
Aku tidak tau kenapa bisa begini... tidak pernah aku bayangkan akan bertemu dengan ras terkuat yang ada di dunia ini. Apalagi ras itu ingin membunuhku...
Salahku apa coba...
Duuuuaaarrrrr
Yugi melompat mundur untuk menjaga jarak dari naga yang muncul entah dari mana. “Tidak ada waktu memikirkan hal yang rumit, pilihanku sekarang adalah lari atau menghadapinya.”
Sebuah serangan ekor dari naga itu menerjang Yugi dengan sangat kuat, dengan lincahnya Yugi menghindari serangan itu dengan salto ke belakang. Dengan pedang Eternal Snow ditangan kanannya, Yugi menghalau serangan hujan es yang terus saja menyerbunya.
Trank trank trank trank trank trank trank
“Hujan batu es ini banyak sekali...” gumam Yugi yang terus saja membelah setiap batu es yang menuju kearahnya. “Sepertinya pilihan pertama tidak bisa aku ambil, dengan kata lain... AKAN KUHADAPI KAAAAUUU...” Yugi menerjang naga itu dengan pedang yang siap dia tebaskan.
“Lemah...” dengan kuatnya naga itu mengayunkan ekor tepat saat Yugi melompat untuk menebasnya.
‘Sialan...’ Yugi menempatkan pedang Eternal Snow disamping kanan tubuhnya untuk menghalau serangan ekor yang mengarah padanya.
Buk Blaaarrrrrrr
Karena saking kuatnya ayunan ekor itu, Yugi sampai terpental ke tanah dengan sangat keras. “Uhuk uhuk... apa-apaan itu, kuat sekali.” Yugi terbangun dari jatuhnya dengan pakaian yang tertutup debu.
“Apa kau hanya akan bertahan saja hah...”
“Aku tidak tau kenapa kau menyerangku, tapi aku tidak akan tinggal diam begitu saja... bersiaplah.” Teriak Yugi dengan semangat yang sudah membara. Tatapan tajam dia layangkan kearah naga itu, dengan sekuat tenaga tangan kanannya menggenggam pedang Eternal Snow. Kedua kakinya dia tekukan bersiap untuk menyerang. Dengan sekali hentakan, Yugi melesat kearah naga itu.
“Menarik, tapi masih belum cukup.”
Traaannnkkk
Tebasan Yugi ditahan oleh lengan kanan naga itu tepat di depan dadanya. Dengan sekali dorongan membuat Yugi terpental kembali ketanah, tapi dengan tenangnya Yugi berhasil mendarat dengan sempurna diatas tanah.
“Ayunan pedangmu semakin bertenaga, menarik menarik... sepertinya tidak akan seru jika kita tidak tau nama masing-masing. Aku Freez, salah satu dari lima raja naga, penguasa elemen Es Abadi.”
“Namaku Yugi, seorang petualang yang memegang pedang Eternal Snow.” Teriak Yugi sambil mengacungkan pedangnya kearah naga yang menyebut dirinya Freez.
“Eternal Snow... pedang yang dimiliki oleh kaisar terdahulu. Digunakan oleh bocah sepertimu, apa kau bercanda...”
Nada berat dari Freez tidak membuat Yugi takut, aura yang dipancarkan oleh naga itu memanglah sangat besar. Tapi keberanian Yugi, mampu mengalahkan rasa takutnya.
“Aku tidak peduli kau percaya atau tidak, tapi akan kubuktikan disini.” Bola-bola air bermunculan di sekitar Yugi, mengambang diudara bersama dengan pedang yang teracung ke depan. Tatapan tajamnya seperti hewan buas, dengan senyuman iblis Yugi menyebutkan nama jurusnya. “Water Ball...” puluhan bola air menyerbu kearah Freez.
Tapi Freez hanya menatap bola air itu seperti serangga kecil yang mudah dia lenyapkan. Dengan sekali ayunan ekor besarnya, bola air itu lenyap terhempas begitu saja. “Apa hanya itu.” Saat Freez menatap ke tempat Yugi, dia sudah tidak ada disana.
“Spear of Ice...” puluhan tombak Yugi luncurkan dari atas menuju tepat kearah Freez.
Freez yang melihat itu terkejut untuk sesaat, tapi tidak lama senyuman terbentuk diwajahnya. “Ice Shot...” Freez menembakkan es bertekanan tinggi dari mulutnya kearah Yugi yang melayang di udara dengan sayap naganya yang terbuat dari energi sihir.
“...” Yugi dengan cepat menghindari tembakan itu karena tombak esnya juga hancur saat dilewati oleh tembakan yang sangat kuat itu.
“Masih belum...” Freez terus menembakkan es seperti laser yang terus saja mengikuti arah terbang Yugi.
Sementara Yugi bersusah payah untuk menghindari serangan itu dengan terbang zig zag di udara. ‘Tembakan itu terus saja mengikutiku, aku harus terbang lebih jauh lagi.’ Batin dengan keringat dingin di pelipisnya.
“Kau pikir bisa kabur dariku hah...” Dengan sayap besarnya, Freez terbang mengejar Yugi yang berusaha kabur darinya. Sekali kibasan sayapnya membuat Freez melesat dengan sangat cepat.
Yugi melihat ke belakang memastikan kalau Freez tidak mengejarnya. Untuk sesaat dia merasa lega karena naga itu tidak terlihat. Tapi secara tiba-tiba dari balik awan, sebuah tubuh raksasa berwarna biru dengan sayap yang besar mendekat kearah Yugi. “Dia berhasil mengejarku...” ucap Yugi dengan ekspresi kagetnya.
“Kembali ketanah dasar Kura-Kura...” tangan kanan Freez memukul tepat tubuh Yugi dan membuatnya terhempas kembali ketanah.
Blaaaarrrrrr...
Yugi terbaring di tanah dengan badan yang sudah lemas, tubuhnya belum pulih sepenuhnya disebabkan pertarungan tempo hari. Tapi bagi Yugi itu bukanlah sebuah alasan, jika dia tidak bisa melawan naga itu, berarti dia masihlah sangat lemah. Dengan bermodalkan tekad, Yugi kembali bangkit sambil menyeka darah dari sudut bibir kanannya.
__ADS_1
WUuuussshh
Freez menukik dengan tajam ketanah dan...
Blaaaarrr
Terjadi sedikit ledakan akibat tubuhnya yang besar saat mendarat ketanah, debu berterbangan menghalangi pandangan. Freez menatap Yugi dengan aura membunuh, begitu pula Yugi yang tersenyum iblis karena mendapatkan lawan yang begitu kuat.
“Sepertinya kau tidak takut lagi padaku.”
“Takut? Yang benar saja, aku tidak akan takut pada siapa pun. Lawan sepertimu merupakan tantangan bagiku, jika aku tidak bisa mengalahkanmu, itu berarti aku tidak pantas menggunakan pedang ini. Akan kutunjukkan kekuatanku padamu...” Yugi menutup matanya bersiap untuk memasuki mode Eternal Snow.
“Owh, aku merasakan kekuatan yang mulai meluap dari tubuhnya.” Gumam Freez yang menunggu Yugi memasuki mode terkuatnya.
‘Untuk sekarang tidak ada waktu untuk menahan diri, musuh yang kuhadapi ini merupakan dari ras terkuat yang pernah ada. Melawannya dengan setengah hati, aku pasti akan mati.’ Yugi membuka matanya dengan tatapan tajam, dia berteriak sambil memposisikan pedangnya di depan. “Mode Eternal Snow...” Seketika tubuh Yugi diselimuti aura biru muda yang terlihat sangat tenang dan stabil. Mata birunya semakin terang dan tajam, sayap berbentuk naganya terbentang gagah dibelakang punggungnya. Perlahan tapi pasti, Yugi mulai terbang menyamakan tingginya dengan Freez.
“Hahaha, inilah yang aku tunggu...” tawa Freez menggema di pusat gunung berapi yang sudah tidak aktif itu. Suhu yang semakin dingin diakibatkan aura dari duo superrior yang tengah bertarung itu mengakibatkan tumbuhan disana menjadi es dalam sekejap.
“Mari kita mulai ronde kedua.” Ucap Yugi dengan suara berat layaknya binatang buas. Pedangnya sudah siap disamping kanan tubuhnya, tangan kanan yang menggenggam pedang itu mulai bergerak seiring angin yang berhembus kencang. Badan Yugi bergerak ke depan dan dalam sekejap menghilang dari sana.
Freez yang melihat itu sedikit terkejut, tapi dia juga mulai melesat mengikuti gerakan Yugi.
Trank
Benturan terjadi antara Freez dan Yugi, pedang Eternal Snow berbenturan dengan tangan kanan Freez yang diselimuti sisik itu. Keduanya saling menjauh menjaga jarak dan terbang kembali kemudian saling beradu lagi dengan benturan yang lebih keras.
TRaaannnkk
“Sisikmu keras juga ya Freez.” Ucap Yugi disela-sela serangannya.
“Ketajaman pedangmu juga lumayan menyakitkan, jika saja dilatih lebih keras lagi pasti akan sangat kuat.” Puji Freez sambil tersenyum senang.
“Aneh sekali kau memujiku seperti itu.” Ucap Yugi yang juga tersenyum paksa karena menahan dorongan dari Freez yang begitu kuat.
“Hah hah hah...” nafas Yugi sudah mulai tidak beraturan karena efek dari penggunaan mode Eternal Snow yang sedikit dipaksakan. ‘Gawat, karena belum pulih sepenuhnya, nafasku jadi berat karena penggunaan mode secara paksa. Apa yang harus kulakukan...’ batin Yugi yang sedikit panik karena tubuhnya sudah tidak kuat jika memaksakan diri menggunakan mode yang menguras banyak energinya.
“Bersiaplah...” Freez membuka mulutnya untuk melancarkan serangan es seperti sebelumnya. “Ice Shot.” Tembakan es kembali menyerang kearah Yugi dengan cepat.
‘Tidak ada waktu untuk berpikir.’ Batin Yugi yang melesat kearah tembakan es milik Freez dengan nekat. “Ice Shield.” Sebuah perisai berbentuk bulat biru dengan lambang salju terbentuk di hadapan Yugi.
Booommmm
Tembakan milik Freez berbenturan dengan perisai milik Yugi. Tapi tidak berhenti disana, Yugi terus berusaha maju sambil mempertahankan perisainya. “Jangan... MEREMEHKANKUUUUU...” Dengan dorongan sekuat tenaga, Yugi terus maju sambil menerjang tembakan es milik Freez dengan perisai es miliknya.
“Tidak mungkin, apa dia bermaksud untuk menembus seranganku.” Kaget Freez yang melihat Yugi begitu nekat menembus serangannya.
“HEEEAAAAAA...” Yugi sudah semakin dekat dengan Freez, pedang dia acungkan ke atas bersiap menebas tubuh Freez. “Slash of Ice Storm.” Teriak Yugi sambil menebas Freez dengan cepat dan membelakanginya.
Angin berhembus sedang saat mereka saling membelakangi satu sama lain. Tiba-tiba badai angin berhembus kencang dengan udara yang begitu dingin. Tangan kanan Freez tergores akibat serangan dari Yugi, sementara Yugi sudah menonaktifkan mode Eternal Snow nya dengan sayap yang masih terbentang untuk membantunya tetap terbang diudara.
Freez melihat tangannya yang tergores dengan wajah yang tersenyum puas. “Sepertinya ini sudah cukup...” Freez berbalik menatap Yugi yang masih membelakanginya. “Selamat bocah kau...” belum sempat Freez menyelesaikan perkataannya. Yugi mulai jatuh dari ketinggian dengan sayap yang mulai memudar perlahan.
Pandanganku mulai menghitam, langit cerah itu mulai menggelap. Tubuhku tidak bisa digerakkan, aku seperti tenggelam dalam lautan es. Sangat dingin... hal yang bisa aku lihat untuk terakhir kalinya adalah... seorang wanita dengan surai biru yang terbang kearahku... dengan sayap seindah langit biru...
Sebuah tempat yang gelap, dengan genangan air di bawah tubuhnya. Yugi berbaring seperti sedang tertidur pulas, bayangan yang terpantul dibawahnya terlihat jelas. Tetesan air mengenai wajah Yugi, membuatnya terbangun dari tidurnya. Dengan kesadarannya yang masih belum kembali sepenuhnya, Yugi berdiri menatap kegelapan didepannya tanpa ekspresi.
“Kamu lama sekali tidurnya.”
Sebuah tangan menarikku dari kegelapan, tangan mungil itu lebih kecil dibandingkan tanganku. Kulitnya yang putih dan halus saat disentuh, membuatku merasakan kehangatan...
Tempat yang tadinya gelap, kini semakin lama semakin terang... dan di hadapanku, Yui memegang tanganku dengan senyuman cerahnya.
“Kita... berada didimensi buatanmu?” Tanya Yugi dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
“Kenapa ekspresimu seolah baru pertama kali kesini, tentu saja kita berada didimensiku.” Kesal Yui pada Yugi yang seperti orang baru hilang ingatan.
“Maaf, aku hanya sedikit bingung... bukankah aku bertarung melawan-...” Yugi baru ingat pertarungannya melawan Freez. “Apa yang terjadi padaku...?”
“Kamu pingsan setelah menggunakan mode Eternal Snow. Sekarang kesadaranmu aku bawa kesini, karena ada hal yang ingin kuberitahu padamu.” Yui berdiri tepat didepan wajah Yugi dengan ekspresi serius. Yugi yang menyadari hal itu hanya mampu terpaku ditempat dan menunggu kelanjutannya. “Jangan gunakan mode itu lagi...”
‘Hah... jangan gunakan lagi.’ Batin Yugi yang tidak mengerti akan arah pembicaraan Yui.
“Setidaknya untuk saat ini, apapun yang terjadi jika tidak dalam keadaan darurat jangan pernah gunakan mode itu lagi. Tubuhmu yang sekarang tidak akan mampu menahan efek dari penggunaan mode itu.” Jelas Yui, mendengar itu Yugi hanya diam saja tanpa membalas perkataannya. Karena Yugi tau, kalau perkataan Yui adalah mutlak.
“Apa separah itu?” tanya Yugi dengan wajah penasaran akan keadaan tubuhnya didunia nyata.
“Bisa dibilang, sangat... karena tubuhmu belum pulih secara sempurna, dan kau malah memaksa menggunakan mode itu lagi. Mungkin untuk beberapa bulan ke depan kamu tidak usah latihan dulu.” Jelas Yui dengan nada kesal.
“Eh, jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya Yugi frustasi, jika dia tidak latihan untuk beberapa bulan ke depan. Maka kemampuannya akan menurun drastis.
“Tapi untungnya kamu menggunakan mode itu kurang dari lima menit, jika itu dipaksakan mungkin kamu sudah tidak hidup lagi sekarang. Ngomong-ngomong karena ada dia, mungkin kamu bisa sembuh lebih cepat dibanding perkiraanku.” Ucap Yui panjang lebar dengan nada seperti biasanya.
“Dia...? Siapa?” tanya Yugi tidak tau yang dimaksud oleh Yui.
“Nanti juga kamu tau, sekarang pergilah ke dunia nyata dan dapatkan sarung pedang Eternal Snow. Dengan begitu kemampuanku yang dulu akan kembali secara sempurna, dan itu akan membuatmu tambah kuat. Sekarang pergi sana...” ucap Yui dengan semangatnya sambil mendorong Yugi keluar dari dimensi buatannya.
“Eh, T-tunggu...” Yugi tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena telah diusir terlebih dulu oleh Yui.
Yugi pun menghilang dari hadapan Yui, wajah yang ceria tadi sedikit demi sedikit mulai menghilang digantikan dengan wajah ketakutan akan sesuatu. Tubuhnya merinding seperti sedang menggigil kedinginan. Yui menunduk dengan raut wajah yang baru saja bertemu dengan hantu yang sangat menyeramkan. “Perasaan apa ini, sangat gelap dan dalam. Tidak ada cahaya, dingin, tidak ada seorang pun disana. Tempat apa itu sebenarnya...” gumam Yui yang meringkuk seperti anak kecil yang ketakutan.
Didunia nyata, tubuh seorang pemuda tertidur di paha seorang wanita bersurai biru. Senyuman manis wanita itu dia pancarkan pada pemuda yang berada di pangkuannya. Tatapannya tidak pernah dia alihkan dari wajah tampan sang pemuda. Wanita itu membelai surai hitam si pemuda dengan lembut khas seorang ibu yang membelai rambut anaknya. Sedikit demi sedikit pemuda yang tertidur itu mulai membuka matanya, dan dilihatnya seorang wanita dengan mata biru yang terlihat indah. Senyuman yang manis menambah kesan cantik diwajahnya.
“Dimana aku, siapa kau?” tanya pemuda itu yang ternyata adalah Yugi.
“Kamu berada didalam gunung berapi Northern Esla yang sudah tidak aktif.” Jawab gadis itu.
Yugi berusaha bangun dari berbaringnya, di hadapannya sekarang seorang wanita dengan pakaian gaun biru berlambang naga dan berenda yang menghiasi gaun itu. Tatapan bingung Yugi arahkan pada gadis yang berada didepannya ini, dia belum pernah bertemu dengannya. Dari pakaiannya dia seperti seorang tuan putri, tapi setau Yugi tuan putri kerajaan Northern Esla cuma ada dua.
“Kenapa bengong begitu?” tanya gadis tepat di wajah Yugi.
“Aaaa...” Yugi menjaga jarak dari wanita itu, pasalnya dari tadi dia selalu saja mendekati Yugi. “S-siapa?” Tunjuk Yugi pada gadis itu.
“Aku... ah namaku Risa.” Ucap Risa dengan senyuman ramah.
“Risa...” ulang Yugi.
“Hm..” Risa mengangguk senang.
“Aku Yugi... oh ya, apa kamu melihat naga besar berwarna biru di sekitar sini?” Tanya Yugi sambil melihat sekeliling.
“Maksudmu aku?” tanya Risa.
“Eh...” Yugi hanya bisa bengong mendengar perkataan dari Risa.
“Kalau kamu mencari naga biru, itu aku...” Tiba-tiba asap muncul begitu tebal menutupi tubuh Risa. Dalam sekejap Risa berubah kembali menjadi seekor naga besar yang sebelumnya menyerang Yugi.
“A-aaahhhhh...” Yugi menunjuk Risa yang sudah berubah menjadi naga biru yang sebelumnya memperkenalkan dirinya sebagai Freez.
“Dalam wujud naga ini aku dijuluki naga pembeku, oleh karena itu namaku Freez.” Ucap Freez, lagi asap tebal muncul di hadapan Yugi menutupi tubuh naga yang besar itu. Setelah asap menghilang terlihatlah Freez dalan wujud manusia. “Sementara kalau dalam wujud manusia, aku dipanggil Risa.” Lanjut Risa dengan senyuman manisnya.
“T-tidak bisa dipercaya...” gumam Yugi dengan ekspresi terkejut.
“Sekali lagi akan kuperkenalkan diriku, namaku Risa. Salah satu dari lima raja naga, sang penguasa elemen Es Abadi. Salam kenal, Tuan Yugi...”
Saat ini aku tidak bisa berkata apa-apa karena saking terkejutnya dengan kejadian yang baru saja aku alami. Walaupun aku memiliki pedang yang bersemayam jiwa Dewa Naga. Tapi baru kali ini aku benar-benar melihat naga berubah wujud menjadi manusia tepat di hadapanku... senyumannya yang manis membuatku terpana... matanya yang seindah langit biru, seolah membawaku terbang ke angkasa...
Jika dipikirkan lagi, dia ini... wanita ini... menakutkan...
__ADS_1
Bersambung