
"Kau serius ingin ke kampus hari ini?" tanya Axelle menatap Alissa yang sedang duduk di meja rias sambil merias wajahnya.
"Ia! kau tenang saja. Aku pasti baik-baik saja. Lagi pula apa yang kau khawatirkan? karena di sampingku ada pria hebat yang akan selalu melindungiku," ucap Alissa tersenyum sambil menatap Axelle yang terus menatapnya penuh kekhawatiran.
Axelle tidak tau kenapa perasaannya tidak bisa tenang dari semalam. Dia sangat menghawatirkan keadaan Alissa, padahal dia melihat dengan jelas jika Alissa baik-baik saja. Bahkan Alissa nampak sangat semangat untuk pergi ke kampus pagi ini.
Ntah pertanda buruk apa, yang pasti Axelle merasakan akan ada sesuatu yang buruk yang akan datang menghampirinya. Namun, Axelle sampai sekarang belum mengerti apa maksud dari kecemasannya itu.
Axelle berusaha menarik napasnya dalam-dalam dan berdoa di dalam hatinya. Dia berharap agar Alissa istrinya selalu ada dalam lindungan sang Pencipta. Dia berharap perasaan cemas nya ini hanyalah perasaan cemas biasa karena kehamilan Alissa yang masih sangat muda.
"Baiklah! ayo kita berangkat. Tapi di kampus nanti kau jangan ke mana-mana ya. Kau tidak boleh keluar dari kampus tanpa aku," ucap Axelle tersenyum.
"Siap, Sayang. Aku tidak akan kemana-mana tanpa dirimu. Tapi kau jangan camas seperti itu lagi. Lihat aku dan kandunganku baik-baik saja," ucap Alissa tersenyum sambil berusaha menghibur suaminya itu.
Mendengar ucapan Alissa, Axelle langsung tersenyum. Dia perlahan menekukkan satu kakinya di lantai dan mengelus perut Alissa. Dia memeluk erat Alissa dan menenggelamkan wajahnya di perut datar Alissa.
"Sayang! kau baik-baik di dalam ya. Jangan buat mama kesulitan. Karena papa tidak akan tega melihatnya. Sayang papa, jaga mama ya, ketika papa tidak ada di sampingnya. Karena kau dan mama adalah harta papa yang paling berharga," ucap Axelle berbicara dengan janin yang ada di perut Alissa.
__ADS_1
"Kau tenang saja! kami akan baik-baik saja. Kami akan selalu berada di sampingmu dan selalu memberikan dukungan kami untukmu," ucap Alissa tersenyum sambil membelai lembut rambut Axelle.
"Terima kasih, Sayang," ucap Axelle tersenyum lalu mencium lembut perut Alissa.
"Ayo kita turun. Nanti kita terlambat. Aku juga ingin menemui Kak Askara terlebih dulu," ucap Axelle bangkit dari duduknya dan merangkul mesra pinggang Alissa dan menuntunya keluar dari kamar.
Mereka berjalan beriringan menuruni anak tangga. Sesampainya di ruang makan, dia melihat kedua orang tuanya sedang sarapan bersama Askara. Melihat pemandangan yang sangat langka itu, Axelle dan Alissa langsung saling lempar tatapan. Apalagi melihat Mirna yang sedang melayani Nando dengan baik. Mereka langsung merasa binggung sendiri dan merasa jika mereka sedang mimpi.
"Sayang! coba cubit tanganku," ucap Axelle menjulurkan tangannya kepada Alissa.
"Sakit ya, Sayang? jadi kita tidak mimpi," ucap Alissa terus menatap ke meja makan dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.
"Axelle, Alissa! kalian sudah bangun. Ayo sarapan sini," ucap Mirna tersenyum lembut sambil berjalan menghampiri Axelle dan Alissa.
"Ayo! mama sudah masukkan sup daging untukmu. Mama yakin kau akan suka," ucap Mirna melingkarkan tangannya di pinggang Alissa dan menuntun Alissa berjalan menuju meja makan.
Melihat perubahan sikap mertuanya itu, Alissa hanya diam menurut sambil terus menatap Mirna dengan tatapan penuh kebingungan.
__ADS_1
Sedangkan Axelle berjalan di belakang Alissa sambil terus menatap Mirna dengan penuh kebingungan. Melihat tatapan Axelle, Nando hanya tersenyum kecil. Dia tau jika kejadian ini sangat mengejutkan untuk Axelle. Karena selama ini dia tidak pernah melihat mereka seharmonis ini. Biasanya Axelle hanya melihat pertengkaran di antara mereka.
Bukan hanya Axelle, Askara juga belum percaya dengan apa yang di lihatnya. Dia masih belum percaya jika kedua orang tuanya bisa berdamai seperti ini. Dia hanya diam memperhatikan sikap kedua orang tuanya sambil menyantap makanan yang ada di depannya.
"Ayo duduk!" ucap Mirna mendudukkan Alissa.
"Terima kasih, Ma," ucap Alissa tersenyum sambil menatap kedua mertuanya itu secara bergantian.
"Sama-sama, Sayang," ucap Mirna lembut sambil mengelus lembut rambut Alissa.
Mirna dengan penuh kasih sayang mengisi piring Alissa dan Axelle. Dia meletakkan dua piring yang telah berisi nasi dan lauk pauknya. Dia juga menuangkan air mineral di gelas Axelle dan Alissa.
"Kau harus makan yang banyak ya. Ingat sekarang kau makan bukan untuk dirimu saja. Tapi juga untuk bayimu. Mama segaja memasak sup ini agar kau mempuyai tenanga untuk kuliah. Jadi kau habiskan makananmu ya," ucap Mirna menuangkan sop daging itu ke piring Alissa.
Mendengar ucapan Mirna, Axelle dan Askara langsung saling lempar pandangan. Dari ucapan Mirna, mereka bisa menebak jika perubahan sikap kedua orang tuanya itu karena kehadiran janin yang ada di rahim Alissa. Ternyata dengan berita kehamilan Alissa, tidak hanya membuat perasaan mereka menjadi bahagia. Namun, ternyata juga menghadirkan kebahagiaan yang baru untuk keluarga mereka.
Bersambung.....
__ADS_1