beri saja kepada mama. Mungkin uang itu bisa menganti rugi kekacauan yang di buat istriku," ucap Axelle menolak uang itu.


"Ini adalah mension papa. Jadi yang berhak membuat keputusan di sini adalah papa. Jadi kau ambil saja uang ini," ucap Nando tegas sambil kembali memberi uang itu kepada Axelle.


Mendengar ucapan Nando, Axelle hanya membuang napasnya kasar. Dia mengambil uang yang ada di tangan Nando lalu memberikan uang itu kepada Alissa. Alissa hanya bisa mengangguk kecil dan menerima uang pemberian Axelle.


"Sudah! kami harus berangkat ke kampus," ucap Axelle menatap Nando yang hanya diam berdiri di depannya.


"Baiklah!" ucap Nando mengalah lalu pergi meninggalkan Axelle.


"Kau sudah selesai? ayo cepat nanti kita terlambat," ucap Axelle melihat Alissa yang masih duduk diam menatapnya.


"Sudah! ayo kita berangkat. Tapi uang ini?" tanya Alissa memperlihatkan uang yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Kita simpan di bank saja. Lagi pula kau belum memiliki kartu debit 'kan? nanti kita akan mengurusnya agar kau bisa mengunakan uang ini kapanpun yang kau mau," ucap Axelle memasukkan uang itu kedalam tasnya.


"Apa itu kartu debit?" tanya Alissa binggung.


"Kartu debit sama seperti ATM," ucap Axelle tersenyum.


"Oh! gitu ya," ucao Alissa mengangguk mengerti.


"Sudah! ayo kita berangkat," ucap Axelle tersenyum sambil mengacak-acak rambut Alissa.


Mereka berjalan menuruni anak tangga secara beriringan. Axelle berjalan sambil terus mengenggam tangan Alissa. Sesampainya di ruang tamu, mereka melihat Mirna yang duduk di sofa sambil menatap ke arah mereka. Melihat itu, Axelle hanya memilih untuk diam. Dia terus melangkahkan kakinya tanpa menggubris kehadiran Mirna. Melihat Axelle yang hanya diam melewatinya, Mirna hanya bisa menatap Alissa dan Axelle dengan penuh haru.


Sesampainya di luar, Axelle langsung memasangkan helm untuk Alissa. Setelah itu dia naik ke motornya dan menghidupkannya. Setelah melihat Alissa sudah duduk di boncengannya, Axelle langsung melakukan motornya. Seorang pria paru baya yang melihat kebahagiaan mereka dari kejauhan hanya bisa menatap kepergian mereka dengan penuh haru.

__ADS_1


"Alissa, putri ayah! Sekarang kau telah hidup bahagia, Sayang. Maafkan ayah yang selama ini membawamu ke lobang penderitaan yang begitu dalam," batin Ayah sambil menatap haru kepergian Axelle dan Alissa.


Bersambung......


__ADS_2