Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 92


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu. Akhirnya hari resepsi pernikahan Axelle dan Alissa telah tiba. Askara telah menyelesaikan semua masalah ke KUA, sehingga kini Axelle dan Alissa telah menikah dengan resmi. Acara resepsinya di lakukan dengan begitu mewah dan di hadiri begitu banyak para undangan dari kalangan atas.


Para rekan kerja, para sahabat dan juga kerabat datang berbondong-bondong menghadiri acara resepsi itu. Askara, Nando dan Mirna sibuk menyambut kedatangan para tamu mereka. Sedangkan Axelle duduk bersama tamu yang lainnya sambil menunggu pujaan hatinya turun ke aula pesta. Dia terus menatap ke arah pintu masuk Aula untuk melihat kedatangan Alissa. Dia sudah tidak sabar melihat kecantikan istrinya ketika di baluti dengan gaun pengantin. Pasti sangat cantik, hanya itu yang ada dalam pikirannya.


Karena Alissa tak kunjung memasuki aula, Muka berniat untuk menemui sahabatnya itu. Saat memasuki ruang rias pengantin, dia melihat Alissa sedang duduk termenung sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Melihat sahabatnya itu, Mika langsung mengerti apa yang ada di dalam pikiran Alissa. Dia perlahan melangkahkan kakinya mendekati sahabatnya itu.


"Kau sangat cantik! apa kau tidak ingin memperlihatkan kecantianmu kepada suamimu?" tanya Mika memegang bahu Alissa sambil tersenyum.


Mendengar ucapan sahabatnya itu, Alissa hanya menatap Mika dari pantulan cermin di depannya. Walaupun mereka baru kenal saat Alissa pertama kali masuk kuliah, tetapi hubungan mereka sagatlah dekat. Bahkan Alissa sudah menganggap Mika sebagai saudaranya sendiri.


"Apa tamunya sudah berdatangan?" tanya Alissa menatap Mika.


"Sudah! mereka sudah menunggumu sejak tadi. Jadi apalagi yang kau tunggu, ayo cepat turun. Jangan sampai suamimu itu menyusulmu sampai ke sini," ucap Mika membantu Alissa untuk berdiri.


"Tapi, Mik!" ucal Alissa gugup sambil menundukkan kepalanya.


"Hello sang pengantin! apa kau menunggu pengawal untuk menuntunmu memasuki aula?" tanya Birma, Pran dan Dirga memasuki ruang hias pengantin itu secara bersama-sama.


"Lihatlah! kau tidak sendiri. Jadi kau tidak perlu gugup seperti itu," ucap Mika tersenyum sambil mengengam erat tangan Alissa.


"Terima kasih, Mik. Kau adalah sahabat terbaikku. Andai saja ibu ada di sini, pasti dia akan sangat bahagia melihatku mengunakan gaun pengantin ini," ucap Alissa menunduk sedih.

__ADS_1


"Kau tenang saja! pasti ibumu sedang melihatmu dari atas sana. Dia sedang tersenyum semua kebahagiaanmu," ucap Birma tersenyum.


"Benar! walaupun dia tidak ada di sampingmu. Tapi kau harus percaya jika dia sedang menyaksikan kebahagiaanmu dari alam sana. Jadi kau tidak boleh bersedih. Berikanlah senyuman terindahmu kepada ibumu," ucap Dirga dan Pran ikut memberikan semangat kepada Alissa.


"Mereka benar, Al! kau harus tersenyum dan hapuslah air matamu. Jika kau bersedih pasti bayi yang ada di dalam kandunganmu juga bersedih," ucap Mika mengelus perut Alissa yang mulai membuncit.


Usia kandungan Alissa kini sudah memasuki empat bulan. Jadi, perutnya sudah terlihat membuncit. Nando dan Mirna sudah menjelaskan jika Alissa dan Axelle sudah menikah terlebih dahulu. Hanya saja mereka belum melakuan pesta karena Axelle yang masih kuliah. Walaupun mendapatkan sindiran dan juga berbagai tanggapan karena usia mereka yang terbilang masih muda. Namun, Axelle memilih untuk tidak memperdulikan ucapan orang lain. Karena memang baginya penilaian orang lain itu tidak penting. Karena yang tau benar tentang dirinya hanyalah dia sendiri.


"Apakah kau ingin terus menyembunyikan kecantikanmu itu?" tanya Askara berjalan mendekati Alissa.


"Kak Askara! maaf, Kak. Aku tadi belum siap," ucap Alissa mendundul merasa bersalah kepada kakak iparnya itu.


"Tidak apa-apa! kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Lebih baik sekarang kita turun. Karena suamimu sejak tadi sudah sibuk mencarimu. Jangan sampai dia yang menyusulmu ke sini. Bisa-bisa acara resepsinya batal, dan kalian berpesta di dalam kamar ini," ucap Askara terkekeh kecil.


"He... He... maaf! lagi pula kakak juga di bawah umur. Hanya saja umur kakak lebih tua dari Axelle. Tapi dia udah belah duren terlebih dulu," ucap Askara terkekeh mengoda ketiga sahabat adiknya itu.


Mendengar ucapan Askara, Alissa hanya bisa menunduk sambil menyembunyikan wajah tomatnya. Walaupun selalu terlihat dingin, tetapi ternyata kakak iparnya itu humoris juga.Walaupun sedikit mesum.


"Sudah! ayo kita turun. Para tamu sudah menunggumu," ucap Askara memberikan lengannya kepada Alissa.


"Kau tidak perlu merasa sendiri. Karena sekarang kau sudah memiliki kami semua. Jadi sekarang angkatlah kepalamu, lalu terbarkan senyuman termanismu," ucap Askara menatap Alissa sambil tersenyum.

__ADS_1


Mendengar ucapan kakak iparnya itu, Alissa hanya tersenyum lalu melingkarkan tangannya di lengan Askara. Mereka perlahan memasuki Aula pernikahan secara bersama-sama. Alissa berjalan di depan sambil melingkatkan tangannya di lengan Askara. Mereka terlihat sangat akrab, seperti kakak dan adik kandung.


Walaupun Alissa hanya adik iparnya, tetapi Askara sangat menyayanginya seperti adiknya sendiri. Sedangkan Mika berjalan di belakang sambil melingkarkan tangannya di lengan Birma. Kalau Dirga dan Pran hanya bisa gigit jari mengikuti langkah mereka.


Semua mata langsung tertuju ke arah mereka, semua orang langsung menatap kagum kecantikan menantu keluarga Arvinando itu. Tidak terkecuali Axelle, dia terus menatap kearah Alissa seakan tidak rela untuk mengedipkan matanya walau hanya sedetik saja. Dia menatap Alissa dengan lekat, bahkan sampai dia tidak sadari air mata kebahagiaan telah lolos membasahi wajah tampannya.


"Kau tunggu apa lagi? ayo jemput istrimu. Apa kau mau kakakmu yang membawanya ke atas pelaminan?" tanya Nando mengoda putranya itu.


"Papa!" ucap Axelle kesal lalu berjalan mendekati Askara dan Alissa.


"Aku serahkan Alissa kepadamu. Jika nanti kau bosan kepadanya, jangan sesekali kau sakiti dia. Apalagi jika sampai kau melukai fisiknya. Jika kau sudah tidak mencintainya lagi, kau boleh menyerahkannya kepada kakak. Kakak akan menerimanya dengan senang hati," ucap Askara menyatukan tangan Axelle dan Alissa sambil tersenyum mengoda adiknya itu.


"Aku akan menyerahkannya kepada kakak. Tapi! langkahi dulu mayatku," ucal Axelle menatap tajam Askara.


"Ternyata adikku ini sangat galak jika di hubungkan dengan wanita. Maaf kakak hanya bercanda," ucap Askara terkekeh kecil.


"Axelle juga hanya bercanda," ucap Axelle datar lau membawa melangkahkan kakinya bersama Alissa.


Mendengar ucapan Axelle, Askara hanya bisa diam melogo menatap kepergian adiknya itu. Baru beberapa langkah melangkahkan kakinya, Axelle malah menatap Askara ke belakang sambil menjulurkan lidahnya.


"Dasar adik durhakim!"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2