
Ayah terus mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Dia menatap lurus ke depan dengan tatapan kosongnya. Bayangan tatapan Alissa yang penuh kebencian terus terbayang di dalam pikirannya. Apakah dia Ayah yang sangat jahat sehingga putrinya sendiri tidak ingin melihatnya. Jangankan memaafkan, menatapnya saja rasanya Alissa tidak mau lagi.
Apalagi jika sampai Alissa tau jika kecelakaan yang menimpa ibunya sampai meninggal adalah ulah Ayah. Maka, sudah tidak bisa di bayangkan lagi bagaimana kebencian Alissa kepada Ayahnya itu. Sekarang saja Alissa terlihat sangat membenci Ayah, bahkan dia tidak perduli sedikitpun walaupun Ayah sedang terluka. Ayah tidak tau lagi bagaimana caranya untuk menebus semua kesalahannya kepada Alissa dan ibunya.
"Maafkan ayah, Nak! maafkan ayah," batin Ayah menitikkan air matanya sambil terus mengemudikan sepeda motornya.
Saat sedang fokus mengemudikan sepeda motornya, Tiba-tiba Ayah melihat segerombolan pria yang terlihat sangat menyeramkan berdiri di depannya. Melihat itu, Ayah langsung menghentikan sepeda motornya dan menatap para gerombolan itu dengan ketakutan.
"Hai bapak tua! akhirnya kita bertemu lagi," ucap ketua gang motor Dark menatap Ayah dengan tatapan meremehkan.
"Maaf! saya hanya ingin lewat. Tolong berikan saya jalan," ucap Ayah sambil menahan sakit pada tangannya yang terus mengeluarkan darah.
"Ho! mau lewat ya, silahkan," ucap pria itu tersenyum sini lalu menyuruh para anak buahnya untuk memberi jalan kepada Ayah.
Melihat para brandal itu telah memberikan jalan untuknya, Ayah langsung melajukan sepeda motornya melewati para brandal itu. Melihat Ayah sedang melewatinya, ketua geng motor itu langsung memasukkan kayu yang ada di tangannya ke jari-jari sepeda motor Ayah.
__ADS_1
Brak....
Ayah langsung jatuh terpelanting ke aspal dan merintih kesakitan. Bukannya menolong para brandalan itu malah menertawakannya seperti sebuah lelucon yang sedang mereka mainkan.
"Ha... ha... dapat kodok berapa, Pak?" tanya para brandal itu sambil tertawa menatap kesengsaraan Ayah.
Melihat kelakuan para brandal itu, Ayah langsung mengingat Alissa kecilnya dulu. Di mana dia sering di sakiti dan di jadikan sebagai tempat pelampiasan amarah oleh Tini di depan matanya, akan tetapi dia sama sekali tidak ada niat untuk menolong putri kecilnya itu. Dia malah menyaksikan penderitaan putrinya sendiri tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Dan sekarang apa yang terjadi pada putrinya kini berbalik kepadanya. Dia di perlakuan layaknya seperti binatang, bahkan binatang juga tidak pantas di perlakukan seperti itu.
"Sudah jangan cengeng lo! sudah bau tanah tapi masih saja cengeng," ucap ketua geng motor itu menarik kerah baju Ayah bahkan dia tidak perduli sama sekalinya dengan keadaan Ayah yang sedang terluka.
"Bawa dia ke markas sekarang. Setelah puas bermain-main dengannya kita akan bermain-main dengan putrinya yang cantik itu," ucap Kepadl geng motor itu tertawa.
Bukk.....
"Akibat apa? ha!" teriak kepala geng motor itu melayangkan tinjunya ke wajah Ayah.
__ADS_1
Dengan sekali pukulan tubuh Ayah langsung jatuh ambruk ke tanah dengan sudut bibirnya yang terkoyak dan mengeluarkan darah. Dia menatap pria yang tidak punya hati itu dengan tatapan penuh amarah. Dulu memang Ayah tidak perduli dengan kehidupan Alissa, akan tetapi sekarang tidak akan lagi. Dia akan melindunginya putrinya walaupun harus mengorbankan hidupnya.
"Jika sekali kau menyentuh tubuh putriku, aku yakin Axelle tidak akan pernah memaafkanmu. Dia akan mencarimu sampai ke ujung dunia," ucap Ayah menatap tajam pria itu tanpa ada belas kasihan sedikitpun.
"Baiklah! kita lihat saja nanti," ucap pria itu mencengkam wajah Ayah sambil tersenyum sinis.
"Bawa pria tua ini. Aku yakin kita akan bisa mendapatkan kesenangan kita dengan mengunakan dirinya. Karena seorang Ayah adalah cinta pertama putrinya. Maka, aku yakin Alissa akan datang sendiri kepada kita untuk menolong Ayahnya tercinta," ucap pria itu tersenyum sinis lalu naik ke atas motornya.
"Baik, Bos!" ucap para anak buahnya lalu menyeret tubuh Ayah menuju mobil mereka.
Ayah hanya bisa diam dan pasrah akan hidupnya. Bukannya karena takut dengan para brandal itu, akan tetapi ucapan ketua geng motor itu yang sangat menusuk hatinya. Seorang Ayah adalah cinta pertama untuk putrinya. Akan tetapi tidak untuk dirinya. Bahkan dia merasa tidak pantas menyandang status sebagai Ayah untuk Alissa.
Para brandal itu membawa Ayah ke markas mereka. Sesampainya di markas Ayah langsung di tempatkan di sebuah ruangan yang hanya di sinari cahaya yang remang-remang. Ayah di kurung di ruangan itu seorang diri dengan kedinginan.
Ayah hanya duduk meringkuk di sudut ruangan itu dengan pikiran kosong. Dia berharap Axelle bisa melindungi Alissa dari kejahatan para brandal itu. Dia terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga dia melupakan rasa sakit akibat luka-luka yang ada di tubuhnya. Saat ini tidak ada yang dia cemaskan selain keadaan putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, aku mohon lindungilah putriku di manapun dia merada. Lindungilah dia sebagai mana kau melindungi ciptaanmu yang lainnya. Aku akan menebus semua kesalahan ku. Bahkan aku rela memberikan nyawaku asalkan putriku bisa memaafkanku dan bisa mendapatkan kebahagiaannya yang seutuhnya," batin Ayah meneteskan air matanya sambil menatap langit-langit ruangan itu.
Bersambung......