Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 49


__ADS_3

Indah mengepalkan tangannya geram. Dia tidak menyangka jika Alissa dengan berani menantangnya secara terang-terangan. Bocah yang dia kira bisa di jadikan alat untuk menguasai Nando, ternyata jauh lebih berani dari yang dia bayangkan.


"Arghh! ternyata gadis itu tidak sepolos yang aku lihat. Tapi lihat saja, kau akan menyesal karena berani bermain-main denganku. Kau tunggu saja kehancuranmu Alissa," ucap Indah tersenyum sinis sambil menatap ke depan dengan tatapan penuh amarah.


Rencana Indah untuk memanfaatkan Alissa kini gagal total. Dia harus menyusun rencana baru lagi. Dia tidak mau kehilangan semua yang dia miliki begitu saja. Melihat perubahan sikap Nando belakangan ini membuat Indah semakin khawatir. Dia takut jika Nando pergi meninggalkannya dan kembali lagi ke keluarganya.


Jika sampai itu terjadi, sudah di pastikan dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Apalagi mengingat jika dirinya hanyalah istri sirih, dan tidak mempunyai keturunan untuk di jadikan alat untuk menguras harta Nando. Dia tidak mau kehilangan semua kemewahannya begitu saja. Dia harus mengikat Nando agar tidak bisa lepas darinya.


"Hallo! aku ingin bertemu denganmu. Lima belas menit lagi aku akan menemuimu" ucap Indah menghubungi seseorang.


Tidak mau membuang-buang waktu, Indah langsung keluar dari ruangannya. Dia berjalan menuju parkiran dengan begitu anggkuhnya. Bahkan dia tidak mengubris setiap mahasiswa yang menyapanya. Para mahasiswa yang sudah terbiasa dengan sikap Indah hanya bisa mengejeknya dari belakang. Walaupun mereka membencinya, akan tetapi mereka harus tetap bersikap baik di depan Indah. Jika tidak, nilai mereka yang akan menjadi taruhannya.


Sesampainya di parkiran, Indah langsung berjalan menuju mobilnya. Namun, saat dia membuka pintu mobil, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dengan kasar. Pria itu langsung mendorong tubuh Indah ke dinding yang ada di dekatnya. Kemudian dia mengunci tubuh langsing itu dengan mengunakan kedua tangan kekarnya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini! apa kau sudah gila?" bentak Indah menatap tajam wajah Axelle yang berada di depan wajahnya.


"Aku tidak gila. Hanya saja, kau yang memancing kegilaanku untuk muncul," ucap Axelle sambil menatap lekat wajah Indah.


"Minggir kau!"


"Tidak! aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Saat kau menghancurkan keadaan keluargaku, aku memang diam. Tapi kau telah berani mengusik istriku, jadi jangan harap kau bisa bebas begitu saja," ucap Axelle menatap Indah penuh dengan kebencian.


"Sial! ternyata bocah sialan itu langsung mengadu. Ternyata kau tidak seberani yang ku kira. Kau hanya bisa meregek dan meminta perlindungan kepada suamimu," batin Indah mengepalkan tangannya geram.


"Tampangnya saja yang cantik. Tapi hatinya jauh lebih busuk dari bangkai," ucap Axelle menatap sinis Indah lalu melangkah kakinya menjauhi Indah.


"Kau bisa membenciku saat ini. Tapi lihatlah, suatu saat nanti kau akan menyanjungku. Karena bagaimanapun aku adalah istri dari papamu. Aku yang akan menjadi nyonya besar di keluargamu," ucap Indah dengan penuh rasa percaya diri.

__ADS_1


Mendengar ucapan Indah, Axelle langsung menghentikan langkahnya. Dia menatap Indah sambil terkekeh kecil. Melihat reaksi Axelle, indah langsung menarik napasnya kasar. Dia tau jika Axelle sedang mengejeknya. Akan tetapi dia yakin, jika dia akan berhasil menyingkirkan Mirna dan menjadi nyonya besar keluarga Arvinando.


"Kau memang istri dari papaku. Tapi kau hanyalah istri simpan. Bahkan kau tidak pernah di nikahi secara sah. Aku akui jika papa memang selalu datang kepadamu. Akan tetapi, bukan kau saja yang pernah menjadi istri simpanan papa," ucap Axelle terkekeh kecil.


"Bahkan sebelum kau, banyak wanita yang menjadi simpanan papa. Tapi papa tidak pernah meninggalkan mama. Dia malah meninggalkan para wanita ****** itu di saat dia sudah bosan. Jadi apa yang kau banggakan sebagai simpanan? simpanan yang di jadikan sebagai tempat pelampiasan hasrat semata. Aku yakin setelah dia bosan kepadamu, dia akan pergi meninggalkanmu," ucap Axelle kembali sehingga membuat Indah langsung terdiam membisu.


"Kenapa? kau tidak bisa bicara lagi?" tanya Axelle menatap remeh Indah.


"Kita lihat saja. Aku yakin papamu lebih memilihku dan akan meninggalkan mamamu itu," ucap Indah menantang Axelle.


"Kita lihat saja! Jika sampai itu terjadi, maka aku akan punya mainan baru," ucap Axelle tersenyum kecil lalu kembali melangkahkan kakinya.


"Mainan! dia kita aku ini boneka apa? lihat saja, siapa yang akan menjadi mainan nantinya," ucap Indah tersenyum sinis lalu masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Dia mengemudikan mobilnya meninggalkan perkarangan kampus dan menuju tempat tujuannya. Ntah apa yang sedang dia rencanakan, yang pasti itu akan membuat dampak buruk pada keluarga Axelle.


Bersambung....


__ADS_2