Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 52


__ADS_3

"Nak! apa papa bisa bicara sebentar?" Tanya Nando melihat Askara sedang sibuk dengan dokumen yang ada di tangannya.


"Ia, Pa! ada apa?" tanya Askara menatap binggung Nando. Karena tidak biasanya Nando menemuinya seperti ini.


Nando langsung menarik napasnya pelan. Dia duduk di kursi yang berada di depan Askara lalu menatap putranya itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dia tidak tau harus berkata dari mana, akan tetapi tujuannya hanya satu yaitu memperbaiki hubungannya dengan Axelle. Karena Nando tau, jika Askara akan lebih mudah memaafkannya. Sangat berbeda dengan Axelle yang selalu dia acuhkan dan remehkan selama ini. Dia harus memiliki kesabaran yang kuat untuk mendapatkan maaf dari putranya yang satu itu.


"Ada apa, Pa?" tanya Askara menatap lekat Nando.


"Papa. Papa ingin memperbaiki hubungan papa dengan Axelle," ucap Nando menunduk tidak berani menatap wajah putranya itu.


Mendengar ucapan Nando, Askara langsung tersenyum kecil. Dia merasa bahagia karena akhirnya Nando menyadari kesalahannya, dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Axelle. Walaupun Askara tau jika itu adalah hal yang tidak mudah. Namun, setidaknya Nando sudah mau berubah dan akan memperbaiki keluarga mereka yang kacau balau.


"Apa kau tau apa pekerjaan Axelle?" tanya Nando yang penasaran dengan pekerjaan Axelle.


Karena dia tau setelah kuliah, Axelle tidak pernah meminta apapun lagi kepadanya. Bahkan dia tidak tau jika uang kuliah Axelle sudah di bayar atau belum. Dia juga sudah lupa kapan dia memberikan uang saku yang terakhir kalinya untuk Axelle. Namun, Nando melihat jika Axelle selalu hidup dengan mewah. Apalagi setelah menikah, Axelle tidak pernah meminta apapun kepadanya untuk memenuhi kebutuhan Alissa.

__ADS_1


"Axelle bernyayi di sebuah cafe dan juga bekerja di perusahaan Papa Birma sebagai mekanik," ucap Askara.


"Lalu bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Nando penasaran bagaimana Axelle membagi semua waktunya. Terlebih lagi Nando memperhatikan jika Axelle selalu memiliki waktunya untuk Alissa.


"Sepulang kuliah, Axelle akan pergi ke perusahaan Papa Birma. Malam hari dia akan bernyanyi. Di sisa waktunya dia menghabiskannya bersama Alissa," jelas Askara.


"Axelle memang tidak ahli dalam dunia bisnis. Tapi dia sangat ahli dalam ilmu otomotif. Papa tau sendiri jika semua orang rerlahir dengan keahlian mereka masing-masing. Dan adikku Axelle memiliki kemampuannya sendiri. Jadi jangan lagi papa mengatakan jika dia anak tidak berguna," ucap Askara menatap tajam Nando.


Nando langsung terdiam menunduk. Dia memang salah karena tidak pernah memperhatikan keinginan putranya. Dia hanya ingin putranya menjadi apa yang dia inginkan, tanpa memikirkan perasaan mereka. Nando terlalu memaksa Axelle untuk mempelajari dunia bisnis.


"Maafkan papa! papa salah karena terlalu memaksakan kehendak papa kepada kalian. Bahkan papa tidak pernah memperdulikan apa sebenarnya yang kalian inginkan. Papa hanya berpikir jika kalian harus menjadi penerus perusahaan papa," ucap Nando menyesal.


"Kenapa papa minta maaf kepadaku? minta maaflah kepada Axelle. Karena selama ini dia anak yang selalu papa hina dan rendahkan. Bahkan dia harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Padahal dia memiliki papa yang kaya raya. Bahkan hartanya tidak akan berkurang walaupun dia memberikan modal untuknya," ucap Askara membuang napasnya kesal.


"Papa sudah berusaha untuk bicara kepadanya. Tapi dia sepertinya tidak mau bicara dengan papa," ucap Nando.

__ADS_1


"Aku akan berusaha bicara dengannya," ucap Askara membuang napasnya kasar.


"Baiklah! apa kau bisa membantu papa?" tanya Nando.


"Apa?" tanya Askara mengerutkan keningnya binggung.


"Di sini ada uang sebesar sepuluh milyar. Tolong kau berikan kepada Axelle. Papa rasa ini cukup untuknya membuka bengkelnya sendiri. Jika kurang papa akan mengirimkannya lagi. Tapi jangan kau katakan ini kartu dari papa. Karena jika dia tau sudah pasti dia tidak akan menerimanya," ucap Nando memberikan kartu debit kepada Askara.


"Aku tidak bisa berjanji. Tapi aku akan berusaha. Papa tau sendirikan bagaimana Axelle, dia tidak akan pernah menerima bantuan dari kita," ucap Askara mengingat sikap Axelle yang sangat keras kepala.


"Baiklah! kau cari cara saja agar bisa memberi kartu itu kepadanya," ucap Nando.


Askara hanya mengangguk kecil. Setelah selesai berbicara dengan Askara, Nando langsung bangkit dari duduknya. Dia berlahan keluar dari ruangan Askara. Askara hanya mampu menatap kepergian papanya dengan tatapan penuh kebahagiaan. Dia merasa bahagia karena akhirnya Nando bisa sadar dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Axelle.


Askara kembali mengerjakan pekerjaannya, sambil memikirkan cara agar Axelle mau menerima modal pemberian Nando. Askara berharap agar Axelle mau menerima kartu itu dan membuka usahanya sendiri. Agar dia tidak perlu lagi bekerja sana sini untuk menabung lagi. Walaupun Askara tau itu sangat sulit, akan tetapi dia akan terus mencari cara.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2