
Indah duduk di depan meja rias sambil merias wajahnya. Dia mengoleskan bedak dan make up tipis agar kecantikannya semakin terpancar. Tubuh indahnya terlihat dengan jelas karena baju lingerie tipis berwarna hitam yang dia kenakan. Dia selalu berpenampilan seperti itu ketika Nando datang ke apartementnya, caranya untuk membuat Nando selalu betah ketika berada di sampingnya.
"Sayang! aku telah mengorbankan cinta dari putramu hanya untuk bisa bersamamu. Walaupun aku hanya mencintai hartamu. Tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dari genggamanku. Karena apa yang aku inginkan belum tercapai," gumam Indah tersenyum sinis sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
Dia perlahan mengambil ponselnya, dia melihat semua foto kebersamaannya dengan Askara dulu. Indah dan Askara adalah pasangan mantan kekasih. Dulu Askara sangat mencintai Indah, bahkan selalu menjadikan Indah sebagai prioritas utama nya. Walaupun Indah hanya datang kepada Askara saat dia membutuhkan uang saja.
Hingga akhirnya Indah bertemu dengan Nando, pengusaha kaya yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan. Walaupun sudah tua dan lebih pantas menjadi Ayahnya, akan tetapi Indah tetap merayunya. Karena bagi Indah uang adalah segalanya, dia tidak perduli pria itu tua ataupun muda, yang terpenting dia bisa mendapatkan semua yang dia inginkan dengan mudah.
Awalnya Indah tidak tau jika Nando adalah papa Askara. Hingga akhirnya hubungannya dengan Nando terbongkar saat Askara memergoki mereka sedang bercinta di apartement pemberiannya kepada Indah. Hancur, sungguh hancur hati Askara waktu itu. Dia melihat wanita yang sangat dia cinta sedang berada di bawah tubuh papa kandungnya sendiri.
Bukannya merasa bersalah atapun meminta maaf, Indah malah lebih memilih untuk menikah dengan Nando. Karena baginya menikah dengan Nando akan lebih baik daripada melanjutkan hubungannya dengan Askara. Karena semua harta yang di miliki Askara adalah harta Nando. Jadi hidupnya akan jauh lebih mewah jika dia menikah dengan Nando. Walaupun hanya menjadi istri simpanan, akan tetapi Indah rela asalkan dia bisa hidup mewah dengan harta pemberian Nando.
"Kau semakin lama semakin tampan saja, Sayang. Ingin sekali rasanya aku menikmati tubuh kekarmu itu," gumam Indah melihat foto kebersamaannya dengan Askara dulu.
Saat sedang asik menatap foto Askara, tiba-tiba Indah mendengar pintu kamarnya yang terbuka. Dengan cepat dia menyimpan ponselnya dan menatap ke arah pria yang berjalan mendekatinya. Dia langsung melayangkan senyuman indahnya ketika melihat Nando berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Sayang! akhirnya kau datang juga. Aku telah lama menunggumu," ucap Indah langsung memeluk manja Nando.
Melihat aksi Indah, Nando hanya tersenyum kecil. Indah memang selalu menyambut kedatangannya dengan baik. Walaupun Indah hanya ingin memanfaatkannya, akan tetapi dia selalu tau apa yang Nando inginkan. Tidak seperti Mirna yang selalu sibuk dengan dirinya sendiri tanpa pernah memperdulikan Nando. Memang Nando juga salah karena telah menyakiti hati Mirna dengan menyimpan wanita di belakangnya. Namun, sebagai seorang pria, dia juga ingin di hormati dan di hargai oleh istrinya.
"Aku lelah! aku mau mandi," ucap Nando dengan ekspresi datarnya.
"Baiklah, Sayang. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu. Kau pasti lelah 'kan?" ucap Indah tersenyum hangat lalu melemparkan ciuman mesranya ke wajah Nando.
"Em!" dehem Nando mengangguk kecil.
"Kabar bahagia," gumam Nando langsung merasakan firasat buruk.
Dia membuang napasnya kasar dan berusaha menenangkan pikirannya. Dia harus ingat tujuannya datang menemui Indah. Dia harus menyelesaikan semuanya, demi keutuhan keluarganya. Dia tidak ingin keluarga yang telah dia bangun begitu lama akan jatuh kedalam lubang kehancuran yang lebih dalam lagi.
"Sayang! sudah selesai. Kau mau mandi sendiri atau perlu aku temani?" tanya Indah melingkarkan tangannya di leher jenjang Nando.
__ADS_1
"Aku mandi sendiri saja. Lebih baik kau istirahat saja," ucap Nando memalingkan wajahnya lalu melangkahkan kakinya menjauhi Indah.
Melihat sikap Nando yang sangat dingin, Indah langsung memanyunkan bibirnya kesal. Dia sudah dandan secantik mungkin, akan tetapi dia malah di kacangin begitu saja. Tentu saja hal itu membuat Indah merasa kesal, akan tetapi dia harus tetap bersabar agar dia bisa menguasai Nando seutuhnya. Dia menghampaskan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Nando selesai mandi.
Setelah beberapa menit, akhirnya Nando keluar dengan mengunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Melihat tubuh kekar Nando yang begitu menggoda, Indah langsung tersenyum menggoda. Walaupun sudah berumur, akan tetapi Nando memiliki postur tubuh yang sangat mengoda. Bahkan di usianya yang sudah matang, aura ketampanan Nando masih terpancar dengan jelas.
"Kau sangat mengoda, Sayang. Aku jadi ingin terus berada di sampingmu," ucap Indah dengan manja dan melingkarkan tangannya ke leher Nando.
Dia langsung melancarkan aksi gilanya dengan mencium bibir Nando dan menyentuh bulu-bulu halus yang ada di dada bidang Nando. Sebelum terangsang dan melakukan hal yang lebih jauh lagi, Nando langsung melangkah mundur dan mengatur jaraknya dengan Indah. Melihat Nando yang menghindarinya, Indah langsung menatapnya dengan penuh kebingungan. Tidak biasanya Nando seperti ini.
"Kenapa kau menghindariku, Mas? Apa aku tidak terlihat mengoda lagi di matamu?" tanya Indah dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf! aku harus mengenakan pakaianku terlebih dulu," ucap Nando datar lalu berjalan menuju lemari pakaiannya.
Dia mengambil pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi untuk mengenakannya. Indah hanya bisa diam sambil menatap nanar ke arah Nando. Dia langsung menghentakkan kakinya kesal lalu menghampaskan tubuhnya ke atas ranjang. Dia berusaha menarik napasnya dan berusaha tetap terlihat tenang. Dia harus ingat tujuannya untuk menikah dengan Nando. Lagi pula dia harus melancarkan rencananya agar dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
Bersambung......