Jodohku Brandal Kampus

Jodohku Brandal Kampus
Part 58


__ADS_3

Indah duduk diam menunggu Nando keluar dari kamar mandi. Dia memegang sebuah amplop di tangannya dan siap untuk melancarkan aksinya. Dia tidak mau usahanya selama ini sia-sia. Dia tidak akan membiarkan Nando mencampakkan nya begitu saja. Dia harus mendapatkan Nando seutuhnya agar dia bisa menguasai seluruh harta kekayaan Nando.


Tidak berselang lama, akhirnya Nando keluar dari kamar mandi dengan mengunakan setelan baju tidurnya. Dia melihat hari sudah larut malam, dia milih untuk beristirahat terlebih dulu dan berbicara dengan Indah besok pagi saja. Karena tubuhnya juga sudah sangat lelah dan ingin beristirahat secepatnya.


Melihat Nando telah keluar, Indah langsung melayangkan senyuman manisnya. Melihat Indah yang terus berusaha mengodanya, Nando memilih untuk tidak mengubrisnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Maaf! aku sangat lelah. Aku ingin istrahat terlebih dulu. Jika ada yang mau di bicarakan kita bicarakan saja besok pagi," ucap Nando lalu memejamkan matanya.


Mendengar ucapan Nando, Indah menatap amplop yang ada di tangannya. Dia memilih untuk mengalah dan memberikan amplop itu besok saja. Dia menyimpan kembali amplop itu di laci mejanya, dan membaringkan tubuhnya di samping Nando. Indah melingkarkan tangannya di perut Nando dan meletakkan kepalanya di dada bidang sugar deddy itu. Mereka berdua memejamkan matanya hingga akhirnya mereka larut kedalam mimpi mereka masing-masing.


keesokan paginya.


Burung-burung sudah berkicauan di luar sana menandakan jika matahari telah terbit. Cahaya matahari menerangi wajah cantik Indah yang masih tertidur dengan lelapnya. Dia mencoba meraba tempat tidur untuk mencari keberadaan Nando. Namun, dia tidak melihat ada jejak Nando di sana, sehingga dia langsung bangkit dari tidurnya dan menatap ke sekeliling kamarnya.


"Mas Nando di mana?" gumam Indah menatap ke sekeliling kamarnya yang terlihat kosong.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Dia melihat Nando keluar dari sana dengan menggunakan setelan jas lengkap. Indah melihat jam yang telah menunjuk ke pukul tujuh pagi. Dia perlahan turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati Nando yang sedang merapikan penampilan di depan cermin.


"Sayang! kenapa kau tidak membangunkanku?" tanya Indah dengan manja sambil memeluk Nando dari belakang.


Melihat itu, Nando langsung melepaskan tangan Indah yang melingkar di perutnya. Indah langsung mengerutkan keningnya binggung melihat sikap Nando. Dia merasa jika Nando sedang menjauhinya. Berbagai pikiran yang tidak-tidak langsung melintas di dalam otaknya. Dia mengingat ucapan Axelle yang mengatakan jika bukan hanya dia wanita yang pernah menjadi istri simpanan Nando. Dia merasa jika Nando menjauhinya karena Nando telah menemukan wanita yang jauh lebih baik darinya di luar sana.


"Kenapa kau seperti ingin menjauhiku? apa kau sudah bosan denganku?" tanya Indah menatap Nando dengan mata berkaca-kaca.


Dia berusaha untuk mengambil simpati Nando, Karena dia belum siap untuk kehilangan semua kemewahannya. Dia harus tetap mengenggam Nando sampai semua yang dia inginkan terwujud.


"Apa! maksudmu apa? kau ingin mengakhiri hubungan kita begitu saja," ucap Indah membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan Nando.


"Maafkan aku! tapi kau harus menerimanya," ucap Nando menatap Indah dengan tatapan dinginnya.


"Di saat kau siap menerimaku dengan statusku yang masih menjadi suami dan juga ayah dari kedua putraku. Kau pasti sudah tau konsekuensi kedepannya. Kau pasti sudah menyiapkan mentalmu ketika keluargaku datang untuk mengambil ku kembali. Maaf! aku sangat menyayangi keluargaku. Jadi aku tidak mau keluargaku jatuh ke dalam lobang penderitaan yang lebih dalam lagi. Aku harus memperbaiki kesalahanku dan harus meninggalkanmu," ucap Nando menatap lekat netra mata Indah.

__ADS_1


"Jadi kau hanya menganggapku sebagai kesalahan. Lalu apa artinya aku di matamu selama ini. Aku sudah mengorbankan semuanya untukmu. Bahkan aku meninggalkan Askara hanya untukmu," ucap Indah dengan emosi yang memuncak.


Duar....


Bagaikan di sambar petir di siang hari, perasaan Nando langsung hancur seketika mendengar ucapan Indah. Ternyata hubungannya dengan indah bukan hanya menyakiti hati Mirna istrinya, akan tetapi juga perasaan Askara putranya. Dia tidak tau jika Indah adalah kekasih dari putranya sendiri.


"Apa! jadi kau," ucap Nando mengusap wajahnya kasar.


"Ia! aku adalah mantan kekasih putramu. Dia melihat kita sedang bergulat mesra di kamar ini dengan mata kepalanya sendiri. Itulah sebabnya dia mengakhiri hubungan kami dan membiarkan aku hidup bersamamu. Tapi kau malah mencampakkanku seperti ini," ucap Indah menatap geram Nando.


"Maaf! aku harus pergi," ucap Nando melangkahkan kakinya meninggalkan Indah.


"Kau tidak bisa pergi begitu saja. Karena aku sedang mengandung anakmu. Di rahimku sedang ada janin yang berasal dari benihmu," ucap Indah dengan lantang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2