Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 47


__ADS_3

"Mentang-mentang suami istri, jadi bisa nempel terus!" ucap Mika ketus sambil menatap sinis Alissa dan Axelle yang sedang bermesraan di parkiran kampus.


"Ia dong! kamu iri," ucap Alissa tersenyum lalu memeluk Axelle dengan mesra.


"Alissa! aku yang jomblo iri," ucap Mika menghentakkan kedua kakinya lalu menarik Alissa dari pelukan Axelle.


"Kakak Axelleku yang paling tampan. Jika di rumah Alissa memang milikmu. Tapi jika di kampus Alissa istrimu yang cantik dan imut ini adalah milikku. Jadi aku harap kau jangan merebutnya dariku," ucap Mika memanyunkan bibirnya kesal.


"Sudah! sekarang kami mau ke kelas dulu ya. Eh, aku titip salam kepada pangeranku. Tolong katakan ya," ucap Mika tersenyum manja.


Mendengar ucapan Mika, Axelle langsung tersenyum kecil.


"Baiklah. Aku akan mengatakannya nanti. Tolong jaga istriku yang cantik ini ya," ucap Axelle mengacak-acak rambut Alissa.


"Siap! kakak tenang saja. Istrimu akan aman bersamaku," ucap Mika tersenyum.


"Sayang! kau belajar yang rajin ya. Sampai jumpa di kantin nanti," ucap Axelle tersenyum lalu mencium lembut kening Alissa.


Melihat kemesraan Alissa dan Axelle, Mika hanya mampu membulatkan matanya. Para mahasiswi yang melihat keromantisan Axelle, langsung menatap iri Alissa. Mereka merasa iri karena Alissa telah menjadi istri dari pangeran kampus mereka. Sehingga mereka tidak punya kesempatan lagi untuk mendekati Axelle. Apalagi melihat Axelle yang begitu romatis dan perhatian kepada Alissa. Membuat mereka ingin menggantikan posisi Alissa untuk menjadi ratu di kehidupan Axelle.


"Argh! Kak Axelle romatis banget sih. Aku jadi makin jatuh cinta," ucap Mika memainkan matanya kepada Axelle.


"Eh! enak aja main centi-centil sama suamiku. Mau jadi pelakor untuk sahabatmu sendiri ya," ucap Alissa menatap kesal kelakuan Mika.

__ADS_1


"Enak aja. Mana mungkin aku mau jadi perusak rumah tangga sahabatku sendiri. Lagi pula Kak Axelle udah bekasmu. Jadi aku tidak akan mau sama bekas sahabatku sendiri. Lebih baik aku sama Kak Birma, masih cool dan perjaka," ucap Mika asal ceplos saja.


"Sudah! ayo kita pergi," ucap Alissa menarik kesal Mika.


"Ternyata istriku kalau cemburu galak juga," batin Axelle terkekeh kecil sambil menatap kepergian Alissa dan Mika.


"Hai, Bro. Ngapain lo senyam-senyum sendiri. Lagi kesurupan setan apa lo?" ucap Pran melihat Axelle yang tersenyum sendirian.


"Lagi kemasukan setan bucin yang sedang di mabuk asmara," ucap Birma terkekeh kecil.


"Apaan sih. Ganggu orang lagi senang saja," ucap Axelle ketus.


"Haha... Lo sensitif amat. Lagi datang bulan ya?" ucap Dirga menatap binggung Axelle.


"Tidak! Lagi datang tahun," ucap Axelle ketus, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan sahabatnya itu.


"Lagi ngidam kali ya," ucap Birma terkekeh kecil.


"Ha.. ha... bikin iri aja. Bocah udah bikin bayi," ucap Pran terkekeh.


"Sok alim lo pada. Sudah lebih baik kita ke kelas saja. Ingat sebentar lagi ujian. Jangan sampai kita tidak lulus," ucap Dirga ketus.


"Kau benar juga. Ayo kita masuk kelas. Biar cepat lulus dan bisa nyusul Axelle. Aku juga sudah bosan tidur sendiri. Maunya tidur sambil meluk," ucap Birma membayangkan bagaimana jika dia menikah nantinya.

__ADS_1


"Ha... ha... lo ngebayanginnya yang enak saja. Coba pikirin yang gak enaknya pasti lo malas nikah," ucap Pran ketus.


"Emang yang gak enaknya apaan? gue lihat Axelle nikah ma Alissa enak-enak aja tu. Kapan saja mau bermesraan bisa. Bahkan semua keperluan kita udah ada yang ngatur. Jadi gak ribet lagi," ucap Birma.


"Nikah itu tidak seenak yang kau bayangkan. Kita harus menjadi kepala keluarga yang bisa menjadi sosok apapun untuk istri kita. Harus bisa menjadi ayah yang selalu mendukungnya, menjadi kakak yang selalu mendengarkan curhatannya dan ngejahilin dia, dan yang paling penting harus bisa menjadi suami yang baik untuknya. Tanggung jawab suami itu buka hanya urusan dunia. Tapi juga akhirat kelak," ucap Pran bijaksana.


"Tumben pikiran lo bisa sebijak itu. Lagi kesambet ustadz mana lo?" ucap Dirga terkekeh.


"Gue berkata apa adanya. Lagian lo liat bagaimana Axelle. Apa lo yakin bisa menjadi suami seperti dia. Suami yang selalu memperatukan istrinya. Bahkan dia rela kerja mati-matian agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuk istrinya," ucap Pran mengingat bagaimana perjuangan Axelle untuk membahagiakan Alissa.


Sebagai seorang sahabat Pran merasa kasihan kepada Axelle. Bukan hanya hidup di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis. Namun, di usianya yang masih muda dia sudah menjadi kepala keluarga untuk Alissa. Di mana dia harus berjuang mati-matian untuk membahagiakan Alissa, dan bekerja keras agar bisa memberikan hidup yang layak untuk Alissa.


"Lo benar. Gue juga salut kepada Axelle. Setelah menikah dengan Alissa dia menjadi lebih sering menghabiskan waktunya untuk bekerja. Sampai-sampai dia lupa untuk membahagiakan dirinya sendiri," ucap Birma.


"Lo tidak tau saja jika kebahagiaan Axelle ada di Alissa. Jika Alissa bahagia sudah pasti Axelle juga bahagia. Jadi wajar saja dia mati-matian membuat Alissa bahagia," ucap Dirga.


"Lo benar. Jadi sebagai seorang sahabat kita harus terus membantunya," ucap Pran.


"Kalau itu lo tidak perlu khawatir. Kita akan selalu membantunya. Tapi apa kalian tidak penasaran dengan preman yang ingin menculik Alissa kemarin? gue takut jika suatu saat nanti dia akan kembali lagi. Dia akan mengambil Alissa dari Axelle," ucap Birma mengingat kejadian di mana Niko ingin menculik Alissa di depan kampus.


"Lo benar! lebih baik kita ke kelas dulu. Nanti kita bicarakan masalah itu dengan Axelle. Aku yakin preman itu ada hubungannya dengan Alissa," ucap Pran.


"Ok! kita urus saja itu nanti," ucap Birma dan Dirga serentak.

__ADS_1


Mereka langsung melangkahkan kaki mereka menuju kelas. Mengingat kelakuan Niko beberapa waktu lalu membuat mereka menjadi waspada. Mereka harus bertindak cepat sebelum Niko kembali dan menculik Alissa lagi. Jika itu sampai terjadi, sudah di pastikan hidup Axelle akan hancur.


Bersambung.....


__ADS_2