KAISAR ES

KAISAR ES
BENIH NAGA


__ADS_3

Sebelum keberangkatanku dari kerajaan Northern Esla... aku berlatih di gunung tertinggi kerajaan ini, bersama dengan Raja Naga Freez yang dalam wujud manusia yang menampakkan wanita cantik dengan rambut birunya, biasanya dia akan di panggil Risa kalau dalam wujud itu. Jangan sampai tertipu oleh penampilannya, asal tahu saja dia merupakan pemimpin para ras naga dari elemen es... sang Raja Naga, seharusnya aku sudah mengatakan itu tadi... kenapa aku mengatakannya dengan nada merinding, bukankah dia cantik, aku mengatakannya pastilah ada alasan tertentu, dari luar memang dia kelihatan cantik, namun dari dalam adalah kebalikan dari itu, dia ini kejam... tidak berbelas kasih, apalagi dalam hal latihan... aku seperti dineraka, dia tidak jauh beda dengan Yui... apa mungkin mereka ini saudara kembar, ya walau mereka sendiri masih dalam ras yang sama.


“Jangan berhenti, teruslah berjalan. Apa kau sudah lelah hanya dengan berjalan saja hah...” teriak Risa yang dengan duduk manisnya diatas batu yang dibawa oleh Yugi dipunggungnya, apalagi batu itu ukurannya lebih besar dibanding yang dulu Yugi pakai saat berlatih dengan Yuko.


“Na-ga tu-a ini...” mulut Yugi gemetar saat mengucapkannya, jadi hal itu terdengar samar-samar dan aneh. Namun nada kekesalan terdengar oleh Risa yang ada diatasnya.


“Kau mengatakan sesuatu Yugi?” Tanya Risa yang memasang wajah seram seolah mendapatkan pekerja yang malas dan ingin menghukumnya.


“T-tidak ada, a-aku hanya bergumam saja.” Jawab cepat Yugi yang tidak ingin mendapat pelatihan lebih dari ini. Bagi Yugi ini bukanlah latihan, tapi siksaan dengan berdalih sebagai latihan. Kenapa semua ras Naga begitu kejam padanya, ah tunggu masih ada ras manusia yang kejam juga, dan pemikirannya itu mengingat seorang wanita dengan rambut hitam yang tersenyum manis walau dalam artian lain. ‘Setidaknya guru Yuko tidak sekejam ini...’ hatinya baru menyadari kalau guru Yuko lebih baik dibanding gurunya yang sekarang. Padahal dia merupakan Tuan dari Raja Naga ini, karena beberapa hari yang lalu dia menjalin kontrak dengannya. Tapi setelahnya dia mendapat sesi latihan yang begitu berat, sepertinya memang ini lah yang harus dilaluinya sebelum menjadi penyihir terkuat.


Beberapa jam berlalu setelah latihan berat tadi. Kini Yugi terduduk lemas dengan keringat yang banjir dari badannya. Bajunya sendiri sudah basah kuyup seperti terkena hujan yang deras. Kemudian dia melihat matahari sore yang sebentar lagi akan tenggelam. Namun sesi latihan ini belumlah selesai, selanjutnya Risa akan melakukan sesuatu padanya yang mirip dengan ritual.


Mereka akan duduk saling berhadapan, kemudian kedua tangannya terlentang kedepan mengikuti Risa, kemudian mereka akan menyatukannya. Ini adalah penyaluran energi, entah apa maksudnya tapi Yugi hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh Risa.


Keduanya memejamkan mata, saling berkonsentrasi. Risa yang mengalirkan energi birunya pada Yugi, kemudian Yugi menerimanya masuk kedalam tubuh. Perasaan yang dirasakannya sekarang seolah berbaring di atas kasur yang empuk dan nyaman, seperti sebuah energi kehidupan yang mengalir kedalam setiap sel-sel tubuhnya. Kemudian mereka saling bersatu di titik pusat yang ada di perutnya. Hal itu tidak butuh lama, hanya dalam beberapa menit saja penyatuan itu pun berhenti.


“Cukup untuk hari ini.”


Yugi bisa bernafas lega setelah Risa mengatakan hal itu, kemudian Yugi pun berdiri dan merasakan tubuhnya. Dia tidak merasakan sakit lagi, luka-luka lecet yang ada di seluruh tubuhnya sudah menghilang. Yugi tahu akan kemampuan Risa yang bisa menyembuhkan luka seberat apapun, seperti yang dikatakan oleh Yui sang Dewa Naga, ternyata Risa memiliki kemampuan yang diluar dugaannya. Tapi dia merasakan sesuatu yang aneh, seperti ada sebuah kekuatan baru yang tumbuh di tubuhnya. Entah apa itu tapi tubuhnya terasa membeku dari dalam dan hal itu tidak menyakitinya sama sekali.


Yugi semakin penasaran, setiap hari dia selalu bertanya pada Risa tentang ini. Tapi selalu di jawab singkat [Kau akan tahu] seperti itu... lalu hari ini juga dia masih ingin bertanya, sebenarnya apa yang ada di tubuhnya sekarang ini.


“Guru, aku masih ingin bertanya soal sesuatu yang ada didalam tubuhku. Aku mohon beritahu aku ada apa didalam tubuhku ini? Aku merasakan sebuah kekuatan yang terus melonjak dan itu membuatku merasa tidak nyaman.”


Risa berpikir sebentar, tidak biasanya dia memikirkan hal itu. Selalunya dia menjawab dengan perkataan yang sama, tapi sekarang dia berpikir dulu sebelum menjawabnya. “Baiklah kukatakan saja sekarang, sebenarnya Yugi, aku tidak hanya menyalurkan energi penyembuhan saja padamu. Tapi aku juga menyalurkan inti naga kepadamu.”


“Inti naga?” tanya Yugi.


“Kau bisa menyebutnya benih naga, aku ingin kau mempelajari sihir naga. Sihir ini hanya dapat dipelajari dari ras naga seperti diriku ini, aku sudah bernegosiasi dengan Yui dan sepakat untuk mengajarimu sihir naga, yaitu Dragon Slayer.” Jawab Risa.


Tentu saja Yugi kaget, dia tidak pernah mendengar ini dari partner yang bersemayam di pedang itu. Lalu secara tiba-tiba dia mendapat kabar kalau dirinya akan diajarkan sihir naga, terlebih selama ini Risa menyalurkan inti naga padanya. Bukankah inti naga sangat berharga bagi kaum naga? Hal itu membuat Yugi bingung.


“Tidak usah bertanya apapun lagi, dari wajahmu aku bisa tahu. Aku dan Yui membuat kesepakatan saat kau pingsan waktu itu, sebelum akhirnya kita membuat kontrak. Kemudian aku berencana melatihmu, selain untuk memperkuat dirimu agar bisa mengendalikan pedang Dewa Naga aku juga bermaksud untuk mengajarimu sihir pembasmi naga. Karena aku berpikir sihir ini mungkin akan berguna suatu saat nanti. Dan metode mempelajari sihir ini tidaklah mudah, hanya orang-orang terpilih saja oleh kaum naga untuk mempelajari sihir naga ini. Dengan menyalurkan inti tenaga naga pada manusia itu artinya dia sudah terpilih oleh naga tersebut untuk meneruskan kekuatannya sampai ke generasi berikutnya.”


Sejauh ini Yugi masih dapat mengerti karena otaknya memang lebih cepat menyerap informasi dengan baik. Hanya saja yang dimaksud meneruskan kekuatan ke generasi itu apa?


“Sebelumnya aku ingin bertanya, apa maksud dari meneruskan kekuatan sampai generasi berikutnya. Maksudnya generasiku nantinya akan memiliki sihir naga secara alami begitu?” tanya Yugi.


“Benar, seperti itulah.” Jawab Risa.


Wajahnya menunjukkan ketidak percayaan, dia menganggap ini seperti mimpi. Sebuah sihir naga akan diwariskan padanya yang merupakan sihir terkuat dari ras terkuat. Semua orang yang menginginkan kekuatan ini pasti iri padanya, hanya saja Yugi merasa sedikit takut. Jika saja dia tidak bisa menjadi manusia lagi bagaimana.


Lalu kekhawatiran itu terlihat oleh Risa, kemudian dia berkata. “Yugi, pada awalnya setelah kau mendapatkan pedang Dewa Naga, kau bukan lagi manusia pada umumnya. Kau sudah menjadi setengah naga pada saat itu juga, perubahan dari tubuhmu itulah bukti dari kekuatan naga mulai merasuk kedalam tubuhmu.”

__ADS_1


“Begitu ya...” Yugi hanya bisa pasrah menerima ini semua, tidak menyangka kalau dia bukan lagi manusia. Dia selalu takut hal ini akan terjadi, tapi semuanya sudah terjadi semenjak dia bertemu dengan Yui.


“Apa kau marah? Apa kau membenci Yui?” tanya Risa.


Didalam pedang Eternal Snow Yui bisa mendengar percakapan kedua nya, dia merasa murung saat Yugi tidak kunjung menjawab pertanyaan dari Risa. Namun tidak lama sebuah kalimat membuatnya terkejut senang.


“Tidak, aku malah sangat bersyukur bisa bertemu dengannya. Jika bukan karena dia aku mungkin sudah lama mati. Aku sangat senang bisa bertemu dengannya.” Sebuah nada yang begitu jujur, wajahnya tersenyum polos tanpa adanya rasa penyesalan. Hal itu menambah daya tarik bagi kedua wanita ini, baik Yui maupun Risa sudah menargetkan Yugi. Karena perkataannya itu malah mengundang kedua naga superrior ini untuk mendapatkannya baik itu hatinya maupun tubuhnya. Semoga saja Yugi masih selamat dari perebutan dua naga ini terhadap dirinya. “Terus aku masih bingung akan penjelasan tentang benih naga itu, kau bilang kalau benih naga itu dikirimkan padaku melalui penyaluran energi yang selama ini kita lakukan. Aku memang merasakan energi itu mulai tumbuh didalam diriku, tapi berapa kali lagi kita akan melakukan penyalurannya?” tanya Yugi.


“Benar juga, kalau dihitung dari hari ini mungkin ini yang terakhir. Jadi butuh sekitar seminggu, itu artinya tujuh kali penyaluran inti naga. Walau disebut inti naga, yang sebenarnya aku kirim hanya energi sihir naga saja, kemudian kumpulan energi sihir itu akan berkumpul dan membentuk inti didalam tubuhmu.” Jelas Risa.


Yugi mengangguk mengerti, jadi sekarang dia memiliki energi naga yang disalurkan oleh Risa. Kemudian energi itu akan berubah menjadi inti naga, mungkin bisa disebut sebagai evolusi dari energi sihir menjadi inti. “Begitu rupanya, kalau intinya sudah terbentuk maka aku bisa menggunakan sihir naga.” Tebak Yugi.


“Benar.” Risa tersenyum manis, Yugi memang sangat cepat dalam menyimpulkan sebuah kata-kata. Melihat muridnya ini lebih pintar dari majikannya yang dulu, membuat dia berpikir kenapa bukan Yugi saja yang bertemu dengannya lebih dulu dari yang lain. Kalau pendahulunya yang lain masih hidup dan tahu akan hal ini hati mereka pasti terluka mendengarnya. Risa sendiri membayangkannya ingin tertawa saat ini juga.


Latihan itu sudah berlalu, mengingatnya lagi aku bisa menyimpulkan sesuatu... lawanku yang berdiri saat ini mungkin saja mempelajari sihir naga lebih lama dariku. Tidak mengherankan kalau dia memiliki kekuatan sebesar ini, ditambah aku juga bisa melihat sebuah titik energi di tubuhnya... tepat di bagian pusar itu, semacam bola energi dengan aura besar yang memadat dalam ukuran kecil... dengan mata observasiku ini aku bisa melihatnya dan mulai menyadari sesuatu...


“Benih naga didalam tubuh Maruya lebih kuat dibanding milikku. Walau hanya sesaat aku bisa merasakan tekanannya lebih besar, dan karena itu tebakanku pastilah benar. Kalau Maruya mempelajari sihir naga lebih lama dariku, mungkin sedari dia kecil sudah mempelajari sihir kuno itu.” Gumam Yugi. Kedua matanya yang bersinar dengan lingkaran sihir berlambang salju berputar pelan, sihir mata ini bisa memperlihatkan kekuatan lawan yang berada didalam tubuhnya.


[“Yugi, akan kuberitahu sesuatu yang memang harus kau ketahui. Benih naga hanya lah sebuah inti energi yang menjadi isi dari wadah, sementara tubuh adalah wadah untuk menampung inti energi tersebut. Jadi semakin berkembang sebuah wadah maka inti naga pun akan semakin besar, secara otomatis kekuatan naga yang kau miliki akan semakin besar.”]


‘Yui... jadi maksudmu benih naga ku sedang tumbuh sekarang, tapi hal itu di ikuti oleh perkembangan sang pemiliknya. Apa konsepnya hampir sama dengan menyiram tanaman didalam vas bunga. Semakin besar wadahnya maka tumbuhan pun bisa menjadi semakin tinggi.’ Ucap Yugi melalui telepatinya dengan Yui.


[“Konsep itu bisa dikatakan benar, oleh karenanya butuh waktu bagi benih naga untuk tumbuh. Jadi tidak mengherankan kalau saja pemuda didepanmu ini lebih kuat darimu. Sejauh ini benih naga yang dimilikinya itu sudah berkembang lebih besar dibanding milikmu.”] Yui menjeda perkataannya sebentar sebelum akhirnya dia melanjutkan kembali. [“Asal kau tahu saja, kekuatan naga tidaklah terbatas. Selama benihnya terus tumbuh maka naga tersebut akan semakin kuat sampai dia tidak dapat berkembang lagi.”]


Yugi berkeringat dingin, dia terkejut karena mendengar kebenaran ini. Jadi dirinya pun bisa menjadi lebih kuat sampai tak terbatas, bukankah itu berarti kekuatannya ini tidak bisa diukur oleh apapun selama masih bisa berkembang. Sungguh ras terkuat yaitu naga bukan hanya omong kosong belaka. Oleh karena itu tidak ada yang bisa menandingi mereka. Yugi berpikir kalau ras naga adalah ras paling curang yang pernah ada. Bayangkan saja, mereka sejak lahir sudah ditakdirkan menjadi ras yang berada di atas rantai makanan. Menduduki peringkat tertinggi dari semua ras makhluk hidup, kemudian bisa terus berkembang kekuatannya selama masih ada nyawa.


Perkataan Yugi dipotong oleh Yui yang dimana ini seperti sebuah perintah. [“Gunakan mode Eternal Snow.”]


“Kau yakin, di tengah kerumunan orang-orang ini?” tanya Yugi memastikan.


[“Apa kau punya ide bagus lainnya?”] tanya Yui yang seolah menuntut Yugi untuk menuruti perkataannya.


Memang benar pilihannya sekarang hanya bisa menggunakan kekuatan itu. Melihat lawannya yang sudah serius, dia tidak akan mungkin bisa menang melawan kekuatan naga milik Maruya. Kemudian dia terpikirkan sesuatu, jika benih naga bisa di kategorikan sebagai bibit tanaman yang tumbuh jika disiram air dan disinari oleh matahari, bagaimana kalau yang menyirami tumbuhan itu adalah sihir. Seperti halnya sihir tumbuhan, dia pernah membaca tentang sihir ini dimana skill itu bisa mempercepat tumbuhnya sebuah tanaman. Jadi jika benih naga di sirami oleh energi sihir dalam jumlah besar maka...


“Yui dengarkan permintaanku, siram benih naga dengan sihirmu.”


Ya inilah yang dia maksud, kalau konsepnya hampir sama dengan tanaman maka benih naga pun pasti akan cepat tumbuh jika disirami oleh energi sihir. Dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh Yui, karena energi sihirnya sendiri tidak mungkin bisa menyirami inti naga miliknya sendiri. Sama halnya dia yang berusaha memakan elemen es nya sendiri untuk memperkuat skill Dragon Slayer Esnya. Teori itu bisa membenarkan apa yang dia pikirkan saat ini.


Lalu bagaimana dengan Yui, apa dia setuju akan hal itu. Andai saja Yugi tahu sekarang Yui memasang wajah takut. Dia sudah mengira kalau Yugi akan berkata demikian, seharusnya dia tidak menceritakan hal tersebut pada Yugi.


“Yui apa kau bisa mendengarku?” tanya Yugi.


Kemudian sebuah respon yang tidak terduga dari Yui membuat Yugi terdiam. [“Hentikan, jangan pernah mencoba hal itu. Kita gunakan kekuatan mode Eternal sekarang.”]

__ADS_1


Ini pertama kalinya dari sekian banyak permintaan yang dimana hal ini lebih ditolak oleh Yui. Ada apa sebenarnya?


“Yui ada apa?” tanya Yugi.


Telepati itu sendiri terputus sekarang, ini aneh. Kenapa Yui tiba-tiba bersikap dingin begitu, apa Dewa Naga ini marah padanya? Tapi apa alasannya? Kenapa dia tidak mau menjelaskannya?


“Ada apa Yugi? Apa kau sudah gila karena benturan tadi. Jangan hanya berbicara ngawur seperti itu dan ayo hadapi aku.” Tantang Maruya.


Melihat itu membuat Yugi tidak sabaran, dia tidak ingin menggunakan pedangnya karena hal itu akan menunjukkan identitasnya sebagai pemilik pedang legendaris. Kemudian dia juga berpikir tidak akan mungkin menang kalau menghadapinya dengan sihir nagaku yang masih kecil. Apa dia hanya bisa menyerah saja? Karena Yui tidak mau menjelaskannya maka tidak ada pilihan lain.


“Aku maju...” pada akhirnya Yugi kembali maju dengan skill Rage of Ice miliknya, bersama dengan pedang Arashi ditangan kanannya.


Maruya menyeringai tipis, dengan kedua kakinya yang menekuk tajam, dia pun mulai melesat dengan kecepatan komet yang seperti sebelumnya. Tapi sekarang Yugi sudah tahu jalur lintasan itu, kemudian dia membentuk sebuah belokan es untuk memblok arah serangnya.


Syuuuuuuttttt


Duuuuaaarrrrrr


Benar saja, ternyata Maruya menyerang dengan lintasan lurus dimana dia berbelok ke kanan Yugi saat mengenai sebuah jalur belokan dari tembok es yang melengkung seperti bulan sabit yang membuat serangan Maruya berbelok dari arah dirinya. Pada akhirnya lawannya itu menabrak tembok kembali dengan benturan yang lebih keras.


“Aku masih bisa menghindarinya tapi tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yui aku mohon lakukan, aku akan menanggung konsekuensinya apapun itu. Aku bukannya tidak mau menggunakan kekuatan milikmu, hanya saja ini adalah keegoisanku sendiri. Aku ingin melawannya sebagai sesama pengguna sihir Dragon Slayer. Jawab lah perkataanku...” teriak Yugi pada dirinya sendiri, namun bagi orang lain Yugi seperti sedang berkumat kamit tidak jelas. Tapi Lani terlihat berbeda, dia merasa curiga akan tingkah Yugi yang tidak biasa.


Setelah perkataannya yang masih belum diberikan respon oleh partnernya, sebuah serangan lanjutan dari Maruya dengan tangan kanan sebagai tinju berlapis api itu siap mengenai tubuhnya. Karena kecepatannya itu membuat Yugi belum sempat bereaksi.


Duuuuuuuuuuaaaaarrrrr


Ledakan terjadi, itu adalah tubuh Maruya yang menabrak tembok arena dengan kerasnya. Bukan karena serangannya yang meleset, melainkan dia diserang dengan kekuatan yang lebih besar. Siapa? Jawabannya pasti sudah jelas... siapa lagi kalau bukan lawan dari pemuda yang terpental tadi. Ya benar sekali, Yugi dalam mode naga yang di katakan sebagai kekuatan sejati naga.


“Dragon Force...” gumam Vira yang menatap kaget.


Begitu pula dengan gadis yang ada disampingnya, Maria menutup mulutnya tidak percaya. “Tidak mungkin...”


Semua penonton syok, itu mungkin gambaran yang lebih tepatnya. Karena pemandangan yang sangat berubah drastis itu membuat mereka seperti melihat tirai kejutan yang dibuka. Yugi bagai kotak Pandora, dia memperlihatkan sebuah kejutan didetik terakhir sebelum lawannya memukul mundur dirinya. Wujudnya seperti Maruya dalam versi elemen es dimana sisiknya berwarna biru keputihan dengan hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya, tapi yang berbeda adalah satu sayap naga sungguhan berwarna biru terbentang dipunggung kanannya, hanya satu tanpa ada pasangannya. Terlihat kalau Yugi seperti naga itu sendiri walau hanya sebelah sayap saja. Perubahannya yang hampir menyerupai naga sungguhan terasa lebih kuat tekanannya dibanding Maruya. Apa hanya dengan satu sayap saja akan merubah perbedaan kekuatan mereka, mungkin saja begitu karena jika dibandingkan kekuatan mereka sekarang maka Yugi lah yang akan mendominasi. Mata biru terang dengan pupil hitam vertikal adalah ciri khasnya yang merupakan naga es. Dirinya sekarang mampu mengimbangi atau pun mengalahkan lawannya sekarang.


“Yugi...” gumam Lani, dia tidak dapat berkomentar apapun saat melihat perubahan drastis Yugi.


Kalau Lani yang terlihat kaget bukan main, malah sebaliknya dengan kedua orang tuanya. Dimana mereka begitu bersemangat saat melihat Yugi yang terlihat seperti naga sungguhan.


“Itu naga suamiku, dia menumbuhkan sayap.” Girang sang Ratu Leuna.


“Iya iya aku juga melihatnya istriku.” Balas sang Raja Tenruo dengan senyuman lebar di wajahnya.


Di waktu ini mungkin sangat berharga bagi Raja dan Ratu ini. Melihat Yugi bagai harta karun yang tidak boleh dilewatkan, mereka sepertinya sudah tergila-gila pada Yugi. Terlebih lagi mereka seperti ingin sekali memegang sayap itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


‘Ada apa dengan kedua orang tuaku ini.’ Lani sudah menutupi dirinya dengan dua tangan untuk menutupi wajah malunya itu karena kedua orang tuanya. Namun sesekali dia mencuri pandang pada Yugi yang berdiri diam saja setelah memukul lawannya dengan sekuat tenaga. “Berjuanglah...” gumamnya kecil.


Bersambung


__ADS_2