KAISAR ES

KAISAR ES
MENERIMA SISI GELAPNYA


__ADS_3

Dimana aku... lagi-lagi gelap, dan juga dingin... seperti tenggelam ke dalam lautan es. Dadaku terasa sesak... sulit untuk bernafas, jantungku terus berdetak begitu cepat, seolah ada yang menekanku dari dalam...


Entah kenapa aku seperti terjatuh lebih dalam ke dasar lautan... aku ingin berteriak, tapi tidak bisa...


Siapa saja, tolong ulurkan tangan kalian padaku... tolong... tolong... tolong...


Ibu... Ayah...


Dimensi buatan


“Ghahahahahaha... sungguh menyenangkan melihat diriku sendiri tenggelam dalam lubang keputusasaan. Pemandangan yang begitu indah...”


Tubuh Yugi masih dalam kendali emosi yang tidak terkendali. Perubahan dalam fisiknya yang begitu signifikan dengan tubuh yang berdiri lemas seperti zombie. Tatapannya kosong yang tidak mengenal kawan ataupun lawan. Hanya diam dengan nafas yang terus saja mengeluarkan asap putih tipis khas hewan buas. Shadow yang melihat itu hanya tertawa lepas dengan senyuman senangnya, melihat Yugi dalam kendali emosi akan kebencian dan keinginan balas dendam. Sungguh menurut Shadow ini adalah momen yang dia tunggu-tunggu.


Yui masih melayang diatas mereka, ketidak berdayaannya untuk membantu tuannya membuat Yui kesal dan marah pada dirinya sendiri. Tapi menurutnya itu tidak akan ada gunanya. Yang dia bisa lakukan hanya berdoa semoga saja keajaiban muncul untuk menolong Yugi.


Kenapa aku disini lagi...


Yugi melihat pantulan dirinya dicermin, digaris penglihatannya, dirinya melihat tubuhnya sendiri dicermin tersebut. Tapi ada beberapa perbedaan disana, rambutnya yang hitam seperti gelapnya malam, mata merah layaknya darah dengan pupil hitam vertikal ditengahnya. Pantulan dirinya itu tersenyum iblis kearahnya. Seolah mengejeknya dari dalam cermin.


“Yaaaa, ini adalah cerminan dirimu... Yugi.”


Aku...


“Ya, aku adalah Shadow... bayanganmu.”


Bayanganku...


“Teruslah tenggelam dalam lubang kebencian, hiduplah untuk balas dendam... kau tidak memerlukan siapa pun lagi. Kau itu hanya seorang bocah yang kesepian...”


Aku... sendirian... kesepian...


“Tidak usah pedulikan mereka lagi sekarang.” Sebuah segel berbentuk lingkaran dengan aksara yang rumit tertulis didada Yugi. Segel hitam itu seperti gambaran salju hitam dengan rantai yang mengelilingi badan Yugi. Perlahan tapi pasti tangan kanan Yugi bergerak kearah segel itu untuk melepasnya. “Bagus... lanjutkan, aku berjanji akan memberikanmu kekuatan tiada tara... ghahahahaha...”


Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri, seolah ada yang mengendalikan tanganku untuk meraih sebuah tulisan didadaku...


Ya sudahlah... siapa juga yang peduli


Aku sudah lelah dengan semua ini...


Yugi sudah pasrah akan keadaannya sekarang ini, seolah tidak ada semangat untuk hidup. Emosinya sudah benar-benar menguasai kesadaran Yugi.


“Tunggu dulu...” sebuah tangan menggenggam tangan kanan Yugi dan menghentikan kegiatan Yugi yang ingin melepas segel ditubuhnya.


Siapa...


“Tidak mungkin, kenapa kau ada disini hah...”


“Berisik... aku ingin berbicara dengan anakku, lebih baik kau pergi saja.” Pria itu menjentikkan jari kirinya dan membuat ruangan yang gelap itu menjadi putih. Wajahnya yang tertutup gelap tadi sekarang sudah terlihat jelas. Seorang pria yang sudah berumur 27 tahunan itu menatap Yugi dengan lembut. Rambut hitam pendeknya yang jabrik seperti langit malam, matanya yang juga hitam senada dengan rambutnya. Perawakannya yang tinggi melebihi tinggi Yugi, jika dilihat lagi dia hampir mirip seperti Yugi dalam versi dewasa. Dengan pakaiannya yang serba hitam dengan jubah hitam berkibar dibelakangnya. Rupanya yang tampan itu bisa membuat gadis manapun akan terpesona olehnya.


“...” Yugi hanya mampu terdiam menatap sosok ayahnya dengan wajah terkejut.


“Kenapa kamu bengong begitu... ini aku ayahmu Agul sang penguasa elemen angin terhebat di kerajaan Aries. Apa karena ketampananku ini ya yang membuatmu terpesona. Tapi maaf saja ya, ayahmu ini masih normal tau...” ucapnya dengan narsis.


“Ayah...” panggil Yugi pelan.


“Ya ada apa putraku yang hebat?” Tanya Agul pada Yugi.


Grep


“...” Yugi memeluk sang ayah dengan begitu erat penuh akan kerinduan, air mata mulai mengalir dan menumpahkan begitu banyak kasih sayang. Walaupun dia tau ini pasti hanya sebuah mimpi, mimpi akan keinginannya yang mau bertemu dengan ayahnya lagi.


Seperti seorang anak yang mendapatkan hadiah di hari ulang tahunnya... bagiku ayahku ini sudah cukup untuk membuatku bahagia. Walau kami mungkin akan berpisah lagi... karena aku tau ini juga pasti cuma sebuah ilusi... kebahagiaan ini, walau hanya sebentar tapi memiliki makna yang sangat dalam...


Sudah cukup, aku hanya ingin bersama dengan orang tuaku... itu sudah cukup...


“Dasar cengeng, bukankah ayah bilang jangan pernah menangis lagi...” Agul mengelus surai putih anaknya dengan kasih sayang seorang ayah. Senyuman hangat selalu terpampang jelas diwajahnya. Tatapan sayu dengan pancaran akan kerinduan pada anaknya.

__ADS_1


Yugi melepaskan pelukan itu sambil menghapus air matanya yang masih mengalir. Untuk sejenak suasana menjadi hening, setelah Yugi selesai menghapus air mata dipipinya, dia menatap sang ayah seraya berkata. “Ayah kemana saja, ini benar-benar ayah kan...?”


“Kamu ini tidak mengenali ayah sendiri hah... dasar, ini benar-benar ayah tau...” teriak Agul dengan nada kekanakan.


“Hehehehe... kamu benar-benar ayahku. Sifat ayah tidak pernah berubah ya...” ucap Yugi dengan senyuman senang khas seorang anak kecil yang mendapatkan mainan.


“Sudahlah tidak ada banyak waktu lagi... ayah juga tidak bisa berlama-lama disini. Pertama-tama ayah akan memperbaiki segelmu yang hampir rusak. Lain kali kendalikan emosimu itu ya...” Agul menyentuh dada Yugi yang terdapat segel berbentuk salju berwarna hitam. Seketika segel itu mulai berubah menjadi biru dan menghilang tertelan kedalam tubuh Yugi. “Baik, segini sudah cukup.”


“Ayah...” panggil Yugi.


“Ayah tau kamu memiliki banyak pertanyaan mengenai banyak hal yang sudah terjadi, tapi sekarang ayah tidak memiliki banyak waktu. Ayah meninggalkan sisa energi ayah kedalam tubuhmu untuk menjaga segel tetap aman, saat segel akan hancur ayah akan datang untuk memperbaikinya, tapi hal itu hanya bisa ayah lakukan sekali saja. Yang harus kamu ingat adalah satu hal, jangan gunakan kekuatan kegelapan yang ada dalam hatimu itu. Gunakanlah kekuatanmu sendiri untuk melindungi orang-orang yang kamu sayangi. Mengerti, oh ya tambahan, suatu saat kamu akan bertemu dengan ibumu, Aria... dalam keadaan tertentu, ibumu akan menyelamatkanmu...” sedikit demi sedikit tubuh Agul memudar seperti serpihan kaca bercahaya kuning. Dengan senyuman hangat seorang ayah, Agul pergi tanpa penyesalan dalam hidupnya.


Untuk sesaat Yugi terkejut akan pernyataan terakhir ayahnya itu, Yugi berharap semoga dia dipertemukan dengan ibunya secepat mungkin. “Ayah, aku pasti akan melindungi orang-orang yang berharga dalam hidupku. Aku janji...” gumam Yugi. “Sekarang, waktunya aku kembali...” lanjutnya.


Tubuh Yugi yang sebelumnya diliputi oleh hawa jahat, kini mulai memudar secara perlahan. Rambut hitamnya kembali menjadi putih, mata merah darah mulai menghilang digantikan oleh biru langit yang menenangkan, pakaiannya menjadi biru kembali dengan corak salju, setiap urat yang menonjol dikulit Yugi sudah menghilang, kuku kuku yang panjang memendek kembali. Terlihatlah wujud Yugi yang kembali seperti sedia kala tanpa ada bekas lecet sedikit pun. Matanya menatap Shadow yang masih berdiri didepannya dengan wajah tenang.


“T-tidak mungkin, harusnya kau sudah tenggelam dalam kegelapan. Bagaimana mungkin kau...” ucap Shadow terkejut dengan kesadaran Yugi yang sudah kembali.


“Tidak perlu terkejut seperti itu Shadow, kasih sayang orang tua tidak bisa dikalahkan oleh kegelapan.” Ucap Yugi dengan senyuman percaya diri.


“Sialan, dia telah memperbaiki segelnya... menanamkan energinya sendiri kedalam tubuh anaknya. Dia sudah memiliki banyak persiapan rupanya...” gumam Shadow yang masih dapat didengar oleh Yugi.


“Aku tidak akan terjebak dalam kegelapan lagi, sekarang aku sudah bisa mengendalikan emosiku. Kau tidak bisa membuatku masuk kedalam lubang keputusasaan lagi. Dan juga sepertinya kau tau banyak tentang segel didalam diriku. Padahal aku sendiri baru tau setelah ayahku memperbaikinya...” ucap Yugi panjang lebar.


“Heh, memang kau pikir bisa mengalahkanku sekarang hah... sudah aku katakan kita ini sama, kekuatanmu dan aku tidak ada bedanya. Jadi jangan berharap kau bisa menang.” Ucap Shadow dengan nada sombongnya.


“Aku tidak akan bertarung...” Yugi berjalan mendekat kearah Shadow tanpa rasa takut akan diserang.


“Apa maksudmu, kau tidak akan bisa mengalahkanku jika tidak bertarung.” Teriak Shadow.


“Aku tau kekuatan kita sama, jadi tidak ada artinya untuk kita bertarung...” ucap Yugi.


“Kalau begitu menyerahlah dan tunduk pada kegela-...”


“Tapi aku juga tidak akan menyerah pada kegelapan, karena kau adalah aku, dan aku adalah kau...” ucap Yugi yang memotong ucapan Shadow dengan senyuman hangatnya.


“Tentu saja aku marah, tapi membalas kejahatan dengan kejahatan bukanlah jalan yang tepat.” Ucap Yugi yang semakin mendekat kearah Shadow.


“Kalau begitu apa kau membenci diriku ini, aku yang ingin membalas dendam ini... apa kau membencikuuu...” teriak Shadow.


“Tentu saja tidak...”


Grep


“Aku tidak mungkin membenci diriku sendiri...” Yugi memeluk dirinya yang gelap dengan penuh kehangatan. Untuk menenangkan dirinya yang termakan akan kebencian dan keinginan balas dendam.


“Kenapa... kau bisa setegar itu...?” Tanya Shadow dengan suara pelan tersirat akan ketenangan.


“Karena, aku memiliki teman-teman yang mendukungku dari belakang... lihatlah.”


Setelah Yugi mengatakannya, bayangan orang-orang yang sangat berharga dalam hidup Yugi muncul dan memperlihatkan senyuman hangat padanya. Shadow yang melihat itu hanya menatap tidak percaya dengan air mata yang menuruni pipinya. Sekilas tubuh Shadow mulai berubah menjadi seperti Yugi. Sekarang mereka terlihat seperti saudara kembar yang tidak bisa dibedakan. Senyuman cerah terpampang jelas diwajahnya, menunjukkan sebuah kelegaan dan kehangatan.


“Setelah kepergian ibu dan ayah... mereka yang selalu bersamaku... Kakek, Sara, Elsa, Elna, Risa... dan juga Yui... semua orang, mereka tersenyum pada kita... kau dan aku... jadi hilangkanlah kebencian dalam dirimu. Kita bisa memulai hidup yang lebih baik...” ucap Yugi.


“Kau ini, benar-benar sangat payah...” ucap Shadow dengan suara yang mirip dengan Yugi.


“Maaf saja kalau aku ini payah...”


Tiba-tiba tubuh Shadow menghilang dan masuk kedalam tubuh Yugi secara perlahan. Senyuman cerah dia perlihatkan kearah Yugi seraya berkata. “Terima kasih...” setelah mengatakan itu, akhirnya Shadow pun menghilang dari hadapan Yugi.


“Harusnya akulah yang berterima kasih padamu...” Yugi menatap lurus ke depan dengan senyuman mengisyaratkan selamat tinggal pada dirinya yang lain. “Sekarang, Yui...” Yugi membalikkan badannya dan menatap Yui. “Aku rasa tesnya sudah selesai...”


“Begitulah...” ucap Yui dengan senyuman penuh akan kelegaan.


“Aku tidak menyangka kalau didalam diriku ada kekuatan semengerikan itu.” Ucap Yugi dengan pelan.


“Sudah aku bilang kan, kamu punya potensi untuk menjadi yang terkuat...” Yui berjalan ke hadapan Yugi dan memeluknya erat. Tubuhnya bergetar dengan hebatnya, rasa takut akan kehilangan orang yang kau sayangi dirasakan oleh Yui.

__ADS_1


“Maaf, lagi-lagi aku membuatmu khawatir.” Yugi pun membalas pelukan Yui supaya tidak khawatir lagi padanya.


Didunia nyata


Ketiga gadis yang awalnya dirundung akan kecemasan dan kekhawatiran terhadap orang yang mereka sayangi, kini mulai merasa lega. Kegelapan yang menyelubungi Yugi sudah menghilang digantikan cahaya putih yang menenangkan.


“Dengan begini, tes sudah berakhir...” ucap Risa dengan senyuman lega diwajahnya.


“Syukurlah...” gumam Elsa yang hatinya mulai merasa lega.


“Kak Yugi...” Elna tersenyum bahagia mendengar kabar kalau Yugi sudah menyelesaikan tesnya.


“Seharusnya dia akan segera kembali sekarang...”


Setelah Risa mengatakan hal itu, tiba-tiba bola cahaya yang mengurung Yugi mulai menghilang secara perlahan dan pecah menjadi serpihan kecil. Yugi yang masih dalam mode Eternal Snow nya hanya mampu berdiri dengan mata yang masih tertutup. Secara perlahan mode itu mulai menghilang bersamaan dengan Yugi membuka kedua matanya. Senyuman hangat dia layangkan kepada tiga gadis yang menatap dirinya.


“Maaf membuat kalian menunggu, aku kembali...”


“Selamat datang kembali... master/Yugi/kak Yugi...” ucap mereka bertiga bersamaan.


Kerajaan Northern Esla terlihat sangat damai dengan para penduduknya yang bersuka cita. Senyuman tiada hentinya terlihat di setiap rakyat yang ada. Banyak dari mereka yang bekerja, belanja dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Di istana sendiri, mereka sedang mempersiapkan segala hal dengan terburu-buru. Pasalnya Yugi yang merupakan calon Kaisar dimasa depan sudah menyelesaikan latihannya dan akan segera kembali ke istana. Mendengar kabar itu yang mulia raja Reulad segera membuat persiapan untuk menyambut mereka.


“Adududuh cepat sedikit...”


“Ini juga sudah cepat tau...”


Para pelayan terus saja rusuh karena menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk menyambut kedatangan mereka.


“Semuaanyaaaa... berbaris.” Para prajurit yang sudah berbaris rapih didepan gerbang istana. Begitu rapih dan lurus, sungguh prajurit yang sudah dilatih sedemikian rupa.


“Hoi hoi... apa masakannya belum siap.”


“Ayo lebih cepat lagi...”


Para koki istana juga sedang mempersiapkan makanan untuk menyambut kedatangan mereka.


Sementara dengan tamu kehormatan yang akan kembali ke istana Northern Esla. Mereka sedang berhenti disebuah pemandian air panas. Hal ini disarankan oleh Elsa. Dia mengatakan sebelumnya pada Yugi yang telah menyelesaikan tes terakhir latihannya. “Sebelum kita kembali ke istana, kita harus membersihkan tubuh terlebih dahulu, mereka pasti sekarang sedang menyambut kedatangan kita. Jadi kita harus terlihat bersih dan rapih...” begitulah. Sekarang Yugi sedang membersihkan dirinya dikamar mandi pria. Sedangkan para gadis berada di seberang Yugi yang hanya dibatasi sebuah tembok yang terbuat dari kayu. Setelah Yugi selesai membasuh tubuhnya dengan air, dia langsung berendam ke sumber air panas yang sangat besar untuk beberapa orang. Tapi sekarang Yugi hanya seorang diri, dikarenakan tempat pemandian yang seharusnya untuk umum ini sudah disewa oleh Elsa secara penuh. Jadi hanya mereka saja yang berendam di pemandian air panas ini. Yugi melihat pemandangan langit berbintang diatas kepalanya, dengan satu bulan yang bersinar terang disana.


“Baru pertama kali ini aku berendam di pemandian terbuka, sungguh indah bisa melihat bulan sambil berendam seperti ini.” Gumam Yugi.


Sementara untuk para gadis sendiri, mereka melakukan gosokan punggung berantai. Dengan perlahan dan lembut supaya tidak merusak kulit.


“Kulitmu sangat halus Risa...” ucap Elsa yang menggosok punggung Risa.


“Terima kasih...” balas Risa dengan nada senang. “Nona Yui, kulitmu tidak pernah berubah ya. Masih seputih salju dan juga halus...” lanjut Risa.


“...” sementara Yui hanya diam dan menikmati gosokan dari Risa. Tapi untuk sesaat Yui menyadari sesuatu. “Hei, apa kalian melihat Elna?”


Elsa yang baru menyadarinya juga terkejut melihat adiknya tidak ada disini. “Bukankah dia tadi langsung berendam...”


“Tapi disana tidak ada siapa pun...” ucap Risa sambil melihat tempat berendam.


1


2


3...


Loading...


“Aaaaaahhhhh...” mereka pun baru menyadari sebuah keganjilan disaat bersamaan dan berteriak dengan kencang. “EEELLLNNNAAAAAAA...”


Sementara Yugi yang mendengar teriakan itu hanya acuh saja sambil menikmati rasanya berendam di pemandian yang dijuluki sebagai tempat pemandian hotel bintang lima ini. Untuk sesaat sebuah mata terang terlihat sedang mengintip dari balik batu disana. Sedangkan Yugi sama sekali tidak menyadari sosok seseorang yang sedang mengintipnya mandi dengan wajah menyeringai.


“Aku menemukanmu, kak Yugi...”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2